budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Wisata ke pulau perawan di Sepa-kep Seribu yang dekat dari Jakarta

Posted in Indonesia, my Corner by budiwiyono on July 26, 2010

Sepa.Bening by Wuri

Baru sempat menulis Wisata saya dan teman kantor di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu pada Juni 2009.

Kepulauan seribu IMHO adalah tujuan wisata yang sangat pragmatis untuk di promosikan baik untuk turis lokal dan turis asing.

Hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja, anda akan sampai pada pulau yang perawan tersebut, bagaikan mimpi bukan?

Memiliki banyak sekali titik pulau yang bisa dipilih sesuai sengan budget dan selera.

Pulau Sepa sebagai contoh dapat ditempuh dengan nyaman dari port Ancol dengan Speedboat.

Anda akan melihat beningnya air laut dan pantai, snorkling di pantai terdekatpun anda akan melihat berbagai macam ikan yang lalu lalang di depan anda tanpa takut. Jangan heran juga jika anda melihat ikan barakuda lalu lalang di tepian dermaga pantai.

Luangkan waktu anda ke Atol dengan menyewa perahu dari Pantai Sepa menuju ke tengah laut. Jangan heran jika anda sempat melihat Ikan Lumba-lumba dari kejauhan. Atol = Gunung laut, akan menjadi pijakan anda bermain di tengah laut. Lakukan snorkling dan explore keindahan botani dan ikan di tengah laut tersebut.

Sempatkan diri untuk menikmati ikan bakar yang diambil dari lokasi setempat. Waktu itu saya sempat membeli ikan kerapu dari penjaga pulau dan saya bawa ke tukang masak di resort. Saya cuma bayar biaya masaknya saja :-)

Selain air lautnya yang bening, sebagai gambaran tentang kebersihan udara di kepulauan Seribu, ketika acara anda selesai dan pulang kembali ke arah Jakarta Ancol, bukalah jendela Speedboat anda dan RASAKAN.
Anda akan merasakan udara yang bersih dan di titik tertentu yang mendekati arah Jakarta anda akan merasakan perubahan kualitas udara.
Mendekati Ancol anda akan membaui bahwa udara di Ancol/Jakarta, di bagian pantainya sudah berbau tidak sedap.

Kesimpulannya: selama anda di Pulau Sepa, anda terbiasa menghirup udara bersih yang hampir tanpa polutan!

Untuk explore pulau Sepa, silakan mengakses koleksi foto saya di: http://www.flickr.com/photos/36515194@N06/sets/72157619482462458/

Salam.
Budi Wiyono
http://budiwiyono.com

Julia Roberts on Oprah: Bali is…like heaven on earth

Posted in Indonesia by budiwiyono on July 21, 2010

WOW WOW…

Julia Roberts on Oprah. http://bit.ly/bPSWXq #remarkableindonesia

Bali is…like heaven on earth.

Like This!

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country

Posted in Business Idea, Indonesia, my Corner by budiwiyono on June 25, 2010

Are You Unhappy? Come to Indonesia.

Welcome to Smiling Country :-)

Tadi pagi mendengarkan talkshow Tanadi Santoso, bicara soal ranking negara ter-happy, Indonesia mendapatkan rating yang bagus!

Hal ini penting untuk memberi masukan kepada banyak pihat tentang Branding yang tepat bagi Indonesia.

Di saat saat tingkat stress secara global naik, ada fakta menarih nih…
Indonesia mendapatkan urutan ke 23 Negara ter-Happy.

Posisi Indonesia lebih bahagia (happy) ketimbang negara berikut ini yang saya yakin banyak yang menganggap hidup di negara berikut ini lebih menjamin kebahagiaan ;)

Negara, Ranking

  • China, 31
  • Thailand, 32
  • Malaysia, 44
  • Timor Leste, 48
  • Papua New Guinea, 76
  • Jerman, 81
  • Saudi Arabia, 89
  • India, 90
  • New Zealand, 94
  • Jepang, 95
  • Brunei Darusalam, 100
  • UK, 108
  • Israel, 117
  • Singapore, 131
  • USA, 150

Dengan Top 10 sbb:

  • 10. Luxembourg  – 7.6 points
  • 9. Guatemala – 7,6 points
  • 8. Canada – 7,6 points
  • 7. Sweden – 7,7 points
  • 6. Australia – 7,7 points
  • 5. Finland – 7,7 points
  • 4. Iceland – 7,8 points
  • 3. Austria – 8,0 points
  • 2. Switzerland – 8,1 points
  • 1. Denmark – 8,2 points

Selain ranking di atas juga ditemukan bahwa:

Mystery Shopping Providers around the world have participated in the Smiling Report 2009 which compiles customer service data from evaluations conducted across a spectrum of industries. The summary for 2008 includes answers to more than 2.5 million questions covering Smile, Greeting and Add-on sales in 66 countries.

Smiling 2008 was 77% compared to 82% in 2007 and 87% in 2004. The highest smiling country was Indonesia with 98% and the lowest was Pakistan with 44%. The best smiling industries were Health & Beauty Care and Transport with 86% and the lowest scores were in B2B with only 52%.

Add-on Sales scores have always been much lower than smile and greeting.

In 2008 it was 45% which is the same as in 2004. The score has been a bit better in 2005 51%, 2006 56% and 2007 48%, but now when sales is even more important it has dropped back to 45%. Highest sales score was in Pakistan with 82% and lowest is Finland with as low as 3%.  B2B had the highest scores for add-on sales 65% while Leisure had the lowest with 40%.

Greeting 2008 and 2007 was 81% compared to 88% in 2004. The highest greeting countries were Indonesia and Hong Kong with 98% and the lowest was Morocco at 48%. The best greeting was found in Government services with 94% while B2B had 70%.

Big gap between the Continents
Australia had highest scores of all continents, in Smiling 89%, Greeting 92% and Add-on Sales 58%. Africa had the lowest scores of all continents, in Smiling 61%, Greeting 51% and Add-on sales 33%.

Pernah juga di bahas di salah satu forum marketer club yang saya ikuti di Jakarta, ada fakta bahwa, untuk ukuran Singapura, membuat branding Layanan Singapore Airlines yang standard nya adalah Pramugari harus Caring dan ramah, katanya susah sekali. Mereka harus di training untuk murah senyum. Ini senyum palsu lho!
Beda dengan melatih Caring values untuk Pramugari Indonesia, tidak selalu sulit karena budaya ramahnya masih bagus. Dan ini terlihat dari Ranking, Indonesia ranking 23 sedangkan Singapore berada di ranking 131, jauh sekali bukan?

Saya setuju sekali jika untuk Pariwisata, Indonesia harus di branding menjadi Smiling dan Happiness!. Cukup kuat karena fakta menunjukkan ranking kita bagus dalam hal ranking kebahagiaan. Jangan sampai negara yang urutannya di bawah Indonesia malah berhasil menancapkan ke benak pasar bahwa negara mereka adalah “Smiling Country”!

Bagaimana kita jadikan:

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country :-)

Silakan check negara-negara dengan ranking di bawah Indonesia yang memakai “Smiling Country” sebagai branding nya, saya mendapatkan beberapa temuan. Ayo buruan dipakai ramai-ramai, jangan sampai dipakai oleh negara yang urutannya di bawah kita ;)

Sebagai pentutup artikel ini, saya selalu suka dengan inspirasi The 7 Laws of Happiness dari bung Arvan Pradiansyah:

If you want to be Happy, be Happy NOW! :)

Monggo silahkan dikomentari.

Reference:

Indonesia pada tahun 2050 AKAN menjadi 7 negara paling besar di dunia

Posted in Indonesia by budiwiyono on June 25, 2010

Breaking News!

Goldman Sachs, sebuah global investment banking and securities firm, meramalkan Indonesia pada tahun 2050 AKAN menjadi 7 negara paling besar di dunia (urutan GDP) antara USA, CHINA, BRAZIL, RUSIA, etc termasuk Indonesia.

Ini berarti 40 tahun ke depan Indonesia Insya Allah dari negara yang tidak punya ranking ekonomi menjelma menjadi negara terbesar urutan ke 7.

