Harta Karun senilai Rp 720 Miliar berumur 1000 tahun di Perairan Cirebon
Wow, telah ditemukan harta karun senilai Rp. 720 Milyar di Perairan Cirebon. Bukti kejayaan jalur perdagangan Indonesia 1000 tahun yang lalu.
Selengkapnya artikel Kompas sbb.
==
JAKARTA, KOMPAS.com – Ribuan potong batu permata, rubi, emas, dan keramik Kerajaan Tiongkok, serta perkakas gelas Kerajaan Persia, senilai lebih kurang Rp 720 miliar, dilelang di Jakarta, Rabu (5/5/2010). Harta karun tersebut ditemukan dari bangkai kapal berusia 1.000 tahun di perairan Cirebon, Jawa Barat.
Luc Heymans, seorang pemburu harta karun bawah laut, mengatakan, itu merupakan temuan terbesar di Asia yang setara dengan temuan harta kapal jenis Galeon Spanyol Atocha yang tenggelam di perairan Florida, Amerika Serikat, tahun 1622, yang menggegerkan dunia. Demikian disebutkan kantor berita AFP, Minggu. Harta karun di perairan Cirebon itu semula ditemukan tersangkut jaring nelayan.
”Temuan ini berasal dari sekitar tahun 976 Masehi. Ketika itu, perdagangan dan pelayaran antara Jazirah Arab-India-Sumatera dan Jawa sangat ramai,” tutur Heymans.
Menurut Heymans, diduga ada pejabat tinggi Kerajaan Tiongkok yang menumpang kapal bermuatan harta karun yang ditemukan itu. Pasalnya, kapal yang belum diketahui namanya itu memuat banyak keramik khusus milik Kerajaan Tiongkok.
Heymans dan tim menyelam sebanyak 22.000 kali untuk mengangkut harta dengan jumlah 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah, dan 2.200 batu akik merah. Selain itu, ditemukan pula vas terbesar dari Dinasti Liao (907-1125 Masehi) dan keramik Yue dari era lima dinasti (907-960) dengan warna yang khusus digunakan untuk perkakas kekaisaran. Harta karun itu diangkat dari dasar laut sejak Februari 2004 hingga Oktober 2005.
Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Sudirman Saad, yang juga Sekretaris Jenderal Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga asal Muatan Kapal Tenggelam, yang sedang berada di Ambon, Minggu, mengatakan, pelelangan untuk 271.381 keping benda berharga muatan kapal tenggelam yang diangkat dari perairan Cirebon dilakukan pada tanggal 5 Mei 2010. Pelelangan dilakukan melalui Kantor Piutang Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III dan terbuka untuk pasar internasional.
Koleksi artefak itu berasal dari era lima dinasti Tiongkok yang hanya berkuasa selama 53 tahun, meliputi Dinasti Liang (907-923), Tang (923-936), Jin (936-947), Han (947-951), dan Zhou (951-960). Selain itu, ditemukan juga artefak kerajinan gelas berasal dari Kerajaan Sasanian (Persia) dan Rock Crystal peninggalan Dinasti Fatimiyah (909-1711) yang berpusat di Mesir modern.
Hasil pelelangan benda berharga itu diharapkan mencapai 100 juta dollar AS, dibagi rata antara pemerintah dan perusahaan yang melakukan eksplorasi. Pengangkatan benda berharga muatan kapal tenggelam di Cirebon yang berlangsung sejak Februari 2004 hingga Oktober 2005 itu dilakukan oleh PT Paradigma Putra Sejahtera, bekerja sama dengan Cosmix Underwater Research Ltd, dengan izin Pemerintah Indonesia.
Museum bawah laut
Fenomena penemuan ribuan artefak bawah laut yang menggambarkan jejak kejayaan maritim Indonesia pada masa lampau sudah saatnya mendorong pemerintah untuk mendirikan museum bawah laut serta membangun museum bahari pada lokasi-lokasi eks kerajaan bahari.
