budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Vision without action is fantasy. Action without vision is random activity.

Best Practice Pendidikan Anak di Indonesia

leave a comment »

Minggu yang lalu saya berdiskusi dengan rekan rekan #twitedu. Dan mendapat share current status pemetaan pendidikan di Indonesia saat ini seperti apa.

Kemudian saya tweet sbb:

dan Twit ini:

serta Twit ini:

Rkn2 #twitedu, sdh jd fakta, keprihatinan kelemahan kurikulum Sekolah Ind kita sikapi sbg Ortu dgn Nambah “Sekolah di Rumah”. Semangat!

Sy tambah u/ anak2 sy: Leadership &Interpersonal Skill (Game Kelp), Entrepreneur Skill (Otak Kanan+Game Jualan) #twitedu

Rekan2 #twitedu jgn lupa, dari hampir semua tokoh yg sukses, Resepnya: peranan orang tua yg percaya dgn anak & full support!

Belakangan baru saya tahu, bahwa Twit saya tsb jika memakai istilah nya pak Renald seminggu kemudian dalam Kultwit beliau, termasuk Jalur Pendidikan Orang Tua. Dimana School of Life isinya adalah gabungan dari: (BS+BOT+BL).

Dimana: BS = belajar di Sekolah, BOT = Belajar dari Orang Tua, BL  = Belajar dari Lingkungan.

Jadi jelas ya, (BS+BOT+BL) harus mendapatkan waktu yang seimbang. Jika BS nya terlalu besar, maka anak sudah kecapekan dan tidak mampu lagi belajar dari BOT dan BL.

Belajar dari BOT pun perlu waktu yang cukup luas, karena BOT tidak hanya papa dan mamanya saja, tapi ada tante nya, om nya dan lain lain.

Kemudian setelah tweet tsb, saya menyempatkan diri menyimak Video Talkshow #twitedu:

Discussion – Lesson Learned from TIMSS & PIRLS Assessment: http://atamerica.or.id/video/detail/527/Discussion-Lesson-Learned-from-TIMSS-PIRLS-Assessment

Diskusi Status Pendidikan di Indonesia

==

Secara kebetulan Seminggu kemudian, 27 Feb, 2013 kemarin saya melihat Twit Pak @Rhenald_Kasali yang gue banget lah…

Twitter Post Text nya sbb:

Skali lagi ya (1): anak tdk hanya belajar dari sekolah, melainkan juga dari Orang tua dan dari Lingkungannya. Jd ada 3 pilar belajar.

Kurikulum Org Tua (2). Domainnya ada 8, tp yg pnting buat anak: afeksi, kognisi, bahasa, fisik, dan sosial. Kl ada yg ngerti blh jelaskan

Kurikulum Org Tua (3). Ksalahan terbesar kita sbg orgtua adlh melepas 100% pendidikan anak pd jalur skolah, atau pakai cara belajar sekolah

Kurikulum Org Tua (4). Mendidik di rumah cr skolah misalnya, menghabiskan waktu untuk membuat PR, mempersiapkan lbh dulu pelajaran bln depan

Kurikulum Org Tua (5). Shg kita tak pny waktu menemani bermain, melatih fisiknya, bercerita, mengajarkan moralitas dengan story telling

Kurikulum Org Tua (6): Org tua bs mengisi aspek “self” shg melatih habit anak spt Self discipline, self confidence, slf awareness dst

Jadi kalau anak pandai berhitung, jago menghafal, nilai sekolahnya bisa tinggi, jangan puas dulu. Kt mungkin terlalu “push” pd jalur sekolah

Kurikulum Org Tua (7). Bagaimn kl dia pandai di sekolah tetapi egois, afeksinya rendah, hubungan sosialnya buruk? Kasihan ms depannya.

Kurikulum Org Tua (8). Sy sendiri termsk sulit seklh waktu SD, merasa bodoh namun beruntung mndpt pendidikan kuat dr Org tua dan lingkungan

Kurikulum Org Tua (9). Kesulitan hidup melatih sy bkerja keras, introspeksi, self discipline, altruism, assertism, bahkan mngkin kreativitas

Kurikulum Org Tua (10). Jd nilai dlm school of life adlh gabngan dr: (BS+BOT+BL). BS bljr di sklh, BOT (bljr dr orgtua), BL ( dr lingkungan)

Ya, sdh berat di sekolah, di rumah anak dilatih dgn cara skolah: kursus2. Spy tak ketinggalan di sekolah, calistung. Bearti hny push 1 jalur

Tahukah anda, jmlh mata ajar trbnyk di dunia ada di sini? Di SMU 18 sd 24. Di Luar negri, kebanyakan sdh direduksi jd 2 wajib dan 4 pilihan

Kemudian di simpulkan sbb:

Apa akibat kebanyakan mata ajar?

