budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Simplicity is the ultimate sophistication

Archive for the ‘Get Inspired’ Category

Pengentasan Kemiskinan melalui Lowongan Kerja Magang di Jepang

leave a comment »

Apabila kita mencermati struktur piramida penduduk di Indonesia, maka kita wajib bersyukur, bahwa Indonesia sedang menyongsong sebagai negara yang produktif yang ditandai dengan jumlah usia muda yang sangat mendominasi, seperti yang dibahas pada artikel: http://budiwiyono.com/2011/12/01/indonesia-as-top-10-world-largest-economies-at-2020/

Sayangnya Indonesia sebagai negara terbesar urutan #4 di dunia (stl China, India, USA) dalam hal jumlah penduduknya, belum terlalu banyak program pengentasan kemiskinannya. Program pengentasan kemiskinan malah cenderung menjadi sarana pencitraan jangka pendek dengan model model “Bantuan Langsung Tunai”.

Tidak sadar, dengan potensi penduduk muda sebesar Indonesia, jika dimobilisasi akan menjadi negara makmur.

Padahal fakta membuktikan bahwa sarana pengentasan kemiskinan ada 2 cara (kasih komentar jika ada cara lain, yach.. :)

  1. Dengan sarana kewirausahaan/entrepreneurship, berapa jumlah orang kaya baru yang mentas melalui wirausaha dan asalnya adalah anak orang miskin? Banyak khan?
  2. Dengan sarana PENDIDIKAN yang berkualitas, silakan disebutkan siapa saja orang kaya yang asalnya anak orang miskin dan berhasil mentas dengan sarana Pendidikan? Yang kemudian menjadi Pejabat, Direktur, Executive, Dosen, bahkan Pengusaha sukses. Buanyak! Umumnya menempuh pendidikan dengan support biaya pendidikan dari ortu angkat, beasiswa, lembaga zakat, etc.

Updated: Point #2 di atas jumlahnya sangat banyak, salah satu contoh nya adalah public figure berikut ini, kebetulan ada tweet beliau yang di posting setelah artikel ini saya terbitkan (17 Mei 12), tweet bliau dibawahkebetulan muncul pada keesokan harinya (18 Mei 12):

http://twitter.com/#!/JamilAzzaini/status/203502426584649728

Apa langkah selanjutnya setelah anak anak SMK, lulusan Akademi, lulusan S1 lulus? Mereka harus menjadi tenaga kerja produktif!

Apakah lowongan pekerjaan di Indonesia tersedia? Tunggu tunggu, siapa bilang mereka harus kerja di Indonesia? Mereka bebas memilih mau kerja di mana saja bisa.

Mereka bisa bekerja ke negara makmur yang usia muda nya sudah langka. Negara-negara semacam itu sangat membutuhkan tenaga kerja produktif. Lowongan Kerja selalu terbuka untuk pelamar lowongan kerja dari negara manapun. Kenapa kita kalah dengan Philipina? Sumbangan GDP terbesar Philipina asalnya adalah dari Tenaga Kerja yang bekerja di luar negeri.

Oke, tapi bagaimana mempersiapkan anak anak lulusan SMK/Akademi/S1? Menurut pengalaman saya, cara paling efektif adalah dengan magang pada industri-industri sesuai bidang pecari lowongan kerja. Agar lulusan magang berstandar Internasional, maka magang nya bisa dengan memanfaatkan Lowongan Kerja Magang di luar negeri.

Mari kita bahas pilihan pilihannya yah…

Artikel ini akan membahas peluang Lowongan Kerja Magang di Jepang.

Manfaat Magang Kerja di Jepang adalah sbb:

  1. GAJI – Gaji peserta magang minimal berkisar di 90 ribu yen atau sekitar 10 juta dengan kurs mata uang Yen saat ini. Ini merupakan gaji pokok peserta magang belum ditambah gaji lemburnya. Pengalaman dari peserta magang di Jepang, setiap bulan rata-rata mereka menerima gaji sebesar 150 ribu yen atau sekitar rp. 15 juta rupiah. Selama 3 tahun dengan gaya hidup normal bisa menabung sebesar rp. 500 juta. Angka ini bisa berkali lipat ganda 2 sampai 3 kali jika selama pemagangan mereka banyak kerja lembur dan hemat selama di Jepang. Angka yang fantastis untuk seorang anak muda yang tadinya tidak punya uang sama sekali :)
  2. PENGALAMAN KERJA STANDAR INTERNASIONAL – Banyak sekali yang bisa didapatkan dari gaya hidup selama di Jepang. Kedisiplinan, habit  tepat waktu, etos kerja keras, pola pikir problem solver, inovasi dan kreatifitas terhadap ide-ide baru yang cemerlang, kebiasaan dan budaya Jepang yang tentunya merupakan ilmu dan pengalaman yang sangat berharga untuk menjadikan peserta magang yang berkualitas internasional. Menikmati salju dikala musim dingin, menikmati onogiri dibawah guguran bunga sakura dikala hanami, naik kereta supercepat shinkansen, naik gunung Fuji dan lain-lain merupakan pengalaman yang begitu indah untuk dibagi dengan para sahabat dan keluarga.
  3. TUNJANGAN MODAL USAHA – Setelah selesai program magang kerja di Jepang selama 3 tahun dengan baik, peserta akan mendapatkan “pesangon”. Sehingga peserta yang hemat akan mendapatkan tabungan + pesangon. Jumlahnya 600.000 Yen.
  4. NEXT LEVEL OPPORTUNITY – Umumnya saat keberangkatan, peserta magang kerja di Jepang berusia pada kisaran umur 20-26 tahun. Dengan menjalani program magang kerja selama 3 tahun maka saat mereka selesai program dan pulang pada usia 23-29 tahun. Usia yang masih sangat muda untuk mewujudkan impian-impian yang besar. Mereka bisa mendirikan usaha di Indonesia dengan modal uang dan modal keahlian yang dimiliki dari magang kerja di Jepang. Mereka juga bisa meneruskan kuliahnya, terserah mau kuliah dimana? Bisa di Indonesia, bisa di Jepang, atau di China. Bisa apa lagi? Bagi yang mau bekerja, mereka bisa menanamkan modalnya menjadi properti yang produktif, kemudian mereka bekerja di pasar lowongan kerja internasional :)

Fasilitas Peserta yang lolos seleksi:

  1. Mendapatkan fasilitas akomodasi dan transport
  2. Mendapat tunjangan uang saku/gaji (telah di singgung di atas)
  3. Mendapat perlindungan asuransi kecuali sakit gigi, sakit bawaan yang diderita sebelum tiba di Jepang

Persyaratan Administrasi Peserta adalah sbb:

  1. Surat Lamaran
  2. KTP berdomisili minimal 2 tahun di tempat seleksi diadakan
  3. KK minimal 2 tahun di tempat seleksi diadakan
  4. SKKB
  5. Bagi yang berijazah SMU, Diploma (D1, D2, D3) dan S1 yang berjurusan Non Teknik (contoh: Fisika, Biologi dan Sosial) maka harus mengikuti Pelatihan di bidang teknik 480 jam pelatihan/memiliki ketrampilan setara, misalnya: Bangunan, Elektronika, Teknologi Mekanik dan Otomotif
  6. Surat pengalaman kerja tidak dipersyaratkan
  7. Tidak terikat kontrak yang berakibat hukum dengan pihak lain dan persyaratan pihak lain dan persyaratan lainnya.

