Pameran “Indonesia Special Handicraft Show 2009″
Ajakan partisipasi Pameran Produk Indonesia di Tokyo 2009
Pameran “Indonesia Special Handicraft Show 2009″
Omotesando Hills, Tokyo, 21-27 Mei 2009
Pameran ini ditujukan untuk memperkenalkan para perancang (dan atau
produknya) yang sekaligus pembuat kerajinan tangan Indonesia di Jepang khususnya di Tokyo.
Pameran ini khusus dibuat oleh 100% kalangan swasta di Jepang.
Persyaratan keikutsertaan
1. Pembuat langsung kerajinan tangan Indonesia, warga negara
Indonesia. Kami tidak menerima produk dari penjual (toko, wholesaler dan
semacamnya).
2. Produk harus asli desain sendiri, dibuat sendiri, produk sendiri.
3. Kirimkan gambar produk dan penjelasan produk tersebut beserta harga NET dari si pembuat/produsen.
4. Kirimkan pula CV (riwayat hidup) Perancang lengkap/detil beserta fotonya.
4. Kami akan menyeleksi produk Indonesia tersebut. Hanya yang terpilih
akan kami hubungi.
5. Pengiriman produk ke Jepang biaya sendiri. Tapi pengiriman balik produk ditanggung kami di Tokyo. Resiko pengiriman ke Jepang ditanggung pengirim dari Indonesia.
6. Bagi perancang/produsen produk berkeinginan ke Jepang, semua biaya ditanggung sendiri. Kami dapat mengeluarkan surat sponsor untuk kepentingan pengurusan visa ke Jepang. Hal ini hanya berlaku bagi perancang/produsen yang produknya terpilih untuk dipamerkan di Jepang.
7. Kami sangat merekomendasikan perancang muda yang berprestasi di Indonesia. Designer aksesori atau jewelry, silver dan perhiasan “Made in Indonesia”.
Kirimkan gambar, CV, dan penjelasan produk (apabila perancang juga
memiliki perusahaan, kirimkan pula penjelasan mengenai perusahaannya),
semua ke:
Panitia Pameran “Indonesia Special Handicraft Show 2009″
Tokyo, Japan
Hanya lewat email ke:
info@…
info(at)jepang.com
Terima kasih
Pendaftaran selambatnya tanggal 31 Desember 2008.
Must Read NLP Books!
Read More? http://indonesianlpsociety.org
Join the Community? idnlpsociety-subscribe@yahoogroups.com
Saya memulai perjalanan saya sebagai pembelajar NLP melalui seminar, membaca buku dan artikel, praktik eksperimen, dan sharing. Setiap kegiatan itu memiliki manfaatnya masing-masing bagi saya, karena saya menemui pengalaman belajar yang berbeda-beda. Di seminar/training, saya beruntung bisa mendapatkan bimbingan langsung dari sang pelatih. Saya jadi tahu bagaimana cara yang “benar” dalam mempraktikkan NLP. Melalui membaca buku dan artikel, saya bersyukur mendapati limpahan ilmu yang saya yakin tidak sempat tersampaikan dalam pelatihan yang hanya dalam hitungan hari itu. Di dalam buku dan tulisan lah, menurut saya, terkandung kekayaan, kedalaman, dan kebijaksanaan seorang guru, yang belum tentu bisa kita dapati di kelas. Lewat praktik eksperimen, saya memastikan apa yang saya pelajari memang benar-benar bisa bekerja dan bukan sekedar omong kosong belaka. Inilah sebabnya seorang NLPers kemudian disebut sebagai Praktisi alih-alih dengan nama lain. Sementara ketika saya sharing hasil belajar itu kepada orang lain, saya pun belajar kembali melalui umpan balik yang diberikan oleh peserta.
Nah, karena seminar membutuhkan pertemuan langsung, begitu pula eksperimen dan sharing, maka yang bisa saya lakukan saat ini untuk membagikan proses pembelajaran NLP saya adalah melalui tulisan ini. Dan, saya pun memutuskan untuk membagikan apa yang mungkin Anda lakukan untuk belajar NLP melalui tulisan: membaca buku-buku NLP.
Saya telah membaca cukup banyak buku-buku NLP berikut berbagai artikel yang ditulis oleh para ahli. Saya katakan cukup, sebab memang masih banyak buku yang belum saya baca pun belum saya tahu kalau ia ada. Perjalanan saya membaca buku NLP cukup unik, karena saya melompat dari satu level ke level lain. Belum paham yang satu, eh ketemunya buku yang lain, maka buku advance itulah yang saya baca. Alhasil, saya sempat mengalami kebingungan, meskipun kemudian menuai hikmahnya. Seringkali saya membaca ulang buku-buku yang pernah saya baca, demi mendapatkan pemahaman yang lebih utuh.