Ini observasi saya: (1) semua dihafal, (2) mudah marah dan stress, (3) kesurupan mnjelang UN(4) lahir generasi bingung, (5) tdk bs mengungkapkan isi pikiran scr verbal dan tulisan(6) hanya menguasai permukaan dr sebuah bongkah besar pengetahuan (7) critical thinking dan creative thinking krg terlatih, cepat frustasi, mudah tertipu.

Ketika mata ajar akan dikurangi, kebanyakan generasi tua tdk senang dan percaya bhw pengurangan adlh pembodohan….

TINDAK LANJUT:

Jadi hrs bagaimana?

Pertama, kompetisi yg menegangkan antara sesama orangtua dgn membanding2 kan anak hrs dihentikan.

Kedua, jumlh mata ajar hrs dikurangi agar anak lbh bisa diisi kluarga dan lingkungan. Lingkungan pun hrs dicarikan yg kondusif

PENUTUP:

Ingatkah anda, bahwa prinsip (BS+BOT+BL) yang di remind lagi oleh pak @Rhenald_Kasali tsb orisinil nya berasal dari mana? Dari Ki Hajar Dewantoro, Bro & Sis… Bapak Pendidikan Indonesia!

Jadi jelas sekali rekan-rekan, dari Video jelas bahwa Sekolah bukan satu satunya Sekolah, perlu “gerakan budaya” untuk mendidik anak. Ini sama dengan pendapat pak Rhenald, bahwa Sekolah Hidup itu tidak hanya BS saja, tapi (BS+BOT+BL).

Peran orang tua ini sangaaaaat penting, dan kondisikan belajar dari Lingkungan yang hebat dan baik.

Khusus untuk “Peran Orang tua”, seperti yang pernah saya Twit:

Untuk Ayah dan Bunda yang Peduli dengan memaksimalkan Strategi Brain Development anak anak kita, silakan bergabung dan bahu membahu pada Online Community: “Brain Development Indonesia”. See you there…

Selamat mendidik anak Indonesia yang hebat!

Silakan comment dan berdiskusi :)



+ Budi Wiyono
on Google+

Written by budiwiyono

March 2, 2013 at 8:46 am

Hasil Survey Pemilihan Online Payment pada Kasus Pembelian Tiket KA

with 2 comments

Berikut adalah hasil sementara hasil survey yang form nya saya pasang pada Halaman: http://budiwiyono.com/2010/02/21/beli-tiket-ka-lewat-call-center-bayar-lewat-atminternet-banking/

Survey Form Online Payment Beli Tiket KA

Hasil isian survey diurutkan dari yang terbaru ke yang terlama:

  1. Pembelian Tiket via ATM
  2. Pembelian Tiket via Internet Banking
  3. Pembelian Tiket via ATM
  4. Pembelian Tiket via ATM
  5. Pembelian Tiket via Internet Banking
  6. Pembelian Tiket via ATM
  7. Pembelian Tiket via ATM
  8. Pembelian Tiket via ATM
  9. Pembelian Tiket via ATM
  10. Transfer ke Virtual Account dgn Menu Transfer via ATM
  11. Pembelian Tiket via Internet Banking
  12. Pembelian Tiket via Internet Banking
  13. Pembelian Tiket via ATM
  14. Pembelian Tiket via ATM
  15. Pembelian Tiket via ATM
  16. Pembelian Tiket via Internet Banking
  17. Pembelian Tiket via ATM
  18. Pembelian Tiket via ATM
  19. Pembelian Tiket via Internet Banking
  20. Pembelian Tiket via ATM
  21. Pembelian Tiket via Internet Banking

Wow…. Dari data di atas terlihat urutan yang paling diminati sebagai Solusi Online Payment adalah

  1. Pembelian Tiket via ATM : 13
  2. Pembelian Tiket via Internet Banking : 7
  3. Transfer ke Virtual Account dgn Menu Transfer via ATM :1

Hasil Survey Minat ePayment untuk Ticketing KA

Ternyata ATM masih menjadi Best of Top of Mind. Sebagai Runner Up adalah Online Payment dengan Internet Banking yang kita simpulkan merupakan Solusi yang sangat sangat berpotensi.