Sudirman mengemukakan, sudah saatnya Indonesia memiliki museum artefak bawah laut yang menjadi bukti jejak kejayaan maritim Nusantara pada abad silam. Museum itu tidak hanya menampilkan nilai sejarah kapal beserta isinya, tetapi juga kemajuan budaya kerajaan-kerajaan di Nusantara.
”Museum itu bisa menggambarkan nilai sejarah kapal beserta peninggalannya, kerajaan Indonesia, atau negara lain yang pernah bermitra dengan kerajaan kita pada masa lampau,” ujarnya.
Kendati demikian, ujar Sudirman, keinginan itu terbentur kapasitas negara yang tidak memadai, baik sumber daya manusia maupun pembiayaan. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuka diri terhadap Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) guna membicarakan kemungkinan pembangunan museum bawah laut, kriteria lokasi, pemeliharaan, dan pengawasannya.
Dari potensi ratusan titik benda berharga muatan kapal tenggelam di perairan Indonesia, perlu diseleksi lokasi yang paling tepat untuk museum bawah laut. Dengan demikian, benda-benda peninggalan di museum itu kelak dapat dinikmati sebagai obyek wisata bahari.
Di sisi lain, perlu dibangun museum bahari di beberapa wilayah eks kerajaan maritim Nusantara guna menyimpan koleksi artefak bawah laut yang telah diangkat. ”Dengan diangkat ke permukaan, masyarakat umum dapat mengetahui jejak peninggalan sejarah maritim,” ujarnya.(LKT/ONG)
Tokek Seberat 64 Kg Akhirnya Terjual Rp 179 Miliar
Tokek seharga motor atau mobil itu biasa… Tokek seharga Rp 179 Miliar itu baru luar biasa ![]()
Jadi nemu harta karun tidak harus berupa emas, berlian, artifak kuno… tapi bisa juga berupa tokek raksasa, hehe
Silakan simak berita dari Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Noe…
INI BENERAN APA NGGAK YACH?
Seekor Tokek raksasa seberat 64 kilogram yang ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan, akhirnya terjual dengan harga 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179,2 miliar.

Tokek raksasa seberat 64 kg ini akhirnya terjual dengan harga Rp 179,2 miliar. Pembeli adalah orang Indonesia yang kemudian Tokek tersebut dibawa ke China. (sumber Tribun Kaltim)
“Tokeknya sudah dijual dengan harga RM 1 juta per kilogramnya,” (Arbin, pria yang sempat mengabadikan gambar tokek)
Menurut kabar burung, tokek katanya bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi enggak jelas bagian organ yang mana. Ada yang bilang darahnya, dagingnya atau lidahnya.
Cara Kerja Kapitalis
Menarik neh artikel Cara Kerja Kapitalis Dunia memperkaya diri…
Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.
Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.
Langkah Dua : Liberisasi Pasar Modal. Stiglitz menyebutnya siklus uang panas. Dana dari luar negeri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di real estate dan mata uang. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik keluar untuk menciptakan kekacauan ekonomi.
Negara bersangkutan kemudian akan meminta bantuan dari IMF dan IMF kemudian mensyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30% sampai 80%. Ini terjadi di Indonesia, Brazil, dan juga negara-negara Asia dan Latin lainnya. Suku bunga tinggi ini menyebabkan kemiskinan bangsa, menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri dan mengeringkan tabungan nasional.
Langkah Tiga : Penentuan Harga Pasar. Harga makanan, air, dan gas dinaikkan yang menyebabkan keresahan sosial yang berujung ke kerusuhan. Ini dikenal dengan istilah “kerusuhan IMF”. Kerusuhan akan menyebabkan pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Ini menguntungkan korporasi luar negeri karena aset-aset negara tersebut sekarang bisa dibeli dengan harga amat murah.
Langkah Empat : Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap di mana korporasi internasional akan memasuki pasar Asia, Latin Amerika, dan Afrika pada saat mereka sendiri tetap mengenakan tarif masuk bagi produk agrikultur negara dunia ketiga. Mereka mengenakan harga yang sangat tinggi untuk obat bermerek dan menyebabkan tingkat kematian dan penyakit yang sangat tinggi.
Akan ada banyak orang yang kalah dalam sistem ini, dan sangat sedikit pemenang, para bankir. Sesungguhnya penjualan utilitas seperti listrik, air, telepon, dan gas adalah prasyarat untuk mendapatkan pinjaman oleh negara berkembang. Aset-aset ini diperkirakan senilai 4 trilyun dolar.
Bulan September 2001, Stiglitz diberikan hadiah Nobel bidang ekonomi.
Selengkapnya: http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/sejarah-pedagang-uang-money-changer.html
Bagaimana sikap kita agar tidak menjadi korban? Melainkan bisa menjadi pemain yang sukses riding the wave?
Monggo silakan dikomentari…
Tito Ortiz vs Lyoto Machida, UFC 84 “Ill Will”
- Tito Ortiz vs Lyoto Machida, UFC 84 “Ill Will”
- (24/5/2008 – Las Vegas, Nevada)
- http://video.aol.co.uk/video-detail/tito-ortiz-vs-lyoto-machida/947099247
- Menarik menyimak Tito yang full power dikalahkan oleh Machida yang superb cerdik
Info Beasiswa “ITB Untuk Semua”
Info beasiswa untuk anak miskin di ITB: http://itbuntuksemua.com/infopeminat
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
- Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
- Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
- Aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
- Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
- Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB
info beasiswa untuk anak miskin di ITB http://itbuntuksemua.com/infopeminat
Support Pariwisata Indonesia dengan vote Komodo National Park – finalist 7 keajaiban dunia
Support Pariwisata Indonesia dengan vote Komodo National Park yg masuk sbg finalist 7 keajaiban dunia.
Pic Source: Mas Gembol
Ada yang bilang ini bukan Official New 7 Wonders, tetapi kalo kita cermati, dengan Vote Komodo disini, kita bisa Promosikan Komodo ke seluruh dunia secara gratis
Yuk, masing2 satu suara, vote di http://www.new7wonders.com/ Now!
Buka browser dan go to New7Wonders, klik di gambar Pulau Komodo (no. 5) dan enam gambar lainnya (mesti tujuh), klik add to list, kalo dah lengkap klik continue to step 2. Ikuti aja step berikutnya….
Komodo Island, Beyond the Dragon Paradise:
Pic Source: Mas Gembol
Diving @Komodo
GILIRAN ANDA… Buktikan cinta anda SEKARANG JUGA… Undang Seluruh teman anda untuk memberikan DUKUNGAN kepada Bangsa Ini
Jadwal Vooting :
- Global Vooting, Dimulai Desember 2007 s/d 7 juli 2009 menghasilkan 77 Top Nominasi
- Penentuan Finalis 21 Juli 2009. Menghasilkan 28 Finalis, dan Pulau Komodo masuk di dalamnya.
- Penentuan 7 Keajaiban Dunia 21 Juli 2009 s/d 31 Dec 2010
- Pengumuman pemenang awal 2011
Target 1 Juta suara untuk bisa menjadi satu dari 7 kejaiban dunia…
Masih ada cukup waktu, namun target 1 Jt suara hanya akan tercapai jika kita semua bersama-sama berjuang mewujudkannya…
KITA PASTI BISA… Lakukan hal Kecil untuk sesuatu yang BESAR sebagai bentuk CINTA kita kepada BANGSA INI…
CARA VOTE:
LANGSUNG KETIK! http://www.new7wonders.com/
Langkah-langkah voting:
1) ► Isi “VOTE 1 Klik “picture” KOMODO NATIONAL PARK (posisi ke 5 pada urutan atas dari ki-ka) kemudian klik “ADD TO LIST” <— stelah di klik ini akan otomatis terisi pd urutan pertama.
2) ► Isi “VOTE 2″ –> “VOTE 7″ Klik nominasi apa saja sesuka anda kemudian klik “ADD TO LIST”
3) ► Klik “CONTINUE TO STEP 2″
4) ► Jika anda telah/pernah vote sblomnya, maka anda bisa langsung “login” memakai account www.new7wonders.com.
5) ► Jika belum maka anda harus mengisi form yang telah disediakan oleh www.new7wonders.com.
6) ► Isi biodata anda dan contreng “Information” dan “Terms & Conditions” lalu isi lagi box “CAPTCHA” dengan benar.
7) ► Klik “SUBMIT YOUR VOTE”
► Confirm your email link now!, VERY IMPORTANT!!! Cek email anda untuk konfirmasi. “Anda akan mendapat link dari “info@vote7.com” dan anda HARUS klik link konfirmasi yang ada di email anda, jika anda TIDAK melakukan maka voting anda TIDAK BERLAKU!”
9) ► Yang terakhir pada STEP ke 5 anda akan mendapatkan “Voting confirmed ! Your votes for your Official New7Wonders of Nature nominees have now been successfully counted.” Artinya voting anda telah sukses.
Support Pariwisata Indonesia dengan vote Komodo Island yg masuk sbg finalist 7 keajaiban dunia. Yuk, masing2 satu suara, vote di http://www.new7wonders.com/ Now!
Komodo: http://www.vote7.com/n7w/nature/nominees /komodo-national-park
Sekolah Bisnis Terbaik: Navigasi Masa Depan
Menjelang dimulainya tahun ajaran 2009/2010, BusinessWeek dan US News merilis daftar sekolah bisnis terbaik, masing-masing untuk undergraduate (S1) dan post graduate (S2).
Untuk menyusun daftar ini, BusinessWeek melakukan survei terhadap ribuan mahasiswa tingkat akhir, pihak perusahaan sebagai calon pengguna, dan karyawan baru, di samping memerhatikan skor SAT, rasio dosen-mahasiswa, hingga program magang yang ditawarkan. Sementara itu, US News menyurvei 426 program MBA untuk memilih kampus terbaik. Tahun ini, responden menilai kampus terbaik adalah mereka yang memiliki program pendampingan dan persiapan ke dunia kerja, serta memiliki jaringan alumni yang kuat. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian dunia kerja saat ini. Namun, secara umum, kampus dengan nama besar ternyata bukan jaminan untuk menjadi tempat belajar pilihan dan terbaik. “Ekspektasi mahasiswa berubah cepat,” kata Jackie Chaffin, direktur pusat bimbingan karier Seton Hall University. Kini, mahasiswa membutuhkan kampus sebagai alat navigasi untuk menjelajah samudra karier di masa depan.

McIntire School of Commerce
Sekolah bisnis di bawah payung University of Virginia ini ditahbiskan sebagai sekolah terbaik 2009. Tahun lalu, sekolah bisnis yang berdiri sejak 1921 ini berada di posisi runner up. Kampus yang didirikan oleh Paul Goodloe McIntire ini menawarkan program dua tahun dengan gelar B.S. in Commerce. BusinessWeek menilai kampus McIntire memiliki kelebihan di mata kuliah Strategi Perusahaan, Manajemen Keuangan, dan Metode Kuantitatif. Untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan, mahasiswa wajib mengeluarkan biaya US$9.494 per tahun. Kampus ini berlokasi di Charlottesville, Virginia, AS.
Mendoza College of Business
Kampus yang telah eksis sejak 1921 ini semula didirikan oleh Rev. John Francis O’Hara. Empat tahun sebelumnya, Notre Dame University merupakan kampus pertama di AS yang menyelenggarakan program empat tahun untuk pendidikan Perdagangan Asing. Kini, untuk dapat menuntut ilmu di Mendoza College of Business yang merupakan bagian dari University of Notre Dame ini, setiap mahasiswa harus membayar biaya kuliah US$36.847 per tahun, empat kali lipat lebih mahal ketimbang McIntire School of Commerce. Kendati demikian, dari sepuluh calon mahasiswa yang mendaftar, pihak universitas hanya menerima tiga orang. Kampus ini memiliki mata kuliah unggulan Hukum Bisnis, Kalkulus, Etika, dan Manajemen Operasional.
