Archive for the ‘Get Inspired’ Category
Potret Belanja Online di Indonesia 2010
Representasi dari hampir 30 juta konsumen pengguna internet Indonesia. Rekomendasi WoM merupakan driver adopsi belanja online, 62% via Social Media, teman dan keluarga. Juga ada trend di Aspac bahwa belanja produk tertentu seperti consumer electronics selalu didahului dengan aktifitas calon buyer meliputi Review Product, Riset Product dan bahkan tanya jawab… via Online!
Metode payment dengan Credit Card masih kurang dipercaya di Indonesia relatif jika dibandingkan dengan trend global.
Selengkapnya:
====
Potret Belanja Online di Indonesia 2010
Wednesday, July 14th, 2010
oleh : Siti Sumaryati
Swa.co.id
The Nielsen Company of Indonesia meliris riset teranyarnya tentang belanja onlne di dunia. Riset yang diselenggarakan di 55 negara tempat Nielsen beroperasi dengan 15 zona waktu yang berbeda ini melibatkan 27 665 pengguna internet. Di Indonesia sendiri, riset ini diselenggarakan pada 8 – 28 Maret 2010 dengan jumlah responden lebih dari 500 pengguna internet di kota-kota besar di Indonesia. Dengan jumlah responden lebih dari 500 ribu tersebut merepresentasikan hampir 30 juta konsumen pengguna internet Indonesia.
Konsumen Indonesia tidak berbeda dengan Asia Pasifik dan global dalam berbelanja internet. Mereka akan membeli produk berturut-turut (4 besar jawaban tertinggi): buku, pakaian/aksesoris/sepatu, tiket pesawat/reservasi, dan electronic equipment dalam 6 bulan ke depan. Walau demikian, angka persentase konsumen Indonesia masih lebih kecil dibanding Asia Pasifik dan dunia. Produk yang paling sedikit dibeli oleh konsumen Indonesia secara online dalam waktu 6 bulan ke dapan hanya bunga dan minuman beralkohol masing-masing 1%. Sementara di Asia Pasifik adalah sewa kendaraan hanya 5% responden yang menjawab.
Ketika ditanya apakah akan membeli produk komputer software secara online (bukan men-download) dalam 6 bulan ke depan, 16% responden menjawab ya. Angka ini merupakan tertinggi ketiga di Asia Pasifik setelah India (21%) dan Vietnam (17%) lebih besar dari Asia Pasifik yang hanya sebesar 12%. Ini merupakan sinyal positif bahwa konsumen Indonesia sebenarnya sudah mulai sadar akan hak cipta dan tidak hanya menggunakan produk bajakan.
Sedangkan website seperti apa yang sering digunakan dalam berbelanja online, 25% responden mengatakan situs untuk toko yang hanya menyediakan layanan belanja online, 21% situs yang juga memuat outlet produk batu bata dan semen, 18% situs yang memungkinkan respnden untuk memilih produk dari berbagai toko online, dan hanya 4% yang menyukai situs belanja online yang juga memjual produk melalui katalog dan telpon. Sisanya sebanyak 32% responden tidak pernah berbelanja online. Angka ini menurun dibanding Q4 2009 yang sebanyak 37%.
Anggaran yang mereka keluarkan untuk belanja online yang terbanyak adalah sampai 10% dari total belanja bulanan (76%), antara 11%-50% (23%) dan hanya 1% respoden yang belanja 50-75% dari anggaran belanja bulanan.
Konsumen Indonesia ternyata masih memerlukan dorongan orang lain untuk belanja online. Sebanyak 62% menggunakan bantuan media sosial dan rekomendasi keluarga atau teman untuk memutuskan belanja online. Hal ini juga terjadi dengan rata-rata konsumen di Asia Pasifik. Untuk pembelian produk-produk seperti consumer electronic dan software, mereka sangat hati-hati. Mereka membutuhkan review produk dan perlu riset terlebih dahulu dan tidak akan memberli produk tersebut tanpa consulting online terlebih dahulu.
Walaupun belakangan ramai kasus ketidakpuasan pelanggan di media, namun konsumen Indonesia masih ramah dan sopan. Mereka tidak terllau menyukai membagi pengalaman buruknya dari belanja online, 70% responden Indonesia menjawab tidak, berbeda dengan Cina yang 62% menjawab ya.