Catatan: Sejak halaman dipasang Form, Nov 2012 sampai 10 Feb 14, pembaca halaman http://budiwiyono.com/2010/02/21/beli-tiket-ka-lewat-call-center-bayar-lewat-atminternet-banking/ adalah sebanyak 1.111 orang, yang menjawab survey adalah 21 orang.

Written by budiwiyono

February 15, 2013 at 5:00 pm

Digital Marketing Internship Offering at Lintasarta 2013

with 2 comments

Job Description

Lintasarta, a Datacomm, Internet and VAS & IT Service Company is recruiting a passionate Digital Marketing Intern with an interest in technology, online marketing and advertising, to work in a dynamic marketing environment.

This is an outstanding opportunity for a candidate who is interested in digital marketing to gain valuable experience within real projects in telco & IT Service industry. With full of company real project cases, this role is not to be missed.

The Digital Marketing Internship is a fast paced, exciting position as our team and business continue to grow. Candidates should be highly organized, capable of multi-tasking, and possess a strong desire to learn new skills and take on extra responsibilities.

The position involves a wide range of duties and responsibilities, specifically:

  • Collaborating with senior staff in the planning, execution and optimisation of campaigns to deliver large volumes of high-potential leads.
  • Contributing innovative ideas for strong & creative marketing campaigns.
  • Providing assistance in online media channel activities, including social media initiatives, monitoring digital activity, SEO, email, display marketing and e-commerce.
  • Managing website and digital content development.
  • Introducing new ideas and concepts in digital marketing.
  • Coordinating market research activity.

The ideal candidate must:

  • Be a well-organised, high achiever with a ‘can do’ attitude.
  • Possess excellent communication and interpersonal skills
  • Show initiative, creative skills and enjoy bouncing ideas off the rest of the team
  • Have some experience of content writing/video production/animation/internet marketing, or website management.
  • Have an understanding and enthusiasm around technology, especially digital products and services.
  • Have social media & blogging experience and a strong comprehension of emerging media and technologies.

On completion of the internship, candidates will have gained a good working knowledge of:

  • Corporate Blogging
  • Social Media Marketing
  • Email Marketing, Video Email Marketing
  • Content Marketing, incl. Story Telling
  • Website/CMS Management
  • Video & Content Production
  • Keyword research, PPC, SEO & Advance Analytics
  • Call to Action and Landing Page Design

Upon the successful completion of a 4 – 6 month internship and proven performance, the Digital Marketing Intern will be eligible to receive a Job Certification Letter & Job Opportunity Offering. This internship is an unpaid position, however, expenses will be covered.

Please apply with a CV and Cover Letter to budi.wiyono at lintasarta.co.id

Written by budiwiyono

February 10, 2013 at 6:26 pm

Posted in Lowongan Kerja

Payment Online di Indonesia 2012 (bag 1)

with one comment

Kemana arah Trend Payment Online di Indonesia? Trend Industri Finansial di Indonesia secara umum adalah sbb:

Kenaikan Kredit pertahun pada Bank Umum: Kredit Modal Kerja naik 18%, Kredit Investasi naik 25.4%, Kredit Konsumsi naik 23.07%. Dengan kelas menengah yang melesat, Giro naik 14%, Deposito naik 15.02%, Tabungan naik 19.18%.

Penerbit ATM: 47 Bank, ATM/Debit: 56 Bank (Acquirer = 16), Prinsipal = 6 (salah satunya adalah Artajasa)

Transaksi RTGS sejak 2009: Nilai transaksi saat ini 404T/day, naik 437% sejak 2009. Pada sektor Retail Kartu Debit & Kredit: saat ini 8.8T/day naik 50% sejak 2009.