Sofjan Wanandi mengingatkan, hal tersebut baru bisa tercapai jika Indonesia bersih dan bebas dari segala bentuk Korupsi.

Semangat!

Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia

Posted in Get Inspired, Indonesia by budiwiyono on May 14, 2010

Orang Singapura tsb saja tahu yach…

Kenapa banyak orang Indonesia sendiri yang gak sadar ? ;)

===

PENILAIAN ORG SINGAPURA. TERHADAP INDONESIA

by Andy Rachmat

Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata, “Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu… “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras..

Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULES THE WORLD!!!

Tagged with:

ATLANTIS the lost continent finally found at INDONESIA

Posted in Indonesia by budiwiyono on December 29, 2009

ATLANTIS did Exist.

Prof. Arysio Nunes dos Santos:

ATLANTIS the lost continent finally found at INDONESIA.

http://www.atlan.org/

Tagged with: ,

Rating Performansi Kemudahan Investasi Indonesia

Posted in Indonesia by budiwiyono on December 15, 2009

Sedih sekali rasanya Indonesia di urutan 122 yang cukup memalukan, dibanding negara tetangga Malaysia yang berada di urutan 23.

Singapura mempertahankan citranya yang hebat, bertengger di peringkat pertama, Thailand di posisi 12, Malaysia di posisi 23, Vietnam di peringkat 93, dan Brunei Darussalam di urutan 96. Kita hanya unggul atas Filipina yang berada di urutan 144 dan Laos yang di posisi 167.

Watch… Bisakah posisi melompat pada masa mendatang?

====

Indonesia cuma di peringkat 122 untuk kemudahan investasi ?

Source: Gabriel Wu

ADALAH fakta banyak investor asing yang secara lisan menyatakan tertarik untuk berinvestasi di negeri ini. Namun, ketertarikan itu banyak yang tidak direalisasikan karena hambatan investasi masih saja tinggi.

Penilaian dunia terhadap kemudahan berinvestasi di negeri ini memang masih sangat buruk. Survei yang dilakukan Bank Dunia dan International Financial Corporation menunjukkan posisi Indonesia dalam hal kemudahan berinvestasi tergolong paling rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Berdasarkan survei Doing Business 2010 posisi Indonesia memang naik dari urutan 129 menjadi 122. masih jauh di bandingkan negara2 tetangga: Singapura mempertahankan citranya yang hebat, bertengger di peringkat pertama. Thailand di posisi 12, Malaysia di posisi 23, Vietnam di peringkat 93, dan Brunei Darussalam di urutan 96.

Kita hanya unggul atas Filipina yang berada di urutan 144 dan Laos yang di posisi 167.

Karena itu, tidak mengherankan jika rendahnya peringkat Indonesia dalam kemudahan berinvestasi itu berbanding lurus dengan rendahnya realisasi investasi.

Buruknya investasi asing itu menunjukkan tidak signifikannya upaya memperbaiki kemudahan berinvestasi di negeri ini. So , tugas kabinet baru menaikkan rating Indonesia, minimal ke score 50 dulu deh..

Profile Ekonomi Indonesia 2009

Posted in Indonesia, my Corner by budiwiyono on December 4, 2009

Berikut adalah beberapa profile Ekonomi Indonesia:

  1. Indonesia Pasar lokal nya sangat besar, hasil produk & jasa beredar di pasar lokal sampai 60%-70%, sisanya export (export = minim).
  2. Transaksi Export Import yang menggunakan LC hanya 20% saja, sehingga sisanya adalah black market.
  3. Bahan baku yang harus import s/d 60-70% juga… wow :(
  4. PMA masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia
  5. Hampir 43% penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan/hotel/restoran.

Beberapa positif news dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia:

  1. Perbaikan peringkat utang Indonesia, Moody’s investor service 16 Sept 09: peringkat utang Indonesia untuk valas peringkat Ba3 beranjak menjadi Ba2
  2. Sejumlah publikasi, seperti The Economics (10 Sep 2009), special report: “Indonesia: A Golden Choice”
  3. Laporan Morgan Stanley, “BRIC should include Indonesia” telah mensejajarkan Indonesia dengan Brasil, Rusia, India dan China.
  4. Bank Dunia turut mengakui kinerja perekonomian Indonesia, dengan merevisi pertubuhan Indonesia dari 3.5% menjadi 4.3% pada 2009
  5. Yang lebih nyata adalah dengan masuknya Indonesia sbg Top 5 best economy dan masuknya Indonesia dalam G20 yang notabene merupakan kumpulan negara-negara penyumbang 85% PDB Dunia!