Sedangkan metode pembayaran yang sering digunakan adalah melalui PalPay (22%), kartu debit (20%), transfer bank(18%), kartu kredit (17%) dan transfer uang (14%). Ini berbeda dengan konsumen global yang memilih kartu kredit (44%), PalPay (15%), kartu debit (12% dan COD (12%) untuk pembayaran belanja online. Tampaknya konsumen global sudah lebih memercayai transaksi online dengan kartu kredit sementara konsumen di Tanah Air masih rentan terhadap penipuan kartu kredit.
Semantic Web
Luar biasa perkembangan Semantic Web. Silakan dinikmati semoga berguna.
As the Web has matured, we’ve learned how to augment web pages with information that makes the pages easier to index by search engines. This practice is called Search Engine Optimization, and while it helps lead people to answers, it doesn’t provide answers. Put another way, instead of asking Google “What cameras are available for the iPad?” we search for “iPad camera” then use the returned results to answer our real question. The Semantic Web would be able to provide the answer more directly.
As part of its Open Graph program, Facebook has chosen to use RDFa, code that augments HTML pages with meaning. Google is also using RDFa in order to produce “rich snippets,” convenient summary information about search results at a glance. Many of their examples are for product reviews.
Best Buy began using RDFa in its web pages about two years ago in order to share more information about its stores. They leverage Good Relations, a vocabulary created specifically for e-commerce.
GoodRelations is a standardized vocabulary for product, price, and company data that can (1) be embedded into existing static and dynamic Web pages and that (2) can be processed by other computers. This increases the visibility of your products and services in the latest generation of search engines, recommender systems, and other novel applications.
The retailers that include semantic aspects in their websites will have an advantage over those that don’t. Best Buy has already reported an unexpected 30% increase in search traffic. As more sophisticated crawlers appear, retailers need to expose their data in new ways that enhance a shopper’s ability to find exactly what they’re looking for.
Berikut Slide GoodRelations…
Tradeshift, the “Skype for e-Invoicing”
Untuk pasar Indonesia laku gak ya?
===
Tradeshift, which has been described as the “Skype for invoicing”, has announced a raft of new partners in the SaaS accounting space, along with plans to open up its API to enable more third-parties to tie into its free invoicing system.
The launch partners who have had access to a beta version of Tradeshift’s API include: ERPLY (free ERP system), E-conomics (a SaaS accounting solution provider), Workbook (a specialized platform for the media business), Office123 (an open-source ERP system), Continia (bank payments systems), Winfinans (Windows-based desktop accounting), and Ibistic (the leading e-invoicing workflow system in Scandinavia).
This, says the company, in which early Skype investor Morten Lund is an adviser, puts it on track to bring “directly integrated electronic invoicing” to more than 100,000 small European businesses over the next 6 months.
Tradeshift, which competes with Maventa.com, is working on what it positions as the world’s first free invoicing platform – essentially dragging invoicing and business transactions into the 21st century via open standards and the cloud – news which we broke on its launch in February. However, the roll out of its API brings into focus more ambitious plans to become “the cloud platform linking what so far have been isolated islands of business software”, says co-founder and CEO Christian Lanng.
The Tradeshift API will launch publicly on the 1st of August 2010 to enable anyone who wants to build connected business software on top of the company’s platform making it possible for developers to create applications that utilize the Tradeshift Business Network Infrastructure in order for users to exchange business documents over the network.
Source: techcrunch.com
4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan (Tanadi Santoso)
Berikut tulisan Tanadi Santoso yang sangat menginspirasi…
==
In Pursuit Of Elegance (~ Matthew E. May)
Why the Best Ideas have Something Missing.
Elegan. Mengapa idea yang terbaik selalu tidak lengkap?
Konsep menarik ini adalah bagaimana membuat sebuah “produk” itu bisa menjadi “elegan” dan menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Pengetahuan ini akan membuat kita mampu memanfaatkannya untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih menarik, lebih menggiurkan, lebih disukai, lebih tepat guna, lebih diinginkan, lebih pas, atau dalam bahasa Matthew, lebih elegan.
Ada 4 kunci yang membentuk konsep ini.