Dengan Jumlah Kartu 77 juta s/d 120 juta dengan volume trx 230 juta transaksi. Sedangkan Pengguna Internet di Indonesia 2012 ada 61 juta orang, Facebook 51 juta orang dan Twitter 30juta orang), terlihat sangat jelas yah pasar Netizen sudah guede! :)

Transaksi eMoney mulai 2009 sampai saat ini: Jumlah Kartu yang diterbitkan semula 3 juta kartu, saat ini telah menjadi 27 juta kartu. Volume 40 ribu trx/day menjadi 72 ribu trx/day. Nilai trx 1.4 Milyar/day menjadi 5.2 Milyar/day. Angka eMoney ini belum termasuk eMoney pada Busway lho! Angka tersebut akan melonjak, hal ini sebagai langkah awal menuju Cashless Society. Tahukah anda Estimasi Riset BI mengatakan Nilai transaksi akan menjadi Rp. 24Triliun per tahun! Bandingkan dengan pasar eCommerce di Indonesia saat ini Rp. 10 Triliun.

Dengan berkah trend positif meledaknya kaum menengah di Indonesia lah, volume transaksi Internet based Payment + Mobile Payment saat ini telah sama besarnya dengan ATM based Payment. Trend Payment melalui Teller pada Cabang Bank adalah stagnan, tentu hal ini memang yang dimaui oleh pihak perbankan pada umumnya karena Teller dirancang hanya untuk melayani transaksi yang bernilai besar tsb biaya operasionalnya adalah paling mahal. Sehingga eChannel Bank didorong untuk sebanyak mungkin take over proporsi transaksi masyarakat via teller secara sistemik dialihkan pada Payment Online via ATM, Internet dan Mobile.

Seperti pada Bank BCA, setelah Era transaksi Payment Online via ATM yang melesat volume nya, terbukti juga saat ini adik eChannel nya yang berupa Internet Banking dan SMS Banking secara gabungan telah menyamai volume transaksinya.

Berikut ini cuplikan statistik volume bisnis beberapa eChannel Payment Online yang terjadi pada Bank BCA:

Dengan Volume Total BCA 242 juta transaksi/bulan, dengan nilai transaksi 1.689 Triliun Rp/bulan, ATM memproduksi transaksi sebesar 100 juta transaksi/bulan (growth 150%), tetapi sepertinya kedepan ATM akan kalah dari Internet Banking yang saat ini volumenya 75 juta transaksi/bulan.

Mobile Payment sendiri volumenya sebesar 21 juta transaksi/bulan dengan nilai 29 Triliun Rp. Sekali lagi terlihat Internet Banking + Mobile Banking sudah berukuran sama dengan Transaksi via ATM! Cabang sendiri bervolume stagnan yaitu 15 juta transaksi/bulan.

Cantik sekali bukan profile nya? Indonesia gitu lho… Saat ini Indonesia mendadak jadi Gadis Molek yang tentunya menarik perhatian para “Jejaka” Luar Negeri untuk berbondong bondong berinvestasi di Indonesia.

Bicara soal nilai transaksi Teller/Cabang di design untuk melayani transaksi bernilai besar, tapi jangan salah, di BCA Internet Banking juga diperbolehkan untuk menangani transaksi besar juga, bahkan sampai milyaran juga bisa, menurut info dari Direktur BCA, Suwigyo Budiman. Katanya, untuk segmen Bisnis & Korporasi bisa unlimited, seperti Pertamina oleh BCA bahkan dibuatkan direct channel secara Host to Host.

Perkembangan terakhir soal pengamanan transaksi Payment Online berbasis Kartu, saat ini semua Kartu Kredit wajib dirubah menjadi Kartu berbasis Chip, dari yang semula berbasis Magnetic Stripe, mulai 1 Januari 2010. Setelah diterapkan regulasi BI ttg wajib berbasis Chip ini, tingkat Fraud kejahatan transaksi di Indonesia menjadi terendah se Asia Pasific dan se Asean (tahun 2010 terdapat 110 ribu fraud, tahun 2011 turun drastis menjadi 20 ribu fraud pada 2011). Sedangkan regulasi penerapan berbasis Chip juga diterapkan pada Kartu ATM, harus terimplementasi paling lambat 3 Desember 2015.

Lesson learned: tutup kemungkinan fraud, maka angka fraud akan terjun bebas dengan sukses.
Catatan: Fraud pada Bank masih banyak terjadi oleh kejahatan oleh staf internal Bank, sedangkan Fraud pada EDC/POS banyak terjadi kejahatan fraud oleh Merchant.

