Free BlackBerry Push Email and Sync Clients for BlackBerry smartphone July 15, 2009
Posted by budiwiyono in IT Technology.Tags: Free BlackBerry Push Email, Free Push Email
1 comment so far
Sebagai alternatif pilihan, selain berlangganan push mail dari RIM (layanan BIS/BES), coba deh service sejenis berikut ini. Terutama bagi pemilik Blackberry BM yang bermasalah pin nya, alternatif ini adalah pengganti RIM BIS/BES
Funambol provides two open source components for BlackBerry devices.
Funambol BlackBerry Push Email Client
The Funambol BlackBerry push email client enables BlackBerry users to get push email from email systems such as Yahoo! Mail, AOL Mail, Hotmail and Gmail, as well as POP and IMAP Servers. It provides standard functionality in an email client, such as get and read mail, reply, reply all, forward, etc. It contains an integrated list of contacts from the Funambol server, which can sync contacts from many sources. The integrated contacts list eliminates the need to remember and type email addresses on your phone. For more information about the push email client’s capabilities, see the Funambol Java ME client (http://www.funambol.com/solutions/javameclient.php) upon which the BlackBerry client is based.
Funambol BlackBerry Mobile Sync Client
The Funambol BlackBerry Mobile Sync Client enables BlackBerries to perform over-the-air sync of contacts, calendars, tasks and notes. It works with the free myFUNAMBOL Portal (http://my.funambol.com/) or other Funambol servers, which in turn work with a wide array of email and groupware servers, as well as popular email clients such as Outlook and Thunderbird. The mobile sync client can be set up to perform scheduled syncs as well as to sync on demand.
- View the list of supported BlackBerry devices: http://funambol.com/solutions/devices_blackberry.php
- YouTube Demo: http://www.youtube.com/watch?v=Uh_IyMf3s4s&NR=1
Sync for Gmail Contacts dan Google Calendar with Symbian for Free July 15, 2009
Posted by budiwiyono in eLifeStyle, my Corner.1 comment so far
Setelah artikel Push Email gratisan yang saya pakai dengan menggunakan System SEVEN untuk mem-push email kan account Gmail saya, berikut saya share tools Contact & Calendar Sync gratisan juga.
Google belakangan telah me-launched Sync for Gmail Contacts (http://mail.google.com) dan Google Calendar (http://calendar.google.com) menggunakan SyncML protocol yang juga di support oleh hampir semua modern mobile device.
Pada smart phone seperti Nokia N95 atau E61, E71, yang menggunakan Symbian S60 mobile operating system, tidak ada opsi untuk launch a sync command dengan SyncML secara otomatis.
Hal ini berarti user harus secara manual activate Sync function.
Ketika kita syncing contacts hal ini tidak terlalu kritikal karena data contact tidak berubah dengan cepat, berbeda dengan calendar yang berubah dengan cepat, sync manual bisa menjadi cukup painful.
Sebagai contoh, saya menggunakan Google calendar secara harian dan saya mengupdate hampir tiap jam. Saya juga terbiasa rutin mengupdate calendar pada handset E61 saya ketika tidak berada di depan Computer. Seluruh update terkait ToDo List, Meeting, Due Date pekerjaan etc yang memerlukan pencatatan langsung, biasanya langsung saya entri di handset saya supaya up to date secara teratur. Oleh karena itu sync rutinitas ini secara manual tidak lah menyenangkan dan tidak ideal.
Saya pernah review dan rekomen program kecil yang running di S60, sebuah freeware bernama” SWIM”, yang memungkinkan untuk secara otomatis men schedule kan sync SyncML profiles dari S60 saya.
Keterbatasan lingkup tulisan ini adalah aplikasi hanya jalan pada device S60/Symbian.
Umumnya, jika anda ingin melakukan sync contacts dan calendar anda ke handset anda maka anda juga membutuhkan supaya email anda di push ke handset anda juga (push mail).
Jangan khawatir, tools otomatis selain SWIM juga telah tersedia
. Untuk keperluan ini saya menggunakan System SEVEN Push email yang terbukti handal dan gratis dan komplit pula. Selain Push Mail juga Sync Contacts/Calendar. Compatible dengan banyak pilihan mobile device, System SEVEN secara otomatis akan push Gmail email anda, contacts dan Google Calendar ke handset anda secara otomatis secara teratur, dimana push mailnya almost realtime.
Sama seperti Google Sync, System SEVEN juga saat ini gratis. Sama seperti fitur Blackberry, bukan? Bedanya anda tidak perlu bayar biaya bulanan 150-300 rb/bulan.
Related article: http://budiwiyono.wordpress.com/2009/01/31/push-mail-gratis/
SWA: Lintasarta Siapkan Solusi bagi Industri Manufaktur dan Trading July 6, 2009
Posted by budiwiyono in IT Technology, my Corner.Tags: Distribution, ERP, Lintasarta, Manufacturing, Online Distribution, Trading
add a comment
Lintasarta Siapkan Solusi bagi Industri Manufaktur dan Trading Rabu, 01 Juli 2009 Oleh : Taufik Hidayat
Saat ini industri manufaktur dan trading menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya iklim kompetisi, pasar yang dinamis, dan berkembangnya Supply Chain Management (SCM) serta timbulnya tuntutan untuk memelihara Customer Relationship Management (CRM) dengan lebih baik bagi pelanggan. Selain itu, mata rantai industri manufaktur dan trading juga semakin luas dan kompleks. Sehingga, membutuhkan solusi yang dapat mengintegrasikan sekaligus mengefisiensikan seluruh kegiatan dalam mata rantai industri ini, yang diantaranya meliputi proses perencanaan, penyediaan bahan, produksi bahkan sampai birokrasi.
