Archive for the ‘KLIPING’ Category
Berikut berita yang tidak boleh dilewatkan.
===
“Kami belum yakin 100 % bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 %.” (‘Noah’s Ark Ministries International’)
Rabu, 28 April 2010, 06:45 WIB
Elin Yunita Kristanti
 |
| Peneliti China dan Turki tengah meneliti perahu Nuh di Ararat (nationalturk.com) |
|
VIVAnews – Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh — nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar — demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.
Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.
Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International’ selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.
Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.
Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.
Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.
Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.
“Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.
Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.
Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah — begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.
Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO — agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.
Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.
***

Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.
Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.
Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.
Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.
Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia — yang selamat dari bencana banjir bah.
Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. “Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia.”
Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.
Like this:
Be the first to like this post.
Tokek seharga motor atau mobil itu biasa… Tokek seharga Rp 179 Miliar itu baru luar biasa 
Jadi nemu harta karun tidak harus berupa emas, berlian, artifak kuno… tapi bisa juga berupa tokek raksasa, hehe
Silakan simak berita dari Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Noe…
INI BENERAN APA NGGAK YACH?
Seekor Tokek raksasa seberat 64 kilogram yang ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan, akhirnya terjual dengan harga 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179,2 miliar.

Tokek raksasa seberat 64 kg ini akhirnya terjual dengan harga Rp 179,2 miliar. Pembeli adalah orang Indonesia yang kemudian Tokek tersebut dibawa ke China. (sumber Tribun Kaltim)
“Tokeknya sudah dijual dengan harga RM 1 juta per kilogramnya,” (Arbin, pria yang sempat mengabadikan gambar tokek)
Menurut kabar burung, tokek katanya bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi enggak jelas bagian organ yang mana. Ada yang bilang darahnya, dagingnya atau lidahnya.
Like this:
Be the first to like this post.
Source: Koran Tempo, Ruang Baca
Judul buku: The History of Java
Penulis: Thomas Stamford Raffles
Alih bahasa: Eko Prasetyaningrum, Nuryati Agustin, Idda Qoryati Mahbubah
Penerbit: Penerbit Narasi, Yogyakarta
Cetakan: I, 2008
Halaman: XXXVI + 904 halaman
Ketika meninggalkan Indonesia (tepatnya di Bengkulu) pada 1823, sambil menyeka air mata, Raffles membawa pulang 30 ton naskah tentang Jawa.
Kira-kira tujuh tahun sebelumnya ia menerbitkan buku legendaris yang hingga kini terus diperbincangkan. Untuk keperluan penulisan, menurut Anthony Forge (1994), Sang Gubernur, yang juga memprakarsai kelahiran Singapura, tak hanya mengumpulkan banyak statistik, obyek-obyek material pun ia sertakan –mulai lukisan, ukiran kayu dan logam, baju adat, alat musik, hingga spesimen tumbuhan, rangka binatang dan sekaligus kulitnya. Ditambah sokongan data surat kabar The Java Gouvernment Gazette, lengkap sudah perbendaharaan Raffles untuk menulis mahakaryanya ini, History of Java –judul yang gagah lantaran mencakup dimensi-dimensi yang sangat beragam dan luas.
Pribadi Raffles memang memenuhi kualifikasi untuk menghasilkan karya besar. Jauh sebelum menjadi gubernur di Jawa, Raffles mengawali kariernya sebagai juru tulis sebuah perusahaan Hindia-Timur (1795). Sebagai seorang analis dan ahli dokumentasi, ia sangat tekun, ulet, cerdas, jeli, dan berkemauan keras. Tak heran, selama berkuasa di Jawa, berbekal akses yang luas, ia rajin menyambangi hutan, desa, hingga berbagai obyek arkiak Jawa. Ia juga gemar mengunjungi para penguasa lokal sembari berbuku naskah-naskah kuno.
Kualifikasi keilmuan Raffes terlihat pada kemampuan olah data yang mumpuni dan komprehensif. Terdapat banyak footnote buku-buku ilmiah tempat Raffles harus merujuk. Seperti dikutip majalah Tempo (edisi 9-25 Mei 2008), kepiawaian Raffles meracik data lokal dengan buku ilmiah para ilmuwan, seperti buku F. Valentijn (Oud en Nieuw Oost-Indien, 1724), dan karya Rumphius (Herbarium Amboinense, 1741) sangat mengagumkan. Lebih-lebih Raffles memperkaya ulasannya dengan aneka ilustrasi litografi yang unik dan menarik. Boleh jadi, beberapa obyek nyata dari ilustrasi itu sudah tak bisa dilihat lagi di tempat asalnya.