Bagaimana dengan standard basis Chip-nya? Saat ini di Indonesia telah tersedia standard terbuka ala Indonesia yang diterbitkan oleh Asosiasi ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia), yang dimotori oleh pemain pemain utama Industri Payment Online seperti PT. Artajasa dan para pelaku lain. Standard ini juga direstui oleh Bank Indonesia. Standard Chip nya sendiri yang bernama National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS) setara dengan standard EMVco, ISO7816, Europay, Mastercard & VISA tersebut dibentuk secara bersama dengan mempertimbangkan:

  1. Kehandalan
  2. Efisien
  3. Open Platform
  4. Kepentingan Nasional.

Tentu standard ini juga bisa menghindarkan Industri dari kemungkinan Vendor LockIn.

Dengan fakta-fakta trend Industri Payment Online di Indonesia ini, bagaimana masa depan layanan berbasis Chip (Kartu ATM, Kartu Kredit dan eMoney) dan layanan eMoney berbasis non Chip seperti yang ada di Telco provider ? Bagaimana juga dengan masa depan Payment Online pada Industri eCommerce di Indonesia? Kemana arah Chip eKTP?

Pleaseeeee, jangan sampai pemain asing seperti Paypal etc merebut pasar transaksi di dalam Pasar Lokal Indonesia yach!

Monggo silakan dikomentari :)

(*) Data ini saya dapatkan melalui Seminar “Era Baru Pengamanan Transaksi Berbasis Kartu Chip” pada Rabu, 23 Januari 2013 yang disponsori oleh PT. Artajasa, anak perusahaan tempat saya bekerja (PT. Lintasarta).

Written by budiwiyono

February 10, 2013 at 8:29 am

Top 100 Pertumbuhan Lowongan Pekerjaan / Karir Tercepat di USA

leave a comment »

Top 100 Pertumbuhan Lowongan Perkerjaan / Karir Tercepat di USA berupa skor Proyeksi Pertumbuhan Lowongan Pekerjaan dalam setahun s/d 2014 (dalam persentase) adalah seperti pada tabel berikut.

Seperti yang anda lihat, daftar di bawah mencakup berbagai pekerjaan di semua tingkat pendidikan, pelatihan dan minat.

Perhatikan bahwa dua dari 10 besar pertumbuhan pekerjaan tercepat adalah terkait dengan bidang komputer dan empat pada bidang kesehatan. Dua bidang yang perkembangannya sangat pesat. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebagian besar pertumbuhan pekerjaan tercepat memerlukan pelatihan atau pendidikan sekolah tinggi atau lebih tinggi.

Sementara kesempatan kerja di semua tingkat pendidikan dan pelatihan yang tercantum dalam tabel, umumnya banyak yang memungkinkan mendapatkan gaji tinggi dengan meningkatkan pendidikan post secondary atau pelatihan khusus.

Apakah trend di bawah ini ada kemiripan dengan trend di Indonesia? Entahlah saya belum punya datanya…

