budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Simplicity is the ultimate sophistication

Archive for the ‘Investing’ Category

Durian Bhinneka Bawor, setebal Monthong selegit durian Petruk

with 7 comments

Setelah artikel saya sebelumnya yang mengulas tentang durian petruk dengan tampilan foto durian petruk yang abal-abal menunjukkan semakin langkanya populasi durian petruk.

Saya sendiri tetap sebagai loyalist durian durian asal Jepara yang rasanya benar-benar tajam. Kebanyakan tidak terlalu tebal, hanya durian petruk yang terbilang tebal dan rasanya luar biasa legit.

Bagi penggemar durian lokal, anda tidak perlu bersusah hati karena makin langkanya durian lokal unggulan semacam durian petruk tsb.. Jangan khawatir, belakangan ini muncul varian durian baru yang luar biasa kualitasnya. Durian ini dinamai sebagai “durian Bhinneka Bawor” oleh pak Sarno, penciptanya. Bawor adalah nama lain dari sosok punakawan “Bagong”, saudara si “Petruk”. Di Banyumas bagong lebih popular dengan nama alias “Bawor” tsb.

Nama lengkap pencipta varian durian Bawor adalah Sarno Ahmad Darsono, seorang guru sekolah dasar di Alas Malang, Kemranjen, Banyumas. Pada tahun 1996, pria yang sedari kecil sudah akrab dengan buah berduri itu menggabungkan 35 varietas pohon durian unggulan di Indonesia dan import. Pak Sarno akhirnya menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden sebagai Petani Penangkar Durian Unggul pada 2004.

Durian bhinneka bawor (durian bawor) itu, juga memiliki daging buah yang tebal dan berwarna oranye, tapi bijinya kecil dan tipis. Sementara rasanya legit, agak sedikit pahit. Sedangkan bobot matangnya rata-rata 6−9 kg dan bobot maksimalnya mencapai 15 kg. Selain itu, semakin tua si pohon, semakin lebat buahnya.

Seperti apakah penampakan durian Bawor yang setebal Durian Monthong dan selegit Durian Petruk tersebut? Apakah Durian Bawor ini akan menjadi pesaing utama Durian Monthong yang konon asal bibit indukannya adalah Durian Indonesia juga yang asal Kalimantan?

Menurut saya Durian Bawor ini jauh lebih berkelas dari Durian Monthong. Buahnya tebal, rasanya soft legit. Tangan setelah memegang buah duriannya kita baui maka terasa tidak terlalu menyengat, padahal rasanya luegitt lho….

Berikut ini penampakan Durian Bawor.

Tahu nggak, buah tidak terlalu matang tapi rasanya sudah sempurna. Penampakan gigitan buah sbb, yummi…

Berikut ini gambar durian bawor yang pas matang nya.

Seluruh gambar ini adalah gambar Durian Bawor yang jenis nya berwarna kuning. Selain yang berwarna kuning juga ada durian bawor yang berwarna orange menyala.

Kelebihan durian bawor warna kuning adalah saat buah tidak terlalu matang, durian tetap berasa manis. Sedang yang berwarna orange menyala, saat tidak terlalu matang buah berasa lebih tawar tetapi saat sudah matang buahnya terasa lebih pahit legit!

Musim durian biasanya terjadi sekali dalam setahun. Berbeda dengan Durian pada umumnya, pohon Durian Bawor mempunyai keistimewaan yang bernilai ekonomis tinggi, yaitu pohon berbunga dan berbuah sepanjang tahun! Sehingga, pohon dapat dipanen tiga kali dalam setahun. Sementara, harga buahnya lebih mahal dari durian monthong, yaitu Rp50 ribu untuk setiap kilogramnya.

Saya rasa pantas jika harga buahnya lebih mahal dari durian monthong karena durian bawor ini memang lebih berkualitas dan lebih enak.

Pohon Durian Bawor ini mulai umur 3 tahun sudah belajar berbuah, bahkan ada yang sudah mampu berproduksi sampai 30 buah per pohon pada usia 3 tahun. Perhatikan gambar bibit durian bawor di atas, semua bibit di rekayasa menjadi berkaki tiga.., dua batang bibit tambahan disambung pada batang bibit utama. Hal ini dimaksudkan agar satu pohon bibit unggul ini mampu menyerap zat hara dari dalam tanah dengan kekuatan tiga batang pohon.

Perkiraan HASIL PANEN PERTAMA
Untuk bisnis skala rumah tangga, kita dapat memberdayakan pekarangan rumah. Lahan yang diperlukan adalah lahan berukuran luas lahan 10 m². Dengan lahan seluas itu, dibutuhkan 1−2 bibit pohon.

Dengan produksi ± 30 buah x 2 pohon = 60 buah. Asumsi bobot minimal 6 kg per buah dan harga buah @Rp30.000,- per kg akan menghasilkan Rp10.800.000,- saat panen.

Anda berminat menanamnya? ;)

Written by budiwiyono

January 24, 2012 at 12:37 am

Indonesia as Top 10 World Largest Economies at 2020

with 3 comments

Senangnya melihat Outlook masa depan Indonesia :)

Kilas balik sedikit:

“…. But the biggest praise will be for Indonesia: it will be the emerging-market star of 2011, with analysts lauding its innovative companies, growing middle class and relative political stability.” (Economist, 22 November 2010)

Roubini bilang:

“Goodby China, Hello Indonesia” !!

WOW!!!

Sebagai Ilustrasi:

Anak saya termasuk dalam kelompok umur yang jumlah nya paling besar di Indonesia (lihat gb. piramida penduduk, kelompok 5-9 thn).

Mereka akan produktif di kisaran tahun 2020-2030.

Bayangkan, saat itu Indonesia Dependency Rationya reversal ke arah super produktif. Kelompok umur yang paling besar di Indonesia, yang saat ini belum produktif, tahun 2025 mendadak jadi produktif.

Akan ada ledakan produktifitas kolektif lanjutan dari ledakan kelas middle yg sudah mulai terjadi saat ini

Tidak mengherankan jika  tahun 2020 Indonesia mulai masuk sbg Top 10 Largest Economies. Tahun 2030 Indonesia menjadi Top 6 Largest Economies..

So bagusnya jadi apa anak kita pada saat Indonesia sbg Top 6 Largest Economies di tahun 2030?

Written by budiwiyono

December 1, 2011 at 10:24 am

Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1)

with 13 comments

Pada prinsipnya, profesional yang mengambil atau terkena program pensiun maupun pensiun dini, idealnya dipersiapkan terlebih dahulu. Tetapi kenyataan yang ada, umumnya kebanyakan belum sempat membekali diri / mempersiapkan diri untuk berpindah dari kuadran karyawan ke kuadran entrepreneur. Kebanyakan terkaget-kaget dn stress jika masuk ke dunia wirausaha.

Untuk itu, berhubung saya telah mendapatkan banyak ilmu dari para coach saya, untuk itu saya merasa perlu membagikan tips strategi usaha dan investasi yang cocok untuk para pensiunan.

Karekteristik Usaha

Karakteristik Usaha yang cocok untuk pensiunan menurut saya adalah:

  • sektor usaha yang resikonya terukur dan secara alamiah tahan terhadap siklus trend naik turun (artinya bukan komoditas yang harga di pasar bisa diombang ambingkan oleh bandar, contoh: bukan saham, komoditas CPO, termasuk emas yang dalam trend jangka pendek bisa naik turun, etc).
  • bukan bisnis spekulatif
  • mudah dioperasikan
  • value meningkat bahkan dalam keadaan didiamkan sekalipun
  • mengandung leverage/daya ungkit

Kenapa karakter usaha di atas perlu kita define di depan? Karena banyak sekali cerita-cerita pengalaman para pensiunan yang kecebur bisnis yang salah. Seperti cerita mantan pimpinan sebuah perusahaan Multi National Company yang pensiun kemudian terjun ke bisnis taxi. Seluruh pesangon di guyurkan, tetapi bisnis gagal karena bisnis tsb adalah bukan bisnis yang mudah dioperasikan. Perlu jam terbang dan skill yang spesifik. Sehingga beliau yang seharusnya menikmati “uang bekerja untuk kita”, jadi terpaksa mencari kerja lagi sbg karyawan.

Juga cerita-cerita Pensiunan yang kehilangan hartanya setelah mengguyurkan pesangonnya pada bisnis yang spekulasi seperti bursa saham, bursa komoditas dan lain-lain.

Tentu ada yang comment, emangnya ada bisnis yang gampang? Jawabannya: Ada!

Pada artikel ini saya akan lempar satu ide strategi untuk Pensiunan.

Menurut saya, masa pensiun adalah masa yang memerlukan aktifitas yang mengarah pada kegiatan spiritual. Jadi bisnis yang “mulia” bisa menjadi faktor pendorong yang memotivasi.

Salah satu ide yang sesuai dengan paparan kriteria di atas adalah Bisnis Properti. Bisnis properti yang cocok untuk Pensiunan salah satunya adalah Bisnis / Kerjasama Bisnis Pengembang Perumahan (Property Developer). Bisnis ini berisi banyak sekali cabang peluang pembukaan lapangan kerja, mulai dari jasa tukang, mandor, arsitek, tukang listrik, dst dst, bahkan setelah perumahan jadi akan muncul usaha-usaha disekitarnya mulai dari warteg, rumah makan, fitness center, klinik, apotik, dst dst. Jadi setuju khan, jika kita sebut bisnis ini adalah bisnis yang mulia.

