budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Riding the Wave: Strategi ANDAL Menaklukkan Industri Software

Posted in Business Idea, Entrepreneurship, Get Inspired, IT Technology by budiwiyono on July 29, 2010

Tadi sore, pulang kantor sempat mendengarkan Teguh S Pambudi mempromosikan buku bertema Technopreneurship di FM Radio. Judulnya: Riding the Wave: Strategi ANDAL Menaklukkan Industri Software.

Buku tsb menceritakan kisah dan kiat sukses berbisnis Software, dengan mengambil keteladanan dan otobiografi Indra Sosrodjojo, founder dan CEO Andal Software Sejahtera. ANDAL adalah Software lokal yang berhasil menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Tema buku tsb yang jarang sekali muncul di pasaran, yaitu bicara tentang pengalaman dan aspek bisnis usaha Software, khususnya di Pasar Indonesia. Di Indonesia ada sekitar 500 perusahaan yang memproduksi peranti lunak lokal dengan jumlah aplikasi mencapai 5.000 buah. Mereka adalah independent software house yang mengerjakan pesanan.

Namun, Ditjen HKI mencatat baru 10 perusahaan lokal yang mampu memproduksi peranti lunak branded, yang membuat brand untuk produk yang dihasilkannya. Ini artinya: baru 10 perusahaan yang menjadi pelaku industri.

Penulis berharap pembaca bisa meneladani Indra Sosrodjojo, founder dan CEO Andal Software Sejahtera, seorang pelaku Industri, yang selalu belajar dari mentor virtual-nya… yaitu Buku.

Bagaimana dengan Indra sendiri? Berikut ini statementnya terkait kenapa dia bersedia di bedah dapurnya:

Alhasil, kami pun bersedia untuk “dibedah”. Permintaan saya dan teman-teman di Andal Software cuma satu: buku ini dapat dipersembahkan untuk para pelaku industri TI, khususnya industri peranti lunak, sehingga industri ini pun akan berkembang dan bertumbuh di Indonesia.

Juga:

Kekhawatiran saya pribadi tentang membuka rahasia dapur tak terbukti. Kami saling share, dan saya merasa bahwa wawasan saya justru bertambah luas lewat proses saling berbagi.

Dalam diskusi yang panjang itu, saya mengungkap banyak hal tentang Andal Software, mulai dari berdiri, fase-fase jatuh bangun, dan terpenting: kunci untuk menunggangi gelombang industri peranti lunak yang dinamikanya luar biasa pesat.

Industri peranti lunak memang seperti gelombang. What works today, become obsolete tomorrow! Peranti lunak yang hari ini hebat, akan segera tenggelam esok lusa dengan datangnya pesaing baru.

Siapa tak bisa menunggangi gelombang dinamika yang demikian pesat, dia akan tenggelam, seperti tenggelamnya produk yang dihasilkannya.

Yang ini seru:

The real competitor, sometimes is our mindset and the old way of doing business. Sebagai technopreneur, mindset dan cara mengelola bisnis harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan konteks industri yang terus datang bergelombang melahirkan beragam game changer yang baru.

Kita bisa belajar bagaimana Turnaround dilakukan Indra Sosrodjojo. Buku juga memuat bahasan Wave baru yaitu Cloud Computing dan SaaS.

Sebuah kebutuhan yang terasa semakin mendesak serta relevan karena gelombang terbaru yang siap menerjang di segmen Enterprise Software adalah adanya Cloud Computing dan Software as a Service (SaaS)

Monggo silakan diintip.

Zappos’s Customer Centric Culture Delivering WOW!

Posted in Business Idea, from my CLUB by budiwiyono on July 28, 2010

Baca artikelnya pak Roni di bawah ini.

WOW! Zappos yang sangat kondang Customer Centric Culture-nya memang mumpuni dalam keunggulan layanan.

Wow!! (lagi)…

===

Suatu malam, Tony Hsieh menginap di sebuah hotel di Santa Monica, California saat menghadiri sebuah konferensi.

Setelah konferensi yang melelahkan, ia bersama temannya berkumpul di kamar hotel seorang peserta. Salah satu temannya menelpon room-service untuk memesan pizza.

Mereka kecewa karena mendapatkan jawaban bahwa hotel tidak lagi melayani pesanan di atas jam 11 malam.

Seorang di antara mereka secara bercanda mengusulkan agar menelpon customer service Zappos untuk memesan pizza. Zappos memang dikenal dengan layanan customer service yang mengagumkan. Tapi, mengorder pizza lewat Zappos? Alangkah isengnya.