Top 100 Pertumbuhan Lowongan Perkerjaan / Karir Tercepat di USA

Tabel Persentase Pertumbuhan 2014 dan Jumlah Lowongan Tahunan

Nursing, Psychiatric, and Home Health Aides : 31% 487,000
Personal and Home Care Aides : 40% 230,000
Teachers—Post secondary : 32% 329,000
Medical Assistants : 52% 93,000
Registered Nurses : 29% 229,000
Computer Software Engineers : 46% 91,000
Customer Service Representatives : 22% 510,000
Computer Support Specialists and Systems Administrators : 28% 121,000
Receptionists and Information Clerks : 21% 299,000
Counter and Rental Clerks : 23% 126,000
Human Resources, Training, and Labor Relations Managers and Specialists: 23% 114,000
Accountants and Auditors : 22% 157,000
Retail Salespersons : 17% 1,350,000
Social and Human Service Assistants : 29% 61,000
Dental Assistants : 42% 45,000
Teachers—Preschool, Kindergarten, Elementary,Middle, and Secondary : 18% 510,000
Computer Systems Analysts : 31% 56,000
Grounds Maintenance Workers : 19% 279,000
Teachers—Self-Enrichment Education : 25% 74,000
Food and Beverage Serving and Related Workers : 16% 2,359,000
Fitness Workers : 27% 50,000
Bill and Account Collectors : 21% 85,000
Building Cleaning Workers : 16% 863,000
Counselors : 21% 83,000
Top Executives : 16% 246,000
Social Workers : 22% 67,000
Advertising, Marketing, Promotions, Public Relations,and Sales Managers : 20% 77,000
Athletes, Coaches, Umpires, and Related Workers: 20% 75,000
Management Analysts : 20% 82,000
Taxi Drivers and Chauffeurs : 24% 43,000
Pharmacy Technicians : 28% 35,000
Gaming Services Occupations : 23% 47,000
Physicians and Surgeons : 23% 41,000
Chefs, Cooks, and Food Preparation Workers : 14% 844,000
Paralegals and Legal Assistants : 29% 28,000
Animal Care and Service Workers : 24% 34,000
Public Relations Specialists : 22% 38,000
Licensed Practical and Licensed Vocational Nurses : 17% 84,000
Recreation Workers : 17% 69,000
Financial Analysts and Personal Financial Advisors : 21% 45,000
Truck Drivers and Driver/Sales Workers : 13% 515,000
Bus Drivers : 15% 110,000
Maintenance and Repair Workers, General : 15% 154,000
Child Care Workers : 13% 439,000
Computer Scientists and Database Administrators : 26% 26,000
Hotel, Motel, and Resort Desk Clerks : 17% 62,000
Dental Hygienists : : 43% 17,000
Medical and Health Services Managers : 22% 33,000
Teacher Assistants : 14% 252,000
Teachers—Special Education : 20% 37,000
Automotive Service Technicians and Mechanics : 15% 93,000
Computer and Information Systems Managers : 25% 25,000
Barbers, Cosmetologists, and Other Personal Appearance Workers : 15% 87,000
Carpenters : 13% 210,000
Education Administrators : 16% 58,000
Medical Scientists : 33% 16,000
Clinical Laboratory Technologists and Technicians : 22% 28,000
Emergency Medical Technicians and Paramedics : 27% 21,000
Physical Therapists : 36% 13,000
Sales Representatives, Wholesale and Manufacturing : 13% 216,000
Heating, Air-Conditioning, and Refrigeration Mechanics and Installers : 19% 33,000
Physical Therapist Assistants and Aides : 40% 12,000
Writers and Editors : 17% 35,000
Fire Fighting Occupations : 22% 25,000
Physician Assistants : 49% 10,000
Police and Detectives : 15% 66,000
Security Guards and Gaming Surveillance Officers : 12% 232,000
Medical Transcriptionists : 23% 20,000
Payroll and Timekeeping Clerks : 17% 36,000:
Pipelayers, Plumbers, Pipefitters, and Steamfitters : 15% 68,000
Roofers : 16% 38,000
Instructional Coordinators : 27% 15,000
Medical Records and Health Information Technicians : 28% 14,000
Engineers : 13% 111,000
Property, Real Estate, and Community Association Managers : 15% 58,000
Material Moving Occupations : 8% 1,190,000
Office Clerks, General : 8% 695,000
Pharmacists : 24% 16,000
Financial Managers : 14% 63,000
Radiologic Technologists and Technicians : 23% 17,000
Surgical Technologists : 29% 12,000
Hazardous Materials Removal Workers : 31% 11,000
Veterinary Technologists and Technicians : 35% 9,000
Food Processing Occupations : 11% 123,000
Market and Survey Researchers : 20% 23,000
Painters and Paperhangers : 12% 105,000
Demonstrators, Product Promoters, and Models : 16% 33,000
Massage Therapists : 23% 12,000
Occupational Therapists : 33% 7,000
Human Resources Assistants, Except Payroll and Timekeeping : 16% 28,000
Secretaries and Administrative Assistants : 6% 545,000
Lawyers : 14% 40,000
Cement Masons, Concrete Finishers, Segmental Pavers and Terrazzo Workers : 15% 33,000
Graphic Designers : 15% 35,000
Office and Administrative Support Worker Supervisorsand Managers : 8% 167,000
Administrative Services Managers : 16% 25,000
Bookkeeping, Accounting, and Auditing Clerks : 5% 291,000
Real Estate Brokers and Sales Agents : 13% 53,000
Electricians : 11% 68,000
Respiratory Therapists : 23% 9,000

Any Comment / Ideas? ;)

Written by budiwiyono

February 2, 2013 at 9:47 pm

Kisah kelahiran startup yang bernama Groupon

leave a comment »

Groupon adalah salah satu yang perusahaan startup technology yang tercepat berkembang sepanjang masa. Namanya berasal dari Group Coupon (“kupon kelompok”), ide cerdas ini yang telah melahirkan banyak pemain industri social commerce.