Yang pertama adalah symmetry atau keselarasan. Kalau forensik menemukan separoh wajah anda dan diinstruksikan untuk mengkonstruksi ulang maka akan terbentuk wajah yang sangat amat mirip dengan wajah anda sebenarnya, karena wajah kita, otak kita, tangan kaki kita, semuanya dalam format simetri.
Simetri adalah keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Alam dilengkapi dengan simetri. Gambar salju dapat digambar dari segitiga kecil, ditambahkan segitiga lagi, dan seterusnya. Hutan lebat, digambarkan pohon dengan dahan yang rumit, maka kalau kita sederhanakan akan terasa kesamaan dari ranting-ranting kecil yang membentuk daun dan dahannya sampai bentuk keseluruhannya. Elegan design memiliki simetri.
Kunci kedua adalah rayuan. “Seduced by Nothing” ini menerangkan, bahwa manusia sejak bayi selalu tertarik akan misteri, keingintahuan, atau ketidak lengkapan sesuatu.
Senyuman Monalisa dianggap misterius, dan membangkitkan banyak emosi yang berbeda dari orang yang melihatnya. Ada kesedihan, kebahagiaan, mencomooh, rayuan tersembunyi, bahkan amarah. Riset mendalam menunjukkan bahwa Leonardo sengaja menyamarkan dan mengaburkan beberapa bagian pada senyumnya, sehingga apa yang dilihat orang satu akan beda dengan orang lain, tergantung bagaimana otak dan asumsi orang yang melihatnya. Sehingga lukisan Monalisa ini bisa menjadi seperti cermin, menggambarkan kembali apa yang ingin anda artikan.
Presentasi perkenalan produk baru iPhone, yang kontan menjadi buah bibir semua orang yang melihat presentasi Steve Jobs, juga penuh misteri. Karena setelah demo itu, tidak ada lagi berita detail apapun, tidak ada iklan apapun, dan tidak ada keterangan apapun dari Apple, untuk waktu berbulan bulan. Kehausan akan rasa ingin tahu, dibiarkan menjadi senjata “Word Of Mouth” yang sangat sukses dalam promosi iPhone.
Ketiga adalah Laws of Substraction, atau Hukum Pengurangan, juga menjadi faktor kunci suksesnya iPhone. Steve Jobs yang selalu sangat fanatik pada design, mengutamakan kesederhanaan, computer mouse dengan satu tombol, komputer tanpa internet kabel, iPod tanpa banyak tombol, dan iPhone juga akhirnya diluncurkan dengan layar sentuh tanpa tuts keypad. Kesederhanaan adalah kunci elegan. Bisnis Hotel mengurangi pelayanan yang tidak dihargai pelanggannya untuk mampu menawarkan kamar baik dengan harga murah. Kita perlu hilangkan hal2 yang tidak penting buat pelanggan kita.
Kunci keempat, “On Sustainable Solution”, atau solusi yang bisa bertahan lama, mengajarkan tentang pemikiran yang mendalam. Sustainable hanya bisa dicapai kalau kita mencari jawaban dengan sangat mendasar. Solusi yang optimal, dan tidak cepat puas dengan jawaban yang pertama muncul, dan dapat bertahan dalam panjangnya waktu, adalah jawaban yang elegan. E=mc2 nya Einstein, Teori evolusinya Darwin, adalah salah satu contoh yang bertahan dalam perubahan waktu.
Pemikiran ini berguna bagi, pelukis, designer produk, pelaku advertising, dan pebisnis. Empat kunci dasar ini dapat diaplikasikan pada layanan dan produk, pada penulisan cerita fiksi atau pembuatan filem, pada pembuatan iklan, ataupun dipakai untuk memberikan solusi yang paling elegan pada persoalan bisnis kita.
Ori Source: Tanadi Santoso.
Inspirasi Agrobisnis Indonesia
Tercengang setelah sempat melihat permadani kebun di Sumatra via udara, amaze…
Teringat kembali hampir 43% Warga Indonesia bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan/hotel/restoran.
Jika 43% Farmers tsb bisa di bina + di arahkan menciptakan value add dgn berkebun/bertani dan juga mengolah hasil agro mereka, sehingga mereka selain sbg farmer juga diajari menciptakan value add / menjadi manufacturer ringan, wow akan DASYAT!
Pantesan Industri kompetitor sawit memakai berbagai alasan lingkungan untuk memukul harga CPO.