Awalnya, customer service Zappos merasa bingung dengan pesanan aneh ini. Namun ia segera “tersadar” dan menjawab agar si penelpon menunggu sebentar. Beberapa menit kemudian ia kembali dan memberikan daftar 5 restoran pizza delivery yang masih buka saat itu.

Wow!

Tony Hsieh sendiri kaget dengan respon seperti ini dari karyawannya. Ia tak menyangka karyawannya bisa “berimprovisasi” sedemikian rupa dalam pelayanan. Mungkin ini dampak dari tidak adanya script di layanan call centernya untuk menangani pemintaan yang aneh-aneh seperti ini. Tujuannya adalah agar si karyawan bisa berimprovisasi dengan leluasa dalam melayani.

Bagaimana dengan temannya Tony yang memesan pizza itu? Setelah mendapat pelayanan seperti ini, sekarang ia menjadi pelanggan tetapnya Zappos.

Dalam cerita lain juga dikisahkan bahwa jika pesanan pelanggan tidak tersedia di Zappos, customer servicenya dengan senang hati mencarikannya di toko online milik pesaingnya.

Woow!

Source:
Roni Yuzirman
http://roniyuzirman.wordpress.com

Tagged with: , ,

Rahasia Sandiaga Uno Menjadi Orang Terkaya di Indonesia

Posted in Business Idea, Entrepreneurship, Get Inspired, from my CLUB by budiwiyono on July 28, 2010

Sharing dari Pak Roni yang ngalor ngidul dengan TDA dan Tycoon Sandiaga Uno.

Saya salut dengan Pak Sandiaga Uno yang sangat dekat dengan crowd Entrepreneur/SMB di Indonesia.
Sayang untuk dilewatkan kisahnya bukan?

===
Sosok Sandiaga Uno begitu fenomenal. Ia tercatat dalam 100 orang terkaya di Indonesia dan diperolehnya hanya dalam waktu singkat. Mungkin hanya 10 tahunan.

Namun, apa yang dilakukannya, bagaimana caranya, masih menjadi tanda tanya bagi kita, termasuk saya yang awam ini.

Ternyata ia menjalankan bisnis private equity fund (PE).

Mahluk apa itu PE?

Menurut majalah Fortune Indonesia, PE adalah perusahaan pengelola investasi yang mendapat sponsor dari berbagai pihak baik individual maupun institusi.

Tugas PE adalah mencari perusahaan-perusahaan yang bermasalah yang layak dikucurkan investasi, lalu ditingkatkan kinerjanya, dan kemudian dijual kembali.

Hmmm, saya jadi ingat bukunya Brad Sugars, Billionaire in Training tentang “buy-build-sell” perusahaan. Ini rupanya yang dimaksud.

Secara sederhana, PE adalah jembatan bagi pemilik modal dan pihak yang membutuhkan. PE akan mendapatkan fee management sebesar 2% dan 20% untuk carry interest (semacam success fee?).

Sandiaga Uno memulai bisnis PE 14 tahun lalu dengan mendirikan Recapital dan Saratoga. Perusahaan ini mengincar perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan dan nyaris ambruk.

Apa resep Recapital menyembuhkan perusahaan sakit? Mereka menempatkan orang-orang ahli manajemen, membuat sistim manajemen yang transparan dan mengaitkan sistim kompensasi pegawai dengan kinerja.

So damn interesting!

Source:
Roni Yuzirman
http://roniyuzirman.wordpress.com

Tradeshift, the “Skype for e-Invoicing”

Posted in Business Idea, Get Inspired, IT Technology by budiwiyono on June 30, 2010

Untuk pasar Indonesia laku gak ya?

===

Tradeshift, which has been described as the “Skype for invoicing”, has announced a raft of new partners in the SaaS accounting space, along with plans to open up its API to enable more third-parties to tie into its free invoicing system.

The launch partners who have had access to a beta version of Tradeshift’s API include: ERPLY (free ERP system), E-conomics (a SaaS accounting solution provider), Workbook (a specialized platform for the media business), Office123 (an open-source ERP system), Continia (bank payments systems), Winfinans (Windows-based desktop accounting), and Ibistic (the leading e-invoicing workflow system in Scandinavia).

This, says the company, in which early Skype investor Morten Lund is an adviser, puts it on track to bring “directly integrated electronic invoicing” to more than 100,000 small European businesses over the next 6 months.