Bayangkan lagi jika Indonesia di urus dengan lebih baik, maka akan jadi WOW!

Amburadul aja sudah seperti ini pencapaiannya… :)

Saya berharap Indonesia dapat melahirkan regulasi perkonomian yang smart, proteksi terselubung juga tidak masalah, asalkan bisa memperbaiki 4 point profile di atas.

  1. Regulasi import harap memperhatikan Industri dalam negeri, jangan sampai malah menciptakan badai kebangkrutan industri dalam negeri
  2. Regulasi export harap tidak meloloskan export barang mentah! Harus finished good/barang jadi. Contoh: Export CPO di batasi, rubahlah jadi barang jadi spt kosmetik, branded minyak goreng, etc. Jangan malah export barang mentah, kemudian di produksi di China/India, kemudian diimport lagi untuk dipasarkan di Indonesia…, contoh (produk food dan kacang mete juga produk BBM)
  3. Lebih pandai dalam menciptakan iklim investasi di dalam negeri termasuk UMKM. Tawarkan regulasi/insentif/stimulus yang ditargetkan untuk pengusaha dalam negeri. Baru prioritas selanjutnya buat investor luar negeri. China saja sekarang mulai ketat soal perlindungan investor dalam negeri: kemilikan asing dibatasi, pengetatan wajib transfer teknologi, pengetatan komponen buatan dalam negeri, etc.
  4. Contoh lain, export Natural Resources ke luar negeri, sampai kebutuhan sbg contoh gas dalam negeri menjadi langka, baik gas untuk industri (keramik etc) maupun gas untuk Pembangkit Listrik yang saat ini krisis listrik. Semoga kontrak jangka panjang export gas dengan harga murah segera berakhir, seharusnya kontrak sudah kelar dalam waktu dekat ini.
  5. Petani (43% penduduk Indonesia) harus di transformasi menjadi industriawan juga, tidak hanya nanam saja. Akan bagus jika bisa menghasilkan produk olahan juga. Jadi diarahkan ke Agro Industry.

Apa lagi ya? Silakan rekan-rekan tambahi dengan comment-comment rekan-rekan :)

Berikut komentar Arief Gunawan dalam diskusi di FB, komentar kenapa lebih suka trading dari pada sebagai farmer/industriawan:

“Dr sisi pengusaha, sudah hampir lebih dr 10 tahunan, mengapa lebih suka/jump to bcome traders???
Semuanya Less:
1. Pusing mikirin labor plus cost operasi di pabrik
2. Pusing mikirin labor di petani
3. Pusing mikirin aturan yg tdk pro pengusaha
4. Pusing mikirin harga bahan local jarang turunnya
5. Pusing mikirin nilai untung yg kecil
Semuanya More:
1. Mudah itung2annya, brp dapetnya
2. Nggak capek2 and ribet kerjanya
3. Plus BM partner tambah banyak n plus opportunity yg lain
4. Jelas n bebas mikirin UMR dan tuntutan2 lainnya
5. Hmmm boleh juga cari kecil taxnya
Masih banyak morenya kok…

Jelas sekali bukan? Regulasi memegang peranan penting untuk mendorong pelaku bisnis mau mengambil jalur agro industri/manufaktur, yang kita tahu merupakan sektor penyerap tenaga kerja paling besar.

Semoga berguna bagi bangsa!