Berikut ini adalah pusat pendaftaran Lowongan Kerja Magang di Jepang:

NO PROPINSI JADWAL PENDAFTARAN
TEMPAT PENDAFTARAN
1 D.I. YOGYAKARTA 05/03/2012 s/d09/03/2012 DISNAKERTRANS PROV DI YOGYAKARTA
2 KALIMANTAN TIMUR 12/03/2012 s/d16/03/2012 DISNAKERTRANS PROV KALTIM, SAMARINDA
3 SUMATERA BARAT 02/04/2012 s/d06/04/2012 DISNAKERTRANS PROV SUMBAR, PADANG
4 DKI JAKARTA 23/04/2012 s/d27/04/2012 DISNAKERTRANS PROV DKI JAKARTA
5 JAWA TIMUR 07/05/2012 s/d11/05/2012 DISNAKERTRANSDUK PROV JATIM, SURABAYA
6 BENGKULU 14/05/2012 s/d18/05/2012 DISNAKERTRANS PROV BENGKULU
7 JAWA BARAT 28/05/2012 s/d01/06/2012 DISNAKERTRANS PROV JABAR BANDUNG
8 ACEH 11/06/2012 s/d15/06/2012 DISNAKERMOBDUK PROV ACEH
9 JAWA TENGAH 18/06/2012 s/d22/06/2012 DISNAKERTRANS PROV JATENG, SEMARANG
10 KABUPATEN BOYOLALI 02/07/2012 s/d06/07/2012 DISNAKERTRANSOS KAB BOYOLALI
11 SUMATERA SELATAN 09/07/2012 s/d13/07/2012 DISNAKERTRANS PROV SUMSEL, PALEMBANG
12 LAMPUNG 24/09/2012 s/d28/09/2012 DISNAKERTRANS PROV LAMPUNG, BANDAR LAMPUNG

Rekan rekan, silakan inspirasikan ide ini kepada saudara2, tetangga2, teman2 anda yang membutuhkan informasi Lowongan Kerja Magang di Jepang ini. Sarana pendidikan plus magang adalah sarana pengentasan kemiskinan.

Syukur2 anda bersedia membiayai sekolah SMK anak orang miskin dan mengarahkan ikut program magang agar setelah lulus bisa menjadi tenaga kerja produktif berstandar internasional yang mapan.

Informasi lebih lanjut: http://pemagangan.com/

Pemberangkatan Peserta Magang Kerja ke Jepang, program kerjasama Kemenakertrans RI dengan IM Japan angkatan ke-226 sebanyak 77 orang

Photo Credit: pemagangan.com

Apakah ada bimbingan belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi seleksi magang kerja ke Jepang? Jawabannya: Ada.

Selamat mencoba, semoga sukses.

Written by budiwiyono

May 17, 2012 at 3:55 pm

Bagaimana Cara Menjadi Kaya by Sandiaga Uno

with 8 comments

How to become a billionaire by @sandiuno…

Very inspiring !

Rekan-rekan, anda dapat pelajaran apa saja dari video ini? Silakan ramai-ramai comment, yach :)

 

Selamat buat mas keke dan dkk atas kiprahnya :)

Written by budiwiyono

February 23, 2012 at 11:09 pm

Cara Melatih Kebagiaan menjadi Habit sehingga meningkatkan Produktifitas, Kreatifitas & Engagement

with 3 comments

Umumnya orang punya believe bahwa kesuksesan akan menghasilkan kebahagiaan. “Jika saya promosi maka saya akan bahagia” pikir mereka. Atau “Jika saya mencapai target, maka saya akan bahagia”. Tetapi… sukses adalah moving target, jika tercapai kita akan menaikkan target ke target baru yang lebih tinggi atau lebih menantang. Jadi kebahagiaan yang konsepnya merupakan hasil dari kesuksesan akan cepat berlalu.

Setiap kali “tidak sukses” anda tidak bahagia… Atau anda bahagia setelah tercapai target, setelah target dinaikkan anda tidak bahagia selama target belum tercapai… Capek deeehhh….

Bahkan, SEBENARNYA cara kerjanya yang benar adalah sebaliknya: Orang yang menumbuhkan pola pikir positif akan tampil lebih baik dalam menghadapi segala bentuk tantangan. Kita sebut sebagai “keunggulan kebahagiaan” (“happiness advantage”), setiap hasil usaha akan menunjukkan peningkatan ketika otak kita adalah Positif.

Menurut meta-analisis dari 225 studi akademis, peneliti Sonja Lyubomirsky, Laura King, dan Ed Diener menemukan bukti kuat kausalitas arah antara kepuasan hidup dan hasil bisnis yang sukses.

Kelirumologi apa lagi yang umum terjadi?

Kepercayaan umum mengatakan bahwa genetika kita, lingkungan kita, atau kombinasi dari keduanya menentukan seberapa bahagia kita. Yang pasti, kedua faktor memang mengakomodasi dampak. Tapi pendapat umum tentang kesejahteraan seseorang adalah anehnya memang mudah dibentuk.

Kebiasaan kita mengembangkan cara berinteraksi dengan rekan kerja, cara pikir tentang stres semua dapat dikelola untuk meningkatkan kebahagiaan kita dan peluang kita untuk sukses.

Mengembangkan Habit Baru

Melatih otak kita untuk menjadi positif tidak begitu berbeda dengan melatih otot-otot kita di fitness center. Penelitian terbaru pada bidang neuroplastisitas – kemampuan otak untuk berubah bahkan di umur dewasa, menunjukkan bahwa ketika kita mengembangkan habit/kebiasaan baru, maka yang terjadi adalah kita menata ulang kabel-kabel di dalam otak kita (“rewire the brain”).