Tradeshift, which competes with Maventa.com, is working on what it positions as the world’s first free invoicing platform – essentially dragging invoicing and business transactions into the 21st century via open standards and the cloud – news which we broke on its launch in February. However, the roll out of its API brings into focus more ambitious plans to become “the cloud platform linking what so far have been isolated islands of business software”, says co-founder and CEO Christian Lanng.

The Tradeshift API will launch publicly on the 1st of August 2010 to enable anyone who wants to build connected business software on top of the company’s platform making it possible for developers to create applications that utilize the Tradeshift Business Network Infrastructure in order for users to exchange business documents over the network.

Source: techcrunch.com

High cost economy of Indonesia riil sector

Posted in Entrepreneurship by budiwiyono on June 29, 2010

OMG! High cost economy!

Baru tahu dari bini, ternyata ongkos kirim ke Luar Negeri naik 100% jika pakai EMS POS. Sbg gambaran kirim ke Singapore per 80 kg semula rp.2.2 juta menjadi rp.4.4juta.

Lebih mahal dari biaya pesawat garuda eksekutif, JKT-SIN, pulang pergi lagi :(
Ckckck… geleng-geleng. Jaman CAFTA kita banyak banyak bicara daya saing koq kayak gini ya!

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country

Posted in Business Idea, Indonesia, my Corner by budiwiyono on June 25, 2010

Are You Unhappy? Come to Indonesia.

Welcome to Smiling Country :-)

Tadi pagi mendengarkan talkshow Tanadi Santoso, bicara soal ranking negara ter-happy, Indonesia mendapatkan rating yang bagus!

Hal ini penting untuk memberi masukan kepada banyak pihat tentang Branding yang tepat bagi Indonesia.

Di saat saat tingkat stress secara global naik, ada fakta menarih nih…
Indonesia mendapatkan urutan ke 23 Negara ter-Happy.

Posisi Indonesia lebih bahagia (happy) ketimbang negara berikut ini yang saya yakin banyak yang menganggap hidup di negara berikut ini lebih menjamin kebahagiaan ;)

Negara, Ranking

  • China, 31
  • Thailand, 32
  • Malaysia, 44
  • Timor Leste, 48
  • Papua New Guinea, 76
  • Jerman, 81
  • Saudi Arabia, 89
  • India, 90
  • New Zealand, 94
  • Jepang, 95
  • Brunei Darusalam, 100
  • UK, 108
  • Israel, 117
  • Singapore, 131
  • USA, 150

Dengan Top 10 sbb:

  • 10. Luxembourg  – 7.6 points
  • 9. Guatemala – 7,6 points
  • 8. Canada – 7,6 points
  • 7. Sweden – 7,7 points
  • 6. Australia – 7,7 points
  • 5. Finland – 7,7 points
  • 4. Iceland – 7,8 points
  • 3. Austria – 8,0 points
  • 2. Switzerland – 8,1 points
  • 1. Denmark – 8,2 points

Selain ranking di atas juga ditemukan bahwa:

Mystery Shopping Providers around the world have participated in the Smiling Report 2009 which compiles customer service data from evaluations conducted across a spectrum of industries. The summary for 2008 includes answers to more than 2.5 million questions covering Smile, Greeting and Add-on sales in 66 countries.

Smiling 2008 was 77% compared to 82% in 2007 and 87% in 2004. The highest smiling country was Indonesia with 98% and the lowest was Pakistan with 44%. The best smiling industries were Health & Beauty Care and Transport with 86% and the lowest scores were in B2B with only 52%.

Add-on Sales scores have always been much lower than smile and greeting.

In 2008 it was 45% which is the same as in 2004. The score has been a bit better in 2005 51%, 2006 56% and 2007 48%, but now when sales is even more important it has dropped back to 45%. Highest sales score was in Pakistan with 82% and lowest is Finland with as low as 3%.  B2B had the highest scores for add-on sales 65% while Leisure had the lowest with 40%.

Greeting 2008 and 2007 was 81% compared to 88% in 2004. The highest greeting countries were Indonesia and Hong Kong with 98% and the lowest was Morocco at 48%. The best greeting was found in Government services with 94% while B2B had 70%.

Big gap between the Continents
Australia had highest scores of all continents, in Smiling 89%, Greeting 92% and Add-on Sales 58%. Africa had the lowest scores of all continents, in Smiling 61%, Greeting 51% and Add-on sales 33%.