Ada yang bisa kasih inspirasi apa saja yang bisa diolah farmers kita?
Dimulai dari saya yach…
Saya pikir KUD-KUD di daerah perkebunan Sawit rakyat harus bisa mengajak petani untuk turut mengadakan Pabrik CPO mini. Jadi TBS petani tidak ada kejadian busuk lagi karena tidak kebagian proses di Pabrik CPO eksisting.
Kemudian, KUD juga wajib berinovasi untuk memikirkan value add yang melibatkan petani dalam produksinya. Seperti produksi minyak goreng yang sesuai standar SNI.
Katanya neh, jika kita bandingkan: Petani menjual TBS dibanding jual sbg Minyak Goreng, maka value produk menjadi 6X lebih mahal.
Ada yang bisa bantu how nya?
Silakan komentarnya jika ada ide yang lain.
Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia
Orang Singapura tsb saja tahu yach…
Kenapa banyak orang Indonesia sendiri yang gak sadar ?
===
PENILAIAN ORG SINGAPURA. TERHADAP INDONESIA
by Andy Rachmat
Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata, “Ur country is so rich!”
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu… “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras..
Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..
Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULES THE WORLD!!!
Creative Solutions Awards (CSA) 2: “Kreatifitas Sejati Tidak Pernah Pudar”
CSA Lintasarta yang ke 2 (CSA2) telah dilaunch pada tanggal 5 April 2010.
Aplikasinya baru dan mengadopt Social Networking secara massive. Bahkan juga tersedia aplikasi Facebooknya di URL: http://apps.facebook.com/creativesolutions/ atau anda bisa search di FB dengan keyword: “CSA Lintasarta”.
CSA kini lebih kreatif, lebih seru, dan lebih menantang dalam wujud CSA 2. Dengan hadiah yang menarik, dan tambahan fitur jejaring sosial untuk menjalin komunikasi aktif antar peserta, CSA 2 siap menjadi jembatan penyampaian ide-ide kreatif pemanfaatan solusi Lintasarta, dari Anda kepada dunia bisnis Indonesia.
Di CSA2 lebih seru karena selain berkompetisi mengadu kreatifitas, seluruh pesertanya dapat saling berkomunikasi meng-update status, mengirimkan pesan, dan chatting langsung di www.creativesolutionsaward.com. Para peserta juga dapat selalu mengikuti perkembangan CSA 2 melalui Facebook dan Twitter.
Kami Tunggu Partisipasi Anda ^.^
Setiap peserta yang ide kreatifnya berhasil dipublikasikan di www.creativesolutionsaward.com akan mendapatkan hadiah langsung berupa sertifikat dan T-shirt unik.
Ayo segera kunjungi www.creativesolutionsaward.com dan rebut penghargaan sebagai peserta paling kreatif serta hadiah-hadiah menarik: Netbook, Blackberry, T-shirt unik & sertifikat apresiasi.
Provided by: Lintasarta
Official Media Partner: Bisnis Indonesia & Smart FM
Caranya Gampang!
- Kunjungi www.creativesolutionsaward.com.
- Registrasi untuk menjadi peserta dengan menggunakan nama dan alamat email atau account facebook ataupun twitter Anda.
- Pilih dan jawab pertanyaan sesuai dengan tema bulanan yang sedang berlangsung dengan ide-ide kreatif Anda
- Format ide yang dapat dimasukkan berupa paragraf singkat berisi uraian dalam Bahasa Indonesia. Anda juga dapat melengkapi ide dengan gambar-gambar dan skema pendukung.
- Pada setiap tema (periode 4 minggu) CSA 2 akan menentukan 4 orang pemenang yang terdiri dari:
Dwiminggu Pertama :
- 1 pemenang pilihan juri mendapatkan 1 Netbook
Dwiminggu Kedua :
- 1 pemenang pilihan juri mendapatkan 1 Netbook
- 1 pemenang pilihan peserta (by vote) mendapatkan 1 BB Gemini
- 1 pemenang pilihan peserta (by comment) mendapatkan 1 BB Gemini
Monggo silakan diramaikan yach! Anda kreatif khan ?
Pelajaran dari Business Wisdom Einstein
Menarik neh penulisan ulang artikel “10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein” oleh mas Siwo…
Saya copas, semoga meng-inspirasi rekan-rekan semua…
Twitter di BB-ku meraung-raung.