Tagged with:

Transkrip rekaman rekayasa kasus KPK

Posted in Indonesia by budiwiyono on November 3, 2009

Berikut ini adalah cuplikan transkrip rekaman rekayasa kasus KPK dari Okezone.com:

Wisnu ke Anggodo (23 juli 2009)

“Bagaimana perkembangannya,”
“ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”
“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama
salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus balik ke sini,
terus action”
“RI-I belum”
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009)

“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene dikompliti”
“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”
“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”
“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”
“lha kon takok’o Truno, tho””yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”

Hadi Atmoko ke Anggodo (27 Juli 2009)
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Farman semua,”
“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari
itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat
dengan KPK Pak”
“Ada pertemuan di nya di ruang rapat Chandra”

Anggodo ke Kosasih (28 Juli 2009)
“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dial oh Kos”
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”
“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’,
karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”

Anggodo ke seorang wanita (28 Juli 2009)
“Besok kon tak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan
bener, sebenarnya dia mengingkari semua”
“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”

Anggodo ke Parman (penyidik) (29 Juli 2009)
“Kelihatannya kronologis saya yang benar”
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah
ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”

Anggodo ke Wisnu (29 Juli 2009)
“Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana Pak”
“Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita
ini yang jadi salah”
“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia
nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra
itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”
“ya you sama ARI”
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”
“Nggak,’saya dengar dari Edi”
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku,
gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’
gimana bos?”
“Ya ngdak apa-apa”

Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009)
“Pak tadi jadi ketemu?”
“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh
dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga
ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku
susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra
atas perintah Antasari”
“Nah itu”
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa
ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu
kejadian”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia
curiga duite dimakan Ari.”
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama doa,
Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi
masalah pak, itu saya suruh…”
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih,
kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja
segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu
siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga
tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung
uang itu lho’
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”
“kan saksinya kurang satu”
“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”
“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama
saja kan, ha ha ha…”
“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu
Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah
masalahin. Itu kan urusan penyidik”Yang penting dia ngakuin itu bahwa
dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan.
Sudah selesai…”
“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno”
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”

Anggodo dengan seorang wanita (6 Agustus 2009)

“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo
ragu-ragu…”

Anggodo dengan …(7 Agustus 2009)

“menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar”
“Male bilang tidka bagus, karena pemberitaannya hari minggu, orang
sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”
“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”

Anggodo dengan …(8 Agustus 2009)

“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma abang saja tahu bahwa BAP nya
Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang
dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong”
“Siap Bang”
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu
sindikat mau memeras kita, ya Bang”
“iya”
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita
laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kit anggak usah
ngomong. Pokoknya si edy nggak tahu kita.
“Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu Bang”
“iya”
“sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa
Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar.
Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh Bos”
“Iya”
“menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana teresbut
kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa”
“Betul”

Alex dengan Anggodo (10 Agustus 2009)

“Secara keseluruhan apik. Anggoro nggak lari”
“Kenceng dia ngomonge”
“Kenceng. Tak rekam banter mau”
“Y owes. Terus poin-poinnya tersasar, kan?”
“Sudah”
“Tidak lari. Ciamik dee njelasnoe”
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus
tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro karena ada
testimony, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan
oke.”
“Mengenai cekal, salah sasaran”
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk
semua.”

Alex dengan Anggodo dan Robert (10 Agustus 2009)

“Iya memang dicuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit,
kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari
dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru
disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bonaran, kalo itu bukan
penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press rilis hari ini.”

Bung Tomo dan Pertempuran Surabaya November 1945

Posted in Indonesia by budiwiyono on August 12, 2009

Tertarik dengan quote rekan Handojo Soetanto :

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga! (pidato Bung Tomo)

Berikut saya sarikan siapa Bung Tomo dan cuplikan seperti apa yang dihadapai pasukan Indonesia pada Pertempuran Surabaya.

Bung Tomo Lead pertempuran yang menyebabkan tewasnya Jenderal Sekutu. Setelah Brigadir Jenderal Mallaby tewas, disusul oleh tewasnya Mayor Jenderal Mansergh. Jenderal Mansergh dengan pasukan kelas top dari Divisi 5 yang top. Dia yang ngutus Divisi 5 tsb ke Surabaya. Divisi 5 tsb punya reputasi bagus, Divisi 5 ini sangat terkenal mengalahkan pasukan Marsekal Rommel, perwira Jerman yang legendaris …