Solusi ICT yang tepat dapat menjawab semua kebutuhan ini, sehingga para pelaku industri manufaktur dan trading dapat mencapai produktivitas yang optimal dengan efisiensi yang maksimal, meliputi optimalisasi SDM, penyederhanaan proses produksi, optimalisasi inventory, serta efisiensi administrasi dan konsolidasi data dengan minimasi human error yang berujung pada pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Solusi ICT juga dapat mewujudkan visi service excellence melalui digital marketing untuk memperluas pasar dan customer intimacy.
Budi Wiyono, Marketing Analyst PT Aplikanusa Lintasarta, mengatakan bahwa integrasi informasi merupakan kunci utama peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam setiap industri. “Solusi bisnis terpadu Lintasarta dapat membantu kegiatan proses supply chain management, produksi, layanan database yang terintegrasi sampai aftersales service di industri manufaktur maupun trading.
Budi menjelaskan solusi-solusi kreatif bagi supply chain, kegiatan digital marketing dan frontliners, Bagi konektivitas supply chain secara luas Lintasarta memiliki solusi jaringan komunikasi data seperti VPN Multiservice untuk memaksimalkan ERP yang telah dimiliki korporasi. Sedangkan untuk outlet atau depo kecil dapat diintegrasikan dengan kantor pusat melalui VPN Ezy HSDPA. Khusus bagi outlet atau depo kecil yang terletak di rural area dapat diintegrasikan dengan pusat menggunakan VSAT IP.
Budi mencontohkan, untuk kegiatan digital marketing dan dan frontliners Lintasarta menawarkan solusi kreatif dan efisien dengan SMS Corporate dan Corporate Mailer misalnya untuk mendukung program CRM, seperti mengadakan survey pelayanan terhadap pelanggan dan update info produk maupun marketing promotion. “Khusus untuk SMS, juga dapat digunakan untuk cek stok barang di gudang dan sebagai SMS tracking untuk update lokasi barang yang sedang dikirim,” ujarnya.
(swa)
URL : http://www.swa.co.id/primer/swadigital/infoproduk/details.php?cid=1&id=9372
Pics: http://www.facebook.com/album.php?aid=2024978&id=1469174596
Cara Cepat mengembangkan Solusi Distribusi Online Modern dengan Teknologi Open Source June 25, 2009
Posted by budiwiyono in IT Technology, my Corner.Tags: ERP, Online Distribution
add a comment
Workshop ini bertujuan membahas solusi bagaimana teknologi ICT mampu memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan dengan tujuan para pelaku perusahaan pada industri Manufaktur, Distribusi, Trading dan Ritel sehingga bisa mengembangan solusi distribusi modern secara online untuk mendukung peluang-peluang baru bisnis dan efisiensi waktu serta biaya dengan memberdayakan teknologi Open Source.
Sekolah Bisnis Terbaik: Navigasi Masa Depan June 25, 2009
Posted by budiwiyono in Misc.Tags: Kampus Bisnis Terbaik, Sekolah Bisnis Terbaik
2 comments
Menjelang dimulainya tahun ajaran 2009/2010, BusinessWeek dan US News merilis daftar sekolah bisnis terbaik, masing-masing untuk undergraduate (S1) dan post graduate (S2).
Untuk menyusun daftar ini, BusinessWeek melakukan survei terhadap ribuan mahasiswa tingkat akhir, pihak perusahaan sebagai calon pengguna, dan karyawan baru, di samping memerhatikan skor SAT, rasio dosen-mahasiswa, hingga program magang yang ditawarkan. Sementara itu, US News menyurvei 426 program MBA untuk memilih kampus terbaik. Tahun ini, responden menilai kampus terbaik adalah mereka yang memiliki program pendampingan dan persiapan ke dunia kerja, serta memiliki jaringan alumni yang kuat. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian dunia kerja saat ini. Namun, secara umum, kampus dengan nama besar ternyata bukan jaminan untuk menjadi tempat belajar pilihan dan terbaik. “Ekspektasi mahasiswa berubah cepat,” kata Jackie Chaffin, direktur pusat bimbingan karier Seton Hall University. Kini, mahasiswa membutuhkan kampus sebagai alat navigasi untuk menjelajah samudra karier di masa depan.

McIntire School of Commerce
Sekolah bisnis di bawah payung University of Virginia ini ditahbiskan sebagai sekolah terbaik 2009. Tahun lalu, sekolah bisnis yang berdiri sejak 1921 ini berada di posisi runner up. Kampus yang didirikan oleh Paul Goodloe McIntire ini menawarkan program dua tahun dengan gelar B.S. in Commerce. BusinessWeek menilai kampus McIntire memiliki kelebihan di mata kuliah Strategi Perusahaan, Manajemen Keuangan, dan Metode Kuantitatif. Untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan, mahasiswa wajib mengeluarkan biaya US$9.494 per tahun. Kampus ini berlokasi di Charlottesville, Virginia, AS.