Menurut penelitian, meluangkan waktu untuk Latihan Positif singkat setiap hari selama waktu tiga minggu dapat memiliki dampak positif yang permanen. Sebagai Contoh, pada Desember 2008, tepat sebelum musim pajak terburuk dalam beberapa dekade, suatu ujicoba dengan manajer pajak di KPMG di New York dan New Jersey untuk melihat apakah solusi ini bisa membantu mereka menjadi lebih bahagia. Mereka diminta untuk memilih salah satu dari lima kegiatan yang berhubungan dengan perubahan positif, sbb:

  1. Menuliskan tiga hal yang mereka syukuri.
  2. Menulis pesan positif di social network mereka (seperti facebook, twitter, etc).
  3. Meditasi selama dua menit.
  4. Latihan latihan selama 10 menit.
  5. Ambil dua menit untuk menjelaskan pengalaman yang paling berarti selama 24 jam terakhir di Jurnal/Diary mereka.

Para peserta melakukan aktivitas mereka setiap hari selama tiga minggu. Beberapa hari setelah pelatihan selesai, dilakukan evaluasi baik pada peserta dan kelompok kontrol untuk menentukan pandangan umum mereka tentang kesejahteraan. Seberapa dekat mereka? Apakah mereka depresi? Pada setiap metrik, skor kelompok peserta eksperimen secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol.

Ketika diujikan pada kedua kelompok lagi yang lain, empat bulan kemudian, kelompok eksperimental masih menunjukkan nilai signifikan lebih tinggi dalam hal optimisme dan kepuasan hidup. Bahkan, nilai rata rata skor pada skala kepuasan hidup – metrik nya secara luas bisa diterima menjadi salah satu prediktor terbesar produktivitas dan kebahagiaan di tempat bekerja – skor meningkat dari 22,96 pada skala 35 point sebelum pelatihan MENJADI 27,23 pada empat bulan kemudian, suatu peningkatan yang signifikan, bukan?

Hanya satu latihan cepat sehari membuat para peserta lebih bahagia selama berbulan-bulan setelah program pelatihan berakhir. Gampang bukan?

KESIMPULANNYA adalah KEBAHAGIAAN telah menjadi HABIT/kebiasaan.

Jadi dengan bahagia anda akan lebih sukses.

Source: Adapted from HBR

Written by budiwiyono

February 18, 2012 at 9:45 am

Durian Bhinneka Bawor, setebal Monthong selegit durian Petruk

with 7 comments

Setelah artikel saya sebelumnya yang mengulas tentang durian petruk dengan tampilan foto durian petruk yang abal-abal menunjukkan semakin langkanya populasi durian petruk.

Saya sendiri tetap sebagai loyalist durian durian asal Jepara yang rasanya benar-benar tajam. Kebanyakan tidak terlalu tebal, hanya durian petruk yang terbilang tebal dan rasanya luar biasa legit.

Bagi penggemar durian lokal, anda tidak perlu bersusah hati karena makin langkanya durian lokal unggulan semacam durian petruk tsb.. Jangan khawatir, belakangan ini muncul varian durian baru yang luar biasa kualitasnya. Durian ini dinamai sebagai “durian Bhinneka Bawor” oleh pak Sarno, penciptanya. Bawor adalah nama lain dari sosok punakawan “Bagong”, saudara si “Petruk”. Di Banyumas bagong lebih popular dengan nama alias “Bawor” tsb.

Nama lengkap pencipta varian durian Bawor adalah Sarno Ahmad Darsono, seorang guru sekolah dasar di Alas Malang, Kemranjen, Banyumas. Pada tahun 1996, pria yang sedari kecil sudah akrab dengan buah berduri itu menggabungkan 35 varietas pohon durian unggulan di Indonesia dan import. Pak Sarno akhirnya menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden sebagai Petani Penangkar Durian Unggul pada 2004.

Durian bhinneka bawor (durian bawor) itu, juga memiliki daging buah yang tebal dan berwarna oranye, tapi bijinya kecil dan tipis. Sementara rasanya legit, agak sedikit pahit. Sedangkan bobot matangnya rata-rata 6−9 kg dan bobot maksimalnya mencapai 15 kg. Selain itu, semakin tua si pohon, semakin lebat buahnya.

Seperti apakah penampakan durian Bawor yang setebal Durian Monthong dan selegit Durian Petruk tersebut? Apakah Durian Bawor ini akan menjadi pesaing utama Durian Monthong yang konon asal bibit indukannya adalah Durian Indonesia juga yang asal Kalimantan?

Menurut saya Durian Bawor ini jauh lebih berkelas dari Durian Monthong. Buahnya tebal, rasanya soft legit. Tangan setelah memegang buah duriannya kita baui maka terasa tidak terlalu menyengat, padahal rasanya luegitt lho….

Berikut ini penampakan Durian Bawor.

Tahu nggak, buah tidak terlalu matang tapi rasanya sudah sempurna. Penampakan gigitan buah sbb, yummi…

Berikut ini gambar durian bawor yang pas matang nya.

Seluruh gambar ini adalah gambar Durian Bawor yang jenis nya berwarna kuning. Selain yang berwarna kuning juga ada durian bawor yang berwarna orange menyala.

Kelebihan durian bawor warna kuning adalah saat buah tidak terlalu matang, durian tetap berasa manis. Sedang yang berwarna orange menyala, saat tidak terlalu matang buah berasa lebih tawar tetapi saat sudah matang buahnya terasa lebih pahit legit!

Musim durian biasanya terjadi sekali dalam setahun. Berbeda dengan Durian pada umumnya, pohon Durian Bawor mempunyai keistimewaan yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu pohon berbunga dan berbuah sepanjang tahun! Sehingga, pohon dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Sementara, harga buahnya lebih mahal dari durian monthong, yaitu Rp50 ribu untuk setiap kilogramnya.

Saya rasa pantas jika harga buahnya lebih mahal dari durian monthong karena durian bawor ini memang lebih berkualitas dan lebih enak.

Pohon Durian Bawor ini mulai umur 3 tahun sudah belajar berbuah, bahkan ada yang sudah mampu berproduksi sampai 30 buah per pohon pada usia 3 tahun. Perhatikan gambar bibit durian bawor di atas, semua bibit di rekayasa menjadi berkaki tiga.., dua batang bibit tambahan disambung pada batang bibit utama. Hal ini dimaksudkan agar satu pohon bibit unggul ini mampu menyerap zat hara dari dalam tanah dengan kekuatan tiga batang pohon.

Perkiraan HASIL PANEN PERTAMA
Untuk bisnis skala rumah tangga, kita dapat memberdayakan pekarangan rumah. Lahan yang diperlukan adalah lahan berukuran luas lahan 10 m². Dengan lahan seluas itu, dibutuhkan 1−2 bibit pohon.

Dengan produksi ± 30 buah x 2 pohon = 60 buah. Asumsi bobot minimal 6 kg per buah dan harga buah @Rp30.000,- per kg akan menghasilkan Rp10.800.000,- saat panen.

