budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Simplicity is the ultimate sophistication

Archive for the ‘my Corner’ Category

6 Level Entrepreneurship

with 2 comments

Pada saat mempelajari Hasil Test Bakat anak saya dengan Dermatoglyphics (Test Sidik Jari), saya cek di bagian Kwadran Pekerja. Saya jadi tertarik menelusuri lagi deskripsi-deskripsi sbb.

Pada bagian KWADRAN PEKERJA: Merupakan jenis karakteristik pekerja, meliputi:

  • Eksekutif : pekerjaan yang struktural organisasional, dengan aturan yang jelas, sistem kerja, job deskripsi dan jenjang karier yang berkesinambungan.
  • Self-Employee: pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan peran diri sendiri yang kurang dapat mendelegasikan tugas dan kewenangannya kepada orang lain maupun kerjasama tim.
  • Business Owner : pekerjaan yang membutuhkan keleluasaan dan kreatifitas, tidak tergantung kepada tatanan sistem dan prosedur baku dan sangat berkaitan dengan tata hubungan relasi dengan orang lain maupun kerjasama tim dan mitra kerja kerja.
  • Investor : pekerjaan mengandalkan keleluasaan dan intuisi, serta keputusan-keputusan subyektif dan tidak terikat dengan normatif dan pemikiran logis.

Klasifikasi di atas menekankan pada karakteristik pekerjaan terhadap distribusi bakat karakter bekerja.

Hasil test anak saya terdistribusi sbg: Investor: 32%, Self Employee: 27%, Eksekutif: 25%, Business Owner: 15%.

Nah agar saya bisa membantu anak saya untuk menekuni sekolahnya, FOKUS pada KEKUATAN dan terarah sesuai dengan bakat bawaan lahirnya, saya cek lagi pendefinisian apakah Self Employee, Investor, Business Owner dan Entrepreneur?

Kalau kita survey lingkungan kita, atau bahkan kita survey komunitas entrepreneur, mereka akan memberikan pendefinisian yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah Klasifikasi Entrepreneurship dari ActionCoach.

Entrepreneurship dibagi menjadi 6 Level sbb:

  1. Entrepreneur: Dengan modal orang/pihak lain. Other people money.
  2. Investor: Banyak invest size relatif besar untuk making money TAPI masih dengan menggunakan modal sendiri.
  3. Business Owner: EARN. Manajer & Karyawan anda yg making money. Bisnis berjalan tanpa anda sbg pemilik bisnis terlibat langsung di dalamnya. Perlu Sistem Bisnis.
  4. Manager: Time di convert jadi Rp. CEO di bisnis milik sendiri. Sudah punya karyawan. Tetap dipimpin sendiri bisnisnya.
  5. Self Employeed: Time di convert jadi Rp. Bekerja sendiri. Sudah bukan karyawan orang lain.
  6. Karyawan: Time di convert jadi Rp.

Urutan menjalani karier biasanya dimulai dengan step 6 (Karyawan) menuju 1 (Entrepreneur).

Istilah Investor dan Business Owner di Result Sidik Jari berbeda, di mana istilah Investor pada dunia Kewirausahaan maksudnya lebih pada membeli bisnis / investasi dengan Modal sendiri. Dan level Investor dipandang berada di atas level Business Owner.

Saya jadi ingat pengalaman Keith Cunningham yang awal karier nya dimulai sebagai karyawan tapi punya prinsip yang jelas, perusahaan tempat dia bekerja pimpinannya HARUS mau meng-coach dia dalam hal ber-bisnis. Dan akhirnya dia dapat bekerja di lingkungan Bisnis TV Cable untuk belajar praktek bisnis langsung dan di coach oleh pemiliknya.

Saat ini Keith Cunningham menjadi Entrepreneur sukses dan mempunyai Sekolah Entrepreneur, ada yang menduga dialah “Rich Dad” dari Robert T Kiyosaki.

Any comment ? :)

Written by budiwiyono

October 16, 2010 at 8:29 pm

Pantau Streaming CCTV Jalur Mudik 2010

leave a comment »

Sebagai update artikel Pantau Streaming CCTV Jalur Mudik 2009, berikut ini link CCTV Jalur Mudik

CCTV Ditjen Perhubungan darat dan Departemen Perhubungan

Anda bisa mengakses pada URL:

kemudian pilih Jalur/Rute yang ingin anda pantau.

CCTV PT Jasa Marga

PT. Jasa Marga juga menyediakan CCTV yang bisa kita akses via internet, hanya memuat ruas tol di pulau jawa, dapat anda akses di:

kemudian pilih ruas tol mana yang ingin anda pantau.

Related Articles:

Written by budiwiyono

August 20, 2010 at 2:27 pm

Akun YM kena Hack segera Change Password

with 4 comments

Berikut report dari sahabat saya, yang menginformasikan dia sangat masygul menjawab chat dari akun saya yang di hijack orang.