Well, saya harap uraian saya di bawah ini dapat mempermudah perjalanan Anda mempelajari NLP melalui buku. Diselingi dengan berbagai pelatihan yang Anda ikuti, Anda mungkin tetap perlu mengulang kembali proses belajar Anda, sehingga semuanya menjadi sebuah bangunan keterampilan yang kokoh.
Dari Mana Saya Mesti Mulai?
Ini adalah pertanyaan yang sering saya dengar dari rekan-rekan yang baru memulai perjalanan sebagai pembelajar NLP. Pada mereka, saya biasanya menyarankan untuk membaca buku-buku perkenalan dulu yang berisi tips praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua buku Pak RH Wiwoho, Reframing dan ProFIl, menurut saya adalah langkah awal yang baik. Inilah buku yang menurut saya bisa masuk ke segala kalangan, newbie maupun expert. Cukup mencerahkan bagi newbie, tidak membosankan bagi expert. Setelah mempraktikkan keduanya, saya selalu mempersilakan Anda untuk merenungkan dulu sebelum memutuskan apakah akan mendalami NLP semakin dalam. Mengapa? Karena NLP adalah ilmu tentang kehidupan Anda sendiri. Semakin Anda masuk, semakin Anda akan ditelanjangi habis-habisan. Barulah, pada akhirnya, Anda akan menemukan makna dari kehidupan yang Anda jalani.
Jika Anda memang memutuskan untuk terus, maka saya menyarankan untuk mendalami dan mempraktikkan buku Introducing NLP karya Joseph O’ Connor dan The User Manual for the Brain karya Bob G. Bodenhammer dan L. Michael Hall. Buku pertama akan mengantarkan Anda untuk memahami NLP secara keseluruhan dengan mudah. Bahasanya ringan sekaligus menengah. Konon, ini adalah buku pengantar NLP terlaris, lho. Sementara itu, buku kedua akan menjadikan pengetahuan Anda mengenai beragam konsep, praktik, dan teknik NLP level Practitioner cukup lengkap untuk dipraktikkan baik untuk diri Anda sendiri maupun membantu orang lain. Ya, memang buku ini adalah pegangan peserta NLP Practitioner sih. Isinya dijamin komplit.
Kalaupun Anda agak bingung karena harus mempelajari buku bahasa Inggris, maka Anda dapat mencari bantuan di buku Trilogi Mastering NLP-nya Pak Wiwoho. Bukunya singkat, padat, dan jelas.
Anda belum puas dengan semua itu? Maka beberapa buku klasik berikut ini akan melengkapi kedalaman pengetahuan Anda. Karena ditulis oleh para penggagas NLP, maka isinya jelas merupakan ilmu kelas dunia. Penuh dengan kutipan asli dari penulisnya, berikut jutaan insight dari perjalanan mereka menemukan ilmu luar biasa ini.
- Frogs into Princes, Richard Bandler dan John Grinder.
- Reframing: NLP and the Transformation of Meaning, Richard Bandler dan John Grinder
- Using Your Brain—For a Change, Richard Bandler
- An Insider’s Guide to Submodalities, Richard Bandler dan Will McDonald
Bagi Anda yang betah dengan buku-buku analisa teoritik, maka The Structure of Magic Volume 1 dan 2 pasti akan memuaskan dahaga Anda. Kedua buku itu berisi proses ditemukannya Meta Model, model pertama di dalam NLP.
Nah, jika Anda penasaran dengan Meta Model, maka harus membaca Communication Magic-nya L. Michael Hall. Asli, komplit abis membahas Meta Model berikut pengembangan berikutnya.
Oh iya, satu lagi. Setelah menguasai NLP secara utuh, Anda bisa mempelajari berbagai teknik NLP lengkap melalui The Sourcebook of Magic tulisan L. Michael Hall.
Belum lengkap jika seorang Praktisi NLP belum menguasai hipnosis. Apalagi jika Anda memang berniat untuk praktik sebagai people helper. Maka buku-buku di bawah ini akan mengantarkan Anda terjun menguasai hipnosis, utamanya Ericksonian Hypnosis, yang banyak dimodel oleh NLP sehingga menjadi Milton Model.
- Trance-formations: NLP and the Structure of Hypnosis, Richard Bandler dan John Grinder
- Pattern of the Hypnotic Technique of Milton H. Erickson Vol 1 & 2, Richard Bandler, John Grinder, Judith DeLozier
- Ericksonian Approach: A Comprehensive Manual, Rubin Battino dan Thomas L. South.
- Hypnosis: A Comprehensive Guide, Tad James
- Trancework, Michael D. Yapko
Sementara itu, bagi Anda yang ingin mendalami aplikasi NLP, maka buku-buku berikut ini pasti menarik perhatian Anda:
- Belief: Pathways to Health and Wellbeing, Robert Dilts
- Dynamic Learning, Robert Dilts dan Todd Epstein
- Persuasion Engineering, Richard Bandler dan John La Valle
- Visionary Leadership Skills, Robert Dilts
- Coaching with NLP, Joseph O’ Connor
Bagaimana Jika Saya Ingin Yang Advance?
Nah, di level ini Anda akan mempelajari materi yang berbeda. Berbeda, karena Anda akan diajak untuk memahami NLP sebagai sebuah ilmu yang terintegrasi. Tidak lagi teknik-teknik yang terpisah, Anda akan diajak untuk menyelami sikap mental yang membedakan seorang Master Praktisi dengan Praktisi. Untuk itulah, saya menyarankan Anda untuk mendalami dan mempraktikkan dulu materi yang Anda pelajari di level Praktisi, baru melangkah kemari.
Dan, ketika Anda sudah siap, Anda dapat memulai perjalanan Anda melalui The User Manual for the Brain Volume 2 tulisan L. Michael Hall dan Bob G. Bodenhammer. Meskipun buku ini bernuansa Neuro Semantic, esensi isinya tetap NLP. Cukup tebal dan komplit, woth the price lah.
Dari sana, Anda bisa melanjutkan mempelajari buku-buku yang membahas materi dengan lebih detil seperti:
- Change Your Mind and Keep the Change, Steve Andreas
- Sleight of Mouth, Robert Dilts
- Mind Lines, L. Michael Hall
- Figuring Out People, L. Michael Hall dan Bob G. Bodenhammer
- Words That Changes Mind, Shelle Rose Charvet
- Changing Belief System with NLP, Robert Dilts
- Time for a Change, Richard Bandler
- Magic in Action, Richard Bandler
- Time Line Therapy and the Basis of Personality, Tad James dan Wyatt Woodsmall
Inti dari NLP adalah modeling, dan untuk mempelajarinya Anda bisa menyelami:
- Modeling with NLP, Robert Dilts
- Strategies of Genius Vol 1-3, Robert Dilts
Belum puas dan ingin mendalami beberapa aliran NLP lain? Nah, buku-buku berikut ini jawabannya.
New Code:
- Turtles All the Way Down, John Grinder dan Judith De Lozier
- Leaves Before the Wind, John Grinder dan Carmen Bostic St. Clair
- Whispering in the Wind, John Grinder dan Carmen Bostic St. Clair
Neuro-Semantic:
- Secrets of Personal Mastery, L. Michael Hall
- Meta States, L. Michael Hall
- Sub-Modalities Going Meta, L. Michael Hall
- The Matrix Model, L. Michael Hall
- NLP: Going Meta, L. Michael Hall
Dan, untuk urusan Neuro-Semantic, pengembangan terbarunya dapat Anda temukan di:
- Unleashed: Your Guide to Ultimate Self Actualization, L. Michael Hall
- Self Actualization Psychology, L. Michael Hall
- Meta-Coaching Vol 1 & 2, L. Michael Hall dan Michelle Duval
Nah, sampai di sini, jika Anda ingin menjadi seorang terapis, maka belum ada buku lain yang bisa saya sarankan selain RESOLVE Model karya Richard Bolstad. Buku ini berisi langkah demi langkah melakukan terapi menggunakan NLP.
Saya Ingin Menjadi Trainer NLP, Bagaimana?
Bagus sekali. Dan Anda bisa memulai perjalanan Anda di:
- Training with NLP, Joseph O’ Connor
- Presenting Magically, Tad James dan David Sheppard
- The Training Secrets of NLP, Richard Bolstad
Demikianlah, beberapa buku yang bisa saya sarankan untuk menemani perjalanan Anda. Beriringan dengan mengikuti berbagai pelatihan, praktik eksperimen, dan sharing kepada orang lain, perjalanan Anda akan terasa menyenangkan dan penuh makna.
Selamat berpetualang!
–
Salam Street Smart NLP!
Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://indonesianlpsociety.org>
Why I Love Market Crashes and You Should Too!
In Singapore, the Straits Times Index is down MORE than 30%. UOB, once at $24, is now at $15. Capitaland, from $8 is now $3+. Property prices are down 10%-20% from a year ago. The last quarter of Exports have contracted, and Singapore could be facing another technical recession in the coming months (Straits Times Report 17 Sept).
While many people are panicking and fear can be smelt in the air, Far-sighted Entrepreneurs and Investors like myself are LOVING IT! (not that we ate any McDonalds’s burgers)
So Why Do I Love These Downturns?
I may sound crazy, but most people do not realize that economic slowdowns and financial crisis are where fortunes are really made.
It was the last two crashes of 1998 and 2002 that gave me the opportunity to make my first $1.5 million; by buying into great stocks at huge discounts and turning an $8,000 investment into a $30m a year business. It was the recession that allowed me to hire so may great people at such low salaries, take up a 12,000 square foot office in the heart of CBD at just $4 per square foot. It was during the crashes, when NOBODY wanted to own stocks that I bought great blue chip stocks at 50%-80% discounts below their true value. It was during the last downturn that I bought my Semi-D at $1.6m, which is now worth $3m!
Now…it is ALL HAPPENING AGAIN!!!! In fact, this crisis is turning out to be even more severe that the previous two. For those of you who know how to take advantage of this will become the next group of new millionaires once the market turns around.
How Do You Take Advantage of This?
Remember that history ALWAYS repeats itself. After every bull run (rally), there will be a pullback/correction/crash (which is what is happening now). After every crash, it will be followed by the next rally/bullrun. In other words, the market will ALWAYS RECOVER and GO EVEN HIGHER!
However, NOT ALL stocks will recover. The weak and fundamentally damaged stocks (i.e. Like AIG) may never recover. The secret is to learn and start buying up the fundamentally strongest stocks when they are cheap & NOBODY wants them (during the downturn). When the market turns around, they are the ones will recover even stronger and make you your fortune.
Let me give you a free tip here. Before the crisis, there were Five Big Investment Banks in the US: Lehman Brothers, Goldman Sachs, Merrill Lynch, Bear Sterns and JP Morgan. Now that Lehman (bankrupt), Merrill (bought over By Bank of America) and Bear Sterns (bought by JP Morgan) are gone, guess who is going to benefit and become even stronger after the crisis…the survivors! i.e Goldman Sachs and JP Morgan.
In Wealth Academy (My Live Event, next one is Nov 13-16), I teach people how to identify the strong companies from the lousy ones and to buy them up cheap, when the whole market is fearful. When the market turns eventually, they will reap handsome profits from putting their money on the strong horses.
I have also invited Five of the Top Investing and Trading Experts from Wall Street down to Singapore for Asia’s First Investors Superconference from 25-26 October. Check it out at www.akltg.com/superconference. So, if you want to be one of the smart ones who will protect your wealth and benefit from this crisis (instead of being fearful of it), some come and join us for our live events.
“ Be Fearful When Others are Greedy and Greedy When Others Are Fearful” – Warren Buffett, World’s Richest Man
The Best Time to Start a Business is in a Recession
Another reason why I love recessions is because it is the BEST TIME to start a new business is in a downturn. Why?Let me give you a few reasons:
1) In times of recessions, the company you work for may decide to lay you off (to cut their costs), the best way to protect yourself is to already start thinking of building additional income streams…like a part time business. I teach people ways to start businesses with little or no capital…just hardwork and ideas put into use.
2) Recessions are when you can get really cheap rentals and hire great talented staff cheap. Think of the so many people who just got retrenched because their company went bust. There could be more to come..
3) IN recessions, many customers look for cheaper alternatives, which gives you the best chance grab market shares from the market leaders (the bigger, more expensive companies)
4) In recessions, the bigger players become more defensive, scaling back on their advertising and staff, which gives you the best opportunity to again, grab their market share
5) In recessions, interest rates are really low which means you can borrow money cheaper to finance your investments! When I bought my properties during the last downturn, my interest was only 1.5%!
This is precisely why I just launched my MILLIONAIRE BUSINESS ACADEMY training that is coming up 27-30 November. To coach business people to build their business during a downturn and to help newbies get started. Call 62740105 or check it out at www.millionairebizacademy.com to find out when I will be conducting a free introductory seminar.
I wish you the best in making your fortune in this downturn












7 comments