Demand Pasar

Juga, secara demand trend, menurut Riset Markplus, Urban Movement di Indonesia akan makin kuat. Bayangkan, pada akhir tahun 2010,  50% penduduk Indonesia adalah kaum Urban yang tinggal di perkotaan, bahkan tahun 2025 makin menguat menjadi +/- 68% penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Jelas khan, jika akan makin banyak saja kota satelit di kota-kota besar di Indonesia.

Tapi… emangnya menjadi Pengembang Properti itu gampang coy? Tenang… tenang, nanti akan saya jelaskan strateginya.

Mengingat:

  • Pensiunan memiliki dana pensiun / pesangon yang bisa di manfaatkan untuk Investasi yang aman
  • Pensiunan umumnya tidak memiliki skill strategi pemilihan lokasi perumahan

Sehingga menurut saya, sebaiknya Pensiunan bekerja sama dengan Pengembang Property.

Pembagian tugasnya simple sbb:

  1. Pengembang: bertugas mendesign produk rumah, mendevelop lahan, mendevelop rumah, dan menjual rumah sampai habis dengan menciptakan profit yang menarik
  2. Pensiunan: pensiunan dapat mengambil peran dalam mengakuisisi lahan yang prospektif. Dalam hal ini pensiunan mengambil peran sbg Pemilik Lahan. Jika dana terlalu kecil bisa bersama-sama dengan teman-temannya. Jika tidak tahu lahan yang bagus seperti apa bisa konsultasi dengan Pengembang. Jika tidak bisa menemukan Lahan yang bisa di akuisisi, bisa bekerjasama dengan Mediator Lahan, fee nya relatif murah dan sangat masuk akal.
  3. Investor: investor biasanya meminjamkan dananya untuk disertakan dalam pendanaan Pengembangan Perumahan. Investor memiliki keahlian dalam menilai project yang layak.

Nah, dari ketiga pemain di atas, posisi manakah yang paling aman? Posisi mana yang paling tidak beresiko? Jawabnya adalah posisi nomor 2. Yaitu Pemilik Lahan. Kenapa? Karena selama Lahan di develop, maka Lahan TETAP atas nama si Pemilik Lahan. Lahan hanya berpindah pemilik hanya jika sudah ada akad dengan pembeli rumah (buyer). Selama belum ada penjualan rumah, maka Lahan TETAP atas nama pemilik lahan.

Setiap ada rumah yang terjual, maka akan ada pemindahan kepemilikan dari pemilik Lahan ke Pembeli rumah, setelah sertifikat di split.

Sedangkan peran Developer dan Investor yang bisa saja dijalankan oleh satu badan usaha adalah dalam posisi yang paling beresiko. Kenapa? Karena Developer dan Investor tsb membangun Lahan dan Rumah di atas tanah milik pihak lain!

Bandingkan pada sisi pemilik Lahan, dalam kondisi apapun, lahan masih milik pemilik lahan dan tiap tahun harga tanah naik terusss…

Saran saya, mulailah menindaklanjuti Lahan yang hot deal, yang harganya bagus dengan prospek yang bagus untuk anda akuisisi. Jika Lahan terlalu luas, ajaklah teman-teman anda bersama-sama mengakuisisi Lahan dan split lah ke atas nama anda masing-masing. Jadi, anda masing-masing mengantongi Sertifikat Lahannya sendiri-sendiri. Juga secara bersama-sama telah mengakuisisi Lahan yang relatif luas dan prospektif.

Contoh:

Lahan 1 Hektar (=10.000 meter persegi), dengan harga lahan rp. 500rb/m2,maka harga lahan keseluruhan = 10.000 * 500 rb = rp. 5 M. Jika per orang hanya bisa invest 250 juta, maka bisa mengumpulkan  sebanyak 20 orang.

Setelah masing2 telah memegang sertifikat lahan seluas 500 m2, secara bersama bisa memulai bekerja sama dengan Property Developer.

Sebagai gambaran, jika Lahan 1 Hektar, perkiraan Laba adalah sebesar rp. 2 M. Jika para pensiunan sbg pemilik Lahan menerima Share Laba sebesar 30%, maka Laba yang diterima adalah sebesar rp. 0.6 M secara bersama sama.

Jadi yang diterima masing-masing Pensiunan sebagai pemilik lahan adalah:

  1. Menerima pencairan penjualan tanah, jika di jual setahun kemudian, asumsi harga tanah naik 20%, maka masing-masing Pensiunan akan menerima: 1.2* 500rb* 500 meter= rp. 300 juta
  2. Menerima Laba Pengembangan properti= rp. 0.6M/20 = rp. 30juta (penambahan penerimaan laba senilai 12% dari nilai tanah)

Case diatas hanyalah contoh, dalam contoh ini modal rp.250 juta -> menerima rp.330 juta, RoI 32% dalam satu tahun. Cukup duduk manis dan biarkan uang yang bekerja untuk anda!

Dalam dunia nyata, profit bisa saja lebih dari rp. 2 M per Hektar Lahan. Umumnya, proyek dengan lahan 1 – 2 hektar bisa selesai mulai di develop s/d terjual habis hanya perlu waktu 1 – 1.5 tahun.

Setelah anda menerima penjualan tanah + laba pengembangan rumah, silakan anda ulangi proses ini ke proyek proyek yang lain :)

Sementara saya rasa cukup, silakan comment jika ada yang perlu didiskusikan :)

Semoga sukses, selamat menjadi Land Lord dan selamat membangun :)

Notes:

Artikel ini saya dedikasikan umumnya untuk semua pensiunan, khususnya untuk rekan-rekan Indosat yang saat ini menjalani Program Pensiun Dini. Semoga sukses, kawan.

Berlangganan gratis Strategi Kebebasan Finansial melalui Properti

Ingin informasi lebih? Jangan khawatir, silakan berlangganan Gratis untuk mendapatkan informasi terkini berbagai strategi membangun kemakmuran melalui Property. Juga info terkini rekan-rekan yang telah berhasil menerapkannya.

Menilai tingkat pertumbuhan aset dengan Rumus 72

with 5 comments

Jika kita memiliki aset, katakanlah aset berupa Ruko, tentu kita ingin tahu apakah Ruko anda merupakan aset yang Nilai nya bertumbuh dengan semestinya.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, aset kita ini bertumbuh apa menyusut yah?

Jika kita punya dana kemudian dibelikan mobil kedua baru yang sering nganggur di garasi, umunya banyak dari kita yang bisa menilai/menebak dengan mudah bahwa mobil tsb nilainya semakin lama akan makin menyusut. Sangat mudah, semisal mobil kita beli dengan harga Rp.250 juta, tahun depan harga mobil meyusut 15% (semisal), tahun depannya lagi semisal menyusut lagi 15% lagi dst… Sangat kasat mata.

Lain halnya jika kita membeli properti Ruko diatas, semua juga tahu bahwa setiap tahun harganya naik. Akan tetapi apa patokan performansi pertumbuhan harga aset Ruko tsb? Lebih bagus mana jika dibandingkan dengan disimpan sbg Deposito di Bank misalnya?

Silakan gunakan Rumus 72 sbb, rumus ini untuk mengetahui kapan aset anda NAIK menjadi 2 KALI lipatnya. Rumus ini dari Bradley J. Sugars.

72 : suku bunga rata-rata = n

n adalah jumlah tahun properti anda NAIK menjadi dua kali lipatnya.

Sebagai contoh:

  • Harga Ruko = Rp. 500 juta.
  • Rata-rata Suku bunga = 12%
  • Nilai Ruko menjadi double = 72:12 = 6

Dengan tingkat suku bunga 12% maka patokan Nilai Ruko menjadi dua kalinya, yaitu menjadi Rp. 1 Milyar PADA tahun ke 6 setelah pembelian.

Angka 6 tahun tsb bisa menjadi patokan. Jika kita membeli Ruko bekas ternyata histori harganya naik double dalam waktu kurang dari 6 tahun, maka performansi kenaikan nilai aset tsb lebih bagus karena melebihi patokan 6 tahun.

Atau jika beli Ruko baru, silakan di evaluasi, jika dalam 6 tahun bisa melebihi dua kali saat beli ( > Rp. 1 Milyar) maka kenaikan asetnya bagus, karena melebihi patokan.

Bandingkan juga dengan jika disimpan sbg Deposito, apakah uang kita menjadi 2 kalinya setelah 6 tahun?

Lebih-lebih lagi jika memperhitungkan hasil sewa Ruko juga ;)

Semoga berguna. Monggo silakan dikomentari.

Written by budiwiyono

October 28, 2010 at 9:44 pm

Investasi Franchise: Mini Market Indomaret

with 4 comments

Menyambung artikel saya sebelumnya:  6 Level Entrepreneurship, yuk kita bahas mengenai investasi minimarket Indomaret.

Semua pasti sudah tahu apa kah Indomaret tsb, jadi di artikel ini tidak perlu dibahas. Kita langsung saja masuk ke aspek-aspek penting dalam berinvestasi Minimarket Indomaret tsb.

Pada Investasi Indomaret, kita tidak perlu memanage sendiri, semua dioperasionalkan oleh pihak Franchisor. Anda hanya invest dan memonitor laporan keuangan serta menerima Cash surplus tahap pertama dalam 6 bulan, selanjutnya per 3 bulan.

Tentu kita harus tahu VISI & MISI nya terlebih dahulu, apakah chemistry nya cocok dengan kita:

VISI INDOMARET
Menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global.

MOTTO INDOMARET
Mudah & Hemat

BUDAYA PERUSAHAAN

  • Kejujuran, kebenaran dan keadilan
  • Kerja sama tim
  • Kemajuan melalui inovasi yang ekonomis
  • Kepuasan pelanggan

Kemudian kita harus tahu juga Targeting Indomaret.

PEMASARAN DAN PROMOSI
Sasaran pasar Indomaret adalah konsumen semua kalangan masyarakat. Lokasi gerai yang strategis dimaksudkan untuk memudahkan Indomaret melayani sasaran demografisnya yaitu keluarga.
Strategi pemasaran Indomaret diintegrasikan dengan kegiatan promosi. Secara berkala Indomaret menjalankan program promosi dengan berbagai cara, seperti memberikan harga khusus, undian berhadiah maupun hadiah langsung.

Mari kita lihat Growth Indomaret selama ini:

Pertumbuhan yang impresif! Selanjutnya mari kita lihat perhitungan ROI Investasi secara sederhana:

Jika sales anda 8 juta per hari, maka Laba perbulan anda adalah Rp. 8 juta per bulan. Perhitungan belum memasukkan biaya sewa gedung.

Dengan Asumsi Investasi Rp. 300 juta, maka Investasi anda akan balik lagi dalam waktu: Rp. 300 jt / Rp. 8 jt per bulan = 3.1 tahun.

Anda bisa mudah membayangkan, jika investasi rp.300 jt dan sales rp.8 jt /bln maka Investasi anda baliknya perlu waktu 3.1 tahun.

Tentu perhitungan di atas adalah perhitungan penyederhanaan.

Ekspektasi RoI

Umumnya keputusan Investasi menjadi menarik jika Laba per bulan nya dapat lebih besar dari rate Deposito di Bank.

Tapi menurut saya ekspektasi tsb tidak cukup, menurut saya Laba Usaha harus bisa mengalahkan rate bunga Kredit Usaha di Bank.

Maksud saya begini: jika anda ambil pinjaman di Bank Rp. 300jt dengan tenor 5 tahun dan bunga asumsi sebesar 16.5% atau lebih dikit, maka cicilannya sekitar rp. 7.4jt-8jt /bulan. Laba Usaha sebesar 8 juta tsb di atas masih bisa surplus membayar cicilannya Kreditnya.

Cek dengan simulasi Kredit sbg contoh kita pakai BNI: http://www.bni.co.id/BNIUKM/SimulasiPerhitunganKredit/tabid/402/Default.aspx

Cicilan Indomaret/Alfamart relatif hampir sama, sbg contoh BNI46 memberikan layanan Kredit Waralaba Alfamart, cicilan sebesar Rp. 8jt per bulan.

RT @BNI46: Ada Kredit pemilikan franchise dr BNI. Outlet Alfamart 8jt.an/bln, Simply Fresh 3jtan/bln dan Mister Baso 4jt.an/bln.

RT @BNI46: Alfamart : 11% efektif , mister baso 12,5%efektif, simply fresh 13,5 %efektif

RT @BNI46: Bisa untuk franchise lain,jenis kreditnya BNI Wirausaha bunganya 14% p.a.

Dalam case ini Laba Usaha bisa menutup Cicilan Kredit Bank.

Walaupun sangat pak pok. Jadi sales /hari harus di dorong meningkat atau evaluasi tempat sebelum membeli, adakah potensi peningkatan sales lebih lanjut.
Jika bisnis tsb tidak bisa membiayai dirinya sendiri untuk apa kita repot-repot mengambil resiko tsb… bener nggak? Kenapa? Karena jika gagal, Investasi pun melayang, kecuali ada yang bersedia take over.

Beda kasusnya jika kita investasi Properti, properti tsb tahun demi tahun mengalami apresiasi harga yang indexnya berada pada level +20%an per tahun.

Sekarang kita bisa survey pada lokasi-lokasi yang anda sasar. Apakah potensi salesnya worth dengan resikonya? Sales nya harus potensial mengalahkan rate kredit Bank.

Khusus untuk pensiunan, Pensiunan perlu strategi khusus. Pensiunan membutuhkan instrumen investasi yang lebih aman dan juga perlu kemudahan mengukur tingkat keberhasilannya. Mana ada pensiunan mau berbisnis dengan risk yang tinggi? Mereka ingin hidup tenang dan hasil yang jelas. Artikel khusus pensiunan membahas Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan.