Namun, pada awalnya tidak langsung berhasil. Ketika pelanggan mengambil Groupon atas “deal” diskon pertama-nya, dua puluh orang membeli “buy one get two” pizza di sebuah restoran ngantri di lantai satu dari perusahaan yang berhome base di Chicago tsb menjadi kisah klasik yang sulit tapi telah mengubah dunia.

Bahkan, Groupon awalnya tidak dimaksudkan untuk menjadi bisnis eCommerce. Pendirinya, si Andrew Mason, bermaksud perusahaannya untuk menjadi “Platform Aktifitas Kolektif” yang disebut “The Point”.

Tujuannya adalah untuk membawa orang bersama-sama untuk memecahkan masalah mereka yang tidak bisa memecahkan secara sendiri-sendiri, seperti contohnya penggalangan dana untuk suatu tujuan atau memboikot pengecer tertentu.

Hasil awal The Point malah mengecewakan, pada akhir tahun 2008 para pendiri memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru. Meskipun mereka masih memiliki ambisi besar, mereka bertekad untuk menjaga memulai dengan produk baru yang sederhana.

Mereka membangun produk yang layak dengan sistem minimum. Apakah ini titik awal tersebut terdengar seperti sebuah perusahaan miliar dolar bagi Anda?

Mason menceritakan kisahnya:

Kami mengambil Blog WordPress dan kami pasang skin untuk mengatakan sebagai “Groupon” dan kemudian setiap hari kita akan melakukan posting baru. Itu benar-benar “ghetto”. Kami akan menjual T-shirt pada versi pertama dari Groupon. Kami akan mengatakan dalam menuliskan, “Ini T-shirt akan hadir dengan warna merah, berukuran besar. Jika Anda ingin warna atau ukuran yang berbeda, maka e-mail lah kami”. Kami tidak memiliki form untuk menambahkan hal itu. Itu hanya terangkai/tergabung.

Itu sudah cukup untuk membuktikan konsep dan menunjukkan bahwa ternyata menjadi sesuatu yg disukai pasar. Generate kupon sendiri sebenarnya mereka lakukan semua dengan FileMaker. Mereka akan menjalankan script yang akan mengirim e-mail ber-attachment PDF kupon kepada orang-orang.

Itu sampai ke titik di mana mereka akan menjual 500 kupon sushi dalam sehari, dan mereka mem-blast/mengirimkan 500 PDF dengan Apple Mail pada waktu yang sama. Benar-benar sampai Juli tahun pertama itu hanya berjuang untuk meraih “harimau melalui ekor”.

Hal itu untuk mengejar ketinggalan dan cukup dalam membangun sebuah produk.
PDF Handmade, kupon pizza dan sebuah blog sederhana sudah cukup untuk memulai Groupon menjadi berhasil memecahkan rekor, itu adalah pada rekor kecepatan untuk menjadi perusahaan tercepat dalam sejarah dalam mencapai penjualan $ 1 miliar.

Ini adalah merevolusi cara bisnis lokal menemukan pelanggan baru, menjual penawaran khusus kepada konsumen pada lebih dari 375 kota di dunia.

Mendevelop sebuah produk minimum yang layak (“Minimum Viable Product” = MVP) membantu pengusaha memulai proses belajar secara kilat. Hal ini tidak selalu berupa produk terkecil yang terbayangkan, meskipun, itu hanya cara tercepat melalui “Build-Measure-Learn” – feedback loop.. hanya dengan effort yang minimum untuk memulai iterasi berkelanjutan pada pengembangan pasar dan produknya. Jika ide MVP tidak berjalan seperti skenario awal maka langkah selanjutnya adalah untuk untuk action “pivot” dan segera mencari sudut yang lebih tepat lagi.

Build Measure Learn - feedback loop

Bertentangan dengan siklus pengembangan produk tradisional, yang biasanya menggunakan pendekatan “one shoot” yang melibatkan waktu panjang, juga masa inkubasi yang panjang dan berkutat untuk mencapai kesempurnaan produk pada fase awal pengembangan bisnis/produk. Pendekatan lama ini sudah usang dan tidak bisa menjawab tantangan bisnis yang makin dinamis dan “tidak menentu“, yang menuntut dinamika perubahan-perubahan kebutuhan, persaingan dan market timing yang sangat demanding.

