budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Simplicity is the ultimate sophistication

Archive for the ‘Business Idea’ Category

Rahasia Sandiaga Uno Menjadi Orang Terkaya di Indonesia

with 6 comments

Sharing dari Pak Roni yang ngalor ngidul dengan TDA dan Tycoon Sandiaga Uno.

Saya salut dengan Pak Sandiaga Uno yang sangat dekat dengan crowd Entrepreneur/SMB di Indonesia.
Sayang untuk dilewatkan kisahnya bukan?

Selain itu silakan simak Video Bagaimana Cara Menjadi Kaya by Sandiaga Uno

===
Sosok Sandiaga Uno begitu fenomenal. Ia tercatat dalam 100 orang terkaya di Indonesia dan diperolehnya hanya dalam waktu singkat. Mungkin hanya 10 tahunan.

Namun, apa yang dilakukannya, bagaimana caranya, masih menjadi tanda tanya bagi kita, termasuk saya yang awam ini.

Ternyata ia menjalankan bisnis private equity fund (PE).

Mahluk apa itu PE?

Menurut majalah Fortune Indonesia, PE adalah perusahaan pengelola investasi yang mendapat sponsor dari berbagai pihak baik individual maupun institusi.

Tugas PE adalah mencari perusahaan-perusahaan yang bermasalah yang layak dikucurkan investasi, lalu ditingkatkan kinerjanya, dan kemudian dijual kembali.

Hmmm, saya jadi ingat bukunya Brad Sugars, Billionaire in Training tentang “buy-build-sell” perusahaan. Ini rupanya yang dimaksud.

Secara sederhana, PE adalah jembatan bagi pemilik modal dan pihak yang membutuhkan. PE akan mendapatkan fee management sebesar 2% dan 20% untuk carry interest (semacam success fee?).

Sandiaga Uno memulai bisnis PE 14 tahun lalu dengan mendirikan Recapital dan Saratoga. Perusahaan ini mengincar perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan dan nyaris ambruk.

Apa resep Recapital menyembuhkan perusahaan sakit? Mereka menempatkan orang-orang ahli manajemen, membuat sistim manajemen yang transparan dan mengaitkan sistim kompensasi pegawai dengan kinerja.

So damn interesting!

Source:
Roni Yuzirman
http://roniyuzirman.wordpress.com

Artikel Sejenis:

 

Written by budiwiyono

July 28, 2010 at 1:16 pm

Tradeshift, the “Skype for e-Invoicing”

leave a comment »

Untuk pasar Indonesia laku gak ya?

===

Tradeshift, which has been described as the “Skype for invoicing”, has announced a raft of new partners in the SaaS accounting space, along with plans to open up its API to enable more third-parties to tie into its free invoicing system.

The launch partners who have had access to a beta version of Tradeshift’s API include: ERPLY (free ERP system), E-conomics (a SaaS accounting solution provider), Workbook (a specialized platform for the media business), Office123 (an open-source ERP system), Continia (bank payments systems), Winfinans (Windows-based desktop accounting), and Ibistic (the leading e-invoicing workflow system in Scandinavia).

This, says the company, in which early Skype investor Morten Lund is an adviser, puts it on track to bring “directly integrated electronic invoicing” to more than 100,000 small European businesses over the next 6 months.

Tradeshift, which competes with Maventa.com, is working on what it positions as the world’s first free invoicing platform – essentially dragging invoicing and business transactions into the 21st century via open standards and the cloud – news which we broke on its launch in February. However, the roll out of its API brings into focus more ambitious plans to become “the cloud platform linking what so far have been isolated islands of business software”, says co-founder and CEO Christian Lanng.

The Tradeshift API will launch publicly on the 1st of August 2010 to enable anyone who wants to build connected business software on top of the company’s platform making it possible for developers to create applications that utilize the Tradeshift Business Network Infrastructure in order for users to exchange business documents over the network.

Source: techcrunch.com

Written by budiwiyono

June 30, 2010 at 9:12 pm

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country

with 2 comments

Are You Unhappy? Come to Indonesia.

Welcome to Smiling Country :-)

Tadi pagi mendengarkan talkshow Tanadi Santoso, bicara soal ranking negara ter-happy, Indonesia mendapatkan rating yang bagus!

Hal ini penting untuk memberi masukan kepada banyak pihat tentang Branding yang tepat bagi Indonesia.