Monggo silakan rekan-rekan yang sudah berpengalaman Investasi Franchise, silakan share pengalamannya.

Artikel Sejenis:

Written by budiwiyono

October 17, 2010 at 10:49 pm

Pilot Project Publikasi Data NJOP Jakarta

with 2 comments

Good News, ternyata DJP sudah cukup lama – mulai tanggal 19 Mei 2008 telah membuka data mengenai NJOP Wajib Pajaknya. Data berupa NJOP Tanah, Kelas Tanah, dengan lokasi yang sementara ini baru wilayah DKI Jakarta.

URL NJOP Jakarta: http://119.18.156.252/Forms/FrmCariAtribut.aspx.

Publikasi data NJOP ini diatur dalam PER-21/PJ./2008 tanggal 19 Mei 2008, dengan Peraturan Dirjen Pajak klik di sini.

Pilot project ini bagus untuk menjamin transparansi dan kemudahan akses yang dilakukan oleh DJP. Dengan dibukanya akses NJOP ini, Wajib Pajak bisa melakukan pengecekan apakah NJOP tanahnya di SPPT sesuai dengan data di situs ini. Juga untuk memimalkan perbedaan penafsiran antara tetangga mengapa jumlah PBB yang dibayarkan berbeda.

Data yang di publikasikan hanya menampilkan data jalan dan blok saja dan tidak menampilkan secara spesifik tanah WP, sehingga menjamin privacy WP.

Akses NJOP ini juga bermanfaat bagi pihak yang ingin melakukan transaksi jual beli tanah. Karena benchmark harga tanah di daerah tersebut bisa langsung diketahui. Sayangnya, sampai saat ini data yang dibuka baru wilayah Jakarta saja karena proyek ini merupakan pilot project.

Saluuut! Lanjutkan dengan transparansi yang lain!

Written by budiwiyono

February 9, 2010 at 5:01 pm

Posted in Business Idea, Investing

Tagged with

Learning Smart Investing through Cashflow 101 eGame

leave a comment »

What is Cashflow 101? It is a realistic simulation of how you play cashflow in the real world only in this game you don’t really lose your shirt and you learn how to win in the real world. It is fun, challenging, educational. Now we know what to do.

The board game looks easy and similar to Monopoly board game. I was looking forward to playing Cashflow 101 whenever there is a chance. And each time I played the game, I learned different lessons. Although it’s only a board game but it’s very closely linked to your financial life. The game reflects the player’s personalities and the way the player handles money.

The first objective of the game is for you to get out of rat race and move onto financial fast track. Next objective is for you to achieve your dream while you’re on financial fast track.

But before you talk about financial fast track, how do you get out of rat race first?

To get out of rat race, you must have equal or more passive income than your monthly expenses. In other words, your passive income must be enough to cover your monthly expenses before you can move onto financial fast track. Like everyone else, you have your own profession. You have a job and you receive paycheck at a fixed time interval. It’s what you do differently that determines how fast you get out of rat race.

But how do you accumulate enough passive income to get out from rat race?

There are only two ways to achieve this: buying rental property and owning businesses. As in real life, you are presented with many opportunities to make money during the game. You make decisions whether to invest your hard earned money in opportunities presented to you.

You evaluate the opportunities based on market conditions at the moment. You’ll never know whether your investments are good or bad.
Some people get very excited when they get ‘doodads.’ But buying doodads will not help you to get out of rat race. So to get out of rat race, the trick is to accumulate as many assets as possible by investing in money opportunities that appear around you. By playing this game, you know very clearly what asset is and what liability is. Once you know the difference, you focus on accumulating assets rather than liabilities. The feeling is great when you are able to get out of rat race and move onto financial fast track. No words can describe my feelings when I first got out of rat race.

Why?
When you’re on financial fast track, money is no problem as it will come regardless of whether you work or not. You do not depend on a job to receive your money anymore. You are totally free to do what you love. When you play this game, you are able to see all sorts of people characters. Some are very conservative with money, some are risk takers, some feel very upset when they lose they turn, and so forth.

The other benefit of playing this game is you know your emotional part of how you perceive money. At the end of the day, you know yourself better and you can get rid of mental barriers that are holding you back from achieving financial success. To be honest, I didn’t know that I could learn so much from playing a board game which looked so simple!