Mendoza College of Business
Kampus yang telah eksis sejak 1921 ini semula didirikan oleh Rev. John Francis O’Hara. Empat tahun sebelumnya, Notre Dame University merupakan kampus pertama di AS yang menyelenggarakan program empat tahun untuk pendidikan Perdagangan Asing. Kini, untuk dapat menuntut ilmu di Mendoza College of Business yang merupakan bagian dari University of Notre Dame ini, setiap mahasiswa harus membayar biaya kuliah US$36.847 per tahun, empat kali lipat lebih mahal ketimbang McIntire School of Commerce. Kendati demikian, dari sepuluh calon mahasiswa yang mendaftar, pihak universitas hanya menerima tiga orang. Kampus ini memiliki mata kuliah unggulan Hukum Bisnis, Kalkulus, Etika, dan Manajemen Operasional.
Wharton School
Tahun lalu, sekolah bisnis dalam naungan University of Pennsylvania ini berada di posisi puncak altsekolah bisnis terbaik di Negeri Paman Sam. Namun, tahun ini Wharton melorot ke posisi ketiga. Kampus yang memiliki mata kuliah unggulan Pemasaran, Ekonomi Mikro, Manajemen Operasional, Etika, dan Metode Kuantitatif ini telah berdiri sejak 1881. Anggota Ivy League yang berbasis di Philadelphia, Pennsylvania, AS, ini mematok biaya kuliah US$37.526 per tahun.

Harvard University
Tak bisa dimungkiri, Harvard University merupakan sekolah bisnis terbaik untuk program MBA di AS, bahkan di seluruh dunia. Lulusan Harvard yang diserap perusahaan mencapai 87% di tahun pertama pasca-wisuda. Anggota Ivy League yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS, ini berdiri sejak 1636, di masa kolonial Massachusetts. Untuk bisa mengikuti kuliah di institusi pendidikan tertinggi tertua di AS ini mahasiswa wajib membayar uang kuliah US$42.800 per tahun.
Stanford University
Semula, mantan Gubernur sekaligus Senator California Leland Stanford dan sang istri, Jane Lathrop Stanford, mendirikan sebuah institusi pendidikan sebagai sebuah memoar atas meninggalnya putra mereka, Leland Stanford Jr., yang tutup usia sebelum genap berumur 16 tahun, pada 1885. Kini, kampus yang berlokasi di San Francisco ini menjadi pilihan tempat menuntut ilmu bagi sekitar 15.000 mahasiswa S1 dan S2. Untuk mengikuti program MBA, mahasiswa harus membayar US$48.921 per tahun. Adapun tingkat kemungkinan mahasiswa mendapatkan pekerjaan pasca-wisuda sebesar 82,5%.
Kellogg School of Management
Dari sepuluh mahasiswa Kellogg School of Management, yang bernaung di bawah Northwestern University, sembilan di antaranya mendapatkan pekerjaan yang sesuai di tahun pertama kelulusan. Jika dibandingkan dengan penyedia program MBA lainnya, Kellogg memiliki persentase terbesar. Kampus yang memiliki home base di Sheridan Road Evanston, Illinois, AS, ini telah berdiri sejak 1908. Untuk dapat mengikuti program MBA, mahasiswa Kellogg harus bersedia membayar uang kuliah US$46.791 per tahun. Hingga kini, Kellogg memiliki lebih dari 50.000 alumnus. Di antaranya, Edwin G. Booz dan James L. Allen, pendiri lembaga konsultan Booz Allen Hamilton, serta Arthur Andersen, pendiri firma auditor sesuai namanya.
Source: Warta Ekonomi
Apakah Anda Pemberani dan Berbakat Sukses? Periksa Jari Manis Anda June 23, 2009
Posted by budiwiyono in Entrepreneurship.Tags: Bakat sukses, berani, pemberani
1 comment so far
Menarik juga tulisan rekan Roni berikut ini.
Lain lagi jika jari manis sama panjang dengan jari telunjuk, kebanyakan homoseksual lho!
Kasian yah, sudah tidak pemberani, gay pula ?
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/22/1350581/Mengenali.Pria.Gay.dari.Jari.Tangannya
Bagimana pendapat anda? Apakah jari manis anda lebih panjang dari jari telunjuk?
===
“Pak, gimana caranya supaya berani memulai bisnis?”, tanya seorang peserta seminar kewirausahaan yang diadakan oleh Seksi Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Trisakti beberapa waktu lalu.
Dipancing oleh pertanyaan itu, saya langsung teringat dengan “ilmu” yang baru saya dapatkan beberapa waktu lalu.
“Coba, adik-adik semua lihat jari tangan masing-masing”, pinta saya. “Perhatikan, apakah jari manis anda lebih panjang atau lebih pendek daripada jari telunjuk. Kalau lebih panjang, anda bakal sukses. Jari manis yang lebih panjang menandakan keberanian pemiliknya untuk bertindak dan mengambil risiko.”