Selama menjadi Gubernur Jenderal di Jawa (1814-1816), ia berhasil mengusahakan banyak hal: mengenalkan otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budak, menata ulang sistem perpajakan dan pertanahan, serta merintis penelitian serius terhadap sastra Jawa kuno. Ia pula yang menginisiasi pendirian Kebun Raya Bogor, Museum Etnografi di Batavia, memugar Candi Borobudur, Candi Panataran, dan Candi Prambanan. Dengan waktu yang relatif singkat itu, Raffles menjadi layak untuk dikenang. Lebih-lebih ia tak suka dengan model pemerintahan Belanda yang abai terhadap perikemanusiaan.
Raffles memulai Bab I dengan mendeskripsikan kondisi geografis Pulau Jawa. Ia menarasikan sebuah peta topografis ihwal keadaan alam Jawa dalam sejumlah ukuran: pembagian wilayah, pelabuhan, pegunungan, sungai dan danau, pemandangan alam, susunan bebatuan, musim dan iklim, jenis logam, kondisi tanah, serta flora-fauna. Salah satu subtema yang menarik dicermati adalah ketika Raffles mengulas bagaimana dan dari mana nama “Jawa” didapat. Penelusuran etimologis yang dilakukan Raffles bahkan, sampai-sampai, mengutip Kitab Kejadian Bab X.
Pada Bab II, Raffles mendiskusikan populasi Jawa dengan dua pola sekaligus. Mula-mula ia melakukan kilas balik sejarah asal mula orang Jawa, dan kemudian membandingkan perbedaan ras Jawa dengan ras Melayu dan ras Bugis. Tak hanya itu, pembahasan tentang sejumlah ras pendatang semacam Cina, Moor, dan Arab, ia sertakan pula. Dengan gambaran yang relatif lengkap seperti itu, Raffles bisa bercerita banyak mengenai kesenjangan ekonomi hingga problem kelas sosial.
Kecintaan Raffles pada dunia botani terlihat pada Bab III. Ia merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”
Tengok pula bagaimana ia bersaksi, “Tidak ada pemandangan yang lebih indah untuk mata atau imajinasi seseorang dibandingkan melihat lautan padi menguning di lereng gunung dan buah-buahan di hutan yang siap dimakan.”
Raffles tak luput memperlihatkan bagaimana kodrat agrikultur orang Jawa terejawantah dalam keseharian. Poin ini lebih lanjut diuraikan pada Bab VI, yang secara penuh disediakan untuk menggambarkan karakter orang Jawa. Raffles bahkan merasa perlu menyangkal prasangka umum di Barat yang menganggap orang Jawa pemalas. Tidak. “Orang Jawa”, kata Raffles, “sangat rajin dan senang bekerja… bangun saat fajar, berangkat ke ladang padi pukul setengah tujuh…. Selama siang yang panas mereka beristirahat di bawah bayang-bayang rumah… merawat peralatan pertanian atau sibuk mengerjakan hal-hal yang lebih penting.
“Sekitar pukul empat mereka kembali bekerja di sawah…pukul enam mereka pulang, makan malam dan menghabiskan sisa waktu hingga menjelang tidur dengan sedikit hiburan atau bincang-bincang, sementara seluruh desa terlihat tenang, damai dan menyenangkan.”
Pembaca perlu mencermati bagian akhir bab itu yang mencerminkan subyektivitas seorang Gubernur Inggris di tanah Jawa.
Ditopang sejumlah data dan argumentasi, Raffles menilai kebijakan pemerintah Belanda tidak tepat. Baru setelah kedatangan Inggris, sejumlah perbaikan pertanian bisa diusahakan.
Pembahasan pada Bab IV berkutat pada dunia manufaktur dan produksi tradisional. Lagi-lagi Raffles menengarai kepatuhan orang Jawa terhadap Eropa (yang dimaksudnya tentu saja Belanda) menyebabkan miskinnya inovasi dan penemuan di bidang ini. Lebih-lebih, gaya hidup yang sederhana tidak menuntut kemajuan yang pesat di dunia manufaktur.
Pemahaman Raffles mengenai potensi strategis Jawa dalam perdagangan internasional juga sangat mencengangkan. Simak rincian ulasan pada Bab V, yang secara khusus menerangkan perdagangan. Sembari melaporkan rincian komoditas ekspor-impor, Raffles meletakkan relevansi pembahasannya dalam konteks hubungan niaga yang tersambung ke banyak belahan dunia lain.
Uniknya, Raffles memasukkan pembahasan agama dalam bab ini juga. Agaknya, ia ingin menunjukkan ketersebaran agama-agama, meminjam istilah Pramoedya, dari negeri “atas angin” tidak bisa dilepaskan dari konteks perdagangan. Uraian lebih mendalam mengenai sistem keyakinan orang Jawa bisa dibaca lebih lanjut pada Bab IX.
Baru pada Bab VII dan VII tema tradisi mendapatkan perhatian penuh.
Simbol-simbol tradisi semacam upacara, drama, wayang, tari, beserta sejumlah adat istiadat diterangkan dalam tutur yang tak membosankan. Sementara Bab X dan XI dihabiskan untuk mendedah sejarah perdaban Jawa yang panjang. Uraian historis ini diakhiri sampai dengan periode kedatangan militer Inggris pada 1811.
Termaktub pula 12 lampiran berharga yang melaporkan kemunduran Batavia, perdagangan dengan Jepang, terjemahan versi modern Suria Alem, hukum pengadilan provinsi di Jawa, perbandingan kosakata bahasa-bahasa suku di Jawa, cerita pulau Sulawesi dan perbandingan kosakata bahasa-bahasa suku angka-angka Candra Sengkala, terjemahan Manik Maya, terjemahan huruf prasasti Jawa dan Kawi kuno, pulau Bali, instruksi pajak, hingga memorandum tentang berat, ukuran, dan lain sebagainya.