Pernah juga di bahas di salah satu forum marketer club yang saya ikuti di Jakarta, ada fakta bahwa, untuk ukuran Singapura, membuat branding Layanan Singapore Airlines yang standard nya adalah Pramugari harus Caring dan ramah, katanya susah sekali. Mereka harus di training untuk murah senyum. Ini senyum palsu lho!
Beda dengan melatih Caring values untuk Pramugari Indonesia, tidak selalu sulit karena budaya ramahnya masih bagus. Dan ini terlihat dari Ranking, Indonesia ranking 23 sedangkan Singapore berada di ranking 131, jauh sekali bukan?

Saya setuju sekali jika untuk Pariwisata, Indonesia harus di branding menjadi Smiling dan Happiness!. Cukup kuat karena fakta menunjukkan ranking kita bagus dalam hal ranking kebahagiaan. Jangan sampai negara yang urutannya di bawah Indonesia malah berhasil menancapkan ke benak pasar bahwa negara mereka adalah “Smiling Country”!

Bagaimana kita jadikan:

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country :-)

Silakan check negara-negara dengan ranking di bawah Indonesia yang memakai “Smiling Country” sebagai branding nya, saya mendapatkan beberapa temuan. Ayo buruan dipakai ramai-ramai, jangan sampai dipakai oleh negara yang urutannya di bawah kita ;)

Sebagai pentutup artikel ini, saya selalu suka dengan inspirasi The 7 Laws of Happiness dari bung Arvan Pradiansyah:

If you want to be Happy, be Happy NOW! :)

Monggo silahkan dikomentari.

Reference:

Inspirasi Agrobisnis Indonesia

Posted in Business Idea, Get Inspired by budiwiyono on May 29, 2010

Tercengang setelah sempat melihat permadani kebun di Sumatra via udara, amaze…

Teringat kembali hampir 43% Warga Indonesia bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan/hotel/restoran.

Jika 43% Farmers tsb bisa di bina + di arahkan menciptakan value add dgn berkebun/bertani dan juga mengolah hasil agro mereka, sehingga mereka selain sbg farmer juga diajari menciptakan value add / menjadi manufacturer ringan, wow akan DASYAT!

Pantesan Industri kompetitor sawit memakai berbagai alasan lingkungan untuk memukul harga CPO.

Ada yang bisa kasih inspirasi apa saja yang bisa diolah farmers kita?

Dimulai dari saya yach…

Saya pikir KUD-KUD di daerah perkebunan Sawit rakyat harus bisa mengajak petani untuk turut mengadakan Pabrik CPO mini. Jadi TBS petani tidak ada kejadian busuk lagi karena tidak kebagian proses di Pabrik CPO eksisting.

Kemudian, KUD juga wajib berinovasi untuk memikirkan value add yang melibatkan petani dalam produksinya. Seperti produksi minyak goreng yang sesuai standar SNI.

Katanya neh, jika kita bandingkan: Petani menjual TBS dibanding jual sbg Minyak Goreng, maka value produk menjadi 6X lebih mahal.

Ada yang bisa bantu how nya?

Silakan komentarnya jika ada ide yang lain.

Tagged with: ,

Seleksi Tenant Inkubator Inovasi Telematik Bandung Angkatan II I2TB dan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI

Posted in Entrepreneurship by budiwiyono on March 9, 2010

Ini ada iklan yang mungkin ada yang membutuhkan…

==

PENERIMAAN TENANT PROGRAM INKUBATOR INOVASI TELEMATIKA BANDUNG (I2TB) ANGKATAN II
PENGUMUMAN

Dalam rangka menunjang keberhasilan UMKM Industri Kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Program Inkubator Inovasi Telematika Bandung (I2TB) bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Direktorat Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten, Program Insentif Pusat Inovasi UMKM, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Sarana Jabar Ventura dan Tunas Indonesia Kreatif membuka kembali kesempatan bagi UMKM berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berlokasi di Kota Bandung dan sekitarnya untuk bergabung dalam PROGRAM I2TB ANGKATAN II.
Fasilitas yang akan diberikan :

  • Tempat workshop
  • Fasilitas kantor
  • Konsultasi bisnis
  • Akses pasar dan pendanaan
  • Pelatihan
  • Dana bergulir
  • Showroom

Pesyaratan :

  • UMKM berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  • Usaha telah berjalan selama min. 2 tahun
  • Berbadan hukum CV, PT
  • Menyerahkan bisnis plan * bisa diunduh www.i2tb.web.id

Untuk informasi pendaftaran bisa mengunjungi website Program Inkubator Inovasi Telematika Bandung di alamat www.i2tb.web.id
Inkubator Inovasi Telematika Bandung (I2TB)
Surapati Core Blok K-11
Jl. PHH. Mustofa 39, Bandung
Telp (022) 87241402