Lalu pop-up, muncul tweet dari seorang teman nggak tahu dari belahan bumi mana: “jhagel: 10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein http://j.mp/b4SEtM. Saya coba telusur link-nya, lalu sejenak kemudian mata saya membelalak: “hebat betul pelajaran-pelajaran hidup yang diwariskan Albert Einstein untuk kita semua”. Saya harus sharing-kan ke banyak orang!
Saya tak menelan mentah-mentah 10 pelajaran itu tapi saya ambil cuma lima, biar gampang dicerna para pembaca (Ingat! Kalau Anda punya 100 item prioritas, maka sesungguhnya Anda TAK punya prioritas!!!). Penginnya tahu semua eh… malah lupa semua, karena kebanyakan. Tak hanya itu, saya coba interpretasi 5 pelajaran berharga dari `Einstein itu secara khusus dalam konteks pemasaran, khusus saya peruntukkan bagi para marketers. Berikut ke-lima pelajaran berharga tersebut.
#1 Be Passionatelly Curious
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”
KEINGINTAHUAN adalah sumber kekuatan paling dasar seorang marketer. Dari sebuah keingintahuan, seorang marketer akan bisa menciptakan breakthrough product sehebat iPad atau kopi Starbuck (hehehe… soalnya artikel ini ditulis pas di warungnya Starbuck). Dari rasa keingintahuan yang menggelora, seorang marketer akan tahu persis apa yang diperlukan oleh konsumennya. Dari rasa keingintahuan, seorang marketer akan tahu betul bagaimana harus melakukan enggagement dan menjadi “curhat center” bagi konsumennya.
Dyonius Beti, merevolusi industri motor di Tanah Air salah satunya karena ia sukses meluncurkan breakthrough product sehebat Yamaha Mio. Sumbernya adalah rasa keingintahuan pak Dion mengenai apakah perempuan butuh motor yang pas dan khusus dirancang untuk mereka. Steve Jobs mampu meluncurkan produk-produk hebat sepanjang sejarah—The three “iP”: iPod, iPhone, iPad—karena Steve selalu “merasa bodoh”; nggak “keminter” kata orang Jawa; “Stay foolish,” kata Steve. Semua produk hebat itu lahir karena rasa keingintahuan Steve yang terus menggelora, tak ada matinya. Ingat satu hal ini: “The pursuit of your curiosity is the secret to your success.”
#2 Perseverance is Priceless
Kata Einstein: “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”
Bahasa gampangnya adalah TAHAN BANTING!!! PANTANG MENYERAH!!! Untuk menjadi marketer sukses Anda harus tahan banting, tak gampang menyerah, gagal satu tumbuh seribu, gagal seribu tumbuh semilyar. Kata Einstein: jadilah perangko, karena perangko itu selalu setia nempel di surat, nggak pernah lepas, sampai tujuan surat dituntaskan, yaitu sampai ke tempat tujuan. “The entire value of the postage stamp consist in its ability to stick to something until it gets there. Be like the postage stamp; finish the race that you’ve started!” ujarnya bijak.
Coba kita lihat bagaimana Putera Sampoerna melahirkan A Mild. Pak Putera memang visioner, ia tahu betul bahwa masa depan rokok di Indonesia adalah rokok mild, bukan rokok kretek yang waktu itu mendominasi. Tapi jangan salah, langkah pak Putera menyukseskan A Mild bukanlah gampang, penuh dengan onak dan duri. Hampir lima tahun gagal, merugi, setelah akhirnya meledak menyusul suksesnya kampanye “How Low Can You Go” pada tahun 1994. Pak Putera yakin betul pada intuisinya, karena itu begitu A Mild gagal, dia mencoba bangkit; begitu gagal lagi, dia bangkit lagi; sampai akhirnya dari kegagalan beruntun itu lahirlah kesuksesan. A Mild menjadi rokok mild pertama di Indonesia dan memimpin pasar. Ingat kata-kata bijak Einstein lagi: “A person who never made a mistake never tried anything new.”