Tujuan MVP seperti pada kasus berdirinya Groupon tsb adalah usaha untuk memulai proses pembelajaran, bukan untuk mengakhirinya. Tidak seperti tes prototipe atau konsep, MVP yang dirancang tidak hanya untuk menjawab desain produk atau pertanyaan teknis. Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis bisnis yang mendasar.

Kenapa teknik baru ini lebih unggul dan lebih sesuai dengan kondisi pasar yang ada saat ini? Karena kita mempunyai kesempatan menerapkan “continues improvement” dari segi Customer Development dan Product Development sekaligus! Cara lama adalah men-survey customer, baru kemudian membuat dan memproduksi produknya dalam satu siklus “One Shoot”, cara ini sudah sering menjadikannya menjadi pengembangan produk yang gagal.

Seperti itu lah Groupon Lahir. Hanya diawali dengan CMS WordPress! Test hipotesis ide bisnis dan… ternyata Ide Bisnisnya disambut oleh pasar!

Teknik ini bisa diterapkan untuk semua jenis usaha, baik usaha besar maupun usaha kecil… baik high tech maupun low tech…

Anda punya kisah pribadi yang senada? Mau share penerapan teknik ini pada usaha anda?

Monggo silakan comment :)

Written by budiwiyono

January 22, 2013 at 10:02 pm

Laporan BPS terkait Kondisi Ekonomi Indonesia Triwulan III 2012

with 2 comments

Menarik untuk kita simak perkembangan terkini Ekonomi Indonesia Triwulan III 2012 saat ini.

Komentar saya sbb:

  • Masih diwarnai dengan Konsumsi Ekonomi Domistik yang masih sangat penting dan makin penting.
  • Sudah saat nya Indonesia serius memikirkan sektor sektor kreatif sebagai penyaluran produktifitas SDM Indonesia yang mulai CUANTIK di 2010, refer tulisan mas @yuswohady http://bit.ly/TY3Buj
  • Penyaluran Skilled Worker SDM Indonesia tentu saja ke pasar pasar Internasional yang lucratif, harus lebih kreatif mencari room of growth yang baru. Hal ini untuk mengakomodasi penurunan Laju Ekspor ke luar negeri. Contoh saja Phillipines/India yang sudah sukses di sektor ini
  • Tentu saja maksud saya BISA SAJA SDM tidak mesti secara fisik harus berada di Luar Negeri khan? Bisa saja secara fisik SDM nya berlokasi di Indonesia :)

Berikut info via tweet dari Pak Hasanuddin Ali dari Markplus, hasanuddinali 9:15am via Scope App

Pagi ini akan saya akan tweetkan laporan BPS terkait kondisi ekonomi indonesia triwulan III 2012 @yuswohady @icam2u @mantriss

1. PDB triwulan III naik 3,21% dibanding triwulan II dg kenaikan tertinggi disektor pertanian 6,15 dan terendah sektor pertambangan 0,11%

2. Growth y on y PDB triwulan 3 ’12 tumbuh 6,17%, growt tertinggi sktor pengangkutan n komunikasi 10,48, pertambangan minus 0,09

3. Secara kumulatif growth PDB hingga triwulan 3 2012 dibanding periode yg yg sama 2011 (c to c) sebesar 6,29%

4. Secara geografis, kontribusi PDB di triwulan 3: Jawa 57,52%, sumatera 23,83%, kalimantan 9,26, sulawesi, 4,75%, pulau lainnya 4,64%

5. Strktur PDB triwulan 3 2012: konsumsi rumah tangga 54,79%, konsumsi pemerintah 8,24%, investasi 33,18, eksp

6. Laju growth PDB y on y : konsumsi rumah tangga 3,12%, konsumsi pemerintah -0,26%, investasi 2,43%, ekspor -1,38% impor -0,2%

7. Dengan growth sampai triwulan 3 2012 6,29% target growth pemerintah 6,5 pd thun ini akan sangat sulit tercapai

8. Konsumsi domestik masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, disusul kemudian oleh investasi baik PMA maupun PMDN

9. Dampak krisis global sudah mulai terasa, laju ekspor indonesia di triwulan 3 2012 sudah mulai minus

10. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa laju konsumsi pemerintah turun di triwulan 3 2012 baik di bdg triwulan 2 12 maupun triwulan 3 11

Written by budiwiyono

November 18, 2012 at 9:58 am

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,585 other followers

%d bloggers like this: