budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights.

Semantic Web

Posted in Get Inspired, IT Technology by budiwiyono on July 8, 2010

Luar biasa perkembangan Semantic Web. Silakan dinikmati semoga berguna.

As the Web has matured, we’ve learned how to augment web pages with information that makes the pages easier to index by search engines. This practice is called Search Engine Optimization, and while it helps lead people to answers, it doesn’t provide answers. Put another way, instead of asking Google “What cameras are available for the iPad?” we search for “iPad camera” then use the returned results to answer our real question. The Semantic Web would be able to provide the answer more directly.

As part of its Open Graph program, Facebook has chosen to use RDFa, code that augments HTML pages with meaning. Google is also using RDFa in order to produce “rich snippets,” convenient summary information about search results at a glance. Many of their examples are for product reviews.

Best Buy began using RDFa in its web pages about two years ago in order to share more information about its stores. They leverage Good Relations, a vocabulary created specifically for e-commerce.

GoodRelations is a standardized vocabulary for product, price, and company data that can (1) be embedded into existing static and dynamic Web pages and that (2) can be processed by other computers. This increases the visibility of your products and services in the latest generation of search engines, recommender systems, and other novel applications.

The retailers that include semantic aspects in their websites will have an advantage over those that don’t. Best Buy has already reported an unexpected 30% increase in search traffic. As more sophisticated crawlers appear, retailers need to expose their data in new ways that enhance a shopper’s ability to find exactly what they’re looking for.

Berikut Slide GoodRelations…

Tradeshift, the “Skype for e-Invoicing”

Posted in Business Idea, Get Inspired, IT Technology by budiwiyono on June 30, 2010

Untuk pasar Indonesia laku gak ya?

===

Tradeshift, which has been described as the “Skype for invoicing”, has announced a raft of new partners in the SaaS accounting space, along with plans to open up its API to enable more third-parties to tie into its free invoicing system.

The launch partners who have had access to a beta version of Tradeshift’s API include: ERPLY (free ERP system), E-conomics (a SaaS accounting solution provider), Workbook (a specialized platform for the media business), Office123 (an open-source ERP system), Continia (bank payments systems), Winfinans (Windows-based desktop accounting), and Ibistic (the leading e-invoicing workflow system in Scandinavia).

This, says the company, in which early Skype investor Morten Lund is an adviser, puts it on track to bring “directly integrated electronic invoicing” to more than 100,000 small European businesses over the next 6 months.

Tradeshift, which competes with Maventa.com, is working on what it positions as the world’s first free invoicing platform – essentially dragging invoicing and business transactions into the 21st century via open standards and the cloud – news which we broke on its launch in February. However, the roll out of its API brings into focus more ambitious plans to become “the cloud platform linking what so far have been isolated islands of business software”, says co-founder and CEO Christian Lanng.

The Tradeshift API will launch publicly on the 1st of August 2010 to enable anyone who wants to build connected business software on top of the company’s platform making it possible for developers to create applications that utilize the Tradeshift Business Network Infrastructure in order for users to exchange business documents over the network.

Source: techcrunch.com

High cost economy of Indonesia riil sector

Posted in Entrepreneurship by budiwiyono on June 29, 2010

OMG! High cost economy!

Baru tahu dari bini, ternyata ongkos kirim ke Luar Negeri naik 100% jika pakai EMS POS. Sbg gambaran kirim ke Singapore per 80 kg semula rp.2.2 juta menjadi rp.4.4juta.

Lebih mahal dari biaya pesawat garuda eksekutif, JKT-SIN, pulang pergi lagi :(
Ckckck… geleng-geleng. Jaman CAFTA kita banyak banyak bicara daya saing koq kayak gini ya!

4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan (Tanadi Santoso)

Posted in Blog Network, Get Inspired, Marketing by budiwiyono on June 27, 2010

Berikut tulisan Tanadi Santoso yang sangat menginspirasi…

==

4 Kunci membuat sebuah produk atau layanan Elegan (Re-Post)

In Pursuit Of Elegance (~ Matthew E. May)
Why the Best Ideas have Something Missing.

In Pursuit of Elegance

Elegan. Mengapa idea yang terbaik selalu tidak lengkap?

Konsep menarik ini adalah bagaimana membuat sebuah “produk” itu bisa menjadi “elegan” dan menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Pengetahuan ini akan membuat kita mampu memanfaatkannya untuk menciptakan produk atau layanan yang lebih menarik, lebih menggiurkan, lebih disukai, lebih tepat guna, lebih diinginkan, lebih pas, atau dalam bahasa Matthew, lebih elegan.

Ada 4 kunci yang membentuk konsep ini.

Yang pertama adalah symmetry atau keselarasan. Kalau forensik menemukan separoh wajah anda dan diinstruksikan untuk mengkonstruksi ulang maka akan terbentuk wajah yang sangat amat mirip dengan wajah anda sebenarnya, karena wajah kita, otak kita, tangan kaki kita, semuanya dalam format simetri.

Simetri adalah keselarasan dan keharmonisan alam semesta. Alam dilengkapi dengan simetri. Gambar salju dapat digambar dari segitiga kecil, ditambahkan segitiga lagi, dan seterusnya. Hutan lebat, digambarkan pohon dengan dahan yang rumit, maka kalau kita sederhanakan akan terasa kesamaan dari ranting-ranting kecil yang membentuk daun dan dahannya sampai bentuk keseluruhannya. Elegan design memiliki simetri.

Kunci kedua adalah rayuan. “Seduced by Nothing” ini menerangkan, bahwa manusia sejak bayi selalu tertarik akan misteri, keingintahuan, atau ketidak lengkapan sesuatu.

Senyuman Monalisa dianggap misterius, dan membangkitkan banyak emosi yang berbeda dari orang yang melihatnya. Ada kesedihan, kebahagiaan, mencomooh, rayuan tersembunyi, bahkan amarah. Riset mendalam menunjukkan bahwa Leonardo sengaja menyamarkan dan mengaburkan beberapa bagian pada senyumnya, sehingga apa yang dilihat orang satu akan beda dengan orang lain, tergantung bagaimana otak dan asumsi orang yang melihatnya. Sehingga lukisan Monalisa ini bisa menjadi seperti cermin, menggambarkan kembali apa yang ingin anda artikan.

Presentasi perkenalan produk baru iPhone, yang kontan menjadi buah bibir semua orang yang melihat presentasi Steve Jobs, juga penuh misteri. Karena setelah demo itu, tidak ada lagi berita detail apapun, tidak ada iklan apapun, dan tidak ada keterangan apapun dari Apple, untuk waktu berbulan bulan. Kehausan akan rasa ingin tahu, dibiarkan menjadi senjata “Word Of Mouth” yang sangat sukses dalam promosi iPhone.

Ketiga adalah Laws of Substraction, atau Hukum Pengurangan, juga menjadi faktor kunci suksesnya iPhone. Steve Jobs yang selalu sangat fanatik pada design, mengutamakan kesederhanaan, computer mouse dengan satu tombol, komputer tanpa internet kabel, iPod tanpa banyak tombol, dan iPhone juga akhirnya diluncurkan dengan layar sentuh tanpa tuts keypad. Kesederhanaan adalah kunci elegan. Bisnis Hotel mengurangi pelayanan yang tidak dihargai pelanggannya untuk mampu menawarkan kamar baik dengan harga murah. Kita perlu hilangkan hal2 yang tidak penting buat pelanggan kita.

Kunci keempat, “On Sustainable Solution”, atau solusi yang bisa bertahan lama, mengajarkan tentang pemikiran yang mendalam. Sustainable hanya bisa dicapai kalau kita mencari jawaban dengan sangat mendasar. Solusi yang optimal, dan tidak cepat puas dengan jawaban yang pertama muncul, dan dapat bertahan dalam panjangnya waktu, adalah jawaban yang elegan. E=mc2 nya Einstein, Teori evolusinya Darwin, adalah salah satu contoh yang bertahan dalam perubahan waktu.

Pemikiran ini berguna bagi, pelukis, designer produk, pelaku advertising, dan pebisnis. Empat kunci dasar ini dapat diaplikasikan pada layanan dan produk, pada penulisan cerita fiksi atau pembuatan filem, pada pembuatan iklan, ataupun dipakai untuk memberikan solusi yang paling elegan pada persoalan bisnis kita.

Ori Source: Tanadi Santoso.

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country

Posted in Business Idea, Indonesia, my Corner by budiwiyono on June 25, 2010

Are You Unhappy? Come to Indonesia.

Welcome to Smiling Country :-)

Tadi pagi mendengarkan talkshow Tanadi Santoso, bicara soal ranking negara ter-happy, Indonesia mendapatkan rating yang bagus!

Hal ini penting untuk memberi masukan kepada banyak pihat tentang Branding yang tepat bagi Indonesia.

Di saat saat tingkat stress secara global naik, ada fakta menarih nih…
Indonesia mendapatkan urutan ke 23 Negara ter-Happy.

Posisi Indonesia lebih bahagia (happy) ketimbang negara berikut ini yang saya yakin banyak yang menganggap hidup di negara berikut ini lebih menjamin kebahagiaan ;)

Negara, Ranking

  • China, 31
  • Thailand, 32
  • Malaysia, 44
  • Timor Leste, 48
  • Papua New Guinea, 76
  • Jerman, 81
  • Saudi Arabia, 89
  • India, 90
  • New Zealand, 94
  • Jepang, 95
  • Brunei Darusalam, 100
  • UK, 108
  • Israel, 117
  • Singapore, 131
  • USA, 150

Dengan Top 10 sbb:

  • 10. Luxembourg  – 7.6 points
  • 9. Guatemala – 7,6 points
  • 8. Canada – 7,6 points
  • 7. Sweden – 7,7 points
  • 6. Australia – 7,7 points
  • 5. Finland – 7,7 points
  • 4. Iceland – 7,8 points
  • 3. Austria – 8,0 points
  • 2. Switzerland – 8,1 points
  • 1. Denmark – 8,2 points

Selain ranking di atas juga ditemukan bahwa:

Mystery Shopping Providers around the world have participated in the Smiling Report 2009 which compiles customer service data from evaluations conducted across a spectrum of industries. The summary for 2008 includes answers to more than 2.5 million questions covering Smile, Greeting and Add-on sales in 66 countries.

Smiling 2008 was 77% compared to 82% in 2007 and 87% in 2004. The highest smiling country was Indonesia with 98% and the lowest was Pakistan with 44%. The best smiling industries were Health & Beauty Care and Transport with 86% and the lowest scores were in B2B with only 52%.

Add-on Sales scores have always been much lower than smile and greeting.

In 2008 it was 45% which is the same as in 2004. The score has been a bit better in 2005 51%, 2006 56% and 2007 48%, but now when sales is even more important it has dropped back to 45%. Highest sales score was in Pakistan with 82% and lowest is Finland with as low as 3%.  B2B had the highest scores for add-on sales 65% while Leisure had the lowest with 40%.

Greeting 2008 and 2007 was 81% compared to 88% in 2004. The highest greeting countries were Indonesia and Hong Kong with 98% and the lowest was Morocco at 48%. The best greeting was found in Government services with 94% while B2B had 70%.

Big gap between the Continents
Australia had highest scores of all continents, in Smiling 89%, Greeting 92% and Add-on Sales 58%. Africa had the lowest scores of all continents, in Smiling 61%, Greeting 51% and Add-on sales 33%.

Pernah juga di bahas di salah satu forum marketer club yang saya ikuti di Jakarta, ada fakta bahwa, untuk ukuran Singapura, membuat branding Layanan Singapore Airlines yang standard nya adalah Pramugari harus Caring dan ramah, katanya susah sekali. Mereka harus di training untuk murah senyum. Ini senyum palsu lho!
Beda dengan melatih Caring values untuk Pramugari Indonesia, tidak selalu sulit karena budaya ramahnya masih bagus. Dan ini terlihat dari Ranking, Indonesia ranking 23 sedangkan Singapore berada di ranking 131, jauh sekali bukan?

Saya setuju sekali jika untuk Pariwisata, Indonesia harus di branding menjadi Smiling dan Happiness!. Cukup kuat karena fakta menunjukkan ranking kita bagus dalam hal ranking kebahagiaan. Jangan sampai negara yang urutannya di bawah Indonesia malah berhasil menancapkan ke benak pasar bahwa negara mereka adalah “Smiling Country”!

Bagaimana kita jadikan:

Are You Unhappy? Come to Indonesia. Welcome to Smiling Country :-)

Silakan check negara-negara dengan ranking di bawah Indonesia yang memakai “Smiling Country” sebagai branding nya, saya mendapatkan beberapa temuan. Ayo buruan dipakai ramai-ramai, jangan sampai dipakai oleh negara yang urutannya di bawah kita ;)

Sebagai pentutup artikel ini, saya selalu suka dengan inspirasi The 7 Laws of Happiness dari bung Arvan Pradiansyah:

If you want to be Happy, be Happy NOW! :)

Monggo silahkan dikomentari.

Reference:

Indonesia pada tahun 2050 AKAN menjadi 7 negara paling besar di dunia

Posted in Indonesia by budiwiyono on June 25, 2010

Breaking News!

Goldman Sachs, sebuah global investment banking and securities firm, meramalkan Indonesia pada tahun 2050 AKAN menjadi 7 negara paling besar di dunia (urutan GDP) antara USA, CHINA, BRAZIL, RUSIA, etc termasuk Indonesia.

Ini berarti 40 tahun ke depan Indonesia Insya Allah dari negara yang tidak punya ranking ekonomi menjelma menjadi negara terbesar urutan ke 7.

Sofjan Wanandi mengingatkan, hal tersebut baru bisa tercapai jika Indonesia bersih dan bebas dari segala bentuk Korupsi.

Semangat!

Inspirasi Agrobisnis Indonesia

Posted in Business Idea, Get Inspired by budiwiyono on May 29, 2010

Tercengang setelah sempat melihat permadani kebun di Sumatra via udara, amaze…

Teringat kembali hampir 43% Warga Indonesia bekerja di sektor pertanian, 20% di sektor perdagangan/hotel/restoran.

Jika 43% Farmers tsb bisa di bina + di arahkan menciptakan value add dgn berkebun/bertani dan juga mengolah hasil agro mereka, sehingga mereka selain sbg farmer juga diajari menciptakan value add / menjadi manufacturer ringan, wow akan DASYAT!

Pantesan Industri kompetitor sawit memakai berbagai alasan lingkungan untuk memukul harga CPO.

Ada yang bisa kasih inspirasi apa saja yang bisa diolah farmers kita?

Dimulai dari saya yach…

Saya pikir KUD-KUD di daerah perkebunan Sawit rakyat harus bisa mengajak petani untuk turut mengadakan Pabrik CPO mini. Jadi TBS petani tidak ada kejadian busuk lagi karena tidak kebagian proses di Pabrik CPO eksisting.

Kemudian, KUD juga wajib berinovasi untuk memikirkan value add yang melibatkan petani dalam produksinya. Seperti produksi minyak goreng yang sesuai standar SNI.

Katanya neh, jika kita bandingkan: Petani menjual TBS dibanding jual sbg Minyak Goreng, maka value produk menjadi 6X lebih mahal.

Ada yang bisa bantu how nya?

Silakan komentarnya jika ada ide yang lain.

Tagged with: ,

Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia

Posted in Get Inspired, Indonesia by budiwiyono on May 14, 2010

Orang Singapura tsb saja tahu yach…

Kenapa banyak orang Indonesia sendiri yang gak sadar ? ;)

===

PENILAIAN ORG SINGAPURA. TERHADAP INDONESIA

by Andy Rachmat

Suatu pagi, kami menjemput seseorg klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bpk adl pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata, “Ur country is so rich!”

Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu… “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,” lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia.. 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus, kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya, bener2 panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras..

Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3.000/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya liat ini sbg peluang..

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri.. Tak perlu impor klo bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULES THE WORLD!!!

Tagged with:

KEMKOMINFO Meluncurkan Aplikasi Open Source Untuk Masyarakat Ekonomi Syariah

Posted in IT Technology by budiwiyono on May 14, 2010

Silakan bagi rekan-rekan yang membutuhkan.
Semoga berguna.

==
Text Box: Disaksikan oleh Bapak Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika), aplikasi diserahkan oleh bapak Ashwin Sasongko (Dirjen Aptel Kemkominfo) kepada Bapak Wiwin P.Seodjito (Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah).

Bersamaan pada pembukaan acara 6th e-Indonesia Initiative Forum, di aula barat kampus ITB, Bandung, Kemkominfo menyerahkan secara resmi kepada Masyarakat Ekonomi Syariah, berupa aplikasi open Disaksikan oleh Bapak Tifatul Sembiring (Menteri Komunikasi dan Informatika), bertepatan kamis 6 mei 2010, aplikasi diserahkan oleh bapak Ashwin Sasongko (Dirjen Aptel Kemkominfo) kepada Bapak Wiwin P.Seodjito (Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah). Aplikasi yang diserahkan pada kesempatan tersebut adalah Sistem Informasi Manajemen Koperasi Syariah (SIM KJKS), Sistem Informasi Manajemen Muzakki dan pengelolaan Zakat (SIMZAKKI) dan Point of Sale (PoS).

Aplikasi ini merupakan kontribusi Kemkominfo untuk merangsang lebih berkembangannya UKM yang secara signifikan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi. Selama ini peran Koperasi Syariah/BMT dalam menyediakaan pendanaan bagi UKM sangat penting, namun tidak semua dari mereka mampu membeli Aplikasi SIM KJKS, sehingga peran pemerintah dalam membantu mereka sangat diperlukan. Melalui SIM KJKS, diharapkan akan membantu pelaku Koperasi Syariah/BMT dalam memberikan layanan prima bagi UKM diseluruh Indonesia dan mampu bergerak secara lebih efisien karena mampu menghemat investasi sistem teknologi.  “Karena aplikasi ini open source, maka koperasi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memakai aplikasi ini, sehingga membantu Koperasi syariah untuk meningkatkan pelayanannya kepada nasabah UKM”, ujar Wiwin P. Soedjito salah satu Ketua Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah.

Lembaga Pengelola Zakat/Badan Amil Zakat (LAZ/BAZ) merupakan lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat kepada masyarakat miskin dalam usaha pengentasan kemiskinan. Sebagai lembaga yang memberikan layanan sosial, maka akuntabilitas merupakan faktor penting dalam pengelolaan zakat. Semakin tinggi akuntabilitas, maka akan semakin besar zakat yang mampu dikumpulkan. Dalam meningkatkan akuntabilitas, salah satunya adalah tersedianya aplikasi SIMZAKI.

Kerja sama Kemkominfo dan Masyarakat Ekonomi Syariah merupakan hasil dari nota kesepakatan (MoU) antara Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (diwakili Dirjen Aptel Bapak Ashwin Sasongko) dengan Masyarakat Ekonomi Syariah-MES (diwakili oleh Ketua IV PP MES Bapak Wiwin Soedjito). Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu (Bapak Prof. M. Nuh) pada September 2009 di Jakarta. Sebagai langkah lebih lanjut, MES akan segera duduk bersama dengan BAZNAS dan ABSINDO (Asosiasi BMT Seluruh Indonesia) untuk membantu mengkoordinasikan distribusi dan implementasi aplikasi di lapangan serta mendapatkan umpan balik aplikasi yang ada terus sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Piramida Sukses Strategi Online Marketing

Posted in Marketing by budiwiyono on May 14, 2010

Tips menarik Strategi Online Marketing dari Riyeke Ustadiyanto.