Menjadi Filantropis Mikro

Anda pernah mendengar ide menjadi Filantropis skala kecil? Kiva.org adalah Organisasi nirlaba dengan sistem yang unik dan inovatif. WJ Clinton mantan presiden USA yang juga aktifis penggalang dana untuk kemanusiaan sendiri memuji model yang dijalankan Kiva. Clinton yang juga memuat Kiva di dalam bukunya ”Giving” menyarankan agar organisasi United Way, sebuah lembaga filantropi terbesar di dunia agar belajar dari Kiva. Saya pernah posting Kiva ”Matching Program doubles Kiva loans” di Blog saya pada 8 Mei 2008.

Kiva menawarkan penyaluran sumbangan dari pihak donor (terutama kalangan “the haves”) kepada pengusaha mikro yang membutuhkan dana pinjaman dengan pola networked organization, memadukan microfinance peer to peer lending dengan mengoptimalkan pendayagunaan internet (web).

Anda bisa menjadi pendonor/lender akan menjadi semacam bankir bagi pengusaha mikro dan anda dapat memonitor perkembangannya secara transparan. Yang unik dan menarik adalah pendonor individual diberikan batasan $25 untuk tiap donasi. Cara unik Kiva dalam menjaga kepercayaan lender dan komitmen fokus pada kualitas layanan. Seorang pensiunan atau seorang siswa di negara makmur sudah bisa menjadi filantropis. Membalikkan paradigma lama bahwa filantropi hanya untuk kalangan pengusaha kaya.

Kami tidak dibatasi oleh berapa banyak dana yang bisa kami kumpulkan, melainkan oleh pertanyaan apakah kami bisa menyalurkan dana ini dengan pas. (Ramsey, Eksekutif Kiva)

Saat ini tingkat pengembalian pinjaman 99.7%. Menurut Matt, pendiri Kiva, umumnya lender lebih menginginkan transparansi informasi ketimbang keinginan uang yang diberikannya kembali.

Cara kerja Kiva Siklus Kredit Kiva singkatnya sbb:

  • Pemberi pinjaman (lender) memilih bisnis/pengusaha mikro yang akan dibantu, dan memberikan pinjaman menggunakan kartu kredit yang tidak dikenakan fee oleh Paypal.
  • Kiva mentransfer dana ke mitra microfinance lokal setempat. Sang Mitra ini kemudian menyalurkan dana itu ke tiap bisnis.
  • Mitra lokal melakukan penagihan cicilan pinjaman dan sekaligus menyediakan update informasi mengenai pinjaman pada situs kiva.org
  • Dana yang sudah dilunasi dikembalikan kepada pemberi pinjaman. Sang Lender boleh menariknya atau meminjamkan kembali ke bisnis/pengusaha mikro lain.
  • Anda tertarik membuat sistem tersebut untuk pengusaha mikro di Indonesia? Why not?

    Advertisements

    2 thoughts on “Menjadi Filantropis Mikro

    1. @Armi Baru berupa my thought aja… Yang menjadi hal menarik disini adalah dengan menggunakan internet dan memfasilitasi tools untuk kemudahan DAN transparansi mulai dari stage penerimaan donasi, distribusi donasi dan reporting transparan bagi para pemberi donor, maka hal ini bisa memberikan feel good untuk si filantropis mikro (dengan jumlah donasi yang tidak harus besar). Donasi yang kecil-kecil pun bisa terkumpul dengan cepat karena ada tools kemudahan dengan internet. Lihat saja, sbg contoh donasi yang diberikan untuk Barack Obama, pada case pemilihan presiden USA, berkat internet, kecil-kecil bisa terkumpul menjadi jumlah yang sangat signifikan.

      Di Ind, sudah sangat memungkinkan, apalagi dengan adanya platform sejenis, seperti: http://www.zisbersama.org/.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s