Setelah Letnan Jenderal Sir Phillip Christison mengeluarkan ancamannya, dalam waktu singkat Inggris menambah kekuatan mereka di Surabaya dalam jumlah sangat besar, mobilisasi militer Inggris terbesar setelah Perang Dunia II usai. Pada 1 November, Laksamana Muda Sir. W. Patterson, berangkat dari Jakarta dengan HMS Sussex dan  mendaratkan 1.500 Marinir di Surabaya. Mayor Jenderal Mansergh, Panglima 5th British-Indian Division, berangkat dari Malaysia memimpin pasukannya dan tiba di Surabaya tanggal 3 November 1945. Masuknya pasukan Divisi 5 yang berjumlah 24.000 tentara secara berangsur-angsur, sangat dirahasiakan. Divisi 5 ini sangat terkenal karena ikut dalam pertempuran di El Alamein, di mana pasukan Marsekal Rommel, perwira Jerman yang legendaris dikalahkan. Mansergh juga diperkuat dengan sisa pasukan Brigade 49 dari Divisi 23, kini di bawah pimpinan Kolonel Pugh, yang menggantikan Mallaby.
Mobilisasi militer Inggris terbesar setelah Perang Dunia II usai…

Bayangkan waktu itu yang di hadapi bung Tomo dkk adalah pasukan top Inggris.

http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Surabaya:
Combatants
Initially British troops were 6,000-strong lightly-armed Indian soldiers from 49th Infantry Brigade of the 23rd Indian Division. When the battle reached its peak, British sent additional troops which consisted of 24,000 fully-armed soldiers from the 5th Indian Division, 24 Sherman tanks, 24 armed aircraft, 2 cruisers and 3 destroyers.[1]
Indonesian forces consisted of 20,000 soldiers from the newly-formed Tentara Keamanan Rakyat (TKR; People’s Security Troops) and estimated 100,000-120,000 irregulars. TKR was formed by the former members of Peta, a semi-military organization during Japanese occupation. The irregulars consisted of pro-Independence mob, armed with rifles, swords, and spears. Some of their weapons were taken from the demoralized Japanese troops. [3]

Sbg perbandingan, saat Jepang/Yamashita menyerbu Malaysia dan Singapura, tentara Inggris di situ, kekuatannya 100ribu lebih, dibabat oleh pasukan Jepang dengan hanya 30rb pasukan (pasukan native Inggris).

Jadi lawan Bung Tomo tsb adalah:

  • Divisi 5 yang mengalahkan Pasukan Jerman (yang di Lead Marsekal Rommel) di Africa dan
  • Divisi 23 yang sukses di Burma melawan Pasukan Jepang.

Menurut Woodburn Kirby, korban di pihak tentara Inggris dari tanggal 10 sampai 22 November 1945 di Jawa tercatat 608 orang yang tewas, hilang atau luka-luka, dengan rincian sebagai berikut:

  • tewas  : 11 perwira dan 87 prajurit.
  • hilang  : 14 perwira dan 183 prajurit.

Hampir semua adalah korban pertempuran di Surabaya. Namun diduga, korban di pihak Inggris sebenarnya lebih tinggi, karena menurut Anthony James-Brett, korban di pihak Inggris dalam pertempuran tanggal 28 – 30 Oktober saja sudah mencapai 392 orang, yang tewas, luka-luka atau hilang (18 perwira dan 374 prajurit). Diperkirakan korban di pihak Inggris dalam pertempuran dari tanggal 28 Oktober – 28 November 1945 mencapai 1.500 orang yang tewas, luka-luka dan hilang.
Pihak Indonesia menyebut, bahwa sekitar 300 tentara Inggris asal India/Pakistan melakukan desersi dan bergabung dengan pihak Republik Indonesia.

Dapat dikatakan secara singkat di sini, alasan psikologis-emosional tersebut adalah:

  • Sekutu/Inggris sebagai super power pemenang Perang Dunia II, telah dipermalukan dengan terpaksa mengibarkan bendera putih, serta terancam akan hancur total;
  • Sekutu/Inggris sebagai tentara yang tangguh sangat dipermalukan, karena yang tewas adalah komandan brigade, seorang perwira tinggi;

Hebat bukan ? Monggo silakan dikomentari…

Source: berbagai sumber.