Anda berminat menanamnya? ;)

Written by budiwiyono

January 24, 2012 at 12:37 am

Indonesia as Top 10 World Largest Economies at 2020

with 3 comments

Senangnya melihat Outlook masa depan Indonesia :)

Kilas balik sedikit:

“…. But the biggest praise will be for Indonesia: it will be the emerging-market star of 2011, with analysts lauding its innovative companies, growing middle class and relative political stability.” (Economist, 22 November 2010)

Roubini bilang:

“Goodby China, Hello Indonesia” !!

WOW!!!

Sebagai Ilustrasi:

Anak saya termasuk dalam kelompok umur yang jumlah nya paling besar di Indonesia (lihat gb. piramida penduduk, kelompok 5-9 thn).

Mereka akan produktif di kisaran tahun 2020-2030.

Bayangkan, saat itu Indonesia Dependency Rationya reversal ke arah super produktif. Kelompok umur yang paling besar di Indonesia, yang saat ini belum produktif, tahun 2025 mendadak jadi produktif.

Akan ada ledakan produktifitas kolektif lanjutan dari ledakan kelas middle yg sudah mulai terjadi saat ini

Tidak mengherankan jika  tahun 2020 Indonesia mulai masuk sbg Top 10 Largest Economies. Tahun 2030 Indonesia menjadi Top 6 Largest Economies..

So bagusnya jadi apa anak kita pada saat Indonesia sbg Top 6 Largest Economies di tahun 2030?

Written by budiwiyono

December 1, 2011 at 10:24 am

Pentingkah Bakat Genetik anak? (Parenting)

with 18 comments

Prof Sarlito berpendapat ekstrim, bakat genetik anak tidak penting. Tetapi saya tetap menganggap bakat genetik adalah modal dasar yang sangat penting.

No Problemo at all. Menurut budiwiyono.com, pendapat Prof Sarlito ini sebagai pengingat keras kita bahwa kepribadian anak sangat sangat ditentukan oleh pengalaman yang di dapat dari lingkungan.

Jika anda sudah mengenali bakat lahir anak, maka JANGAN LUPA mendidiknya di keluarga, sekolah dan lingkungan, karena disitulah pembentukannya. Seorang anak dengan bakal genetiknya baru merupakan raw material/bahan baku, bahan baku tsb perlu di olah di pabrik yaitu lingkungan (lingkungan = keluarga, sekolah dan lingkungan luar).

Jadi saya setuju, percuma punya anak berbakat jika tidak kita realisasikan dengan pembinaan & pendidikan. Apalagi menurut aliran yang dianut Prof Sarlito, bahwa kepribadian anak sepenuhnya ditentukan oleh pengalaman yang diperoleh dari lingkungan.

Terjemahan bebasnya adalah anak bisa dibentuk jadi apa saja!

Budiwiyono.com menambahi: anak bisa kita bentuk jadi apapun walaupun bakat genetik tidak mendukung! Akan tetapi akan lebih efektif, mudah dan cepat jika ada bakat genetiknya mendukung.

Berikut pendapat Prof Sarlito via @vinitokids:

Sy tdk pernah sarankan utk ikut psikotes kalau hanya utk ingin tahu. Buang2 duit. Tapi lbh sia2 lg kl buang duit utk tes SidikJari -Sarlito
Karena itu, untuk memeriksa itu diperlukan proses yang panjang (metode psikodiagnostik,assessment) dan duit yang lumayan banyak – Sarlito
Teori yang berlaku sekarang adalah bahwa kepribadian ditentukan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan – Sarlito
Pandangan bahwa kepribadian ditentukan oleh faktor bawaan (nativisme) sudah lama ditinggalkan psikologi – Sarlito cc @diahyusuf @annasahmad
Tdk bs diverifikasi bgmn hubungannya antara sidikjari( bawaan) dan sifat, minat, perilaku, apalagi karier – Sarlito @diahyusuf @annasahmad
Tes SidikJari diragukan ketepatannya http://bit.ly/ipQbm8

Bagaimana menurut pendapat anda?

Written by budiwiyono

May 15, 2011 at 7:58 am

Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1)

with 13 comments

Pada prinsipnya, profesional yang mengambil atau terkena program pensiun maupun pensiun dini, idealnya dipersiapkan terlebih dahulu. Tetapi kenyataan yang ada, umumnya kebanyakan belum sempat membekali diri / mempersiapkan diri untuk berpindah dari kuadran karyawan ke kuadran entrepreneur. Kebanyakan terkaget-kaget dn stress jika masuk ke dunia wirausaha.

Untuk itu, berhubung saya telah mendapatkan banyak ilmu dari para coach saya, untuk itu saya merasa perlu membagikan tips strategi usaha dan investasi yang cocok untuk para pensiunan.

Karekteristik Usaha

Karakteristik Usaha yang cocok untuk pensiunan menurut saya adalah:

  • sektor usaha yang resikonya terukur dan secara alamiah tahan terhadap siklus trend naik turun (artinya bukan komoditas yang harga di pasar bisa diombang ambingkan oleh bandar, contoh: bukan saham, komoditas CPO, termasuk emas yang dalam trend jangka pendek bisa naik turun, etc).
  • bukan bisnis spekulatif
  • mudah dioperasikan
  • value meningkat bahkan dalam keadaan didiamkan sekalipun
  • mengandung leverage/daya ungkit

Kenapa karakter usaha di atas perlu kita define di depan? Karena banyak sekali cerita-cerita pengalaman para pensiunan yang kecebur bisnis yang salah. Seperti cerita mantan pimpinan sebuah perusahaan Multi National Company yang pensiun kemudian terjun ke bisnis taxi. Seluruh pesangon di guyurkan, tetapi bisnis gagal karena bisnis tsb adalah bukan bisnis yang mudah dioperasikan. Perlu jam terbang dan skill yang spesifik. Sehingga beliau yang seharusnya menikmati “uang bekerja untuk kita”, jadi terpaksa mencari kerja lagi sbg karyawan.

Juga cerita-cerita Pensiunan yang kehilangan hartanya setelah mengguyurkan pesangonnya pada bisnis yang spekulasi seperti bursa saham, bursa komoditas dan lain-lain.

Tentu ada yang comment, emangnya ada bisnis yang gampang? Jawabannya: Ada!

Pada artikel ini saya akan lempar satu ide strategi untuk Pensiunan.

Menurut saya, masa pensiun adalah masa yang memerlukan aktifitas yang mengarah pada kegiatan spiritual. Jadi bisnis yang “mulia” bisa menjadi faktor pendorong yang memotivasi.

Salah satu ide yang sesuai dengan paparan kriteria di atas adalah Bisnis Properti. Bisnis properti yang cocok untuk Pensiunan salah satunya adalah Bisnis / Kerjasama Bisnis Pengembang Perumahan (Property Developer). Bisnis ini berisi banyak sekali cabang peluang pembukaan lapangan kerja, mulai dari jasa tukang, mandor, arsitek, tukang listrik, dst dst, bahkan setelah perumahan jadi akan muncul usaha-usaha disekitarnya mulai dari warteg, rumah makan, fitness center, klinik, apotik, dst dst. Jadi setuju khan, jika kita sebut bisnis ini adalah bisnis yang mulia.

Demand Pasar

Juga, secara demand trend, menurut Riset Markplus, Urban Movement di Indonesia akan makin kuat. Bayangkan, pada akhir tahun 2010,  50% penduduk Indonesia adalah kaum Urban yang tinggal di perkotaan, bahkan tahun 2025 makin menguat menjadi +/- 68% penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Jelas khan, jika akan makin banyak saja kota satelit di kota-kota besar di Indonesia.

Tapi… emangnya menjadi Pengembang Properti itu gampang coy? Tenang… tenang, nanti akan saya jelaskan strateginya.

Mengingat:

  • Pensiunan memiliki dana pensiun / pesangon yang bisa di manfaatkan untuk Investasi yang aman
  • Pensiunan umumnya tidak memiliki skill strategi pemilihan lokasi perumahan

Sehingga menurut saya, sebaiknya Pensiunan bekerja sama dengan Pengembang Property.

Pembagian tugasnya simple sbb:

  1. Pengembang: bertugas mendesign produk rumah, mendevelop lahan, mendevelop rumah, dan menjual rumah sampai habis dengan menciptakan profit yang menarik
  2. Pensiunan: pensiunan dapat mengambil peran dalam mengakuisisi lahan yang prospektif. Dalam hal ini pensiunan mengambil peran sbg Pemilik Lahan. Jika dana terlalu kecil bisa bersama-sama dengan teman-temannya. Jika tidak tahu lahan yang bagus seperti apa bisa konsultasi dengan Pengembang. Jika tidak bisa menemukan Lahan yang bisa di akuisisi, bisa bekerjasama dengan Mediator Lahan, fee nya relatif murah dan sangat masuk akal.
  3. Investor: investor biasanya meminjamkan dananya untuk disertakan dalam pendanaan Pengembangan Perumahan. Investor memiliki keahlian dalam menilai project yang layak.

Nah, dari ketiga pemain di atas, posisi manakah yang paling aman? Posisi mana yang paling tidak beresiko? Jawabnya adalah posisi nomor 2. Yaitu Pemilik Lahan. Kenapa? Karena selama Lahan di develop, maka Lahan TETAP atas nama si Pemilik Lahan. Lahan hanya berpindah pemilik hanya jika sudah ada akad dengan pembeli rumah (buyer). Selama belum ada penjualan rumah, maka Lahan TETAP atas nama pemilik lahan.

Setiap ada rumah yang terjual, maka akan ada pemindahan kepemilikan dari pemilik Lahan ke Pembeli rumah, setelah sertifikat di split.

Sedangkan peran Developer dan Investor yang bisa saja dijalankan oleh satu badan usaha adalah dalam posisi yang paling beresiko. Kenapa? Karena Developer dan Investor tsb membangun Lahan dan Rumah di atas tanah milik pihak lain!

Bandingkan pada sisi pemilik Lahan, dalam kondisi apapun, lahan masih milik pemilik lahan dan tiap tahun harga tanah naik terusss…

Saran saya, mulailah menindaklanjuti Lahan yang hot deal, yang harganya bagus dengan prospek yang bagus untuk anda akuisisi. Jika Lahan terlalu luas, ajaklah teman-teman anda bersama-sama mengakuisisi Lahan dan split lah ke atas nama anda masing-masing. Jadi, anda masing-masing mengantongi Sertifikat Lahannya sendiri-sendiri. Juga secara bersama-sama telah mengakuisisi Lahan yang relatif luas dan prospektif.

Contoh:

Lahan 1 Hektar (=10.000 meter persegi), dengan harga lahan rp. 500rb/m2,maka harga lahan keseluruhan = 10.000 * 500 rb = rp. 5 M. Jika per orang hanya bisa invest 250 juta, maka bisa mengumpulkan  sebanyak 20 orang.

Setelah masing2 telah memegang sertifikat lahan seluas 500 m2, secara bersama bisa memulai bekerja sama dengan Property Developer.

Sebagai gambaran, jika Lahan 1 Hektar, perkiraan Laba adalah sebesar rp. 2 M. Jika para pensiunan sbg pemilik Lahan menerima Share Laba sebesar 30%, maka Laba yang diterima adalah sebesar rp. 0.6 M secara bersama sama.

Jadi yang diterima masing-masing Pensiunan sebagai pemilik lahan adalah:

  1. Menerima pencairan penjualan tanah, jika di jual setahun kemudian, asumsi harga tanah naik 20%, maka masing-masing Pensiunan akan menerima: 1.2* 500rb* 500 meter= rp. 300 juta
  2. Menerima Laba Pengembangan properti= rp. 0.6M/20 = rp. 30juta (penambahan penerimaan laba senilai 12% dari nilai tanah)

Case diatas hanyalah contoh, dalam contoh ini modal rp.250 juta -> menerima rp.330 juta, RoI 32% dalam satu tahun. Cukup duduk manis dan biarkan uang yang bekerja untuk anda!

Dalam dunia nyata, profit bisa saja lebih dari rp. 2 M per Hektar Lahan. Umumnya, proyek dengan lahan 1 – 2 hektar bisa selesai mulai di develop s/d terjual habis hanya perlu waktu 1 – 1.5 tahun.

Setelah anda menerima penjualan tanah + laba pengembangan rumah, silakan anda ulangi proses ini ke proyek proyek yang lain :)

Sementara saya rasa cukup, silakan comment jika ada yang perlu didiskusikan :)

Semoga sukses, selamat menjadi Land Lord dan selamat membangun :)

Notes:

Artikel ini saya dedikasikan umumnya untuk semua pensiunan, khususnya untuk rekan-rekan Indosat yang saat ini menjalani Program Pensiun Dini. Semoga sukses, kawan.

Berlangganan gratis Strategi Kebebasan Finansial melalui Properti

Ingin informasi lebih? Jangan khawatir, silakan berlangganan Gratis untuk mendapatkan informasi terkini berbagai strategi membangun kemakmuran melalui Property. Juga info terkini rekan-rekan yang telah berhasil menerapkannya.

