budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Duren Petruk asal Jepara terenak di dunia

Posted in Kuliner by budiwiyono on January 23, 2010

Setelah sekian banyak jenis duren yang sudah pernah saya coba, ternyata juaranya adalah durian semenjak jaman saya kecil dulu sudah jadi favorite: DURIAN PETRUK ! Duren lokal jenis ini yang menjadi favorit alm ayah saya yang superb (jadi inget almarhum neeh)… Daging tebal dengan rasa yang superb!

Duren Petruk asal Jepara merupakan salah satu varietas unggulan. Ciri-ciri durian petruk adalah rasanya yang manis, baunya yang menyengat mantab, daging buahnya tebal, dan bijinya yang kecil juga daging buahnya yang tidak lembek. Sehingga, rasanya semakin memikat.. Jadi kalau anda jalan-jalan di daerah Jawa Tengah jangan lupa cicipi Duren ini. Atau jika anda berencana jalan-jalan ke Pulau Karimunjawa, jangan lupa mampir Jepara dan cicipi duren ini. Perhatikan musim panen duren lokal.

Berikut gambarnya supaya terbayang:

(Photo owner: Nukman Luthfie’s)

Warna Kuning, Daging tebal, Rasanya lebih mantab dari duren manapun! Paling enak sedunia lah pokoknya :)

(Photo owner: Nukman Luthfie’s)

(Photo owner: Jawapos)

Anda sependapat?

Nukman Luthfie’s Photos

9 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Doggielover said, on January 24, 2010 at 10:12 am

    Wah, saya enggak sependapat. Di Jawa durian yang paling enak menurut saya ya varietas durian Sunan, asal Boyolali. Disebut durian Sunan karena dulunya diperuntukkan bagi Sunan Kerajaan Surokarto Hadiningrat.

    Di Sumatra saya juga menemukan banyak durian yang sangat enak. Di Bangka ada durian kecil dengan isi yang sangat tebal yang rasanya benar2 enak.

    BTW, foto durian yang anda upload sepertinya bukan dari varietas Petruk.

  2. budiwiyono said, on January 25, 2010 at 1:19 am

    @Doggielover Foto di page memang kurang menangkap warna khas kuningnya. Mungkin anda bisa share url Duren yang menurut anda genuine seperti apa, biar bisa kita bandingkan side by side. Supaya gak salah beli seperti yang ditawarkan di kalibata http://tv.inilah.com/video/31/features-video/4171/durian-petruk-primadona-kalibata.
    Kapan-kapan saya coba durian Sunan. Tks comment nya yach.
    Ada yang berpendapat lain lagi? Supaya muncul nih varietas-varietas lokal yang kurang terekspose dan tenggelam di bawah popularitas durian monthong.

  3. Arief said, on February 1, 2010 at 6:07 am

    Pohon durian petruk yang asli milik Pak Petruk sudah tidak ada di Jepara karena sudah lama mati(punah), sehingga durian petruk yang beredar di pasaran pasti bukan Durian Petruk yang asli, mungkin itu dari turunannya. Menurut orang-orang yang sudah melihat dan merasakan durian petruk yang asli, bentuk dan rasa durian petruk yang ada sekarang ini tidak sama. Mungkin saja durian petruk ini hanyalah tinggal nama belaka. Justru kalo anda ke Jepara pasti tidak akan menjumpai durian petruk. Jadi janganlah kecewa jika beli durian petruk tidak mendapatkan seperti yang diharapkan

  4. budiwiyono said, on February 1, 2010 at 6:12 am

    @Arief Sayang sekali yah… Pantas duren tebal, kuning, lonjong, kering bayangan saya waktu kecil sudah tinggal memori…

  5. Arief said, on February 2, 2010 at 2:35 am

    Sebetulnya sudah ada upaya untuk penyelamatan varitas durian petruk tapi sayang hasilnya tidak sama dengan induknya, bahkan teknologi tercanggih pun melalui kultur jaringan belum mampu menyamai durian petruk yang asli. Meski demikian di Jepara masih ada durian unggulan lain yang tak kalah dengan durian petruk, misalnya durian Sutriman yang harganya bisa mencapai seratus ribu per buah. Memang mahal ..tapi justru itu yang selalu diburu penggemar durian dari luar kota bahkan luar propinsi..

  6. budiwiyono said, on February 11, 2010 at 3:09 pm

    @Arief Tks infonya mas Arief… Baru denger ada duren Sutriman nih saya…

  7. amak said, on February 24, 2010 at 12:38 am

    kalau duren petruk itu memang gak ada, kan bukan berarti punah. kalo begitu mau disebut apa nanti durennya anaknya petruk, cucunya petruk ato malah cicitnya. ya ibarat manusia, kita kan juga disebut bani adam. btw, duren petruk ato duren apa lagi kan tentu saja tidak bisa menurunkan varietas yang sama seperti kakek petruk karena teknologi okulasi belum dikenal orang zaman dulu, yang mereka kenal kan cuma teknik pengembangan melalui biji. jadi tidak heran jika anakan petruk mempunyai rasa yang beraneka ragam.

  8. tisna said, on April 10, 2010 at 12:50 pm

    Duren petruk tetap ada. Pa Petruk si penemu varites durian tersebut tentunnya sudah membudidayakan durian tsb dg caranya sendiri. Jadi durian pentruk yg ada sekarang ya tetap durian petruk. kalau citra rasa sesuai. Apa kita mau nama varites durian petruk dihilangkan.

  9. ehgui said, on May 6, 2010 at 10:10 am

    kalau menurut saya duren yg paling enak yg pernah saya makan adalah duren sungai jawi, pontianak (kal-bar), tapi mungkin sekarang ini sudah punah atau ngak, saya kurang tahu, krn saya udah tinggalkan kota pontianak th 1971 setelaj menamatkan sma st paulus & saat ini saya tinggal di california/usa, & pernah bbrp kali saya berkunjung ke ptk tapi saya ngak pernah ketemu duren jenis lagi, durennya besar sekali bisa mencapai 40cm-45cm dgn diameter 20-25cm & isinya dagingnya luar biasa tebal dgn biji yg ngak terlalu besar hanya se “jempol” dr 1 gumpal daging segede kepalan tangan orang dewasa. jadi anda mungkin bisa bayangi kira2 ya sebesar duren monthong , tapi lebih gede dikit dalam hal baik buahnya maupun isi dagingnya, rasanya manis & kenyal serta dgn baunya yg menyengat dan testur warna daging juga bagus warna kuning gelap. jaman dulu tukang jual duren jenis ini adalah abang2 yg naik sepeda keliling dgn 2 keranjang bambu/rotan yg besar dibelakang yaitu dikiri &kanan boncengan sepedanya . paling banyak dia hanya bisa bawa sekitar 10-12 buah duren, masing 5-6 buah tiap keranjang. saya juga udah keliling hampir seluruh kota besar dijawa, sumatera, bali sulawesi, tapi belum pernah menemukan duren yg bisa menandingi duren sg jawi ini. waktu muda saya adalah jago dlm hal makan duren. duren medan pernah saya makan sendiri 10 buah dlm kurang lebih 1 jam. krn mama saya dulu di pontianak kalau beli duren itu pakai beca & hitung 100 buah & dimasuki kebeca terus pulang dimasukkan kegudang dirumah & kalau musim duren kami anak2nya jarang makan nasi, kebanyakan makan duren.
    oke sekian cerita saya ini, mungkin ada sdr2 yg lainnya yg kebetulan dr pontianak juga dpt mambantu memberikan informasi tambahan utk duren sg. jawi ini. thanks.


Leave a Reply