#3 Imagining Is Your “Reason for Being”
Kata Einstein: “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”
Ya, pelajaran terpentingnya adalah: IMAJINASI lebih powerful ketimbang pengetahuan. Anda punya pengetahuan hebat mengenai pasar, produk, pesaing, teknologi, tapi imajinasinya tumpul, maka Anda akan menjadi marketer medioker, marketer setengah-setengah, marketer kelas teri. Imaginasi adalah KACA PEMBESAR Anda untuk melihat masa depan.
Jimmy Wells, perintis Wikipedia, mampu mewujudkan ensiklopedia paling lengkap di seluruh jagat karena daya imajinasinya yang kepalang gila yaitu dengan cara mengajak setiap orang di seluruh dunia untuk berkontribusi menuliskan ensiklopedia tersebut. Sebelumnya tak terbayangkan oleh akal sehat bagaimana mengajak jutaan orang di seluruh untuk ikutan “berjamaah” menulis isi Wikpedia. Namun berkat wiki, buah imajinasinya, akhirnya sesuatu yang tidak mungkin itu mampu diwujudkan.
Ingat! Imajinasi adalah seperti layaknya otot. Semakin sering imajinasi Anda dilatih, maka semakin tajam setajam mata pedang pula imajinasi Anda. Teruslah berimajinasi, walaupun orang menganggap Anda gila. John Lennon terus berimajinasi hingga detik-detik menjelang kematiannya, walaupun sampai detik ini imajinasinya belum kunjung terwujud: “dunia tanpa perang”.
#4 Different Actions, Different Results
Kata Einstein: “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”
Anda tak bisa terus saja melakukan sesuatu hal yang sama, tapi mengharapkan hasil yang beda. Anda harus terus berubah, tak boleh terbius oleh kemapanan. Anda tidak boleh silau oleh kesuksesan masa lalu. Karena kesuksesan selalu ada kadaluwarsanya. Anda harus berani “merusak” resep kesuksesan lama untuk diganti dengan yang baru. Kesuksesan yang berkelanjutan sesungguhnya tergantung dari keberanian Anda “merusak” kesuksesan di masa lalu untuk diganti dengan kesuksesan baru. Ingat: timeless successes are about destructing your past success.
Nokia dulu adalah unbeatable leader, kini gerah oleh serbuan Blackberry. Honda motor di Indonesia dulu unbeatable leader, kini gerah disodok Yamaha. Metro TV dulu the only leader, kini direbut TVOne. Petuah Einstein, obat bagi ketiga merek top itu cuma satu: “Do the same things differently”.
#5 Take Action. NOW!!!
Kata Einstein: “I never think of the future – it comes soon enough.”
Kata Einstein lagi: “The only way to properly address your future is to be as present as possible “in the present.”
Blog: http://www.yuswohady.com
twitter: @yuswohady
Seminar Gratis dan Seminar gak Gratis
Walaupun banyak yang mengambil aliran:
“Saya tidak pernah kasih training gratis karena demi untuk mendidik peserta agar menghargai waktu dan lebih mendorong training nya di follow up menjadi action. Karena sudah dibayar mahal sehingga peserta merasa sayang uang training mubazir jika tidak action”.
Saya suka dengan Ide Seminar Gratis pak Ikhwan Sopa di bawah…
Ikhwan Sopa: Saya berencana mentradisikan “Seminar Gratis” tentang TQ (“Time Quotient”) alias “Kecerdasan Waktu” alias “Time Awareness” satu atau dua kali sebulan. Siapa mau jadi EO yang mengupayakan tempat, fasilitas belajar, dan woro-woro? Saya tidak dibayar, peserta tidak membayar, EO tidak dibayar. Tidak khusus untuk muslim, se…bab “waktu” adalah universal. – http://www.facebook.com/event.php?eid=289805967839
Kiyosaki ESBI Quadran
Di Kuadran Manakah Anda Berada?
Mayoritas orang saat ini (95%) berada di sisi kuadran E (pegawai) dan S (memiliki profesi/usaha konvensional). Kelompok E & S ini bisa mengumpulkan uang yang lumayan TETAPI mereka hanya mencapai “Financial Security”, bukan “Financial Independent”. Mereka punya uang TETAPI … tidak punya waktu, karena masih harus terlibat aktif sebagai pelaku di bidang pekerjaan/profesi/usahanya.
Pindah ke kuadran B & I memerlukan Passion, Knowledge dan PERSISTENCE ACTION.













