budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Vision without action is fantasy. Action without vision is random activity.

Potret Belanja Online di Indonesia 2010

with 5 comments

Representasi dari hampir 30 juta konsumen pengguna internet Indonesia. Rekomendasi WoM merupakan driver adopsi belanja online, 62% via Social Media, teman dan keluarga. Juga ada trend di Aspac bahwa belanja produk tertentu seperti consumer electronics selalu didahului dengan aktifitas calon buyer meliputi Review Product, Riset Product dan bahkan tanya jawab… via Online!

Metode payment dengan Credit Card masih kurang dipercaya di Indonesia relatif jika dibandingkan dengan trend global.

Selengkapnya:

====

Potret Belanja Online di Indonesia 2010
Wednesday, July 14th, 2010
oleh : Siti Sumaryati
Swa.co.id

The Nielsen Company of Indonesia meliris riset teranyarnya tentang belanja onlne di dunia. Riset yang diselenggarakan di 55 negara tempat Nielsen beroperasi dengan 15 zona waktu yang berbeda ini melibatkan 27 665 pengguna internet. Di Indonesia sendiri, riset ini diselenggarakan pada 8 – 28 Maret 2010 dengan jumlah responden lebih dari 500 pengguna internet di kota-kota besar di Indonesia. Dengan jumlah responden lebih dari 500 ribu tersebut merepresentasikan hampir 30 juta konsumen pengguna internet Indonesia.

Konsumen Indonesia tidak berbeda dengan Asia Pasifik dan global dalam berbelanja internet. Mereka akan membeli produk berturut-turut (4 besar jawaban tertinggi): buku, pakaian/aksesoris/sepatu, tiket pesawat/reservasi, dan electronic equipment dalam 6 bulan ke depan. Walau demikian, angka persentase konsumen Indonesia masih lebih kecil dibanding Asia Pasifik dan dunia. Produk yang paling sedikit dibeli oleh konsumen Indonesia secara online dalam waktu 6 bulan ke dapan hanya bunga dan minuman beralkohol masing-masing 1%. Sementara di Asia Pasifik adalah sewa kendaraan hanya 5% responden yang menjawab.

Ketika ditanya apakah akan membeli produk komputer software secara online (bukan men-download) dalam 6 bulan ke depan, 16% responden menjawab ya. Angka ini merupakan tertinggi ketiga di Asia Pasifik setelah India (21%) dan Vietnam (17%) lebih besar dari Asia Pasifik yang hanya sebesar 12%. Ini merupakan sinyal positif bahwa konsumen Indonesia sebenarnya sudah mulai sadar akan hak cipta dan tidak hanya menggunakan produk bajakan.

Sedangkan website seperti apa yang sering digunakan dalam berbelanja online, 25% responden mengatakan situs untuk toko yang hanya menyediakan layanan belanja online, 21% situs yang juga memuat outlet produk batu bata dan semen, 18% situs yang memungkinkan respnden untuk memilih produk dari berbagai toko online, dan hanya 4% yang menyukai situs belanja online yang juga memjual produk melalui katalog dan telpon. Sisanya sebanyak 32% responden tidak pernah berbelanja online. Angka ini menurun dibanding Q4 2009 yang sebanyak 37%.

Anggaran yang mereka keluarkan untuk belanja online yang terbanyak adalah sampai 10% dari total belanja bulanan (76%), antara 11%-50% (23%) dan hanya 1% respoden yang belanja 50-75% dari anggaran belanja bulanan.

Konsumen Indonesia ternyata masih memerlukan dorongan orang lain untuk belanja online. Sebanyak 62% menggunakan bantuan media sosial dan rekomendasi keluarga atau teman untuk memutuskan belanja online. Hal ini juga terjadi dengan rata-rata konsumen di Asia Pasifik. Untuk pembelian produk-produk seperti consumer electronic dan software, mereka sangat hati-hati. Mereka membutuhkan review produk dan perlu riset terlebih dahulu dan tidak akan memberli produk tersebut tanpa consulting online terlebih dahulu.

Walaupun belakangan ramai kasus ketidakpuasan pelanggan di media, namun konsumen Indonesia masih ramah dan sopan. Mereka tidak terllau menyukai membagi pengalaman buruknya dari belanja online, 70% responden Indonesia menjawab tidak, berbeda dengan Cina yang 62% menjawab ya.

Sedangkan metode pembayaran yang sering digunakan adalah melalui PalPay (22%), kartu debit (20%), transfer bank(18%), kartu kredit (17%) dan transfer uang (14%). Ini berbeda dengan konsumen global yang memilih kartu kredit (44%), PalPay (15%), kartu debit (12% dan COD (12%) untuk pembayaran belanja online. Tampaknya konsumen global sudah lebih memercayai transaksi online dengan kartu kredit sementara konsumen di Tanah Air masih rentan terhadap penipuan kartu kredit.

About these ads

Written by budiwiyono

July 15, 2010 at 9:39 am

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Menurut saya, Lebih baik lewat transfer Bank lebih mudah dan terpercaya!

    aura pelupa

    July 15, 2010 at 10:21 am

  2. Berbeda dengan Bung Aura Pelupa…saya sih lebih percaya bayar pakai PayPal. Sayang di Indonesia belum banyak OL shop yang melayani pembayaran PayPal

    Blog Kreatif

    August 24, 2010 at 12:25 am

  3. lebih sayang lagi ternyata di indonesia, paypal gak di support bank lokal jadi kalo mo verikasi agak susah butuh kartu kreadit

    blezink cupid

    August 25, 2010 at 12:54 pm

  4. Memang di Indonesia udah semakin trend belanja online

    Click Buy Now

    April 22, 2011 at 5:43 pm

  5. iya trend untuk belanja online udah semakin baik, buktinya banyak juga perusahaan-perusahaan asing sekelsa groober membuka cabangnya di indonesia

    blezinkcupid

    September 26, 2012 at 1:15 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,760 other followers

%d bloggers like this: