4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan (Tanadi Santoso)
Berikut tulisan Tanadi Santoso yang sangat menginspirasi…
==
In Pursuit Of Elegance (~ Matthew E. May)
Why the Best Ideas have Something Missing.
Elegan. Mengapa idea yang terbaik selalu tidak lengkap?
Konsep menarik ini adalah bagaimana membuat sebuah “produk” itu bisa menjadi “elegan” dan menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Pengetahuan ini akan membuat kita mampu memanfaatkannya untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih menarik, lebih menggiurkan, lebih disukai, lebih tepat guna, lebih diinginkan, lebih pas, atau dalam bahasa Matthew, lebih elegan.
Ada 4 kunci yang membentuk konsep ini.
Yang pertama adalah symmetry atau keselarasan. Kalau forensik menemukan separoh wajah anda dan diinstruksikan untuk mengkonstruksi ulang maka akan terbentuk wajah yang sangat amat mirip dengan wajah anda sebenarnya, karena wajah kita, otak kita, tangan kaki kita, semuanya dalam format simetri.
Simetri adalah keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Alam dilengkapi dengan simetri. Gambar salju dapat digambar dari segitiga kecil, ditambahkan segitiga lagi, dan seterusnya. Hutan lebat, digambarkan pohon dengan dahan yang rumit, maka kalau kita sederhanakan akan terasa kesamaan dari ranting-ranting kecil yang membentuk daun dan dahannya sampai bentuk keseluruhannya. Elegan design memiliki simetri.
Kunci kedua adalah rayuan. “Seduced by Nothing” ini menerangkan, bahwa manusia sejak bayi selalu tertarik akan misteri, keingintahuan, atau ketidak lengkapan sesuatu.
Senyuman Monalisa dianggap misterius, dan membangkitkan banyak emosi yang berbeda dari orang yang melihatnya. Ada kesedihan, kebahagiaan, mencomooh, rayuan tersembunyi, bahkan amarah. Riset mendalam menunjukkan bahwa Leonardo sengaja menyamarkan dan mengaburkan beberapa bagian pada senyumnya, sehingga apa yang dilihat orang satu akan beda dengan orang lain, tergantung bagaimana otak dan asumsi orang yang melihatnya. Sehingga lukisan Monalisa ini bisa menjadi seperti cermin, menggambarkan kembali apa yang ingin anda artikan.
Presentasi perkenalan produk baru iPhone, yang kontan menjadi buah bibir semua orang yang melihat presentasi Steve Jobs, juga penuh misteri. Karena setelah demo itu, tidak ada lagi berita detail apapun, tidak ada iklan apapun, dan tidak ada keterangan apapun dari Apple, untuk waktu berbulan bulan. Kehausan akan rasa ingin tahu, dibiarkan menjadi senjata “Word Of Mouth” yang sangat sukses dalam promosi iPhone.
Ketiga adalah Laws of Substraction, atau Hukum Pengurangan, juga menjadi faktor kunci suksesnya iPhone. Steve Jobs yang selalu sangat fanatik pada design, mengutamakan kesederhanaan, computer mouse dengan satu tombol, komputer tanpa internet kabel, iPod tanpa banyak tombol, dan iPhone juga akhirnya diluncurkan dengan layar sentuh tanpa tuts keypad. Kesederhanaan adalah kunci elegan. Bisnis Hotel mengurangi pelayanan yang tidak dihargai pelanggannya untuk mampu menawarkan kamar baik dengan harga murah. Kita perlu hilangkan hal2 yang tidak penting buat pelanggan kita.
Kunci keempat, “On Sustainable Solution”, atau solusi yang bisa bertahan lama, mengajarkan tentang pemikiran yang mendalam. Sustainable hanya bisa dicapai kalau kita mencari jawaban dengan sangat mendasar. Solusi yang optimal, dan tidak cepat puas dengan jawaban yang pertama muncul, dan dapat bertahan dalam panjangnya waktu, adalah jawaban yang elegan. E=mc2 nya Einstein, Teori evolusinya Darwin, adalah salah satu contoh yang bertahan dalam perubahan waktu.
Pemikiran ini berguna bagi, pelukis, designer produk, pelaku advertising, dan pebisnis. Empat kunci dasar ini dapat diaplikasikan pada layanan dan produk, pada penulisan cerita fiksi atau pembuatan filem, pada pembuatan iklan, ataupun dipakai untuk memberikan solusi yang paling elegan pada persoalan bisnis kita.
Ori Source: Tanadi Santoso.
Tips melatih anak berbicara di depan umum
- Susunan materi yang sederhana
- Kalimat pembuka sebaiknya dihafal dengan ekspresi yang lucu, boleh juga bila memperkenalkan diri dengan lucu
- Untuk isi presentasi sebaiknya disusun seperti cerita, agar mereka mampu menceritakannya
- Gunakan kata kunci yang singkat / gambar tertentu untuk mengingat alur cerita. Latih mereka untuk bercerita mengenai tiap gambar sebagai panduannya
- Latih ekspresi mereka, saat membawakan cerita.
- Anak-anak cenderung lebih mudah didekati dengan metode visual-kinetik karena lebih menarik perhatian mereka.
- Jika diperlukan presenter memberikan extra effort dalam hal gesture, misal: meniru gaya elmo dsb..
- Libatkan audience aktifitas-aktifitas, seperti gerak, nyanyi, etc…
- Selain itu alat bantu visual juga bermanfaat (mis: video lucu, gambar superhero, boneka, etc)
- Jangan lupa di akhir sesi ajak peserta anak-anak tsb mengingat/menceritakan kembali garis besar materi, beserta tokoh/ilustrasi pendukung jika perlu.
- Doorprize kecil2an (mis:permen, dll) pasti akan menarik juga
Sumber: sorry lupa, pemberi tips aslinya beneran kelupaan
Seminar Gratis dan Seminar gak Gratis
Walaupun banyak yang mengambil aliran:
“Saya tidak pernah kasih training gratis karena demi untuk mendidik peserta agar menghargai waktu dan lebih mendorong training nya di follow up menjadi action. Karena sudah dibayar mahal sehingga peserta merasa sayang uang training mubazir jika tidak action”.
Saya suka dengan Ide Seminar Gratis pak Ikhwan Sopa di bawah…
Ikhwan Sopa: Saya berencana mentradisikan “Seminar Gratis” tentang TQ (“Time Quotient”) alias “Kecerdasan Waktu” alias “Time Awareness” satu atau dua kali sebulan. Siapa mau jadi EO yang mengupayakan tempat, fasilitas belajar, dan woro-woro? Saya tidak dibayar, peserta tidak membayar, EO tidak dibayar. Tidak khusus untuk muslim, se…bab “waktu” adalah universal. – http://www.facebook.com/event.php?eid=289805967839
Menangani Keluhan Pelanggan
Menarik tulisan Bu Lies Sudianti di bawah ini…
Terutama yang ini:
Hadapi COMPLAINT dengan KARATE jangan dengan TAICHI…. maksudnya seperti seorang karateka jika menghadapi serangan akan langsung ditangkap sementara pemain taichi kalau ada serangan maka tidak selalu dihadapi secara frontal tetapi melemparkan / meneruskan energi serangan ke samping.
Saya jadi mesam mesem
Rekan-rekan tidak ada yang merasa begitu khan, hehe ![]()
==
The best way to handle customer’s complaints is to handle it and take action QUICKLY.
Often customers get angrier because their requests take TOO LONG to be handled.
“MENANGANI KELUHAN PELANGGAN”
Cara terbaik menangani keluhan pelanggan adalah dengan langsung menanganinya dan SEGERA ditindak lanjuti.
Seringkali pelanggan bertambah marah karena permintaan mereka ditangani secara BERTELE TELE
Komentar moderator:
Sesempurna apapun pelayanan yang diberikan tidak selalu langsung memuaskan pelanggan karena pengharapan pelanggan tidak selalu sama dengan asumsi kita, akan ada saja kemungkinan dimana pelanggan merasa tidak puas. Sebenarnya hal seperti ini lumrah saja dan tidak perlu ditakuti oleh para petugas front liner. Sayangnya tidak semua staff kita menyadari akan hal ini dan selalu berusaha menghindar jika ada tanda tanda pelanggan akan menyampaikan complaint mereka apalagi kalau disertai dengan marah marah. Padahal sikap demikian justru membuat pelanggan semakin marah dan merasa dipermainkan.
Menurut James Gwee dalam pelatihan tentang Customer Service Excellence:
Hadapi COMPLAINT dengan KARATE jangan dengan TAICHI…. maksudnya seperti seorang karateka jika menghadapi serangan akan langsung ditangkap sementara pemain taichi kalau ada serangan maka tidak selalu dihadapi secara frontal tetapi melemparkan / meneruskan energi serangan ke samping. Perbandingan ini bukan untuk membahas tentang karate ataupun taichi sebagai salah satu seni bela diri tetapi lebih kepada response mereka saat menghadapi serangan dari lawan.
Bicara gampang menjalankannya tidak segampang itu…. kata teman teman, apalagi yang seumur hidup belum pernah dikasari siapapun baik di keluarga maupun lingkungan sehingga pelayanan yang terasa kasar dan tidak ramah membuat mereka sangat terkejut dan tidak nyaman akhirnya mereka memilih untuk tidak lagi menginjak tempat itu lagi, kan sayang satu calon loyal customer meninggalkan kita dengan kemarahan yang bisa bisa ditumpahkan pada orang orang yang tak berkepentingan yang secara tidak langsung bisa merusak reputasi perusahaan kita.
Salam fantastic!!!
Review Workshop Ritel F. Guswai by TDA
Sharing dari Pak Roni….
Semoga berguna.
———- Forwarded message ———-
From: Badroni Yuzirman <roniyuzirman@gmail.com>
Date: 2009/11/17
Subject: [tangandiatas] Menelanjangi dan Menertawakan Diri Sendiri di Workshop Ritel TDA
To: tangandiatas@yahoogroups.com
Ini istilah yang diberikan oleh Pak Hantiar
<http://twitter.com/hantiar>
yang membuat kami cekikikan namun
mengangguk setuju.
Kami duduk berdekatan bersama Pak Iim <http://twitter.com/iimrusyamsi>,
Hertanto <http://twitter.com/hertantowidodo>, Try
Atmojo<http://twitter.com/TryAtmojo>dan
Hasan <http://twitter.com/hasan_basri> saat mengikuti workshop sehari
Mengelola Toko Ritel yang Efektif untuk Memaksimalkan Profit oleh Christian
F. Guswai <http://guswaiway.blogspot.com/>, pakar dan praktisi ritel
terkemuka di Indonesia.
Apa yang disampaikan Pak Guswai sehingga kami merasa seperti ditertawakan
dan ditelanjangi itu?
Contohnya begini: ia memaparkan ada 7 kriteria mencari lokasi toko yang ideal, yaitu: harus visible, punya heavy traffic, terletak di arah arus
pulang, didukung oleh public facilities, acquisition cost yang reasonable, regulasi yang mendukung dan akses yang baik.
Saat kami, para gerombolan “Laskar Nekad Pemberani” memulai di ITC Mangga Dua itu, semua syarat itu tidak terpenuhi kecuali acquisition cost yang gratis. Itulah yang membuat kami terbahak menertawakan keluguan ketika itu.
Gimana mau sukses? Lha wong, syarat yang terpenuhi hanya satu.
Ketika memaparkan topik studi kelayakan pendirian toko. Kami juga tergelak dengan sikap kami yang selalu berpikir: pokoknya action dulu, hasilnya gimana nanti aja.
Itu bagus. Sangat action oriented. Sangat nekad. Sangat “otak kanan”. Tapi, menurut Pak Guswai, penggunaan otak kanan jangan sembrono begitu, harus terukur sehingga sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Ketika kita buka toko, rata-rata nggak ada yang berani menetapkan berapa target omzet dan profitnya kan?
Padahal itu adalah basic dari semuanya.
Jika kita punya hitungan biaya tetap dan variabel yang jelas, tentunya dengan mudah kita bisa menentukan berapa omzet dan keuntungan yang ideal untuk dikejar. Hitungan awal ini juga berguna untuk exit strategy ketika menemukan masalah di perjalanan.
Hmmmm…. good point. Tidak salah kita mendatangkan pakar yang terbilang langka di Indonesia ini. Saya berani mengatakan demikian karena saya tidak tahu pakar ritel lain di Indonesia yang pemikirannya bisa diakses oleh publik dengan mudah. Kalau tidak percaya, coba saya tantang anda menyebutkan 5 orang saja pakar ritel di Indonesia. Sulit bukan?
Industri ritel adalah industri yang dimasuki oleh mayoritas pengusaha skala kecil dan menengah di Indonesia. Jumlahnya mungkin puluhan juta. Tapi itu berbanding terbalik dengan tersedianya sumber-sumber informasi dan pengetahuan mengenainya. Ironis sekali ya?
Acara yang dilangsungkan Sabtu, 14 November lalu boleh saya katakan adalah salah satu workshop terbaik yang diadakan oleh TDA. Pesertanya membludak, datang tidak hanya dari Jabodetabek, melainkan juga dari Kediri, Bengkulu, Semarang, Surabaya, Bandung, bahkan Samarinda.
Meski pun masih dirasa kurang cukup, tapi Pak Guswai telah berhasil memilihkan topik-topik penting bagi para peserta seperti: bagaimana membuat studi kelayakan bisnis sederhana, bagaimana mencari dan memilih lokasi yang tepat, bagaimana strategi penetapan harga, bagaimana cara mengelola inventory, bagaimana mengelola SDM, bagaimana meningkatkan pelayanan.
Gaya penyampaian yang menarik dengan ilustrasi studi kasus riil di lapangan memancing banyak pertanyaan bertubi-tubi dari peserta. Bahkan sampai terjadi debat terbuka dengan peserta yang tidak sepaham dengan pendapatnya. Seru.
Yang saya sayangkan adalah, kenapa baru kali ini diadakan di TDA setelah hampir 4 tahun usianya? Kenapa tidak dari dulu-dulu, sebelum teman-teman banyak yang tumbang dan berdarah-darah karena kurang ilmu dan informasi.
Tapi it’s okey. Better late dan never.
Sebuah fenomena menarik saat workshop adalah begitu kompak dan pedulinya para pengurus TDA untuk meng-update Twitter mereka untuk menginformasikan poin-poin penting workshop agar dibaca oleh para followernya. Pak Iim,Hertanto, Try Atmojo masih ingat dan peduli dengan member yang tidak berkesempatan mengikuti kegiatan yang bergizi tinggi ini.
Salam FUUUNtastic!
Wassalam,
Roni, Owner Manet Busana Muslim <http://manetvision.com/>, Founder Komunitas TDA <http://tangandiatas.com/>
The Science Of Getting Rich, Wallace D. Wattles
Sebuah buku klasik (diterbitkan thn 1910) yang mengupas tentang kekayaan dipandang dari sudut ilmu pengetahuan (ilmiah). Buku ini akhirnya jadi pedoman bagi penulis-penulis dan pembicara-pembicara terkenal.
Dalam buku ini Wallace D. Wattles mengungkapkan bahwa semua benda yang ada di seluruh dunia ini berasal dari satu zat dasar, suatu zat tak
berbentuk yang sangat cerdas. Dia juga menyatakan bahwa semesta adalah gudang kekayaan yang tak pernah kering, bahwa ada lebih dari cukup
kekayaan bagi setiap penduduk bumi untuk hidup berkelimpahan. Yang harus dilakukan oleh setiap orang yang ingin menjadi kaya adalah membentuk pikiran tentang hal yang diinginkannya sehingga ia bisa “mencetak” pikiran tersebut ke zat dasar tadi.
Yang harus diperhatikan oleh orang-orang adalah bahwa untuk membentuk pikiran tersebut, dia juga harus memiliki perilaku yang baik, menyingkirkan persaingan, bekerja sama, dan menganut paham memberi nilai guna yang lebih tinggi daripada nilai tunai yang diterima.
Bila kita melakukan cara-cara yang disebutkan oleh Wattles dalam bukunya ini, kita akan mendapatkan kemakmuran sejati, secara fisik dan spiritual.
Source: Didin Razani
Twitter Introduction for newbie
by: Kummara
Buat yang belum pernah denger twitter – singkatnya twitter adalah fasilitas untuk mengirimkan informasi secara singkat ( mak 140 karakter). Ada istilah follower dan following di twitter. Follower adalah orang-orang yang mengikuti/bisa membaca informasi yang kita sampaikan, following artinya kita mengikuti seseorang untuk bisa membaca informasi yang orang tersebut sampaikan.
Dari penjelasan singkat di atas, kita bisa memanfaatkan twitter sebagai:
1. Fasilitas untuk bertukar kabar (bersilaturahmi) antara sesama keluarga dan teman. Kalau semua keluarga dan teman kita mengikuti twitter kita (menjadi follower kita) maka setiap informasi yang kita tulis secara otomatis bisa dibaca oleh mereka semua. Nah buat kalian yang kebetulan punya akses internet mobile di handphone, ini bisa jadi fasilitas yang jauh lebih efektif dibanding dengan sms.
2. Fasilitas untuk mendapatkan info yang up to date secara singkat dan cepat. Dengan menggunakan twitter kita bisa mendapatkan segala macam infomasi secara lebih efektif. Jika kalian suka membaca berita, kalian bisa following twitternya detik.com atau BBC , atau media berita lainnya. Yang suka info-info teknologi terkini bisa following twitternya techcruch. Yang suka info-info menarik, board games seru, dan event-event heboh di Bandung bisa following twitternya KUMMARA. Intinya kalian bisa cari sumber-sumber informasi(webpage, ahli, musisi, atlet, dll) yang kalian ingin ikuti terus informasinya di twitter. Karena twitter terbatas hanya 140 karakter, maka info-info yang kalian dapat tentunya lebih singkat dan padat. Dengan begitu kita bisa lebih efektif untuk bisa mendapatkan/menbaca informasi yang kita inginkan.
Berikut adalah sedikit tips dalam menggunakan twitter:
1. Gunakanlah bahasa yang sopan. Karena dimanapun bahasa tetap menjadi cerminan dari diri kita. Kalian juga bisa menggunakan twitter untuk berlatih dan memelihara kemampuan berbahasa lainnya.
2. Cobalah sekali-sekali berbagi informasi yang bermanfaat lebih dari sekedar bertukar sapa, bisa berupa link ke artikel menarik, berita penting, buku bagus, film seru, atau apapun yang kalian pikir bisa sedikit memberi manfaat lebih buat orang-orang yang membaca pesan (tweet) kalian. Akan lebih baik kalau kalian sudah mulai belajar berbagi informasi yang lebih spesifik. Kalian yang suka musik, bisa rutin berbagi info musik, yang suka film bisa rutin berbagi info film, yang suka buku juga bisa rutin berbagi info buku. Kadang link yang mau kita bagi bisa sangat panjang dan menghabiskan banyak karakter, untuk ini kalian bisa gunakan fasilitas berbagai fasilitas untuk membuat link menjadi lebih ringkas (shorten url), buat yang menggunakan firefox/flock kalian bisa memanfaatkan add on social whale.
3. Cobalah terus menambah sahabat lewat twitter. Caranya gampang, sekali-sekali cobalah ikut serta dalam suatu obrolan terbuka di twitter. Misal, orang yang kita ikuti mengajukan suatu pertanyaan, cobalah beri jawaban yang baik menggunakan fasilitas reply (@twitter_id). Cara lainnya adalah dengan meneruskan info penting dari seseorang. Jika kita mendapatkan info pentin/menarik dari seseorang, biasakanlah meneruskannya (re-tweet), umumnya formatnya adalah sbb: RT:@nama_pengirim_pertama pesan. Dengan begitu pengirim info pertama tersebut tahu bahwa kita sudah membantu meneruskan pesannya – dan siapa tahu dia satu hari bisa jadi teman baik kita.
4. Manfaatkan hashtag (#). Setiap hari biasanya ada topik-topik khusus di twitter dan umumnya mereka ditandai dengan hashtag (#topik). Jika kebetulan kalian punya informasi yang relevan/sesuai, gunakanlah juga hashtag yang sama, dengan begitu jika ada seseorang yang mencari atau ingin membaca topik tersebut – informasi kita juga akan ikut ditampilkan. Kalian juga bisa coba menciptakan topik khusus sendiri, jika kemudian topiknya banyak direspon tentu jadi makin seru khan? (klo kalian tambahkan #kummara, pesan twitter kalian akan otomatis tampil di halaman depan KUMMARA.com – Twittemmara, jadi bisa sekalian promosi)
5. Konsisten. Cobalah mengirim pesan dan membalas pesan secara konsisten dan teratur. Sempatkanlah minimal satu kali dalam sehari untuk berbagi kabar gembira atau merespon pesan dari sahabat lainnya.
OK, itu beberapa tips dari KUMMARA tentang twitter, mungkin temen-teman punya tips-tips seru lainnya?
Word of Mouth : Start from your Unhappy Customers
Sering menemukan konsumen yang kecewa dan kemudian secara CEREWET cerita dan komplain kemana-mana? Perusahaan atau tim marketing Anda menghindari UNHAPPY CUSTOMERS seperti ini? Bukankah mereka justru merupakan agen word of mouth yang paling menguntungkan? kenapa?
- mereka adalah orang yang sudah TERBUKTI CEREWET. itu berarti bisa ngomongin kita kemana-mana
- mereka adalah orang yang terbukti SENANG NGOMONG dan NGOBROL.
Dengan kata lain, unhappy customers are your most PROFITABLE TALKERS! mari kita belajar dari Pak Bob Sadino dan Telur Busuk. Kayak dongeng aja yang judulnya. Tapi ini memang kejadian nyata. Bob Sadino punya cara yang unik dalam menciptakan WOM di toko miliknya, Kem Chicks. Pada awal berdirinya, Bob Sadino mencari cara agar tokonya bisa ramai dikunjungi orang tapi dengan cara promosi yang tidak mahal.
Caranya? Dia malah sengaja membuat pelanggannya menjadi tidak puas agar bisa memperlancar terciptanya WOM. Aneh kan? Awalnya, penjualan telur yang dijual di tokonya belum memuaskan. Padahal Oom Bob itu kan punya peternakan ayam dan telur sendiri, sehingga bisa memastikan kesegaran dari produk-produknya. Pak Bob pun memasang pengumuman bahwa telur yang dijualnya 100% fresh. Tapi lucunya, suatu hari Pak Bob malah sengaja menaruh sebuah telur busuk diantara telur yang dia rencanakan akan dibeli oleh seorang ibu ekspatriat yang sangat cerewet. Karena merasa kecele sama iklannya Pak Bob, besoknya si Ibu datang kembali dan marah-marah pada pak Bob, karena telur yang dibelinya busuk. Pak Bob pun menepati janjinya untuk menggaransi barang yang dijualnya. Telur tersebut langsung ditukar. Yang juga gila, 1 telur busuk itu tidak ditukar dengan 1 kilogram telur (sesuai dengan janji), tapi ditukarnya dengan 2 kilogram telur. Seneng dong si Ibu. Pengalaman itu akhirnya diceritakan si ibu ekspatriat ini kemana-mana. Dia selalu bilang. “Enak beli telur di pak Bob…. dijamin, busuk satu ditukar satu kilo”.
Akibatnya dalam tempo yang sangat cepat telur yang dijual Pak Bob menjadi terkenal, dan akhirnya telur yang dijualnya pun menjadi laku keras. Dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa pelanggan yang tidak puas pun dapat menjadi pemasar yang handal melalui WOM.
WOM juga bisa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jangka waktu yang cepat. Dapat dibayangkan apabila Bob Sadino tidak melakukan hal tersebut, mungkin Bob Sadino dan telur-telur tidak akan sepopuler saat ini. Malah, jadinya banyak yang penasaran dating ke Kem Chicks pengen menemukan telur busuk.
Kalau cerita Bob Sadino hanya beredar dari mulut ke mulut, kasus yang satu ini sempat masuk ke media massa. Ini adalah cerita tentang seorang wajib pajak yang kecewa dengan pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tangerang di Tengerang Timur. Karena merasa kecewa dengan pelayanan di KPP Tengerang di Tengerang Timur, seorang wajib pajak menulis surat pembaca disebuah surat kabar. Ia mengeluhkan buruknya pelayanan di KPP tersebut. Awalnya ia akan mengurus administrasi yang berhubungan NPWP-nya, tapi disana ia malah dikecewakan. Memang orang ini sedang tidak beruntung. Gimana nggak, wong pas dia datang, sedang terjadi gangguan jaringan komputer. Jadi pengurusan kartu gak bisa dilakukan saat itu juga. Tapi, dia kaget abis, karena petugas bilang kalau butuh waktu hingga 2 minggu untuk memperbaiki jaringan komputer tersebut. Dia merasa sangat kecewa karena telah membuang banyak waktunya pada hal yang percuma, dia lalu mencoba untuk menelpon Kring Pajak. Keesokan harinya, dia dihubungi oleh staf KPP Tangerang dan menjelaskan prihal offline nya jaringan di kantornya. Staf tersebut langsung memeberikan solusi dengan menyelesaikan pengurusan administrasi, sampai mengantarkannya ke rumah orang tersebut. Orang tersebut sangat puas dengan pelayanan tersebut. Bahkan dia pun sampai menulis surat terimakasihnya melalui surat pembaca, dan menceritakan pengalamannya kepada orang lain.
Proses WOM marketing sebenarnya dapat membantu kantor pelayanan pajak yang sedang mengalami proses perubahan. Melalui pemberian proses pelayanan yang baik dan membuat orang-orang yang sebelumnya kecewa menjadi puas terhadap pelayanan kantor pajak, akan membuat WOM Marketing yang kuat, sehingga dapat berdampak kepada masyarakt luas, bahkan untuk menyadarkan mereka . Apa kata dunia apabila Ditjen Pajak selalu mengajak masyarakat untuk membayar pajak tanpa memberikan pelayanan yang baik bagi para pelanggannya?
Wah, kayanya sudah mulai banyak lho bisnis yang memahami bagaimana cara menangani pelanggan tidak puas ya? Saya yakin 100% bahwa penanganan seperti itu sama sekali tidak merugikan bisnis. Justru akan mendatangkan bisnis baru.
Kasus berikut ini dialami langsung oleh teman saya. Suatu hari teman saya pernah berkunjung di restoran Platinum di Ciwalk, Bandung. Pada saat dia sedang menikmati makanannya tiba-tiba seorang pelayan secara tidak sengaja menumpahkan makanan yang penuh dengan bumbu dan saus di cardigannya. Jadi kotor deh tuh cardigan. Spontan, teman saya menjadi sangat marah dan kecewa, walaupun si pelayan sudah meminta maaf. Atas inisiatif manajer Platinum, cardigan teman saya langsung dikirim ke laundry oleh pelayannya. Sambil menunggu cardigan tersebut selesai dibersihkan, manajer mempersilahkan teman saya untuk menikmati makanan yang telah dipesan. Lalu tidak lama setelah menikmati makanan, cardigan pun sudah kembali bersih. Saat teman saya mau membayar, manajer Platinum langsung mengatakan bahwa pesanan tersebut tidak perlu dibayar sebagai permohonan maaf atas perilaku yang mengecewakan tadi. Hal tersebut membuat teman saya menjadi terharu sekaligus sangat senang, padahal awalnya teman saya kecewa dengan kesalahan dari pelayan Platinum. Teman saya pun menceritakan pengalamannya kepada teman-temanya, dan sampai saat ini pun dia selalu merekomendasikan restoran tersebut kepada teman-teman dekatnya.
Dari cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa pada proses WOM marketing tidak selalu diawali dengan kepuasan pelanggan. Proses recovery untuk membuat pelanggan yang kecewa menjadi pelanggan yang puas sangat penting untuk membuat proses WOM menjadi semakin kuat. Tapi, kalau pelanggan yang kecewa tidak ditangani dengan baik, siap-siaplah menuai akibatnya. pelanggan yang kecewa dan komplain? mereka sudah teruji tingkat KECEREWETANNYA. jadi mereka adalah GOOD TALKER, beranikah Anda mengubahnya menjadi PROFITABLE TALKER?
Word of Mouth Marketing — Sell Your Brand The Way Virus Kills Human (by Sumardy)
Word of Mouth Marketing, Fans dan Opportunity to Grow
Seorang pengusaha yang berangkat dari China dalam penerbangan menuju Singapura tiba-tiba mengalami penyakit misterius yang memaksa pesawat mendarat di Hanoi, Vietnam dan ternyata beliau meninggal di rumah sakit di Hanoi Beberapa dokter dan perawat yang mencoba menyembuhkannya ternyata meninggal beberapa hari kemudian. Kejadian yang menggemparkan otoritas kesehatan sedunia yang dikenal dengan SARS.
Seorang teman mengirimkan pesan lewat “jika suatu ketika sedang asyik chating sama teman, muncul pesan dari teman kita yang saat itu juga sedang on-line yang menampilkan sebuah web address, lebih baik langsung ditutup saja karena begitu di-klik, otomatis virus akan menyerang seluruh account record di contact kita. Kasihan kan teman kita yang tidak tahu apa-apa kok tiba-tiba muncul virus”
Penelitian dari lembaga Kaspersky APAC menunjukkan infeksi komputer melalui media penyimpanan yang removable seperti flash disk masih menjadi ancaman terbesar, program-program jahat yang secara otomatis diluncurkan dari media penyimpanan yang mudah untuk dibawa-bawa ini.
Begitulah word of mouth bekerja. Layaknya virus SARS dan virus komputer yang menyebar begitu cepat hanya mengandalkan seseorang yang memiliki jaringan yang luas. Virus SARS tersebar karena banyaknya jaringan dari sang pengusaha ke perawat dan dokter, perawat “menyampaikan” ke perawat lainnya dan seterusnya. Hal yang sama terjadi karena satu “flashdisk” berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Begitu juga cara word of mouth marketing (WOMM) bekerja, dari satu konsumen ke konsumen lainnya.
Lalu, apakah WOMM hanya sekedar memindahkan sesuatu dari seorang konsumen ke konsumen lainnya? Mari kita simak kasus yang menarik dari General Motor.
Pada awal Spetember 2004, Pontiac, sebuah perusahaan otomotif di Amerika membagi-bagikan mobil gratis kepada 276 orang melalui acara Oprah Winfrey Show dan menghabiskan US$ 7 juta
Ini adalah kasus yang sangat fenomenal tentang WOMM. Ini merupakan launching seri terbaru Pontiac G6 dari General Motor.Keesokan harinya muncul berita di mana-mana yang mengatakan Oprah Winfrey bagi-bagi mobil. Semua orang membicarakan kehebohan ini. Enam bulan kemudian, Pontiac G6 nyaris hilang dari peredaran. Loh, bukannya heboh dibicarakan? Bahkan pertama kali di dunia dalam sebuah acara televisi dimana semua penonton mendapatkan hadiah mobil. Total sebanyak 624 media membuat berita tentang acara tersebut, lebih dari setengah juta orang juga menjadi sangat penasaran dan mengunjungi situs resmi Pontiac.
Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Membuat produk kita dibicarakan orang banyak belumlah membuat perusahaan kita sukses. Ini baru WOMM level pertama. Bagi saya, WOMM sama dengan bagaimana membuat pelanggan kita membicarakan (do the talking), mempromosikan (do the promotion) dan menjual (do the selling) yang saya singkat menjadi TAPS (Talking, Promoting dan Selling) yang menjadi acuan dasar dari penelitian word of mouth marketing pertama di Indonesia.
Kegagalan Pontiac dengan Oprah Winfrey menunjukkan bagaimana salah kaprah-nya kebanyakan merek yang berniat menjalankan WOMM dengan menggunakan selebriti, kehebohan dan segala publisitas yang akhirnya hanya mencapai tujuan WOMM level pertama.
Seorang konsumen membicarakan – bisa positif atau negatif – belum tentu akan mempromosikan sebuah merek secara positif, apalagi “menjual”. Menjual tidak berarti harus mengubah konsumen menjadi salesman layaknya agen MLM tetapi konsumen kita berhasil mengubah (transform) konsumen lain yang tidak percaya, memiliki persepsi negatif dan tidak mau mencoba merek kita menjadi percaya, persepsi positif dan akhirnya mencoba. Transform your talkers! Transform the people your talkers talk to!
Penelitian dari London School of Economics menunjukkan peningkatan 2% word of mouth dari konsumen akan mempengaruhi 1% pertumbuhan finansial. Word of Mouth Marketing Association (WOMMA) – dimana saya banyak aktif terlibat dalam diskusi dan penelitian – menunjukkan satu WOM Unit (satu pembicaraan tentang merek) berharga US 50 sen. Prof Walter Carl dari Northeastern University menghasilkan angka yang lebih tinggi yaitu US$ 1,2 untuk setiap WOM Unit
Bagaimana dengan Indonesia? Rata-rata dari keseluruhan kategori, positive WOM (PWOM) didistribusikan kepada tujuh konsumen, sementara negative WOM (NWOM) kepada 11 orang. Tingkat WOM Conversion (menceritakan kembali kepada orang lain) sebesar 85% dan 67% menjadikan WOM sebagai sumber informasi untuk mengubah keputusannya.
Jika kita menggunakan penelitian Prof. Duncan Watts dari Columbia University yang termashyur dengan konsep “six-degree separation” maka seorang konsumen di Indonesia yang menyebarkan PWOM dapat mempengaruhi 63831 konsumen lainnya. Apalagi NWOM, dapat mempengaruhi 881421 konsumen lainnya. Dahsyat, bukan?
Untuk itu, praktisi pemasaran di Indonesia dapat menjalankan WOMM dengan memulai dari level pertama. Temukan profitable talkers untuk merek Anda. Mereka adalah orang-orang dengan jaringan dan kredibilitas yang tinggi yang akan memulai pembicaraan, mempromosikan merek dan akhirnya menjadi fans yang dapat “menjual” merek Anda kepada orang lain. Profitable talkers di Indonesia tidak lebih dari 15% dan hanya 3% yang tergolong sebagai fans sebuah merek!
Penelitian ini juga memberikan fakta menarik bahwa tidak semua kegiatan community marketing justru bermanfaat. Sebagai pemegang merek, bukankah Anda justru sering “ditodong” oleh anggota komunitas hanya sekedar dimintai “sumbangan dan sponsorship” sementara jika merek Anda melakukan kesalahan sedikit, NWOM langsung menyebar. Banyak anggota komunitas yang bisa menjadi talkers tetapi apakah mereka fans? Fans yang tidak hanya membicarakan dan mempromosikan tetapi juga menjual dan membela merek Anda jika ada NWOM yang terjadi? Jadi, sudah saatnya membuat program fans relationship management dibandingkan sekedar community marketing. Mereka hanya 3% tetapi pengaruhnya akan luar biasa.
Lalu, apa makna dari word of mouth marketing index (WOMI) ini? Mengapa ada sejumlah merek yang tergolong “kecil” dari segi pangsa pasar dan SOV (share of voice) bisa memimpin? Merek-merek ini saya kategorikan sebagai Word of Mouth Product (WOMP), mereka memang memiliki keunggulan dari segi produk sehingga produk lah yang membuat merek ini dibicarakan dan direkomendasikan. So, what?
Faktanya, tidak semua produk bisa diciptakan sebagai WOMP yang canggih, penuh terobosan, enak dan ditunggu-tunggu. Disinilah peranan WOMM, usaha pemasaran yang membuat konsumen membicarakan, mempromosikan dan menjual produk yang biasa-biasa tersebut. Jadi, WOMP + WOMM = Profitable Business!
Inilah uniknya WOMI. Jika konsumen merekomendasikan merek Anda, bukankah itu sebuah pertanda peluang untuk mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan merek tersebut? Kalaupun ada merek-merek kecil yang menggungguli merek besar yang menghabiskan dana besar untuk investasi SOV, itu berarti merek-merek tersebut memiliki peluang pertumbuhan (opportunity to grow) di pasar bila cerdas memanfaatkan WOMM.
Lihat saja P&G merekrut 225.000 anak muda atau sekitar 1% dari populasi anak muda di Amerika Serikat. Agen WOM ini dinamakan sebagai Tremor Crew. Mereka diberi kesempatan ekslusif untuk menikmati dan memberi saran terhadap sampel produk baru dan dilibatkan pada kegiatan yang menyenangkan. Efek WOM yang ditimbulkan dari program ini cukup kuat. Peserta Tremor yang mendapat kesempatan pertama untuk mendapatkan suatu barang dan terlibat pada prosesnya akan sangat senang menceritakannya pada orang lain.
Tremor Crew merupakan anak muda terpilih yang memiliki pengaruh kepada teman-temannya atau yang biasa disebut VIP (Very Influential Person). Inilah yang disebut sebagai profitable talkers. Bukan asal talkers seperti selebriti yang punya jaringan tapi kredibilitas nya rendah. Ya, Tremor Crew ini adalah orang-orang pilihan yang punya jaringan lima sampai enam kali lebih banyak dari orang biasa. Mereka juga cukup punya pengaruh di jaringannya, sehingga pesan yang disampaikannya tentang produk P&G akan lebih didengar.
Sebagai contoh adalah produk lipstick terbaru dari CoverGirl, setiap satu Tremor Crew yang menyampaikan pada sekitar 9 temannya, maka 6 dari temannya tersebut tertarik untuk membeli produk tersebut. Tremor dilaporkan dapat menaikan penjualan sekitar 10-30 %. Diperkirakan keuntungan yang diperoleh oleh P&G memanfaatkan Tremor Crew meningkat 30%.
Kita semua tahu dan yakin rekomendasi dari keluarga dan teman justru paling dipercaya. Banyak penelitian yang menunjukkan sumber informasi WOM lebih dipercaya dan kredibel. Manusia dimana-mana juga suka berbicara, bersosialisasi dan bergosip ria. Lalu kenapa masih ragu? Masih terjebak dengan comfort zone? menjalankan conventional marketing?
Kalaupun masih terjebak zona nyaman. Bisa memulai WOMM dengan ide sesederhana apa yang dilakukan Sunlight. Tetap saja beriklan, tetapi isi iklannya memanfaatkan Ibu-ibu untuk bercerita, berpromosi dan berjualan ke Ibu-ibu lainnya. Mudah, bukan?
Terlepas besar kecilnya merek Anda, sudah saatnya investasi di WOMM. Inilah indikator peluang pertumbuhan merek Anda di masa mendatang. Setelah memuaskan pelanggan, setelah membangun ekuitas merek, berikutnya buatlah konsumen merekomendasikan merek Anda dengan program WOMM. Make your customers do the talking, promoting and selling!
Source: Sumardy















leave a comment