12 Tips For Getting The Most Value From The Cashflow 101 Game

  1. Don’t cheat. The purpose of the game Cashflow 101 is for you to learn so if you cheat you learn to cheat. Why make money illegally when it is so easy to do it legally?
  2. Read the rules. You should especially read the three-hour millionaire piece on the back of the Cashflow 101 rulebook. See also Robert Kiyosaki’s Hot Tips page that comes with the game. Know the legal side of things and listen to the advice of professionals.
  3. Find learners to play it with. Find people who want to learn more about investing and money to play with. It is wholly different to play with people with the same money and financial interests, than family and friends who play with you because no one else would. Some action is better than none, but better yet is someone motivated to the action for his/her own personal reasons.
  4. Know there will always come another deal. If you haven’t got interest in a deal at this very moment, know that the next deal of the decade is around the corner (or the next card in the deck).
  5. Investigate your options. Don’t let a shortage of cash let you out of great deals. There are other people in the game that might be interested in the deals only you’ve got access too.
  6. Learn to share. Share deals – split the cost and the return if you feel the risk of borrowing the money is too great.
  7. Understand the power of leverage. If that $1 deal comes along and you don’t have any cash, borrow if you must, but take it. This is just one example of how you can leverage of the bank’s money for extraordinary returns.
  8. Have backup in a calculator. Yes, you might know your sums pretty well, but it does not hurt to have a calculator handy for estimating how long it will take you to get out of the rat race.
  9. Understand potential of grey areas in rules. Yes, rules and laws do not cover everything so there might be some loopholes. But rather than using loopholes, set up a contract that at least two parties can agree to that is a win-win situation for both. Do not see the absence of rules as an obstacle, but rather see it as an opportunity.

For the advanced player:

  1. Play it real. Change the job cards to the actual jobs that some of your Cashflow circle members has and see how different people would get out of your financial situation. Example: Job Title – Store Checkout Clerk, Salary $1,500, Taxes $300, Monthly Cashflow $150, etc.
  2. Play it real II. Change the Big Deal, Small Deal, Doodad and Market cards to reflect situations that you have been in personally, or where you might land in. Example: Market Card – Lose all assets due to litigation; Doodad – Buy new computer for $1,000 monthly expenses goes up by $150; Small deal – Buy stock in a small-cap company (market card might either quadruple your money or lose your whole investment); etc.
  3. Teach and learn. There is always some area where you will be better in than others – why don’t you teach them how they can get better at it. Give and then receive. Allow others to teach you in areas where they are more skilled than you. Leon van der Walt is an aspiring netrepreneur in the fields of inspiration and financial freedom. Leon has a masters degree in quantitative risk management and when not working on the Net is a bank employee. He strives to continually improve himself and is focussing on increasing financial literacy.

How to Kick Butt at Cashflow 101.

Here’s the lesson learned…:

  • give up your illusion that money is real.
  • never evaluate whether or not to complete deal based on whether or not you have the money or can afford it. Evaluate based on whether or not it is a good deal and then borrow or partner based on that fact.
  • you can’t get out of the rat race if you don’t take action [buy assets].
  • the real game is played on your income statement / balance sheet, not on the game board.

Cashflow 101 takeaways for real life:

  • learn to evaluate the assets you purchase so that you increase your odds of picking long term value propositions rather than gimmick opportunities.
  • build and maintain a great credit rating and relationship with your banker so you have access to funds when you do find a worthwhile asset to purchase.
  • you must accumulate [purchase, build or inherit] assets that put money in your pocket if you want to get rich. Sitting on the couch and dreaming of 6 month vacations or freedom from a job or buying a lottery ticket don’t count as real action.

In the game we have no fear of losing money, in real life it is still there. It is clear to me that this is the single most determining factor of success in the world of finance. Fear clouds decisions and its best friend greed will mess with you big time on the other side of the coin.

Give up both of those and you’ll be rich in no time, I’m sure of it. Therefore the beauty of the game, a chance to taste that freedom with without having to eat from dumpsters if you mess up … and before long that lovely taste of freedom from fear and greed will begin to seep into your real life financial psyche.

Written by budiwiyono

December 15, 2009 at 2:20 am

Robert T Kiyosaki Good Debt VS Bad Debt

with 4 comments

Good debt vs Bad Debt….

Topik ini bicara tentang investing culture…, soal kebiasaan. Topik yang sangat sederhana tetapi faktanya tidak semua orang bisa langsung adopt, bagaimana membangun bisnis dengan hutang yang “good debt”.

Saya pun walau dilahirkan dari keluarga wirausaha, yaitu ibunda saya, tetapi ibu saya tidak mewariskan budaya untuk utilize good debt. Ibu saya benar-benar tidak mau bersentuhan dengan debt, bahkan good debt sekalipun.

Bahkan dalam membeli rumah saja bliau waktu itu menekankan kepada saya, beli dari tabungan saja, seadanya… tidak usah memaksakan diri. Biar kepala tidak pusing memikirkan beban debt. Dan saya pun menuruti ibu waktu itu.

Tahun ini, akhir 2009, saya mencoba me-review ulang budaya tersebut dan berencana merevisinya. Tentu kita tidak bisa menyamaratakan good debt dan bad debt. Good debt untuk investasi tentu saja berbeda 180 derajat thd bad debt untuk konsumsi/gaya hidup.

Walaupun saya sudah berlatih menggunakan Good Debt dalam skala kecil, tetapi belum terlalu serius. Hal itu saya terapkan dalam bisnis investasi saham time frame short – medium term.Yang saya suka dari model ‘good debt’ dalam investasi saham adalah, debt dihitung cost of money nya hanya jika sedang dalam posisi porto. Sehingga jika tidak dalam posisi, maka tidak ada beban cost of money sama sekali.

Jadi saya sudah mulai mengerti dan sudah mendapatkan feel, apa itu “Good Debt”. Sehingga Insya Allah tahun 2010, saya sudah siap menjalankan Good Debt strategy secara lebih serius lagi.

Erase your debt as soon as possible and start building your “Good Debt”

…It’s become even clearer to me that what Robert talks about and teaches is more important than ever. Financial education is crucial to this country at this point, and Robert’s acumen in this area cannot be disputed. (Donald J. Trump)

Berikut secuplik materi Good Debt VS Bad Debt dari Robert T Kiyosaki (Banyak kontroversi tentang Kiyosaki, tetapi bagi saya, materi dia sangatlah berguna.)

Sangat sederhana konsepnya, tapi banyak dari kita yang barangkali belum menerapkan dengan benar. Bahkan ada yang tercebur dalam bad debt seperti kartu kredit untuk belanja gaya hidup, kredit mobil yang berlebihan, etc.

Coba anda lihat, contoh Good Debt dengan membeli rumah yang menghasilkan Cash Flow positif. Jadi jika action, fokus kemudian berubah, dari soal pro con Debt beralih menjadi bagaimana mendapatkan rumah via cicilan. Dengan syarat rumah tsb harus bisa menghasilkan Cash Flow positif thd (cicilan + cost operasi).

Anda punya pengalaman serupa? Monggo silakan dikomentari…

Written by budiwiyono

September 8, 2009 at 3:22 pm

Carrefour Express di Malaysia di sub Franchise kan

leave a comment »

Carrefour Express kini telah memiliki master franchise di Malaysia yang kemudian akan disubfranchisekan kepada para pengusaha lokal Malaysia. Menurut rencana, dipenghujung tahun 2009, Carrefour Express tersebut mulai disubfranchisekan.

Bagaimana pendapat anda jika Carrefour Express yang ditulis di majalah franchise berikut ini masuk ke Indonesia? Bagaimana nasib Indomart dan Alfamart? Apakah bisa bersinergi dengan supplier lokal dengan harmonis?

Tahukah anda Carrefour Express (yang ke-6) sudah masuk di Jakarta Pusat, tepatnya di Pusat Belanja Menteng Prada, yang merupakan ex Alfa Supermarket di area seluas 1,657m2.

—-

Carrefour Express kini telah memiliki master franchise di Malaysia yang kemudian akan disubfranchisekan kepada para pengusaha lokal Malaysia. Menurut rencana, dipenghujung tahun 2009, Carrefour Express tersebut baru mulai disubfranchisekan.

Menurut Mohamed Salim Bin Mohd Ali, Director Carrefour Express Asia, Careffour Express di Malaysia merupakan yang pertama di benua Asia. “Kita bangga karena Carrefour Express ini hadir di Malaysia yang saat ini sudah memiliki gerai dan sekarang sedang dalam persiapan untuk disubfranchisekan,”katanya disela-sela Pameran Franchise Internasional di Malaysia baru-baru ini.

Menurut Mohamed Salim Bin Mohd Ali, Careffour Express bukan merupakan konsep yang baru dari Carrefour Group karena saat ini sudah memiliki 4800 gerai di Eropa yang 90% semuanya diwaralabakan.

Disinggung mengenai pasar di Indonesia, menurut orang nomor satu Carefour ekspres di Asia ini sangat menarik, tetapi  masih harus melakukan berbagai pendekatan lagi dengan pemerintah Indonesia. “Kemarin ketemu dengan bapak Subagyo, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Indonesia tetapi belum sempat bicara soal Carrefour Express ini,” pungkasnya. (Alan)

Written by budiwiyono

August 10, 2009 at 3:24 pm

Buffet beli sekarang? (20 Oct 08)

leave a comment »

What do you think ?

Lets see…

Written by budiwiyono

November 3, 2008 at 9:17 am

Posted in Investing

Tagged with

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 316 other followers