Peluang industri pembiayaan luar biasa (Sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Posted in Business Idea, Marketing, my Corner by budiwiyono on February 23, 2010

Otomotif, 4 thn lagi double. Forecast menjadi 1 juta di 2015. Penetrasi ke pelosok juga menjadi key success factor. Motor akan lebih gila lagi growthnya. Jadi PR nya adalah perush Multifinance harus pintar memanage seleksi calon debitur dan harus bisa memanage ledakan jumlah nasabah. Bayangkan u/ mobil saja doubling only in 4 years. Diperlukan teknologi untuk bisa mengikuti ledakan pasar ini, termasuk kompetensi seleksi calon nasabah.

Berikut catatan saya dari seminar tsb.

Wow, peluang industri pembiayaan ruuar biasa. Industri yg tumbuh 25% setahun (sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Jumlah mobil di Indonesia akhir 2009, 11 – 13 rb. Saat ini +3.000 hanya dalam 3 bulan saja. Tahun ini prospeknya sangat baik.
Overview bisnis pembiayaan industri otomotif sangat luar biasa, registrasi  583 mobil baru per bulan di Jakarta saja tahun lalu, 2500 motor per bulan. Saat ini menjadi 600 mobil dan 3000-3500 motor per bulan.

Jangan kaget motor akan jadi makin banyak. Industri yang tumbuh 25% setahun mengalahkan sektor lain.

Saran asosiasi:
Pembatasan agar bukan pembatasan kepemilikan mobil, disarankan yang diatur/dibatasi adalah penggunaan mobil sepeti aturan di jalan umum, aturan usia mobil, etc. Di Jepang jumlah mobil jauuuh lbh banyak tapi masih bisa manage masalah kemacetan.

Prospek ke depan:

  • Sektor rumahan juga prospek, pembangunan rumah yg main masih dikuasai perbankan.
  • Pembiayaan Syariah.
  • Otomotif, 4 thn lagi double! 1 juta di 2015.

Saran agar bisa kompetisi:

  • Perusahaan pembiayaan ICT nya harus kuat karena jumlah nasabah banyak, dan cabang juga makin banyak. Penetrasi motor sampai ke pelosok juga karena perusahaan pembiayaan.
  • Risk mgmt risk pembiayaan secara optimal
  • Sumber dana murah jangan tergantung dengan perbankan
  • Efisiensi operasional
  • Sistem informasi debitur u/ provide info cepat sesuai kebutuhan (saat ini masih jadi pekerjaan rumah). Sistem Informasi Debitur (SID) harus kuat. U/ cek histori bayar dan kemampuan bayar. Diluar negeri sudah adopt single identity, di BI masih berdasar nama ibu kandung.
  • Indonesia belum punya UU u/ perusahaan pembiayaan
  • Perpajakan: pemberlakuan pajak progresif kepemilikan kendaraan + uu ppn u transaksi sale and leaseback dan barang tarikan
  • Pendanaan
  • Jenis: diversifikasi penambahan layanan refinance, ukm dan gadai
  • ACFTA

Kiyosaki ESBI Quadran

Posted in Entrepreneurship, Get Inspired by budiwiyono on February 15, 2010

Di Kuadran Manakah Anda Berada?

Mayoritas orang saat ini (95%) berada di sisi kuadran E (pegawai) dan S (memiliki profesi/usaha konvensional). Kelompok E & S ini bisa mengumpulkan uang yang lumayan TETAPI mereka hanya mencapai “Financial Security”, bukan “Financial Independent”. Mereka punya uang TETAPI … tidak punya waktu, karena masih harus terlibat aktif sebagai pelaku di bidang pekerjaan/profesi/usahanya.

Kondisi “Financial Independent” akan bisa dicapai bila seseorang pindah ke sisi kuadran B (memiliki bisnis yang bersistem/auto-pilot) dan I (sebagai Investor yang smart dan berduit). Karenanya dibutuhkan sebuah perubahan paradigma, pola pikir dan kebiasaan untuk seseorang itu pindah kuadran. Di kuadran B & I inilah seseorang akan memiliki waktu dan uang secara bersamaan tanpa harus memilih atau terikat seperti mereka yang di sisi kiri kuadran.

Pindah ke kuadran B & I memerlukan Passion, Knowledge dan PERSISTENCE ACTION.

Silakan share pengalaman rekan-rekan yang berhasil pindah kuadran dengan selamat dan sukses :)