Satu hal yang menjadi kesan bagi pembaca di Indonesia adalah gaya penulisan Raffles yang simpatik, sekalipun itu menjadi nostalgik bagi pembaca di Barat. Dengan begitu, Raffles selamat di dua sisi mata uang sekaligus. Ia mencintai Indonesia tanpa perlu menjadi benalu bagi semangat kolonialisme yang mewabah di negara-negara barat. Bagi sebagian orang, Raffles menjadi sebuah nama bagi pengandaian tentang kolonialisme yang indah.
Biar bagaimanapun, Raffles tetap saja tak bisa lepas dari cara pandang Orientalis yang senantiasa melihat “timur” sebagai nostalgia panorama yang elok dan, kata Edward Said (1978), remarkable experiences. Buktinya, “barat” langsung terhenyak begitu Eduard Douwes Dekker, yang menyamar dengan nama dengan Multatuli menjungkirbalikkan ‘pakem’ itu lewat novel Max Havelaar setengah abad kemudian (1860).
Sebelum History of Java edisi Bahasa Indonesia terbit, saya lebih dulu termenung dengan tesis master Natalie A. Mault (Louisiana State University, 2005). “Bagaimanapun,” demikian tulis Mault, “berbahaya untuk menempatkan History of Java sebagai sumber yang memberitakan segala hal ihwal sejarah Jawa, lantaran pandangan yang Raffles ekspresikan adalah milik kolonialis Eropa yang berburu cara untuk mempromosikan agenda politik mereka.” (hlm. 90). Pada titik inilah masyarakat Indonesia mesti sadar. Berabad-abad lamanya kita ditelan gelombang dari luar yang mewujud tak hanya dalam ketidakadilan ekonomi-politik semata, namun juga menyelinap dalam cara berpikir dan bersikap.
Maka, di hadapan karya ini, kita tak boleh berhenti pada keterpesonaan semata. Sekalipun untuk kisaran abad XIX tak ada sumber literer pembanding yang muncul dari kalangan bumiputera, sikap pasrah dalam membaca dan menulis sejarah tak bisa diterima. Karenanya, kesimpulan sebagai hasil sebuah pembacaan mestinya melahirkan kesadaran sikap. Cukuplah untuk berabad-abad lamanya kita dilahap menjadi obyek garapan “mereka”. Tak ada kata terlambat bagi “kita” untuk menjadi subyek bagi diri sendiri. Perspektif Indonesiasentris yang dirintis Sartono Kartodirdjo dalam tradisi historiografi bisa dirumuskan dalam tiga kata: Indonesia menulis Indonesia.
Like this:
Be the first to like this post.
Sebagai bahan referensi evaluasi dan tindakan tentang acuan hak dan kewajiban SUAMI ISTRI dalam Islam.
Reference: buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.
HAK BERSAMA SUAMI ISTRI
- Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
- Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
- Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
- Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)
SUAMI KEPADA ISTRI
- Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
- Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
- Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
- Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
- Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
- Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
- Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
- Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
- Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
- Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
- Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
- Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
- Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
- Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
- Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
- Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
- Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
- Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)
ISTRI KEPADA SUAMI
- Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
- Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
- Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)
- Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami, e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)
- Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)
- Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
- Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
- Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
- Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)
- Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
- Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)
- Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)
- Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)
- Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)
- Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)
ISTRI SHOLEHAH
- Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramaddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)
- Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)
- Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)
- Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah SAW sebagai tauladan utama.
Semoga bermanfaat…
Like this:
Be the first to like this post.
Perhatikan Situasi kepadatan dan monitor kejadian pada jalur mudik anda di http://www.info-mudik.com/peta_utama.php?m=2

Related Article:
Like this:
Be the first to like this post.
Peta Informasi Jalan Raya Utama Pulau Jawa (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional)
Download
Peta Mudik Jawa (Online / Digital) Bisa dibuka dan di download DISINI
Keterangan :
- Jalan Tol
- Jalan Utama
- Jalan Alternatif
- Jalan Wisata/Biasa
- Jalan K.A.
- Kondisi jalan rusak
- Kota Madya
- Kota Kabupaten
- Kota Kecamatan
- SPBU Pasti PAS
- Rumah Makan
- Daerah Rawan Kecelakaan/Kemacetan
Peta Mudik JawaPos (Online / Digital) DISINI
Peta Digital Kota Solo DISINI
Like this:
Be the first to like this post.
Kumpulan Kartu Lebaran
==================================================
Kartu Lebaran 1

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://www.commentsguru.com/images/eid/eid_mubarak_05.jpg” alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 2

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://www.commentsguru.com/images/eid/eid_mubarak_02.gif” alt=”Kartu Lebaran” width=”410″ height=”241″ />
==================================================
Kartu Lebaran 3

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img367.imageshack.us/img367/4183/aidilfitri6io3.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 4

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img249.imageshack.us/img249/416/raya038f0576fz4kz3.png” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 5

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img257.imageshack.us/img257/9918/12gifug0.png” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 6

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img300.imageshack.us/img300/4292/kk30hv1.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 7

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img301.imageshack.us/img301/9949/eidulfitrcommentgraphichr6.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 8

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img301.imageshack.us/img301/4653/kk14zs1.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 9

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img src=”http://img300.imageshack.us/img300/6093/kadpuasafarhanya6.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” />
==================================================
Kartu Lebaran 10

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img style=”border:0 initial initial;” src=”http://img300.imageshack.us/img300/3995/d100002052ue3.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” width=”430″ height=”216″ />
==================================================
Kartu Lebaran 11

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img style=”border: 0px initial initial;” src=”http://www.wondercomments.com/holidays/eid_ul_fitr/eid_ul_fitr_comment_graphic_02.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” width=”402″ height=”238″ />
==================================================
Kartu Lebaran 12

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img style=”border:0 initial initial;” src=”http://www.wondercomments.com/holidays/eid_ul_fitr/eid_ul_fitr_comment_graphic_03.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” width=”398″ height=”212″ />
==================================================
Kartu Lebaran 13

Silahkan Kopi Paste Script dibawah
<img style=”border: 0px initial initial;” src=”http://www.wondercomments.com/holidays/eid_ul_fitr/eid_ul_fitr_comment_graphic_04.jpg” border=”0″ alt=”Kartu Lebaran” width=”398″ height=”327″ />
==================================================
Sumber : berbagai sumber
Like this:
Be the first to like this post.
Segitiga Kehidupan
Saat terjadi gempa
by
Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),
Penterjemah: Anonim
Pengalaman
- Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
- Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
- Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.
Percobaan
- Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka “menunduk dan berlindung” dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga kehidupan”.
- Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya “segitiga kehidupan” bertahan hidup 100%.
- Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.
Fakta
- Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
- Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
- Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
- Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.
Teori segitiga kehidupan
- Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
- Ruangan kosong ini lah yang saya sebut “segitiga kehidupan”.
- Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
- Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.
Amati
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah “segitiga kehidupan” yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.
Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi
1. Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa.
Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya
3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping.
Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur.
Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya.
Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya.
Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!
7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama).
Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya.
Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.
Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya.
Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.
9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz.
Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.
Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat.
Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang
yang anda cintai.
Terima kasih
Semoga bermanfaat
Like this:
Be the first to like this post.
Sisi lain Pak Boed yang saya kenal
Oleh Faisal Basri – 14 Mei 2009
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.
Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.
Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.
Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.
Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet ,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.
Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.
Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.
Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.
Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.
Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.
Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.
Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.
Maju terus Pak Boed.
Like this:
Be the first to like this post.

Anda suka?
Like this:
Be the first to like this post.