Kontan pernyataan saya ini menimbulkan kehebohan di ruangan seminar, sampai-sampai 2 pembicara lain dan moderator juga ikut-ikutan.
“Bagi anda yang jari manisnya lebih pendek, jangan kecewa. Bertemanlah dengan yang jari manisnya lebih panjang”, lanjut saya.
Pembicara di samping saya yang juga seorang ustadz menambahkan, “Buat yang akhwat (perempuan), kalau mau cari calon suami, periksa dulu jari manisnya.”
Sebelumnya saya sempat dites yang sama oleh Pak Nukman<http://sudutpandang.com/>. “Ini jari TDA (pengusaha)”, katanya mengomentari jari manis saya dan juga Pak Iim <http://iimrusyamsi.com/> dan Pak Agus <http://agusali.blogspot.com/>. Ia tidak menjelaskan apa alasannya. Silakan buka blog ini<http://rajahjari.blogspot.com/2009/04/prakata.html>untuk mengetahui penjelasannya. Blog itu menampilkan foto-foto orang sukses dari berbagai bidang seperti bisnis, politik, atlit, artis yang semuanya berjari manis lebih panjang daripada jari telunjuk.Namun bagi saya penjelasan itu masih membingungkan dan kurang ilmiah.
Tanpa sengaja saya menonton tayangan BBC Knowledge yang menjelaskan fenomena ini secara ilmiah. Ternyata, panjangnya jari manis dipengaruhi oleh hormon testosteron <http://id.wikipedia.org/wiki/Testosteron>. Orang yang jari manisnya lebih panjang daripada jari telunjuk menandakan hormon testosteronnya berlimpah yang mengakibatkan ia lebih berenergi, lebih berani, lebih agresif. Jantung dan paru-paru mereka juga berfungsi lebih baik dan lebih efisien. Secara alami, laki-laki lebih banyak hormon testosteronnya daripada perempuan (artinya, laki-laki lebih banyak yang sukses dibandingkan perempuan?).
Di dalam film dokumenter itu, seorang peneliti mempertaruhkan teorinya dengan memilih pemenang lomba lari sebelum mereka bertanding. Ia hanya memilih calon pemenang dengan mengukur selisih panjang jari manis terhadap jari telunjuk. Ia memilih yang selisihnya paling besar. Dan benar, pilihannya tepat. Pelari yang dipilihnya menang. Menarik ya….
Dalam kesempatan lain, seorang perempuan tomboy yang juga atlit lari ingin menjadi laki-laki sepenuhnya. Ia meminta dokter menyuntikkan hormon testosteron ke dalam tubuhnya sampai 10 kali lipat yang dimilikinya saat itu. Akibatnya, perlahan tubuhnya semakin tegap, mulai tumbuh bulu-bulu dan kecepatan larinya pun meningkat drastis.
Aha, saya telah menemukan penjelasan ilmiah dari teori jari manis ini. Jadi, tidak ada hubungannya dengan klenik sama sekali.
Sekarang, kalau saya ditanya lagi bagaimana caranya supaya sukses, bagaimana caranya supaya berani, akan saya meminta penanya itu untuk mengecek jari manisnya. Tapi sekali lagi, kalau jari manis anda tidak panjang, carilah teman yang memiliki itu. Seorang penakut berkawan dengan orang berani akan ketularan beraninya. Tentunya, ada faktor lingkungan juga yang mempengaruhi, seperti kata Malcolm Gladwell di buku The Outliers. Kalau mau lebih berani lagi, ya suntikkan aja hormon testosteron banyak-banyak. Saya sendiri tidak tahu apakah hal ini diperbolehkan atau tidak oleh agama.
(Source: Badroni Yuzirman)
Sail Bunaken 2009 – The Largest Int’l Marine Event of the year 2009, Come and Join ! May 26, 2009
Posted by budiwiyono in Get Inspired, my Corner.Tags: Bunaken, corporate mascot, Divers, Diving, mascot, mascot toys, Sail Bunaken 2009, Sail Bunaken Mascot, SailBunaken 2009, WOC, Yacht Race
add a comment
Sail Bunaken 2009, is The Largest and Integrated International Marine Event of the year 2009.
Offers strategic business opportunities for various products and services.
- Indonesian Fleet Review, 50 War Ships belong Various Foreign Countries
- Yacht Race from Darwin to Maluku
- 1500 Divers
- Bunaken Expo & Festival
- International Big Game Fishing “KASAL CUP”
- Diving Competition & Festival
- Jetski Trans Equator Touring
- International Seafood Festival
- Sail Competition
- Bunaken Trans Equatouring Celebes 2009
- Beach Games & Fun Games
Hereby the itinerary and the registration information for Divers :
I. Registration Places
1. Jakarta : Posko Sail Bunaken
Dinas Penerangan Angkatan Laut
Gd. B lantai 1 Mabesal Cilangkap
Telp 021-8723315
Fax : 021-84590878, 021-8710628
2. Surabaya : Dinas Potensi Maritim (DISPOTMAR) Lantamal V
JL. Laksda M. Nasir No. 56 Surabaya
Telp (031) 3282483
3. Makassar : Dinas Potensi Maritim (DISPOTMAR) Lantamal VI
Jl. Yos Sudarso No. 308 Makasar
Telp. (0411) 315211 ext. 128
4. Manado : Dinas Potensi Maritim (DISPOTMAR) Lantamal VIII
Jl. Yos Sudarso No. 1, Kairagi Weru Manado
Telp. (0431) 851300
Mobile phone : 081356104432
II. Registration Dates : 7-15 May 2009
III. Registration Requisites
- Minimum Age : 18 years old
- Submitting ID card copy
- Submitting Diver Certificate copy
- Own complete Diving Equipment
- Filling in Registration Form
- Filling in Statement Letter
- Paying insurance – the amount is to be announced
- For Foreigners : agree to follow the rules set by the committee.