Pilih mana, jadi Hunter atau Farmer?

with 4 comments

Jika anda adalah Salesperson atau yang berniat jadi Salesperson.

Pilih mana, jadi Hunter atau Farmer?

Ralph. R. Roberts seorang top real estate salesman, telah berhasil menjual lebih dari 600 properti—ratusan kali lebih banyak dari rata-rata salesman.

Dalam buku Walk Like a Giant, Sell Like a Madman, master pemasaran legendaris ini menyarankan agar kita berhenti BERBURU untuk mencari prospek baru dan mulai BERTANI.

Yang mau “pinjam” bukunya PM saya.

Written by budiwiyono

February 19, 2011 at 1:09 am

Peluang menyongsong Ledakan Pasar Lapis Menengah (2)

with 3 comments

Lanjutan artikel sebelumnya : Peluang menyongsong Ledakan Pasar Lapis Menengah (1)

Budi Wiyono Wow! Akan makin banyak peluang :)
Ayo para Seniman Produk & Entrepreneur, siap-siap lah menampung disposable income target pasar :)

Yuswo Hady Berbisnis di social media murah meriah, modalnya cuma laptop, koneksi, plus hosting setahun sejuta perak, tapi bisa create value (money) tak terbatas mas. “Pabriknya” ada di otak, modalnya cuma dua: THINKING dan CREATIVITY. Pasti bakal boom… fresh graduate bakal makin males kerja kantoran, enakan kerja di rumah jadi SOCIAL MEDIA ENTREPRENEUR… viva social media

==

Consumer 3000 (2): Some Trends

by Yuswo Hady on Saturday, December 11, 2010 at 10:31pm

Minggu lalu saya telah menguraikan secara umum mengenai fenomena tembusnya GDP/kapita kita ke ambang batas psikologis US$3000 pada tahun depan (2011) dan bagaimana implikasinya kepada perubahan perilaku konsumen. Saya menyebut di situ bahwa dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi perubahan cepat konsumen Indonesia menuju terbentuknya Consumer 3000 yang didorong oleh dua perubahan fundamental, yaitu naiknya buying power dan meningkatnya pendidikan yang menjadikan mereka lebih knowledgable dan civilized. Berikut ini adalah beberapa tren ke depan yang saya lihat akibat munculnya Consumer 3000.

Democratize of Consumption

Naiknya daya beli Consumer 3000 akan menjadikan produk-produk yang dulunya hanya mampu dibeli kalangan atas kini sudah mampu dibeli oleh orang kebanyakan. Fenomena inilah yang saya sebut “demokratisasi konsumsi” (“democratize consumption”). Kebanyakan konsumen kita kini sudah mampu membeli produk-produk seperti lemari es, TV flat, telepon seluler, mobil seperti Avanza, Xenia atau Jazz (itu sebabnya macetnya Jakarta nggak ketulungan), paket-paket liburan (bahkan kini kita sudah biasa berlibur ke Universal Studio Singapura atau ke Pucket Thailand, tak hanya sekedar ke Bali), kartu kredit dan asuransi, tiket pesawat (itu sebabnya Bandara Soekarno-Hatta lebih krodit dari stasiun Gambir).

The Rise of “Mass Luxury”

Banyak barang-barang yang dulunya merupakan barang mewah, tanpa terasa kini downgrade menjadi “tidak mewah-mewah amat”. Saya lebih suka menyebutnya dengan istilah “mass luxury”. Tanpa kita sadari, kini mobil Mercy-BMW sudah “tidak lagi” menjadi mobil mewah. Kenapa? Ya, karena kita melihatnya berseliweran tiap hari di jalan-jalan, termasuk melenggang di jalan-jalan kampung yang becek. Dan yang penting, begitu banyak kelompok masyarakat kita (termasuk kelompok yang bukan berasal dari kalangan atas) yang memiliki mobil tersebut. Mobil Alphard adalah “mass luxury”; Kartu kredit gold dan platinum adalah “mass luxury”; apartemen di Segitiga Emas adalah “mass luxury”. Barang-barang tersebut mewah, tapi semakin terjangkau oleh kantong kita.

Smart Consumer: “Hyper Value-Oriented”

Meningkatnya pendidikan membentuk Consumer 3000 menjadi smart consumers yang selalu kritis menimbang-nimbang produk dan layanan yang mereka beli. Berbekal informasi yang kaya (yang di-search di Google) secara cerdas mereka membandingkan benefit produk yang mereka beli dengan harga yang harus dibayar. Tak heran jika boom midnight sale terjadi di mal-mal di berbagai kota, yang diserbu smart consumers ini. Tak heran juga jika value-for-money brand seperti Nexian mengalami boom luar biasa. Ya, karena konsumen cerdas ini lebih memilih Nexian yang memiliki functionality yang sama dengan Blackberry, tapi dengan harga yang jauh lebih murah.

More Competitive, More Mobile

Ketika populasi Consumer 3000 sudah cukup besar, maka makin banyak kelompok masyarakat yang memiliki pekerjaan bagus dengan gaji yang cukup memadai. Dengan buying power yang cukup dan basic needs yang sudah terlampaui, maka kebutuhan untuk mencapai kesuksesan di karir dan pekerjaan menjadi urgensi yang kian penting. Mereka pun menjadi semakin kompetitif dan ingin selalu produktif. Mereka menjadi semakin mobile dengan semakin banyaknya urusan. Pemilik merek cekatan merespons tren ini, misalnya, membuat kemasan yang “one-time consumed” seperti yang dilakukan oleh Coca Cola dengan kemasan kecil (genggam). Begitu pula Pulpy Orange (kini diikuti Buavita) yang jeli meluncurkan produk kemasan kecil sekali minum yang memang pas untuk orang yang mobile dan sibuk.

We Need a Place to Talk

Ketika treshold $3000 sudah terlewati maka basic needs (food, shelter, sex, sleep) pun sudah terlewati. Yang muncul kemudian adalah kebutuhan yang lebih advance seperti status sosial, aktualisasi, self-esteem, narsis, bersosialisasi dan berkomunitas, dan sebagainya. Karena pergeseran ini, tidak heran jika Starbuck dan J.Co sukses luar biasa. Tak heran juga KFC dan McDonalds berubah fungsi menjadi kafe tempat nongkrong. Konsep ritel dan kantin 24 jam (dengan koneksi WiFi-nya tentu saja) seperti 7-Eleven atau McCafe juga dikerumuni anak nongkrong sampai pagi. Saat ini juga muncul kebiasaan baru, dimana anak-anak muda berjejaring sosial di Facebook atau Twitter, lalu “kopdar” (kopi darat)-nya di 7-Eleven atau McCafe.

Civilized Consumers

Beranjak naiknya pendidikan Consumer 3000 juga menjadikan mereka lebih civilized. Karena itu, saya meramalkan dalam kurun waktu yang tak lama peminat software bajakan dan VCD-DVD bajakan akan berkurang (thanks God, gedung-gedung bioskop bakal tambah ramai). Sinetron yang absurd dan membonsai otak pemirsa akan semakin sepi peminat. Begitu juga film-film yang judulnya menggunakan atribut-atribut menyeramkan seperti “Kuntilanak”, “Pocong”, atau “Sundel Bolong” akan menyurut; sebaliknya film hebat semacam “Laskar Pelangi” atau “Ayat-Ayat Cinta” kian menjadi mainstream.

Tecnology Savvy: Gadget Freak!!!

Ketika basic needs sudah terlampaui, maka kebutuhan gadget dan produk-produk konsumsi berteknologi seperti ponsel, kamera, digital music player, hingga komputer tablet akan mendominasi. Tak heran jika iPad dan Galaxy Tab laris bak kacang goreng. Gampang diprediksi, antrian mengular seperti di Plasa Senayan saat Galaxy Tab launching dua bulan lalu bakal berulang saat Blackberry Playbook, Dell Streak, atau HP Slate nanti meluncur di pasar. Begitupun App Store dan Android Market bakal menjadi tempat favorit untuk mengunduh apps. Consumer 3000 tahu ditel mengenai gadget-gadget terbaru di dunia karena mereka begitu gampang mendapatkan informasinya melalui blog, Facebook, Twitter, dan sebagainya.

Modern Retail Explosion

Tergusurnya pasar tradisional oleh modern retail 5-10 tahun lalu menjadi isu sosial-politis yang sensitif. Namun kini, isu tersebut semakin melunak. Kenapa? Karena kita semakin “terbiasa” dengan layanan lebih baik yang ditawarkan oleh modern retail seperti Indomaret atau Alfamart. Kombinasi antara konsumen yang knowledgable dan memiliki buying power tinggi membentuk Consumer 3000 menjadi konsumen yang high-demanding. Mereka menuntut value tinggi (convenience, bersih, ber-AC, dan dengan harga kompetitif) yang bisa dipenuhi oleh modern retail. Karena kenyataan ini, ledakan modern retail bakal terjadi untuk berbagai retail category mulai dari barang konsumsi sehari-hari (Indomaret/Alfamart), kelontong dan perkakas (ACE Hardware), apotik (Apotik 24), elektronik (Electronic City), bahan bangunan (Mitra-10), spare-part otomotif (Shop & Drive), dan lain-lain.

“Broadband Hunger”: Social Media Boom

Consumer 3000 juga adalah jenis konsumen yang sangat lapar koneksi broadband. Mereka berjejaring sosial di Facebook dan Twitter, mengoleksi beragam gambar di Flickr, dan men-download/upload video di YouTube, dan menampung presentasi di Slideshare. Tak hanya itu, mereka adalah kelompok konsumen yang paling siap melakukan e-commerce untuk berbagai produk seperti gadget, buku, software, beragam apps (di App Store atau Android Market). Karena itu beberapa tahun ke depan, kisah sukses e-commerce seperti Kaskus, Bhineka.com, atau TokoBagus.com bakal disusul ribuan kasus sukses berikutnya.

Era Satu Miliar Wirausaha

McKinsey&Co. secara umum mendefinisikan kelas menengah (middle class) adalah mereka yang memiliki pendapatan “menganggur” (disposable income, yaitu pendapatan sisa di luar yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari) mencapai 1/3 dari keseluruhan pendapatan. Disposable income ini merupakan dana sisa yang siap diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk bisnis. Nantinya akan banyak profesional dan pekerja kantoran yang sudah cukup disposable income-nya akan nyambi menjadi entrepreneur dengan berinvestasi di bisnis franchise. Pilihan lain mereka terjun secara full-time menjadi social media entrepreneur. Kenapa social media entreppreneur? Karena berinvestasi untuk menjadi social media entrepreneur menuntut investasi yang relatif rendah tapi memilki potensi luar biasa karena merupakan sunrise business. Karena itu saya memprediksi franchise entrepreneur dan social media entrepreneur bakal boom dalam beberapa tahun ke depan.

Welcome Consumer 3000! ***

Written by budiwiyono

December 11, 2010 at 11:02 pm

Peluang menyongsong Ledakan Pasar Lapis Menengah (1)

with 5 comments

Artikel mas Yuswohady di bawah ini isinya sangat senada dengan materi yang disampaikan Pak Faisal Basri pada Markplus’s Marketeers Club.

Budi Wiyono
Nice Article!
Kemarin saya juga dapat update di Markplus Marketeers, dipaparkan secara lugas (gak pake tedeng aling-aling) oleh Faisal Basri.

Perlu banyak tulisan Positif dalam menyongsong Breakout angka 3000 Mas…

Trend ini juga didukung dengan Capital InFlow yg berbeda dari tahun2 sebelumnya. Rasio Longterm Investment lebih bagus, dari 1:5 menjadi 1:2

Yuswo Hady
@Budi, @Tatty betul, momentum GDP/kapita $3000 harus direspons dan disikapi secara serius oleh pemerintah dan pelaku bisnis di negeri ini. Menilik ke Cina, bahkan Perdana Menteri Hu Jintau sendiri (pada tahun 2004) yang mengikrarkan dan me…ngajak seluruh komponen masyarakat agar Cina bisa cepat mewujudkan GDP/kapita $3000.Jadi jauh sebelum angka tersebut ditembus (karena visi Cina akan mencapainya di tahun 2020, tetapi karena komitmen yang tinggi dari bangsa besar ini akhirnya terwujud tahun 2008) Cina sudah mempersiapkannya (misalnya persiapan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, dsb). Sehingga begitu angka tsb ditembus, negara ini sudah memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengakomodasi ledakan pertumbuhan yang terjadi.

Di Indonesia, hanya segelintir ekonom dan pejabat yang peduli dengan angka psikologis ini. Ketika posisi angka $3000 sdh ditembus saat ini, kita melihat kondisi infrastruktur kita baik jalan tol, bandara, pelabuhan yang memprihantikan dan overloaded. Karena itu tak terhindarkan akan terjadi “bottleneck” yang berakibat accelerated development di atas tak sehebat di Cina atau Korsel. Let’s seeSee More

==

Consumer 3000

by Yuswo Hady on Saturday, December 4, 2010 at 2:34pm

Minggu lalu (27/11) saya diundang SmartFM untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar Economic Outlook and Business Strategy 2011. Bersama beberapa pembicara lain, antara lain, ibu Aviliani, kami membahas perubahan lanskap bisnis tahun depan. Blessing in disguise, berkat seminar itu seminggu sebelumnya saya kurang tidur karena “keranjingan” menelusuri data demi data untuk bahan presentasi saya. Kenapa keranjingan? Karena saya mendapatkan sebuah temuan yang sangat menarik yang kemudian memacu andrenalin saya untuk menelusurinya.