Wharton School
Tahun lalu, sekolah bisnis dalam naungan University of Pennsylvania ini berada di posisi puncak altsekolah bisnis terbaik di Negeri Paman Sam. Namun, tahun ini Wharton melorot ke posisi ketiga. Kampus yang memiliki mata kuliah unggulan Pemasaran, Ekonomi Mikro, Manajemen Operasional, Etika, dan Metode Kuantitatif ini telah berdiri sejak 1881. Anggota Ivy League yang berbasis di Philadelphia, Pennsylvania, AS, ini mematok biaya kuliah US$37.526 per tahun.

Harvard University
Tak bisa dimungkiri, Harvard University merupakan sekolah bisnis terbaik untuk program MBA di AS, bahkan di seluruh dunia. Lulusan Harvard yang diserap perusahaan mencapai 87% di tahun pertama pasca-wisuda. Anggota Ivy League yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS, ini berdiri sejak 1636, di masa kolonial Massachusetts. Untuk bisa mengikuti kuliah di institusi pendidikan tertinggi tertua di AS ini mahasiswa wajib membayar uang kuliah US$42.800 per tahun.
Stanford University
Semula, mantan Gubernur sekaligus Senator California Leland Stanford dan sang istri, Jane Lathrop Stanford, mendirikan sebuah institusi pendidikan sebagai sebuah memoar atas meninggalnya putra mereka, Leland Stanford Jr., yang tutup usia sebelum genap berumur 16 tahun, pada 1885. Kini, kampus yang berlokasi di San Francisco ini menjadi pilihan tempat menuntut ilmu bagi sekitar 15.000 mahasiswa S1 dan S2. Untuk mengikuti program MBA, mahasiswa harus membayar US$48.921 per tahun. Adapun tingkat kemungkinan mahasiswa mendapatkan pekerjaan pasca-wisuda sebesar 82,5%.
Kellogg School of Management
Dari sepuluh mahasiswa Kellogg School of Management, yang bernaung di bawah Northwestern University, sembilan di antaranya mendapatkan pekerjaan yang sesuai di tahun pertama kelulusan. Jika dibandingkan dengan penyedia program MBA lainnya, Kellogg memiliki persentase terbesar. Kampus yang memiliki home base di Sheridan Road Evanston, Illinois, AS, ini telah berdiri sejak 1908. Untuk dapat mengikuti program MBA, mahasiswa Kellogg harus bersedia membayar uang kuliah US$46.791 per tahun. Hingga kini, Kellogg memiliki lebih dari 50.000 alumnus. Di antaranya, Edwin G. Booz dan James L. Allen, pendiri lembaga konsultan Booz Allen Hamilton, serta Arthur Andersen, pendiri firma auditor sesuai namanya.
Source: Warta Ekonomi
Pandangan Faisal Basri terhadap Boediono
Sisi lain Pak Boed yang saya kenal
Oleh Faisal Basri – 14 Mei 2009
Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.
Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.
Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.
Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.
Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.
Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet ,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.
Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.
Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.
Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.
Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.
Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.
Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.
Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.
Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.
Maju terus Pak Boed.
Must Read NLP Books!
Read More? http://indonesianlpsociety.org
Join the Community? idnlpsociety-subscribe@yahoogroups.com
Saya memulai perjalanan saya sebagai pembelajar NLP melalui seminar, membaca buku dan artikel, praktik eksperimen, dan sharing. Setiap kegiatan itu memiliki manfaatnya masing-masing bagi saya, karena saya menemui pengalaman belajar yang berbeda-beda. Di seminar/training, saya beruntung bisa mendapatkan bimbingan langsung dari sang pelatih. Saya jadi tahu bagaimana cara yang “benar” dalam mempraktikkan NLP. Melalui membaca buku dan artikel, saya bersyukur mendapati limpahan ilmu yang saya yakin tidak sempat tersampaikan dalam pelatihan yang hanya dalam hitungan hari itu. Di dalam buku dan tulisan lah, menurut saya, terkandung kekayaan, kedalaman, dan kebijaksanaan seorang guru, yang belum tentu bisa kita dapati di kelas. Lewat praktik eksperimen, saya memastikan apa yang saya pelajari memang benar-benar bisa bekerja dan bukan sekedar omong kosong belaka. Inilah sebabnya seorang NLPers kemudian disebut sebagai Praktisi alih-alih dengan nama lain. Sementara ketika saya sharing hasil belajar itu kepada orang lain, saya pun belajar kembali melalui umpan balik yang diberikan oleh peserta.
Nah, karena seminar membutuhkan pertemuan langsung, begitu pula eksperimen dan sharing, maka yang bisa saya lakukan saat ini untuk membagikan proses pembelajaran NLP saya adalah melalui tulisan ini. Dan, saya pun memutuskan untuk membagikan apa yang mungkin Anda lakukan untuk belajar NLP melalui tulisan: membaca buku-buku NLP.
Saya telah membaca cukup banyak buku-buku NLP berikut berbagai artikel yang ditulis oleh para ahli. Saya katakan cukup, sebab memang masih banyak buku yang belum saya baca pun belum saya tahu kalau ia ada. Perjalanan saya membaca buku NLP cukup unik, karena saya melompat dari satu level ke level lain. Belum paham yang satu, eh ketemunya buku yang lain, maka buku advance itulah yang saya baca. Alhasil, saya sempat mengalami kebingungan, meskipun kemudian menuai hikmahnya. Seringkali saya membaca ulang buku-buku yang pernah saya baca, demi mendapatkan pemahaman yang lebih utuh.
Well, saya harap uraian saya di bawah ini dapat mempermudah perjalanan Anda mempelajari NLP melalui buku. Diselingi dengan berbagai pelatihan yang Anda ikuti, Anda mungkin tetap perlu mengulang kembali proses belajar Anda, sehingga semuanya menjadi sebuah bangunan keterampilan yang kokoh.
Dari Mana Saya Mesti Mulai?
Ini adalah pertanyaan yang sering saya dengar dari rekan-rekan yang baru memulai perjalanan sebagai pembelajar NLP. Pada mereka, saya biasanya menyarankan untuk membaca buku-buku perkenalan dulu yang berisi tips praktis untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua buku Pak RH Wiwoho, Reframing dan ProFIl, menurut saya adalah langkah awal yang baik. Inilah buku yang menurut saya bisa masuk ke segala kalangan, newbie maupun expert. Cukup mencerahkan bagi newbie, tidak membosankan bagi expert. Setelah mempraktikkan keduanya, saya selalu mempersilakan Anda untuk merenungkan dulu sebelum memutuskan apakah akan mendalami NLP semakin dalam. Mengapa? Karena NLP adalah ilmu tentang kehidupan Anda sendiri. Semakin Anda masuk, semakin Anda akan ditelanjangi habis-habisan. Barulah, pada akhirnya, Anda akan menemukan makna dari kehidupan yang Anda jalani.
Jika Anda memang memutuskan untuk terus, maka saya menyarankan untuk mendalami dan mempraktikkan buku Introducing NLP karya Joseph O’ Connor dan The User Manual for the Brain karya Bob G. Bodenhammer dan L. Michael Hall. Buku pertama akan mengantarkan Anda untuk memahami NLP secara keseluruhan dengan mudah. Bahasanya ringan sekaligus menengah. Konon, ini adalah buku pengantar NLP terlaris, lho. Sementara itu, buku kedua akan menjadikan pengetahuan Anda mengenai beragam konsep, praktik, dan teknik NLP level Practitioner cukup lengkap untuk dipraktikkan baik untuk diri Anda sendiri maupun membantu orang lain. Ya, memang buku ini adalah pegangan peserta NLP Practitioner sih. Isinya dijamin komplit.
Kalaupun Anda agak bingung karena harus mempelajari buku bahasa Inggris, maka Anda dapat mencari bantuan di buku Trilogi Mastering NLP-nya Pak Wiwoho. Bukunya singkat, padat, dan jelas.
Anda belum puas dengan semua itu? Maka beberapa buku klasik berikut ini akan melengkapi kedalaman pengetahuan Anda. Karena ditulis oleh para penggagas NLP, maka isinya jelas merupakan ilmu kelas dunia. Penuh dengan kutipan asli dari penulisnya, berikut jutaan insight dari perjalanan mereka menemukan ilmu luar biasa ini.
- Frogs into Princes, Richard Bandler dan John Grinder.
- Reframing: NLP and the Transformation of Meaning, Richard Bandler dan John Grinder
- Using Your Brain—For a Change, Richard Bandler
- An Insider’s Guide to Submodalities, Richard Bandler dan Will McDonald
Bagi Anda yang betah dengan buku-buku analisa teoritik, maka The Structure of Magic Volume 1 dan 2 pasti akan memuaskan dahaga Anda. Kedua buku itu berisi proses ditemukannya Meta Model, model pertama di dalam NLP.
Nah, jika Anda penasaran dengan Meta Model, maka harus membaca Communication Magic-nya L. Michael Hall. Asli, komplit abis membahas Meta Model berikut pengembangan berikutnya.
Oh iya, satu lagi. Setelah menguasai NLP secara utuh, Anda bisa mempelajari berbagai teknik NLP lengkap melalui The Sourcebook of Magic tulisan L. Michael Hall.
Belum lengkap jika seorang Praktisi NLP belum menguasai hipnosis. Apalagi jika Anda memang berniat untuk praktik sebagai people helper. Maka buku-buku di bawah ini akan mengantarkan Anda terjun menguasai hipnosis, utamanya Ericksonian Hypnosis, yang banyak dimodel oleh NLP sehingga menjadi Milton Model.
- Trance-formations: NLP and the Structure of Hypnosis, Richard Bandler dan John Grinder
- Pattern of the Hypnotic Technique of Milton H. Erickson Vol 1 & 2, Richard Bandler, John Grinder, Judith DeLozier
- Ericksonian Approach: A Comprehensive Manual, Rubin Battino dan Thomas L. South.
- Hypnosis: A Comprehensive Guide, Tad James
- Trancework, Michael D. Yapko
Sementara itu, bagi Anda yang ingin mendalami aplikasi NLP, maka buku-buku berikut ini pasti menarik perhatian Anda:
- Belief: Pathways to Health and Wellbeing, Robert Dilts
- Dynamic Learning, Robert Dilts dan Todd Epstein
- Persuasion Engineering, Richard Bandler dan John La Valle
- Visionary Leadership Skills, Robert Dilts
- Coaching with NLP, Joseph O’ Connor
Bagaimana Jika Saya Ingin Yang Advance?
Nah, di level ini Anda akan mempelajari materi yang berbeda. Berbeda, karena Anda akan diajak untuk memahami NLP sebagai sebuah ilmu yang terintegrasi. Tidak lagi teknik-teknik yang terpisah, Anda akan diajak untuk menyelami sikap mental yang membedakan seorang Master Praktisi dengan Praktisi. Untuk itulah, saya menyarankan Anda untuk mendalami dan mempraktikkan dulu materi yang Anda pelajari di level Praktisi, baru melangkah kemari.
Dan, ketika Anda sudah siap, Anda dapat memulai perjalanan Anda melalui The User Manual for the Brain Volume 2 tulisan L. Michael Hall dan Bob G. Bodenhammer. Meskipun buku ini bernuansa Neuro Semantic, esensi isinya tetap NLP. Cukup tebal dan komplit, woth the price lah.
Dari sana, Anda bisa melanjutkan mempelajari buku-buku yang membahas materi dengan lebih detil seperti:
- Change Your Mind and Keep the Change, Steve Andreas
- Sleight of Mouth, Robert Dilts
- Mind Lines, L. Michael Hall
- Figuring Out People, L. Michael Hall dan Bob G. Bodenhammer
- Words That Changes Mind, Shelle Rose Charvet
- Changing Belief System with NLP, Robert Dilts
- Time for a Change, Richard Bandler
- Magic in Action, Richard Bandler
- Time Line Therapy and the Basis of Personality, Tad James dan Wyatt Woodsmall
Inti dari NLP adalah modeling, dan untuk mempelajarinya Anda bisa menyelami:
- Modeling with NLP, Robert Dilts
- Strategies of Genius Vol 1-3, Robert Dilts
Belum puas dan ingin mendalami beberapa aliran NLP lain? Nah, buku-buku berikut ini jawabannya.
New Code:
- Turtles All the Way Down, John Grinder dan Judith De Lozier
- Leaves Before the Wind, John Grinder dan Carmen Bostic St. Clair
- Whispering in the Wind, John Grinder dan Carmen Bostic St. Clair
Neuro-Semantic:
- Secrets of Personal Mastery, L. Michael Hall
- Meta States, L. Michael Hall
- Sub-Modalities Going Meta, L. Michael Hall
- The Matrix Model, L. Michael Hall
- NLP: Going Meta, L. Michael Hall
Dan, untuk urusan Neuro-Semantic, pengembangan terbarunya dapat Anda temukan di:
- Unleashed: Your Guide to Ultimate Self Actualization, L. Michael Hall
- Self Actualization Psychology, L. Michael Hall
- Meta-Coaching Vol 1 & 2, L. Michael Hall dan Michelle Duval
Nah, sampai di sini, jika Anda ingin menjadi seorang terapis, maka belum ada buku lain yang bisa saya sarankan selain RESOLVE Model karya Richard Bolstad. Buku ini berisi langkah demi langkah melakukan terapi menggunakan NLP.
Saya Ingin Menjadi Trainer NLP, Bagaimana?
Bagus sekali. Dan Anda bisa memulai perjalanan Anda di:
- Training with NLP, Joseph O’ Connor
- Presenting Magically, Tad James dan David Sheppard
- The Training Secrets of NLP, Richard Bolstad
Demikianlah, beberapa buku yang bisa saya sarankan untuk menemani perjalanan Anda. Beriringan dengan mengikuti berbagai pelatihan, praktik eksperimen, dan sharing kepada orang lain, perjalanan Anda akan terasa menyenangkan dan penuh makna.
Selamat berpetualang!
–
Salam Street Smart NLP!
Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://indonesianlpsociety.org>
How to build a Simple Rocket Stove
Rocket Stove Principles
Dr. Larry Winiarski
Technical Director
Aprovecho Research Center
Apro@efn.org
- Insulate, particularly the combustion chamber, with low mass, heat resistant materials in order to keep the fire as hot as possible and not to heat the higher mass of the stove body.
- Within the stove body, above the combustion chamber, use an insulated, upright chimney of a height that is about two or three times the diameter before extracting heat to any surface (griddle, pots, etc.).
- Heat only the fuel that is burning (and not too much). Burn the tips of sticks as they enter the combustion chamber, for example. The object is NOT to produce more gasses or charcoal than can be cleanly burned at the power level desired.
- Maintain a good air velocity through the fuel. The primary Rocket stove principle and feature is using a hot, insulated, vertical chimney within the stove body that increases draft.
- Do not allow too much or too little air to enter the combustion chamber. We strive to have stoichiometric (chemically ideal) combustion: in practice there should be the minimum excess of air supporting clean burning.
- The cross sectional area (perpendicular to the flow) of the combustion chamber should be sized within the range of power level of the stove. Experience has shown that roughly twenty-five square inches will suffice for home use (four inches in diameter or five inches square). Commercial size is larger and depends on usage.
- Elevate the fuel and distribute airflow around the fuel surfaces. When burning sticks of wood, it is best to have several sticks close together, not touching, leaving air spaces between them. Particle fuels should be arranged on a grate.
- Arrange the fuel so that air largely flows through the glowing coals. Too much air passing above the coals cools the flames and condenses oil vapors.
- Throughout the stove, any place where hot gases flow, insulate from the higher mass of the stove body, only exposing pots, etc. to direct heat.
- Transfer the heat efficiently by making the gaps as narrow as possible between the insulation covering the stove body and surfaces to be heated but do this without choking the fire. Estimate the size of the gap by keeping the cross sectional area of the flow of hot flue gases constant. EXCEPTION: When using a external chimney or fan the gaps can be substantially reduced as long as adequate space has been left at the top of the internal short chimney for the gasses to turn smoothly and distribute evenly. This is tapering of the manifold. In a common domestic griddle stove with external chimney, the gap under the griddle can be reduced to about one half inch for optimum heat transfer.
Lets begin…


















1 comment