IV. Participants Will Be Provided :
- Transportation by KRI (The Naval Ship of Republic of Indonesia): Jakarta – Manado return with free meals during the voyage, Surabaya – Manado return with free meals during the voyage
- T-Shirt and a cap
- A certificate signed by KASAL (The Chief of Navy Forces Staff)
- Free Accommodation on board (KRI) during the event in Manado.
V. Itinerary (Temporary)
Briefing :
- Jakarta : 14 May 2009
- Surabaya : 16 May 2009
- Makassar : 18 May 2009
- Manado : 20 May 2009
Boarding the KRI from :
- Jakarta : 9 August 2009
- Surabaya : 10 August 2009
- Makassar : 12 August 2009
- Manado : 14 August 2009
Rehearsal : 15 August 2009
Final Rehearsal : 16 August 2009
Event : 17 August 2009
Return home from Manado : 19 August 2009
Arrive at Surabaya/Jakarta : 23/24 August 2009
Be there!
Pandangan Faisal Basri terhadap Boediono May 15, 2009
Posted by budiwiyono in KLIPING, Misc.Tags: Boediono, Budiono, calon wakil presiden, pemilihan presiden
add a comment
Sisi lain Pak Boed yang saya kenal
Oleh Faisal Basri – 14 Mei 2009
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.
Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.
Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.
Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.
Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet ,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.
Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.
Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.
Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.
Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.
Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.
Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.
Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.
Maju terus Pak Boed.
Word of Mouth : Start from your Unhappy Customers May 5, 2009
Posted by budiwiyono in Blog Network, Get Inspired, Marketing.add a comment
Sering menemukan konsumen yang kecewa dan kemudian secara CEREWET cerita dan komplain kemana-mana? Perusahaan atau tim marketing Anda menghindari UNHAPPY CUSTOMERS seperti ini? Bukankah mereka justru merupakan agen word of mouth yang paling menguntungkan? kenapa?
- mereka adalah orang yang sudah TERBUKTI CEREWET. itu berarti bisa ngomongin kita kemana-mana
- mereka adalah orang yang terbukti SENANG NGOMONG dan NGOBROL.
Dengan kata lain, unhappy customers are your most PROFITABLE TALKERS! mari kita belajar dari Pak Bob Sadino dan Telur Busuk. Kayak dongeng aja yang judulnya. Tapi ini memang kejadian nyata. Bob Sadino punya cara yang unik dalam menciptakan WOM di toko miliknya, Kem Chicks. Pada awal berdirinya, Bob Sadino mencari cara agar tokonya bisa ramai dikunjungi orang tapi dengan cara promosi yang tidak mahal.
Caranya? Dia malah sengaja membuat pelanggannya menjadi tidak puas agar bisa memperlancar terciptanya WOM. Aneh kan? Awalnya, penjualan telur yang dijual di tokonya belum memuaskan. Padahal Oom Bob itu kan punya peternakan ayam dan telur sendiri, sehingga bisa memastikan kesegaran dari produk-produknya. Pak Bob pun memasang pengumuman bahwa telur yang dijualnya 100% fresh. Tapi lucunya, suatu hari Pak Bob malah sengaja menaruh sebuah telur busuk diantara telur yang dia rencanakan akan dibeli oleh seorang ibu ekspatriat yang sangat cerewet. Karena merasa kecele sama iklannya Pak Bob, besoknya si Ibu datang kembali dan marah-marah pada pak Bob, karena telur yang dibelinya busuk. Pak Bob pun menepati janjinya untuk menggaransi barang yang dijualnya. Telur tersebut langsung ditukar. Yang juga gila, 1 telur busuk itu tidak ditukar dengan 1 kilogram telur (sesuai dengan janji), tapi ditukarnya dengan 2 kilogram telur. Seneng dong si Ibu. Pengalaman itu akhirnya diceritakan si ibu ekspatriat ini kemana-mana. Dia selalu bilang. “Enak beli telur di pak Bob…. dijamin, busuk satu ditukar satu kilo”.
Akibatnya dalam tempo yang sangat cepat telur yang dijual Pak Bob menjadi terkenal, dan akhirnya telur yang dijualnya pun menjadi laku keras. Dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa pelanggan yang tidak puas pun dapat menjadi pemasar yang handal melalui WOM.
WOM juga bisa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jangka waktu yang cepat. Dapat dibayangkan apabila Bob Sadino tidak melakukan hal tersebut, mungkin Bob Sadino dan telur-telur tidak akan sepopuler saat ini. Malah, jadinya banyak yang penasaran dating ke Kem Chicks pengen menemukan telur busuk.