(07:46:36 AM) hijacker: back yet?
(07:46:48 AM) myfrind#1: Belum Om.
(07:46:54 AM) hijacker: hahahaha, I’m in SHOCK right now..
(07:47:01 AM) myfrind#1: Kenapa Bro?
(07:47:08 AM) hijacker: http://www.smalXX.XXX/XXX – WOW use that real quick and tell me its not crazy..
(07:47:21 AM) myfrind#1: mluncur
(07:47:29 AM) hijacker: they are soooo right! lol what’s it saying for you?
(07:47:45 AM) myfrind#1: Hihihi… I’ll try
(07:47:59 AM) hijacker: plz u have to tell me, fill it out..I have to know if your results were as crazy as mine lol
(07:48:14 AM) myfrind#1: Hahaha…
(07:48:26 AM) hijacker: k
(07:48:57 AM) myfrind#1: Kok harus subscription?

Setelah Chat yang sangat aneh tsb, rekan saya tsb kontak saya.
Sambil heran bin hirun dia menanyakan apakah URL tsb beneran saya yang refer.

Saya kemudian dikirimi script Chat tsb, sambil agak geram, ngakak juga melihat script Chatnya si hijacker.

Barusan dapat report sejenis, dengan Chat Script sbb:

[07:10] hijacker: There you are…
[07:29] myfrind#2: hey bud
[07:29] hijacker: hahahaha, I’m in SHOCK right now..
[07:29] myfrind#2: why? :)
[07:29] hijacker: http://www.smalXX.YYY/YYY – WOW use that real quick and tell me its not crazy..
[07:30] myfrind#2: what’s that?
[07:30] hijacker: they are soooo right! lol what’s it saying for you?
[07:31] myfrind#2: piye kabarmu?
[07:31] hijacker: plz u have to tell me, fill it out..I have to know if your results were as crazy as mine lol
[07:31] myfrind#2: fuck u man. u hijack my friend Account. !! ass hole
[07:32] hijacker: k
[07:34] myfrind#2: get a decent job dude

Pendapat teman saya:

Terlihat hijacker memakai Bot, pertanyaan berikutnya muncul kalo kita response.

Yuks, rajin-rajin ganti password di akun-akun public kita.

Written by budiwiyono

August 13, 2010 at 9:16 am

Wisata ke pulau perawan di Sepa-kep Seribu yang dekat dari Jakarta

with 2 comments

Sepa.Bening by Wuri

Baru sempat menulis Wisata saya dan teman kantor di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu pada Juni 2009.

Kepulauan seribu IMHO adalah tujuan wisata yang sangat pragmatis untuk di promosikan baik untuk turis lokal dan turis asing.

Hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja, anda akan sampai pada pulau yang perawan tersebut, bagaikan mimpi bukan?

Memiliki banyak sekali titik pulau yang bisa dipilih sesuai sengan budget dan selera.

Pulau Sepa sebagai contoh dapat ditempuh dengan nyaman dari port Ancol dengan Speedboat.

Anda akan melihat beningnya air laut dan pantai, snorkling di pantai terdekatpun anda akan melihat berbagai macam ikan yang lalu lalang di depan anda tanpa takut. Jangan heran juga jika anda melihat ikan barakuda lalu lalang di tepian dermaga pantai.

Luangkan waktu anda ke Atol dengan menyewa perahu dari Pantai Sepa menuju ke tengah laut. Jangan heran jika anda sempat melihat Ikan Lumba-lumba dari kejauhan. Atol = Gunung laut, akan menjadi pijakan anda bermain di tengah laut. Lakukan snorkling dan explore keindahan botani dan ikan di tengah laut tersebut.

Sempatkan diri untuk menikmati ikan bakar yang diambil dari lokasi setempat. Waktu itu saya sempat membeli ikan kerapu dari penjaga pulau dan saya bawa ke tukang masak di resort. Saya cuma bayar biaya masaknya saja :-)

Selain air lautnya yang bening, sebagai gambaran tentang kebersihan udara di kepulauan Seribu, ketika acara anda selesai dan pulang kembali ke arah Jakarta Ancol, bukalah jendela Speedboat anda dan RASAKAN.
Anda akan merasakan udara yang bersih dan di titik tertentu yang mendekati arah Jakarta anda akan merasakan perubahan kualitas udara.
Mendekati Ancol anda akan membaui bahwa udara di Ancol/Jakarta, di bagian pantainya sudah berbau tidak sedap.

Kesimpulannya: selama anda di Pulau Sepa, anda terbiasa menghirup udara bersih yang hampir tanpa polutan!