Temuan menarik tersebut adalah kenyataan bahwa tahun depan (2011) untuk pertama kalinya GDP/kapita (nominal) Indonesia bakal menembus angka US$3000.  Saya periksa data IMF (International Monetary Fund) tahun ini diprediksikan GDP/kapita kita sebesar $2.963 dan tahun depan mencapai $3270. Sadarlah, kini kita sudah tidak lagi negara berkembang. Dengan jumlah penduduk 240 juta, Indonesia adalah negara besar dengan kekuatan ekonomi yang bakal sejajar dengan negara-negara besar lain seperti Cina, India, Brasil, atau Rusia.

Apa istimewanya angka GDP/kapita $3000? Menilik pengalaman negara lain, $3000 adalah angka batas (treshold) suatu negara yang akan masuk dalam jajaran negara maju. Ambil contoh Korea Selatan. Begitu Korea Selatan mencapai level angka GDP/kapita $3000, negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat (accelerated development) secara terus-menerus selama 11 tahun. Saking “kramat”-nya angka $3000 ini, Pemerintah Komunis Cina pada tahun 2002 pernah mencanangkan target GDP/kapita $3000 ini dicapai pada tahun 2020. Namun apa yang terjadi? Cina mampu menembus angka psikologis itu di tahuh 2008-2009, dan setelah itu menikmati akselerasi pertumbuhan yang sangat fenomenal.

Kenapa bisa begitu? Karena lapis masyarakat kelas menengah (middle class) dari negara yang GDP/kapita-nya menembus $3000 sudah begitu besar, sehingga kelompok ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang sangat powerful. Majalah Economist edisi 12 Februari 2009 mengenai tumbuhnya kelas menengah di negara-negara sedang tumbuh (emerging countries) mendefinisikan kelas menengah ini adalah mereka yang memiliki pendapatan “menganggur” (disposable income) 1/3 dari keseluruhan pendapatan.

Disposable income inilah yang mereka pakai untuk membeli produk dan layanan “advance” seperti mobil, AC, lemari es, TV flat, gadget terbaru, layanan perbankan dan asuransi, berwisata ke luar negeri (nggak hanya ke Bali), nongkrong di cafe, hingga konsumsi broadband internet. Kuatnya permintaan dari kelas menengah inilah yang berpotensi mendorong tumbuhnya industri yang terkait secara meluas, yang pada gilirannya menggerakan laju pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.

Mengacu ke konsep kebutuhan dan motivasi manusia dari Maslow, begitu suatu masyarakat menembus angka psikologis $3000, maka kebututhan dasar (basic needs) sudah lewat. Karena itu mereka mulai naik ke atas, masuk ke kebutuhan yang lebih advance seperti self-respect, status sosial, kebutuhan bersosialisasi, dan sebagainya. Itu sebabnya tak mengherankan jika Starbuck begitu sukses di negeri ini. Atau, McDonalds dan KFC sekarang sudah berubah model, bukan fast food lagi, tapi sudah menjadi kafe. Coba saja Anda datang ke McDonalds dan KFC yang 24 jam, pada pukul 12 malam, pasti ramainya minta ampun. Mereka tak sekedar makan, tapi kongkow-kongkow, ada yang kerja dengan laptopnya, ada juga yang melakukan business meeting.

Macetnya jalan di Jakarta dan kroditnya bandara (melebihi stasiun dan terminal) juga merupakan bukti sudah hadirnya kelas menengah dan konsumen dengan buying power tinggi di negeri ini. Kemacetan Jakarta tak lain adalah akibat dari begitu banyaknya konsumen yang sudah mampu beli mobil, tapi panjang jalannya tidak bertambah. Begitu juga, kroditnya bandara adalah akibat begitu banyak konsumen kita yang sudah mampu beli tiket pesawat, tapi tidak didukung bertambahnya ruang bandara.

Apa implikasi dari tembusnya GDP/kapita kita ke angka ambang $3000? Saya memprediksikan akan terjadi revolusi konsumen. Tembusnya ambang $3000 akan memunculkan “konsumen baru” dengan psikografi, sosiografi, dan perilaku yang berbeda dengan yang ada sebelumnya. Konsumen baru itu saya sebut: “Consumer 3000”.

Di samping memiliki buying power yang tinggi, Consumer 3000 juga more educated, more knowledgable, more civilized. Mereka lebih modern, memiliki global mindset (thanks to Internet!), mereka juga lebih technology savvy yang haus gadget seperti Galaxy Tab atau iPad. Secara natural dan pelan tapi pasti, mereka akan menjadi konsumen yang lebih health-conscious dan environmentally-concern.

Tapi ingat, karena mereka more educated dan more knowledgable, maka mereka akan lebih rasional dan sangat kritis dalam menentukan pembelian dan memilih barang-barang yang akan mereka konsumsi. Karena itu Consumer 3000 adalah jenis konsumen yang sangat value-oriented. Artinya, mereka sangat kritis menimbang-nimbang dan mengkaji value dari produk yang ditawarkan. Mereka tidak lagi melihat dunia barat (dengan teknologi, merek, gaya hidup-nya) secara “terpana” dan “wah”. Mereka memiliki global mindset tapi tidak membabi-buta dalam mengonsumsi merek-merek global; value tetap menjadi ukuran terpenting bagi mereka dalam memutuskan pembelian.

Dengan tembusnya $3000, maka konsumen jenis baru ini akan tumbuh dengan pesat dan akan mewarnai pembelian dan konsumsi produk dan layanan di berbagai industri. Karena itu setiap marketer di negeri ini harus cermat memantau perubahan perilaku konsumen baru ini, dan kemudian meresponnya dengan strategi-strategi pemasaran yang relevan.

Transisi dari kondisi lama ke baru selalu diikuti dengan kondisi chaotic sebelum transisi tersebut mencapai keseimbangan baru. Karena itu, saya meramalkan kemunculan Consumer 3000 ini di Indonesia akan memicu munculnya “gempa tektonik” dalam jagat pemasaran di Indonesia. Dan dalam setiap keadaan yang tidak menentu selama “gempa tektonik” tersebut pasti terdapat banyak peluang (sekaligus ancaman) yang bisa dipetik oleh marketer. Siapa jeli, pasti dia dapat. “Welcome Consumer 3000”. *

Written by budiwiyono

December 11, 2010 at 10:54 pm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 316 other followers