Kalau cerita Bob Sadino hanya beredar dari mulut ke mulut, kasus yang satu ini sempat masuk ke media massa. Ini adalah cerita tentang seorang wajib pajak yang kecewa dengan pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tangerang di Tengerang Timur. Karena merasa kecewa dengan pelayanan di KPP Tengerang di Tengerang Timur, seorang wajib pajak menulis surat pembaca disebuah surat kabar. Ia mengeluhkan buruknya pelayanan di KPP tersebut. Awalnya ia akan mengurus administrasi yang berhubungan NPWP-nya, tapi disana ia malah dikecewakan. Memang orang ini sedang tidak beruntung. Gimana nggak, wong pas dia datang, sedang terjadi gangguan jaringan komputer. Jadi pengurusan kartu gak bisa dilakukan saat itu juga. Tapi, dia kaget abis, karena petugas bilang kalau butuh waktu hingga 2 minggu untuk memperbaiki jaringan komputer tersebut. Dia merasa sangat kecewa karena telah membuang banyak waktunya pada hal yang percuma, dia lalu mencoba untuk menelpon Kring Pajak. Keesokan harinya, dia dihubungi oleh staf KPP Tangerang dan menjelaskan prihal offline nya jaringan di kantornya. Staf tersebut langsung memeberikan solusi dengan menyelesaikan pengurusan administrasi, sampai mengantarkannya ke rumah orang tersebut. Orang tersebut sangat puas dengan pelayanan tersebut. Bahkan dia pun sampai menulis surat terimakasihnya melalui surat pembaca, dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain.
Proses WOM marketing sebenarnya dapat membantu kantor pelayanan pajak yang sedang mengalami proses perubahan. Melalui pemberian proses pelayanan yang baik dan membuat orang-orang yang sebelumnya kecewa menjadi puas terhadap pelayanan kantor pajak, akan membuat WOM Marketing yang kuat, sehingga dapat berdampak kepada masyarakt luas, bahkan untuk menyadarkan mereka . Apa kata dunia apabila Ditjen Pajak selalu mengajak masyarakat untuk membayar pajak tanpa memberikan pelayanan yang baik bagi para pelanggannya?
Wah, kayanya sudah mulai banyak lho bisnis yang memahami bagaimana cara menangani pelanggan tidak puas ya? Saya yakin 100% bahwa penanganan seperti itu sama sekali tidak merugikan bisnis. Justru akan mendatangkan bisnis baru.
Kasus berikut ini dialami langsung oleh teman saya. Suatu hari teman saya pernah berkunjung di restoran Platinum di Ciwalk, Bandung. Pada saat dia sedang menikmati makanannya tiba-tiba seorang pelayan secara tidak sengaja menumpahkan makanan yang penuh dengan bumbu dan saus di cardigannya. Jadi kotor deh tuh cardigan. Spontan, teman saya menjadi sangat marah dan kecewa, walaupun si pelayan sudah meminta maaf. Atas inisiatif manajer Platinum, cardigan teman saya langsung dikirim ke laundry oleh pelayannya. Sambil menunggu cardigan tersebut selesai dibersihkan, manajer mempersilahkan teman saya untuk menikmati makanan yang telah dipesan. Lalu tidak lama setelah menikmati makanan, cardigan pun sudah kembali bersih. Saat teman saya mau membayar, manajer Platinum langsung mengatakan bahwa pesanan tersebut tidak perlu dibayar sebagai permohonan maaf atas perilaku yang mengecewakan tadi. Hal tersebut membuat teman saya menjadi terharu sekaligus sangat senang, padahal awalnya teman saya kecewa dengan kesalahan dari pelayan Platinum. Teman saya pun menceritakan pengalamannya kepada teman-temanya, dan sampai saat ini pun dia selalu merekomendasikan restoran tersebut kepada teman-teman dekatnya.
Dari cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa pada proses WOM marketing tidak selalu diawali dengan kepuasan pelanggan. Proses recovery untuk membuat pelanggan yang kecewa menjadi pelanggan yang puas sangat penting untuk membuat proses WOM menjadi semakin kuat. Tapi, kalau pelanggan yang kecewa tidak ditangani dengan baik, siap-siaplah menuai akibatnya. pelanggan yang kecewa dan komplain? mereka sudah teruji tingkat KECEREWETANNYA. jadi mereka adalah GOOD TALKER, beranikah Anda mengubahnya menjadi PROFITABLE TALKER?
Word of Mouth Marketing — Sell Your Brand The Way Virus Kills Human (by Sumardy) April 18, 2009
Posted by budiwiyono in Blog Network, Get Inspired, Marketing.Tags: TAPS, Virus Marketing, wom, Word of Mouth Marketing
add a comment
Word of Mouth Marketing, Fans dan Opportunity to Grow
Seorang pengusaha yang berangkat dari China dalam penerbangan menuju Singapura tiba-tiba mengalami penyakit misterius yang memaksa pesawat mendarat di Hanoi, Vietnam dan ternyata beliau meninggal di rumah sakit di Hanoi Beberapa dokter dan perawat yang mencoba menyembuhkannya ternyata meninggal beberapa hari kemudian. Kejadian yang menggemparkan otoritas kesehatan sedunia yang dikenal dengan SARS.