Untuk explore pulau Sepa, silakan mengakses koleksi foto saya di: http://www.flickr.com/photos/36515194@N06/sets/72157619482462458/

Salam.
Budi Wiyono
http://budiwiyono.com

Written by budiwiyono

July 26, 2010 at 3:28 pm

Sistem hukuman adalah pola pendidikan yang kurang mendidik, cobalah pakai: Encouragement

with 2 comments

Saya menulis di Status FB saya http://bit.ly/aqhNQm sebagai berikut:

Contoh Pendidikan yang tidak mendidik. UAN: Benar: +4, Kosong: 0, Salah: -1.
Anak tdk didorong u/ berani Action yg lbh penting dr benar salah.

Dari rekan-rekan FB ada yang Pro dan Kontra.

Saya sendiri berpendapat:

Bagiku ini soal Fundamental, Pendidikan yang bener adalah lebih menekankan membangun Sikap Mental, untuk berani Action, tidak takut berbuat salah. Hasil yang baik adalah BONUSnya sebagai buah dari sikap mental berlatih dan action terus menerus. Dan ini sifatnya Automatically.
Karena takut berbuat salah (salah = -1, doing nothing = 0), akhirnya yg terjadi adalah banyak yg terjebak doing nothing.
Doing nothing itulah merupakan produk dari pendidikan model seperti itu, terlihat dari fakta jumlah entrepreneur di Indonesia yang jauh dibawah rata-rata.

Kalau boleh saya tambahkan, sebenarnya maksud saya adalah seharusnya kita harus lebih fokus untuk memakai pola Encourage dalam mendidik anak didik kita, baik itu anak/murid atau istri atau bawahan/karyawan atau siapapun yang kita didik.

Malahan ada juga tulisan ringan Rhenald Kasali, Encouragement: http://bit.ly/cqt2Z6 , isi artikelnya adalah pesan pentingnya menghindari pendekatan hukuman dalam mendidik. Lebih fokus pada: merangsang orang agar maju.

Juga Nukman L berpendapat sama sbb:

Encouragement tdk hanya berlaku utk mendidik anak, tetapi juga melahirkan karyawan yg hebat, bukan sekadar disiplin

Kita sering me-nakut2i anak (didik). Rasa takut memang melahirkan kedisiplinan, tapi jarang melahirkan orang hebat

Ingat pak Tino Sidin (alm) yg selalu bilang “baguuuuuus” utk setiap hasil gambar anak2. Itulah edukasi yg benar: encouragement

Monggo silakan dikomentari :)

Written by budiwiyono

July 21, 2010 at 12:15 am

Posted in Get Inspired, my Corner

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country

with 2 comments

Are You Unhappy? Come to Indonesia.

Welcome to Smiling Country :-)

Tadi pagi mendengarkan talkshow Tanadi Santoso, bicara soal ranking negara ter-happy, Indonesia mendapatkan rating yang bagus!

Hal ini penting untuk memberi masukan kepada banyak pihat tentang Branding yang tepat bagi Indonesia.

Di saat saat tingkat stress secara global naik, ada fakta menarih nih…
Indonesia mendapatkan urutan ke 23 Negara ter-Happy.

Posisi Indonesia lebih bahagia (happy) ketimbang negara berikut ini yang saya yakin banyak yang menganggap hidup di negara berikut ini lebih menjamin kebahagiaan ;)

Negara, Ranking

  • China, 31
  • Thailand, 32
  • Malaysia, 44
  • Timor Leste, 48
  • Papua New Guinea, 76
  • Jerman, 81
  • Saudi Arabia, 89
  • India, 90
  • New Zealand, 94
  • Jepang, 95
  • Brunei Darusalam, 100
  • UK, 108
  • Israel, 117
  • Singapore, 131
  • USA, 150

Dengan Top 10 sbb:

  • 10. Luxembourg  – 7.6 points
  • 9. Guatemala – 7,6 points
  • 8. Canada – 7,6 points
  • 7. Sweden – 7,7 points
  • 6. Australia – 7,7 points
  • 5. Finland – 7,7 points
  • 4. Iceland – 7,8 points
  • 3. Austria – 8,0 points
  • 2. Switzerland – 8,1 points
  • 1. Denmark – 8,2 points

Selain ranking di atas juga ditemukan bahwa:

Mystery Shopping Providers around the world have participated in the Smiling Report 2009 which compiles customer service data from evaluations conducted across a spectrum of industries. The summary for 2008 includes answers to more than 2.5 million questions covering Smile, Greeting and Add-on sales in 66 countries.

Smiling 2008 was 77% compared to 82% in 2007 and 87% in 2004. The highest smiling country was Indonesia with 98% and the lowest was Pakistan with 44%. The best smiling industries were Health & Beauty Care and Transport with 86% and the lowest scores were in B2B with only 52%.

Add-on Sales scores have always been much lower than smile and greeting.

In 2008 it was 45% which is the same as in 2004. The score has been a bit better in 2005 51%, 2006 56% and 2007 48%, but now when sales is even more important it has dropped back to 45%. Highest sales score was in Pakistan with 82% and lowest is Finland with as low as 3%.  B2B had the highest scores for add-on sales 65% while Leisure had the lowest with 40%.

Greeting 2008 and 2007 was 81% compared to 88% in 2004. The highest greeting countries were Indonesia and Hong Kong with 98% and the lowest was Morocco at 48%. The best greeting was found in Government services with 94% while B2B had 70%.

Big gap between the Continents
Australia had highest scores of all continents, in Smiling 89%, Greeting 92% and Add-on Sales 58%. Africa had the lowest scores of all continents, in Smiling 61%, Greeting 51% and Add-on sales 33%.

Pernah juga di bahas di salah satu forum marketer club yang saya ikuti di Jakarta, ada fakta bahwa, untuk ukuran Singapura, membuat branding Layanan Singapore Airlines yang standard nya adalah Pramugari harus Caring dan ramah, katanya susah sekali. Mereka harus di training untuk murah senyum. Ini senyum palsu lho!
Beda dengan melatih Caring values untuk Pramugari Indonesia, tidak selalu sulit karena budaya ramahnya masih bagus. Dan ini terlihat dari Ranking, Indonesia ranking 23 sedangkan Singapore berada di ranking 131, jauh sekali bukan?

Saya setuju sekali jika untuk Pariwisata, Indonesia harus di branding menjadi Smiling dan Happiness!. Cukup kuat karena fakta menunjukkan ranking kita bagus dalam hal ranking kebahagiaan. Jangan sampai negara yang urutannya di bawah Indonesia malah berhasil menancapkan ke benak pasar bahwa negara mereka adalah “Smiling Country”!

Bagaimana kita jadikan:

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country :-)

Silakan check negara-negara dengan ranking di bawah Indonesia yang memakai “Smiling Country” sebagai branding nya, saya mendapatkan beberapa temuan. Ayo buruan dipakai ramai-ramai, jangan sampai dipakai oleh negara yang urutannya di bawah kita ;)

Sebagai pentutup artikel ini, saya selalu suka dengan inspirasi The 7 Laws of Happiness dari bung Arvan Pradiansyah:

If you want to be Happy, be Happy NOW! :)

Monggo silahkan dikomentari.

Reference:

Written by budiwiyono

June 25, 2010 at 11:12 am

Creative Solutions Awards (CSA) 2: “Kreatifitas Sejati Tidak Pernah Pudar”

with 6 comments

CSA Lintasarta yang ke 2 (CSA2) telah dilaunch pada tanggal 5 April 2010.

Aplikasinya baru dan mengadopt Social Networking secara massive. Bahkan juga tersedia aplikasi Facebooknya di URL: http://apps.facebook.com/creativesolutions/ atau anda bisa search di FB dengan keyword: “CSA Lintasarta”.

CSA kini lebih kreatif, lebih seru, dan lebih menantang dalam wujud CSA 2. Dengan hadiah yang menarik, dan tambahan fitur jejaring sosial untuk menjalin komunikasi aktif antar peserta, CSA 2 siap menjadi jembatan penyampaian ide-ide kreatif pemanfaatan solusi Lintasarta, dari Anda kepada dunia bisnis Indonesia.

Di CSA2 lebih seru karena selain berkompetisi mengadu kreatifitas, seluruh pesertanya dapat saling berkomunikasi meng-update status, mengirimkan pesan, dan chatting langsung di www.creativesolutionsaward.com. Para peserta juga dapat selalu mengikuti perkembangan CSA 2 melalui Facebook dan Twitter.

Kami Tunggu Partisipasi Anda ^.^

Setiap peserta yang ide kreatifnya berhasil dipublikasikan di www.creativesolutionsaward.com akan mendapatkan hadiah langsung berupa sertifikat dan T-shirt unik.

Ayo segera kunjungi www.creativesolutionsaward.com dan rebut penghargaan sebagai peserta paling kreatif serta hadiah-hadiah menarik: Netbook, Blackberry, T-shirt unik & sertifikat apresiasi.

Provided by: Lintasarta

Official Media Partner: Bisnis Indonesia & Smart FM

Caranya Gampang!

  1. Kunjungi www.creativesolutionsaward.com.
  2. Registrasi untuk menjadi peserta dengan menggunakan nama dan alamat email atau account facebook ataupun twitter Anda.
  3. Pilih dan jawab pertanyaan sesuai dengan tema bulanan yang sedang berlangsung dengan ide-ide kreatif Anda
  4. Format ide yang dapat dimasukkan berupa paragraf singkat berisi uraian dalam Bahasa Indonesia. Anda juga dapat melengkapi ide dengan gambar-gambar dan skema pendukung.
  5. Pada setiap tema (periode 4 minggu) CSA 2 akan menentukan 4 orang pemenang yang terdiri dari:

Dwiminggu Pertama :

  • 1 pemenang pilihan juri mendapatkan 1 Netbook

Dwiminggu Kedua :

  • 1 pemenang pilihan juri mendapatkan 1 Netbook
  • 1 pemenang pilihan peserta (by vote) mendapatkan 1 BB Gemini
  • 1 pemenang pilihan peserta (by comment) mendapatkan 1 BB Gemini

Monggo silakan diramaikan yach! Anda kreatif khan ? :)

Written by budiwiyono

April 7, 2010 at 9:49 pm

Pro dan Kontra Ujian Akhir Nasional (UAN)

with 4 comments

Berikut diskusi saya di FB tentang sikap Pro saya terhadap Ujian Akhir Nasional…

Disclaimer:

Untuk rekan-rekan guru, profesi guru adalah termasuk profesi yang paling mulia di dunia yang fana ini. Saya tidak bermaksud menyamaratakan semua guru, tulisan saya ini hanya pengalaman terhadap subjektifitas penilaian rapor yang subjektif oleh OKNUM guru (karena konflik kepentingan tertentu). Sampai saat ini saya sangat menghormati profesi mulai dari guru. Semoga anda diberi kekuatan untuk tetap menjadi guru teladan… Karena pekerjaan guru adalah jariyah penyebaran ilmu yang bermanfaat yang pahalanya tidak pernah putus :)

Perlu kita ketahui siswa yang mendapatkan penilaian kurang fair sampai kemudian dia dewasa dan sukses menjadi profesional / wirausaha, sampai detik ini masih mengingat pengalaman buruk tsb. Karena hal ini termasuk kategori “children bullying”.

Semoga tulisan ini dibaca oleh pihak yang berkepentingan terhadap Evaluasi UAN.

Bagi bro and sis yang ingin comment juga monggo silakan yah :)

Budi Wiyono Ada apa dengan Ujian Nasional? Koq banyak yang protes? Jamannya saya dulu UN adalah penyelamat siswa yang niat sekolah. Banyak ‘bintang kelas’ jadi-jadian yang jeblok di UN, dan digantikan juara sesungguhnya (UN jauh lebih fair dan tidak mudah dicurangi oknum guru)

Tjatur Sadono, Putri Hapsari and Arief Muhamad like this.

Sereal Kiler
Sereal Kiler
btol btol btol.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
Hayo siapa yang merasa dicurangi oknum guru Ngacuuuung…(yang dijadikan juara saat ujian lokal: anaknya, saudaranya, anak temannya, etc), tapi akhirnya bisa menjadi Juara saat UN?

Necky Effendy
Necky Effendy
Saya yang ga setuju pak. Tidak ada rasa keadilan bagi sekolah2 di daerah dengan di jakarta pak. Sbg contoh yg paling nyata, SD anak gw dgn lokasi cuma 3 km sm ponakan gw tapi berbeda kualitas dan tingkat pelajarannya. Kl yg ini pengalaman pribadi pak, dari sebulan yg lalu sy cuma menyuruh anak latihan dan latihan hanya 3 mata pelajaran. IPA, Matematika, dan Bhs Indonesia. Kenapa hanya fokus disitu? ya karena kelulusan dan penerimaan smp hanya dari nilai 3 itu pak. Lah…terus ngapain capek2 belajar yg lain dunks…??….peace pak boss…maaf kl ga sependapat.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Saya pro terhadap UN. Sekolah di daerah banyak yang mampu faktanya. Sekolah yang tertinggal harus mengejar ketertinggalannya (tidak melihat daerahnya, bisa saja sekolah di pusat kota tapi tertinggal). Bayangkan ketidakseragaman yang akan terjadi jika tidak ada tolok ukur yang sama. Akan hancur dan semakin mundur. Bayangkan penyelewengannya juga jika tidak ada UN. Sekolah pinggiran akan semakin tertinggal jika tidak ada UN. UN dan perbaikan mekanisme yg harus terus di sempurnakan bukannya malah di tiadakan.

Necky Effendy
Necky Effendy
Sekolah yang tertinggal justru bisa mengejar ketertinggalan dengan biaya UN yang mencapai 3 trilyun pak….kebayang ga sih pak sekolah yg di jakarta tapi ambruk (berita beberapa bulan yg lalu). Kalau mau penyeragaman…langsung saja pak ga usah hanya 3 mata pelajaran tapi semua mata pelajaran biar ga mubazir belajarnya. Kalaupun mau mutu nya ditingkatkan lihat2 lah pak…SMP atau SMA sy masih setuju.. tapi kalau tingkat SD….pendapat saya tidak fair pak. Pendapat saya justru penyelewengan 3 trilyun itu yg sangat rentan … KKN….hehehe jadi curhat deh. Kalo ada diskusi terbuka tentang ini…terus terang pak…saya akan senang hati….di sekolah anak sy yg ada pertemuan ortu murid dengan para pengajar…mereka tidak dapat memuaskan saya dengan jawaban2nya

Tony Wiharjito
Tony Wiharjito
Ehm….kenyataannya kalo gak ada UN emang jauh lebih gak transparan lagi,pk ujian masuk lokal per sekolah yg di nilai oleh sekolah masing2 rawan kolusi,dimana berkas ujian pun gak dibalikin lg. Dikombinasikan pake nilai rapor? Sama aja gak jelasnya, banyak rapor jadi2an yg jg rawan kolusi. Kalo UN,dipriksa pk komputer,lebih transparan & standardized (kl jaman kt dl pake ebtanas yg meski manual tp yg mengkoreksi jwbn guru2 sekolah lain,ttp lbh aman dr kolusi). Jd UN emang bukan metode seleksi ideal,tp s/d skrg msh yg paling aman dari praktek kolusi. Mgkn tar kl mental kolusi di Indonesia udah terkikis,br UN bs dihapus & metode seleksi kelulusan/masuk sekolah bs pk nilai raport komprehensif.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Saya sendiri nggak mau melebar ke korupsi deh ya. Lebih fokus ke UN atau Tanpa UN dulu aja pak.
Aku berpendapat begini juga karena pengalaman sekolah dulu. Aku punya teman dan adik yang dalam situasi tanpa UN seperti apa dengan UN seperti apa. Pada saat tanpa UN (kelas 1-kelas 5), mereka di ganjal, selalu jatuh ke nomor 2 paling banter. Begitu pakai UN (kelas 6), langsung ranking 1 sak sekolahan! Kita bicara ini Endonesia loh… Rawan penyimpangan, makanya jadinya seperti itu.
Kesan yang saya dapat dari pihak yang kontra UN adalah pihak tsb terkesan tidak mau/tidak berani berkempetisi.
Sungguh aneh mau meniadakan UN dengan tidak tersedia way out nya. Terkesan seperti mau melarikan diri dari kenyataan dan tantangan.
Saya juga tahu, ukuran kognitif (otak kiri thok) tidak menjadi jaminan sukses dalam karir anak sekolahan kelak, tetapi kita ini bicara dalam pembatasan “dgn kurikulum yang berlaku saat ini” IMHO, saat ini, tanpa UN, akan makin hancur. Sekolah yang tidak mampu bersaing akan makin tidak bisa mengejar. Nilai 6 di sekolah berkualitas jadi terkesan lebih jelek dari nilai 9 di sekolah abal-abal. Jadi lebih gak karuan lagi.
Hehe nice discussion! :) Piss :)

Necky Effendy
Necky Effendy
i got it bro…i see ur point now…hehehehe, mudah2an endonesia bisa lebih maju dengan UN or without UN. peace.

Emanuel Setio Dewo
Emanuel Setio Dewo
Daku juga Pro UAN. Karena selain menjadi evaluasi akhir belajar siswa, UAN juga menjadi ajang penggemblengan mental.

Edward Simond Koto
Edward Simond Koto
gw juga pro UAN, tapi harus fair juga dalam menghukum, jika banyak siswa yang gagal UAN, siswa kan uah otomatis terhukum dengan kegagalannya. HArusnya gurunya juga dihukum. misalnya setiap 10 orang siswa yang gak lulus, gurunya turun gaji 10%. Jadi Guru juga ada semanggat memperbaiki kualitas masing masing.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Dewo Setuju juga
@Edward Setuju banget, hehe. Jadi bener-bener jadi sarana benchmark.
Dan satu lagi, peran ORTU sangat sangat diperlukan. Hidup di Endonesia harus pinter-pinter jaga anak-anak & daya saing anak kita.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Dewo Setuju juga
@Edward Setuju banget, hehe. Jadi bener-bener jadi sarana benchmark.
Dan satu lagi, peran ORTU sangat sangat diperlukan. Hidup di Indonesia harus pinter-pinter jaga anak-anak daya saing anak kita.

Necky Effendy
Necky Effendy
Hahahahahah…Edo…harusnya adil juga dunks, kalo setiap 10 siswa yg ga lulus kena punishment. Kalo berhasil lulus semua kudu dapat reward dunks…baru ini fair ada punishment aja juga reward….khan jadi balance

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Pak, Reward bagus untuk memacu semangat, yang lulus semua sih gak perlu reward bos, khan ini yang jadi standard. Yang perlu dikasih reward lulus semua PLUS rating yang membanggakan, nah ini perlu di hadiahin reward :)

Necky Effendy
Necky Effendy
itu pak…maksudnya…biar guru2nya memacu peningkatan mutu sekolahnya dengan ok…hehhehe

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Tul pak :)

Rein? Rein
Rein? Rein
wah wah rasanya kalau mau ngomongin UN bisa panjang ceritanya … saya tidak setuju sama UN karena menilai siswa hanya dari 1x tes saja dan tidak komprehensif. Kalau nilai UN jadi salah satu unsur bobot yg cukup besar (mis.50%) utk kelulusan saya setuju, dgn mempertimbangkan nilai di kelas 1,2,3 dengan bobot tertentu.
Masalah kalau tidak ada UN akan dicurangi oknum guru, ya kontrolnya yg diperketat – mis.tempatkan pengawas independen misalnya. Jgn lantas mengadakan UN yang tidak komprehensif jadi senjata.
ujung2nya sih.. mendiknas niat gak serius mikirin ginian dgn mempertimbangkan +/- nya…
okelah kalau begitu

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Rein Yang diragukan adalah sistem rating di Rapor-nya yg lokal. Alasan: 1) Tidak standard derajat ukurnya antar wilayah 2) Soal lokal itu selalu lebih mudah bocor 3) Nilai rapor sepenuhnya wewenang guru, nah ini yg paling rawan dimanfaatkan oleh oknum. 4) etc.
Intinya rapor itu kurang dipercaya dan tidak standar pengukurannya.
Anda lulus di sekolah A di kota X, susah dibandingkan dengan Fulan lulus di sekolah B di kota Y.
IMHO, lebih baik UN sekali tapi bisa lebih dipercaya ketimbang tidak ada UN sama sekali.
Anak sekolah memang harus well prepared dalam menghadapi UN. Toch yang nilainya bagus dalam UN hampir selalu anak yang “bagus” juga. Maksudnya hampir tidak mungkin anak yg gak pernah belajar bisa dapat nilai bagus dalam UN (buktinya banyak yang gak lulus toch, hehe…).
Intinya jangan meniadakan UN selama tidak ada solusi pengganti yg *Lebih Baik*.
Just my 2 cent…

Rein? Rein
Rein? Rein
Kalau dibuat per kanwil seperti sistem target sales perusahaan gimana ya . jadi target lulusnya dimanage oleh kanwil tsb (bukannya emang kudu gt ya? jgn2 sdh jalan bgt?) kanwil ini kan biasa paling tahu kondisi daerah dibawahnya jd bisa mengadjust targetnya sekalian controllingnya …seperti di perusahaan saja, target sales kanwil jakarta ga akan sama dengan target di kanwil NTT misalnya (kalau ada). Kalau saya memandang kisruh UN adalah kesalahan pemerintah yg tidak mampu mengkontrol proses penilaian jadinya menggunakan tools yg terlalu memaksa.. jaman skr sudah jaman horizontal dan tidak cocok melakukan “command & control” yg memaksa, harus perhatikan aspirasi dari bawah

Edward Simond Koto
Edward Simond Koto
@Necky : heheh iya ya, lupa gw ngomongin rewardnya, Abis gw kelamaan kerja dikantor gw yang dulu, yang gak kenal masalah pemberian reward, apalagi kalo rakyat kecil yang berjasa hehehhe. tapi kalo berdosa dikit pasti dapet punsiment…nasib nasib.

Written by budiwiyono

March 21, 2010 at 6:08 pm

Peluang industri pembiayaan luar biasa (Sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

leave a comment »

Otomotif, 4 thn lagi double. Forecast menjadi 1 juta di 2015. Penetrasi ke pelosok juga menjadi key success factor. Motor akan lebih gila lagi growthnya. Jadi PR nya adalah perush Multifinance harus pintar memanage seleksi calon debitur dan harus bisa memanage ledakan jumlah nasabah. Bayangkan u/ mobil saja doubling only in 4 years. Diperlukan teknologi untuk bisa mengikuti ledakan pasar ini, termasuk kompetensi seleksi calon nasabah.

Berikut catatan saya dari seminar tsb.

Wow, peluang industri pembiayaan ruuar biasa. Industri yg tumbuh 25% setahun (sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Jumlah mobil di Indonesia akhir 2009, 11 – 13 rb. Saat ini +3.000 hanya dalam 3 bulan saja. Tahun ini prospeknya sangat baik.
Overview bisnis pembiayaan industri otomotif sangat luar biasa, registrasi  583 mobil baru per bulan di Jakarta saja tahun lalu, 2500 motor per bulan. Saat ini menjadi 600 mobil dan 3000-3500 motor per bulan.

Jangan kaget motor akan jadi makin banyak. Industri yang tumbuh 25% setahun mengalahkan sektor lain.

Saran asosiasi:
Pembatasan agar bukan pembatasan kepemilikan mobil, disarankan yang diatur/dibatasi adalah penggunaan mobil sepeti aturan di jalan umum, aturan usia mobil, etc. Di Jepang jumlah mobil jauuuh lbh banyak tapi masih bisa manage masalah kemacetan.

Prospek ke depan:

  • Sektor rumahan juga prospek, pembangunan rumah yg main masih dikuasai perbankan.
  • Pembiayaan Syariah.
  • Otomotif, 4 thn lagi double! 1 juta di 2015.

Saran agar bisa kompetisi:

  • Perusahaan pembiayaan ICT nya harus kuat karena jumlah nasabah banyak, dan cabang juga makin banyak. Penetrasi motor sampai ke pelosok juga karena perusahaan pembiayaan.
  • Risk mgmt risk pembiayaan secara optimal
  • Sumber dana murah jangan tergantung dengan perbankan
  • Efisiensi operasional
  • Sistem informasi debitur u/ provide info cepat sesuai kebutuhan (saat ini masih jadi pekerjaan rumah). Sistem Informasi Debitur (SID) harus kuat. U/ cek histori bayar dan kemampuan bayar. Diluar negeri sudah adopt single identity, di BI masih berdasar nama ibu kandung.
  • Indonesia belum punya UU u/ perusahaan pembiayaan
  • Perpajakan: pemberlakuan pajak progresif kepemilikan kendaraan + uu ppn u transaksi sale and leaseback dan barang tarikan
  • Pendanaan
  • Jenis: diversifikasi penambahan layanan refinance, ukm dan gadai
  • ACFTA

Written by budiwiyono

February 23, 2010 at 3:41 am

Simple carbohydrates can lead to weight gain

leave a comment »

Lagi mencoba mengurangi nasi putih… gantikan dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah yang sarat serat.

Seperti kita ketahui, nasi putih adalah karbohidrat sederhana yang bisa memicu insulin (jadi banjir insulin). Efeknya adalah memunculkan rasa lapar: “it’s time to eat” :D , berikut ini detilnya.

Karbohidrat sederhana yang harus kita kurangi secara serius:

Simple carbohydrates have either been stripped of their fiber through manufacturing or are naturally low in fiber to begin with. Because of this, the body metabolizes them more quickly. Examples of simple carbohydrates are: granulated sugar, corn and maple syrups, honey, molasses, fruit juices, soda, white bread and white pasta. Naturally occurring sugars like lactose, found in milk products, and fructose, in fruit juices are also referred to as simple carbohydrates.

Memakan terlalu banyak nasi putih menjadi biang obesitas… apa pasal?

Berikut ini penjelasannya:

Setelah tubuh mengkonsumsi karbohidrat sederhana (nasi putih yg berserat rendah),  akan ada trigger dari naiknya gula darah secara tiba-tiba, kemudian tubuh manusia memproduksi insulin untuk menurunkan gula darah, sayangnya insulin juga mendistribusikan lemak ke seluruh tubuh (perlu di catat disini, lemak tidak di convert jadi energi!). Banjir insulin/kelebihan insulin (hyperinsulinemia) menimbulkan sensasi gula darah turun tiba-tiba dan kemudian memunculkan sensasi rasa lapar:  “I’m hungry…. :D

Eating too many simple carbohydrates can lead to weight gain because the quick blood sugar rise triggers the release of the hormone, insulin. Insulin’s main function is to lower blood sugars but it also transports fat around your body. An overproduction of insulin, also called hyperinsulinemia, results when your body finds itself having to produce more insulin in order to achieve a normal blood sugar level. You may notice how hungry you become soon after eating a bagel or a plate of pasta. This occurs because when you eat these simple carbohydrate- rich foods, the surge of insulin causes your blood sugar to drop, sending out a sensation of hunger. Our instinct is to reach for a quick acting carbohydrate to get our blood sugar up. It’s your body’s message telling you it’s time to eat.

Solusi:

It’s important to have a balance of protein, fats and carbohydrates in your diet, with the emphasis being on more complex carbohydrates and less simple ones. An easy way to ensure the right kind of carbohydrates is to choose whole grain bread and cereals at breakfast, legumes (bean based soups, vegetarian chili) at lunch, and to include vegetables, salads and grains such as brown rice, bulgur, or whole-wheat pasta at dinner. Select fresh fruits for desserts. Good snack choices include fresh or dried fruit, a whole grain granola bar, or hummus with vegetable sticks or whole grain crackers.

Ribet amat yak? ;)

Sumber: http://www.shapefit.com/good-carbs-vs-bad-carbs.html

BONUS:

Kata om Rudhi, Durian adalah Nutrisi yang sehat dan mendapat Grade A, refer: http://ccm.about.com/detail?fid=9422#points
What do you think?? :D

Written by budiwiyono

February 22, 2010 at 7:59 am

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 316 other followers