Di saat saat tingkat stress secara global naik, ada fakta menarih nih…
Indonesia mendapatkan urutan ke 23 Negara ter-Happy.

Posisi Indonesia lebih bahagia (happy) ketimbang negara berikut ini yang saya yakin banyak yang menganggap hidup di negara berikut ini lebih menjamin kebahagiaan ;)

Negara, Ranking

  • China, 31
  • Thailand, 32
  • Malaysia, 44
  • Timor Leste, 48
  • Papua New Guinea, 76
  • Jerman, 81
  • Saudi Arabia, 89
  • India, 90
  • New Zealand, 94
  • Jepang, 95
  • Brunei Darusalam, 100
  • UK, 108
  • Israel, 117
  • Singapore, 131
  • USA, 150

Dengan Top 10 sbb:

  • 10. Luxembourg  – 7.6 points
  • 9. Guatemala – 7,6 points
  • 8. Canada – 7,6 points
  • 7. Sweden – 7,7 points
  • 6. Australia – 7,7 points
  • 5. Finland – 7,7 points
  • 4. Iceland – 7,8 points
  • 3. Austria – 8,0 points
  • 2. Switzerland – 8,1 points
  • 1. Denmark – 8,2 points

Selain ranking di atas juga ditemukan bahwa:

Mystery Shopping Providers around the world have participated in the Smiling Report 2009 which compiles customer service data from evaluations conducted across a spectrum of industries. The summary for 2008 includes answers to more than 2.5 million questions covering Smile, Greeting and Add-on sales in 66 countries.

Smiling 2008 was 77% compared to 82% in 2007 and 87% in 2004. The highest smiling country was Indonesia with 98% and the lowest was Pakistan with 44%. The best smiling industries were Health & Beauty Care and Transport with 86% and the lowest scores were in B2B with only 52%.

Add-on Sales scores have always been much lower than smile and greeting.

In 2008 it was 45% which is the same as in 2004. The score has been a bit better in 2005 51%, 2006 56% and 2007 48%, but now when sales is even more important it has dropped back to 45%. Highest sales score was in Pakistan with 82% and lowest is Finland with as low as 3%.  B2B had the highest scores for add-on sales 65% while Leisure had the lowest with 40%.

Greeting 2008 and 2007 was 81% compared to 88% in 2004. The highest greeting countries were Indonesia and Hong Kong with 98% and the lowest was Morocco at 48%. The best greeting was found in Government services with 94% while B2B had 70%.

Big gap between the Continents
Australia had highest scores of all continents, in Smiling 89%, Greeting 92% and Add-on Sales 58%. Africa had the lowest scores of all continents, in Smiling 61%, Greeting 51% and Add-on sales 33%.

Pernah juga di bahas di salah satu forum marketer club yang saya ikuti di Jakarta, ada fakta bahwa, untuk ukuran Singapura, membuat branding Layanan Singapore Airlines yang standard nya adalah Pramugari harus Caring dan ramah, katanya susah sekali. Mereka harus di training untuk murah senyum. Ini senyum palsu lho!
Beda dengan melatih Caring values untuk Pramugari Indonesia, tidak selalu sulit karena budaya ramahnya masih bagus. Dan ini terlihat dari Ranking, Indonesia ranking 23 sedangkan Singapore berada di ranking 131, jauh sekali bukan?

Saya setuju sekali jika untuk Pariwisata, Indonesia harus di branding menjadi Smiling dan Happiness!. Cukup kuat karena fakta menunjukkan ranking kita bagus dalam hal ranking kebahagiaan. Jangan sampai negara yang urutannya di bawah Indonesia malah berhasil menancapkan ke benak pasar bahwa negara mereka adalah “Smiling Country”!

Bagaimana kita jadikan:

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country :-)

Silakan check negara-negara dengan ranking di bawah Indonesia yang memakai “Smiling Country” sebagai branding nya, saya mendapatkan beberapa temuan. Ayo buruan dipakai ramai-ramai, jangan sampai dipakai oleh negara yang urutannya di bawah kita ;)

Sebagai pentutup artikel ini, saya selalu suka dengan inspirasi The 7 Laws of Happiness dari bung Arvan Pradiansyah:

If you want to be Happy, be Happy NOW! :)

Monggo silahkan dikomentari.

Reference:

Written by budiwiyono

June 25, 2010 at 11:12 am

Inspirasi Agrobisnis Indonesia

leave a comment »

Tercengang setelah sempat melihat permadani kebun di Sumatra via udara, amaze…

Teringat kembali hampir 43% Warga Indonesia bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan/hotel/restoran.

Jika 43% Farmers tsb bisa di bina + di arahkan menciptakan value add dgn berkebun/bertani dan juga mengolah hasil agro mereka, sehingga mereka selain sbg farmer juga diajari menciptakan value add / menjadi manufacturer ringan, wow akan DASYAT!

Pantesan Industri kompetitor sawit memakai berbagai alasan lingkungan untuk memukul harga CPO.

Ada yang bisa kasih inspirasi apa saja yang bisa diolah farmers kita?

Dimulai dari saya yach…

Saya pikir KUD-KUD di daerah perkebunan Sawit rakyat harus bisa mengajak petani untuk turut mengadakan Pabrik CPO mini. Jadi TBS petani tidak ada kejadian busuk lagi karena tidak kebagian proses di Pabrik CPO eksisting.

Kemudian, KUD juga wajib berinovasi untuk memikirkan value add yang melibatkan petani dalam produksinya. Seperti produksi minyak goreng yang sesuai standar SNI.

Katanya neh, jika kita bandingkan: Petani menjual TBS dibanding jual sbg Minyak Goreng, maka value produk menjadi 6X lebih mahal.

Ada yang bisa bantu how nya?

Silakan komentarnya jika ada ide yang lain.

Written by budiwiyono

May 29, 2010 at 9:39 pm

Peluang industri pembiayaan luar biasa (Sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

leave a comment »

Otomotif, 4 thn lagi double. Forecast menjadi 1 juta di 2015. Penetrasi ke pelosok juga menjadi key success factor. Motor akan lebih gila lagi growthnya. Jadi PR nya adalah perush Multifinance harus pintar memanage seleksi calon debitur dan harus bisa memanage ledakan jumlah nasabah. Bayangkan u/ mobil saja doubling only in 4 years. Diperlukan teknologi untuk bisa mengikuti ledakan pasar ini, termasuk kompetensi seleksi calon nasabah.

Berikut catatan saya dari seminar tsb.

Wow, peluang industri pembiayaan ruuar biasa. Industri yg tumbuh 25% setahun (sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Jumlah mobil di Indonesia akhir 2009, 11 – 13 rb. Saat ini +3.000 hanya dalam 3 bulan saja. Tahun ini prospeknya sangat baik.
Overview bisnis pembiayaan industri otomotif sangat luar biasa, registrasi  583 mobil baru per bulan di Jakarta saja tahun lalu, 2500 motor per bulan. Saat ini menjadi 600 mobil dan 3000-3500 motor per bulan.

Jangan kaget motor akan jadi makin banyak. Industri yang tumbuh 25% setahun mengalahkan sektor lain.

Saran asosiasi:
Pembatasan agar bukan pembatasan kepemilikan mobil, disarankan yang diatur/dibatasi adalah penggunaan mobil sepeti aturan di jalan umum, aturan usia mobil, etc. Di Jepang jumlah mobil jauuuh lbh banyak tapi masih bisa manage masalah kemacetan.

Prospek ke depan:

  • Sektor rumahan juga prospek, pembangunan rumah yg main masih dikuasai perbankan.
  • Pembiayaan Syariah.
  • Otomotif, 4 thn lagi double! 1 juta di 2015.

Saran agar bisa kompetisi:

  • Perusahaan pembiayaan ICT nya harus kuat karena jumlah nasabah banyak, dan cabang juga makin banyak. Penetrasi motor sampai ke pelosok juga karena perusahaan pembiayaan.
  • Risk mgmt risk pembiayaan secara optimal
  • Sumber dana murah jangan tergantung dengan perbankan
  • Efisiensi operasional
  • Sistem informasi debitur u/ provide info cepat sesuai kebutuhan (saat ini masih jadi pekerjaan rumah). Sistem Informasi Debitur (SID) harus kuat. U/ cek histori bayar dan kemampuan bayar. Diluar negeri sudah adopt single identity, di BI masih berdasar nama ibu kandung.
  • Indonesia belum punya UU u/ perusahaan pembiayaan
  • Perpajakan: pemberlakuan pajak progresif kepemilikan kendaraan + uu ppn u transaksi sale and leaseback dan barang tarikan
  • Pendanaan
  • Jenis: diversifikasi penambahan layanan refinance, ukm dan gadai
  • ACFTA

Written by budiwiyono

February 23, 2010 at 3:41 am

Pilot Project Publikasi Data NJOP Jakarta

with 2 comments

Good News, ternyata DJP sudah cukup lama – mulai tanggal 19 Mei 2008 telah membuka data mengenai NJOP Wajib Pajaknya. Data berupa NJOP Tanah, Kelas Tanah, dengan lokasi yang sementara ini baru wilayah DKI Jakarta.

URL NJOP Jakarta: http://119.18.156.252/Forms/FrmCariAtribut.aspx.

Publikasi data NJOP ini diatur dalam PER-21/PJ./2008 tanggal 19 Mei 2008, dengan Peraturan Dirjen Pajak klik di sini.

Pilot project ini bagus untuk menjamin transparansi dan kemudahan akses yang dilakukan oleh DJP. Dengan dibukanya akses NJOP ini, Wajib Pajak bisa melakukan pengecekan apakah NJOP tanahnya di SPPT sesuai dengan data di situs ini. Juga untuk memimalkan perbedaan penafsiran antara tetangga mengapa jumlah PBB yang dibayarkan berbeda.

Data yang di publikasikan hanya menampilkan data jalan dan blok saja dan tidak menampilkan secara spesifik tanah WP, sehingga menjamin privacy WP.

Akses NJOP ini juga bermanfaat bagi pihak yang ingin melakukan transaksi jual beli tanah. Karena benchmark harga tanah di daerah tersebut bisa langsung diketahui. Sayangnya, sampai saat ini data yang dibuka baru wilayah Jakarta saja karena proyek ini merupakan pilot project.

Saluuut! Lanjutkan dengan transparansi yang lain!

Written by budiwiyono

February 9, 2010 at 5:01 pm

Posted in Business Idea, Investing

Tagged with

Venture Capital Offering#1

leave a comment »

Venture Capital Offering Example:

Venture Capital Company seeking to acquire and/or fund Internet based business.

We are a Venture Capital Group with strong roots and in depth experience in the Internet business and are seeking an Internet based business for acquisition and/or funding. We are not considering start-ups, so the business model must presently be revenue generating, not necessarily and globally scalable. Projects requiring $250k to $50 million will be considered. A strong business plan and audited financials will also be required. Executive Summaries can be sent to kevin.worth.other@hotmail.com.

Date:  Jan 1st 2010

Kevin Worth
Independent Capital Markets Professional, Entrepreneur

Written by budiwiyono

January 8, 2010 at 1:00 am

Lippo St Moritz, West Jakarta Central Business District

leave a comment »

Lippo Group made one page advertisement at national prominent newspaper, Kompas, 22 October 2008.

Comprising 135 hectare of land and 7 million square meters of floor area (equals to 1,050 units of soccer field), Lippo Group offers a City-Block Concept as the ones in Singapore, Hongkong, London and New York. West Jakarta CBD (Central Business District) will be the right place for Fortune 500 Companies. It will also have wide pedestrian way with low pollution to ensure healthy environment.

Located in West Jakarta not far from 4 directions of toll way, St Moritz is surely in a very strategic place.

  • North Direction: Pantai Indah Kapuk – Pluit – International Airport Soekarno-Hatta
  • South Direction: Pondok Indah – Kemang – TB Simatupang
  • East Direction: Tomang – Slipi – Semanggi
  • West Direction: Lippo Karawaci – Serpong – Tangerang

Lippo West Jakarta CBD’s 11-in-1 integrated facilities in the first and only in the world including:

  1. Condominium
  2. Five Star Hotel
  3. Clubhouse
  4. Spa
  5. Exhibition Center
  6. Shopping Center
  7. Sea World
  8. 65 storey office tower
  9. International School
  10. Hospital
  11. Wedding Chapel

Lippo Group explains 7 reasons why property in West Jakarta CBD is a good investment.

  • Value of the property will raise 400% as West Jakarta is a developing district in Jakarta with high potential.
  • Government’s Master plan set a CBD in West Jakarta and the limited area of 135 hectare in the CBD will leverage the price.
  • As it is located in the area between four directions of toll way, you can transport anywhere easier and more efficient.
  • Situated near Soekarno-Hatta International Airport.
  • The longest bridge on earth connecting Sumatera and Java Island is already set on Government’s Master plan. The bridge will make West Jakarta CBD a centre of business, education, health and entertainment.
  • Aiming middle-up market segment, West Jakarta CBD features international level health and education facilities, not to mention the prominent retails.
  • While most apartments are still in other districts, St Moritz Apartment in West Jakarta CBD will generate high capital gain.

Written by budiwiyono

December 3, 2009 at 1:41 pm

Posted in Business Idea

Tagged with

Penyedia Listrik Swasta

leave a comment »

Bosan dengan pemadaman berulang? Bahkan saya dengar, di luar jawa kondisinya jauh lebih parah. Kalau ingin infrastruktur Negara maju sehingga bisa mensupport Industri dan Ekonomi dalam skala luas, maka ketersediaan listrik menjadi wajib, kudu dan harus!

Bagaimana tidak, bahkan kedepannya, mobil-mobil pun akan menjadi mobil listrik. Listrik akan menjadi sumber energi utama di bumi ini. Jadi peruntukan listrik makin lama makin meluas. Sekarang mobil isi bensin di pom bensin, barangkali ke depannya harus beli di pom listrik. Jadi pelanggan beli listrik dengan membawa baterai kosong dan mengambil baterai yang sudah terisi. Persis seperti beli gas dengan menukar tabung kosong ditukar dengan tabung isi ;)

UNDANG-UNDANG KETENAGALISTRIKAN 2009, mengamanatkan sbb.:

“Badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat dapat berpartisipasi dalam usaha penyediaan tenaga listrik guna meningkatkan penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat. Pemerintah menerbitkan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.”

Jadi kita bisa bayangkan akan banyak PLN swasta :) Sepanjang pebisnis listrik telah mengurus perijinan usaha, termasuk ijin IUKU. IUKU adalah izin usaha ketenagalistrikan untuk kepentingan umum yang dikeluarkan oleh departemen energi dan sumber daya mineral.

Insentif pemerintah:

Pemerintah membebaskan bea masuk impor barang modal atas pembangunan dan pengembangan industri pembangkit tenaga listrik untuk kepentingan umum. Hal ini diharapkan dapat mendorong perkembangan usaha industri pembangkit tenaga listrik dan menjamin tersedianya tenaga listrik oleh badan usaha, termasuk PT Perusahaan Lisrtik Negara (Persero).

Kepala Biro Humas Departemen Keuangan (Depkeu) Harry S Zoeratin mengatakan, pembebasan tersebut berlaku sejak 18 Agustus. “Peraturan Menteri Keuangan No 128/PMK.01/2009 ini mengubah peraturan menteri keuangan No 154/PMK.01/2008,” terang dia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (31/8/2009). (source: okezone)

Anda tertarik untuk bisnis penyediaan listrik?

Written by budiwiyono

November 15, 2009 at 12:45 am

Pembiayaan Bisnis dengan Modal Ventura

with 4 comments

Apakah Modal Ventura itu?

Modal Ventura adalah suatu modal (keuangan) yang biasanya disediakan bagi usaha-usaha baru yang berpotensial tinggi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan investasi tinggi. Modal Ventura disediakan oleh Kapitalis Ventura atau dalam bahasa asingnya, Venture Capitalist (VC). Sebagai timbal-balik dari investasi, Kapitalis Ventura akan mengambil bagian di kepemilikan perusahaan anda. Keuntungan diperoleh investor ketika perusahaan berada di bursa saham atau bila perusahaan menghasilkan keuntungan.

Modal Ventura berasal dari sekelompok investor yang mengumpulkan uang bersama di dalam Dana Ventura dan menginvestasikan dana itu untuk wiraswasta-wiraswasta yang berpotensial tinggi. Modal Ventura bisa juga berasal dari pihak-pihak kaya yang memulai usaha mereka sebagai wiraswasta. Bentuk pembiayaan ini menarik banyak bisnis baru yang belum lama beroperasi dan terlalu kecil untuk mengumpulkan dana di pasar umum (seperti surat obligasi) dan tidak terkualifikasi untuk mengambil pinjaman bank.

Hal-hal penting yang perlu diketahui tentang Modal Ventura
Bila anda memberikan sebagian dari kepemilikan perusahaan anda sebagai ganti dari pembiayaan usaha, anda berarti menerima partner bisnis baru. Menemukan Kapitalis Ventura yang dapat bekerja sama dengan anda sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan anda modal, tetapi juga membagi pengalaman mereka dan koneksi di dunia bisnis.

Untuk mendapatkan pembiayaan bisnis, anda harus mampu untuk mempresentasikan bisnis anda secara professional. Tepatnya, anda memerlukan rencana pemasaran yang menunjukkan bahwa anda dapat menghasilkan keuntungan tinggi. Kesalahan-kesalahan umum yang terjadi adalah di mana pengusaha tidak mengetahui tujuan bisnis dan bidang usaha mereka. Sebelum anda mengajukan permintaan modal ventura, sebaiknya anda memikirkan dan merencanakan usaha anda selama beberapa bulan.

Di mana saya dapat menemukan Modal Ventura?
Indonesia adalah pasar yang berkembang untuk Modal Ventura. Salah satu tempat yang bisa anda cari adalah yellow pages, di mana anda bisa menemukan daftar perusahaan-perusahaan Modal Ventura seperti contohnya di Jalan Sudirman atau sekitar Indonesia.

Beberapa perusahaan seperti:
- Pertamina
- Perusahaan Gas Negara (PGN)
- Bahana Artha Ventura (BAV)
- PT Venture Capital
- Bina Swadaya
- Kospin Jasa

Sumber lainnya adalah perusahaan yang dimiliki oleh negara, yaitu “Permodalan Nasional Madani.” Salah satu jalan untuk menemukan sumber-sumber pembiayaan adalah melalui kontak bisnis di universitas-universitas. Profesor-profesor di program-program bisnis biasanya mempunyai hubungan dengan berbagai sumber.

Kemudian bagaimana dengan Venture Capital yang mensupport bisnis berteknologi tinggi untuk para dotcom technopreuneur? Seperti kisah Venture Capital yang membiayai Facebook Founder saat masih usia muda dalam file “The Social Network”.

Salah satu masalah yang paling sering dibicarakan oleh pelaku bisnis digital startup adalah soal akuisisi. Sebuah startup yang diakusisi setidaknya telah membuktikan kualitasnya karena dipercaya investor.

Apakah banyak Venture Capital yang membiayai technopreneur Indonesia? Jangan khawatir, ternyata banyak!

Beberapa contoh adalah Tokopedia.com dan Urbanesia.com dengan East Ventures sebagai Venture Capital. Selain itu ada juga Koprol.com yang telah diakuisisi Yahoo!

Menurut Satya, owner Koprol, sebelum proses akuisisi, pebisnis tak bisa hanya melihat permasalahan uang yang ditawarkan. Hal lain yang harus dilihat adalah sejauh mana visi misi bisnis pada awalnya bisa di-support. “Dalam proses akuisisi kita minta rencana dan produk kita didukung. Apa yang kita mau harusnya bisa terwujud setelah proses akuisisi,” jelasnya.

Meski kemudian merasa bahwa dirinya menjadi seperti karyawan sekarang, Satya merasa sejauh ini apa yang diberikan Yahoo! sesuai dengan apa yang diharapkan. Diakuinya, pekerjaannya di Koprol kini terasa lebih ringan bahkan bisa liburan, namun ia punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan ide-ide baru di perusahaan berskala global. Inilah bonus atau boleh dikatakan mimpi yang mungkin dirasakan para penggagas Koprol saat ini karena bisa belajar dari perusahaan yang besar.

Sebagai pelengkap, silakan tonton film “The Social Network” yang mengisahkan Facebook saat memulai sebagai Startup, story dimulai dari kamar Mark Zuckerberg yang saat itu masih sebagai mahasiswa. Dimana Mark bertemu Venture Capital melalui proses mentoring juga oleh Sean Parker, Founder Napster. Dalam perkembangan selanjutnya Sean Parker kemudian berpisah dengan Mark dan mendirikan perusahaan Venture Capital.

Bagi yang tertarik belajar tentang dunia Venture Capital, silakan mengakses: http://www.coursehero.com/courses/25/Intro-to-Venture-Capital/

 

Artikel sejenis:

Written by budiwiyono

November 5, 2009 at 1:29 am

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 316 other followers