Seorang teman mengirimkan pesan lewat “jika suatu ketika sedang asyik chating sama teman, muncul pesan dari teman kita yang saat itu juga sedang on-line yang menampilkan sebuah web address, lebih baik langsung ditutup saja karena begitu di-klik, otomatis virus akan menyerang seluruh account record di contact kita. Kasihan kan teman kita yang tidak tahu apa-apa kok tiba-tiba muncul virus”
Penelitian dari lembaga Kaspersky APAC menunjukkan infeksi komputer melalui media penyimpanan yang removable seperti flash disk masih menjadi ancaman terbesar, program-program jahat yang secara otomatis diluncurkan dari media penyimpanan yang mudah untuk dibawa-bawa ini.
Begitulah word of mouth bekerja. Layaknya virus SARS dan virus komputer yang menyebar begitu cepat hanya mengandalkan seseorang yang memiliki jaringan yang luas. Virus SARS tersebar karena banyaknya jaringan dari sang pengusaha ke perawat dan dokter, perawat “menyampaikan” ke perawat lainnya dan seterusnya. Hal yang sama terjadi karena satu “flashdisk” berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Begitu juga cara word of mouth marketing (WOMM) bekerja, dari satu konsumen ke konsumen lainnya.
Lalu, apakah WOMM hanya sekedar memindahkan sesuatu dari seorang konsumen ke konsumen lainnya? Mari kita simak kasus yang menarik dari General Motor.
Pada awal Spetember 2004, Pontiac, sebuah perusahaan otomotif di Amerika membagi-bagikan mobil gratis kepada 276 orang melalui acara Oprah Winfrey Show dan menghabiskan US$ 7 juta
Ini adalah kasus yang sangat fenomenal tentang WOMM. Ini merupakan launching seri terbaru Pontiac G6 dari General Motor.Keesokan harinya muncul berita di mana-mana yang mengatakan Oprah Winfrey bagi-bagi mobil. Semua orang membicarakan kehebohan ini. Enam bulan kemudian, Pontiac G6 nyaris hilang dari peredaran. Loh, bukannya heboh dibicarakan? Bahkan pertama kali di dunia dalam sebuah acara televisi dimana semua penonton mendapatkan hadiah mobil. Total sebanyak 624 media membuat berita tentang acara tersebut, lebih dari setengah juta orang juga menjadi sangat penasaran dan mengunjungi situs resmi Pontiac.
Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Membuat produk kita dibicarakan orang banyak belumlah membuat perusahaan kita sukses. Ini baru WOMM level pertama. Bagi saya, WOMM sama dengan bagaimana membuat pelanggan kita membicarakan (do the talking), mempromosikan (do the promotion) dan menjual (do the selling) yang saya singkat menjadi TAPS (Talking, Promoting dan Selling) yang menjadi acuan dasar dari penelitian word of mouth marketing pertama di Indonesia.
Kegagalan Pontiac dengan Oprah Winfrey menunjukkan bagaimana salah kaprah-nya kebanyakan merek yang berniat menjalankan WOMM dengan menggunakan selebriti, kehebohan dan segala publisitas yang akhirnya hanya mencapai tujuan WOMM level pertama.
Seorang konsumen membicarakan – bisa positif atau negatif – belum tentu akan mempromosikan sebuah merek secara positif, apalagi “menjual”. Menjual tidak berarti harus mengubah konsumen menjadi salesman layaknya agen MLM tetapi konsumen kita berhasil mengubah (transform) konsumen lain yang tidak percaya, memiliki persepsi negatif dan tidak mau mencoba merek kita menjadi percaya, persepsi positif dan akhirnya mencoba. Transform your talkers! Transform the people your talkers talk to!
Penelitian dari London School of Economics menunjukkan peningkatan 2% word of mouth dari konsumen akan mempengaruhi 1% pertumbuhan finansial. Word of Mouth Marketing Association (WOMMA) – dimana saya banyak aktif terlibat dalam diskusi dan penelitian – menunjukkan satu WOM Unit (satu pembicaraan tentang merek) berharga US 50 sen. Prof Walter Carl dari Northeastern University menghasilkan angka yang lebih tinggi yaitu US$ 1,2 untuk setiap WOM Unit
Bagaimana dengan Indonesia? Rata-rata dari keseluruhan kategori, positive WOM (PWOM) didistribusikan kepada tujuh konsumen, sementara negative WOM (NWOM) kepada 11 orang. Tingkat WOM Conversion (menceritakan kembali kepada orang lain) sebesar 85% dan 67% menjadikan WOM sebagai sumber informasi untuk mengubah keputusannya.
Jika kita menggunakan penelitian Prof. Duncan Watts dari Columbia University yang termashyur dengan konsep “six-degree separation” maka seorang konsumen di Indonesia yang menyebarkan PWOM dapat mempengaruhi 63831 konsumen lainnya. Apalagi NWOM, dapat mempengaruhi 881421 konsumen lainnya. Dahsyat, bukan?
Untuk itu, praktisi pemasaran di Indonesia dapat menjalankan WOMM dengan memulai dari level pertama. Temukan profitable talkers untuk merek Anda. Mereka adalah orang-orang dengan jaringan dan kredibilitas yang tinggi yang akan memulai pembicaraan, mempromosikan merek dan akhirnya menjadi fans yang dapat “menjual” merek Anda kepada orang lain. Profitable talkers di Indonesia tidak lebih dari 15% dan hanya 3% yang tergolong sebagai fans sebuah merek!
Penelitian ini juga memberikan fakta menarik bahwa tidak semua kegiatan community marketing justru bermanfaat. Sebagai pemegang merek, bukankah Anda justru sering “ditodong” oleh anggota komunitas hanya sekedar dimintai “sumbangan dan sponsorship” sementara jika merek Anda melakukan kesalahan sedikit, NWOM langsung menyebar. Banyak anggota komunitas yang bisa menjadi talkers tetapi apakah mereka fans? Fans yang tidak hanya membicarakan dan mempromosikan tetapi juga menjual dan membela merek Anda jika ada NWOM yang terjadi? Jadi, sudah saatnya membuat program fans relationship management dibandingkan sekedar community marketing. Mereka hanya 3% tetapi pengaruhnya akan luar biasa.
Lalu, apa makna dari word of mouth marketing index (WOMI) ini? Mengapa ada sejumlah merek yang tergolong “kecil” dari segi pangsa pasar dan SOV (share of voice) bisa memimpin? Merek-merek ini saya kategorikan sebagai Word of Mouth Product (WOMP), mereka memang memiliki keunggulan dari segi produk sehingga produk lah yang membuat merek ini dibicarakan dan direkomendasikan. So, what?
Faktanya, tidak semua produk bisa diciptakan sebagai WOMP yang canggih, penuh terobosan, enak dan ditunggu-tunggu. Disinilah peranan WOMM, usaha pemasaran yang membuat konsumen membicarakan, mempromosikan dan menjual produk yang biasa-biasa tersebut. Jadi, WOMP + WOMM = Profitable Business!
Inilah uniknya WOMI. Jika konsumen merekomendasikan merek Anda, bukankah itu sebuah pertanda peluang untuk mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan merek tersebut? Kalaupun ada merek-merek kecil yang menggungguli merek besar yang menghabiskan dana besar untuk investasi SOV, itu berarti merek-merek tersebut memiliki peluang pertumbuhan (opportunity to grow) di pasar bila cerdas memanfaatkan WOMM.
Lihat saja P&G merekrut 225.000 anak muda atau sekitar 1% dari populasi anak muda di Amerika Serikat. Agen WOM ini dinamakan sebagai Tremor Crew. Mereka diberi kesempatan ekslusif untuk menikmati dan memberi saran terhadap sampel produk baru dan dilibatkan pada kegiatan yang menyenangkan. Efek WOM yang ditimbulkan dari program ini cukup kuat. Peserta Tremor yang mendapat kesempatan pertama untuk mendapatkan suatu barang dan terlibat pada prosesnya akan sangat senang menceritakannya pada orang lain.
Tremor Crew merupakan anak muda terpilih yang memiliki pengaruh kepada teman-temannya atau yang biasa disebut VIP (Very Influential Person). Inilah yang disebut sebagai profitable talkers. Bukan asal talkers seperti selebriti yang punya jaringan tapi kredibilitas nya rendah. Ya, Tremor Crew ini adalah orang-orang pilihan yang punya jaringan lima sampai enam kali lebih banyak dari orang biasa. Mereka juga cukup punya pengaruh di jaringannya, sehingga pesan yang disampaikannya tentang produk P&G akan lebih didengar.
Sebagai contoh adalah produk lipstick terbaru dari CoverGirl, setiap satu Tremor Crew yang menyampaikan pada sekitar 9 temannya, maka 6 dari temannya tersebut tertarik untuk membeli produk tersebut. Tremor dilaporkan dapat menaikan penjualan sekitar 10-30 %. Diperkirakan keuntungan yang diperoleh oleh P&G memanfaatkan Tremor Crew meningkat 30%.
Kita semua tahu dan yakin rekomendasi dari keluarga dan teman justru paling dipercaya. Banyak penelitian yang menunjukkan sumber informasi WOM lebih dipercaya dan kredibel. Manusia dimana-mana juga suka berbicara, bersosialisasi dan bergosip ria. Lalu kenapa masih ragu? Masih terjebak dengan comfort zone? menjalankan conventional marketing?
Kalaupun masih terjebak zona nyaman. Bisa memulai WOMM dengan ide sesederhana apa yang dilakukan Sunlight. Tetap saja beriklan, tetapi isi iklannya memanfaatkan Ibu-ibu untuk bercerita, berpromosi dan berjualan ke Ibu-ibu lainnya. Mudah, bukan?
Terlepas besar kecilnya merek Anda, sudah saatnya investasi di WOMM. Inilah indikator peluang pertumbuhan merek Anda di masa mendatang. Setelah memuaskan pelanggan, setelah membangun ekuitas merek, berikutnya buatlah konsumen merekomendasikan merek Anda dengan program WOMM. Make your customers do the talking, promoting and selling!
Source: Sumardy






