Personal Branding 2.0

Teknologi Web 2.0 bisa dimanfaatkan untuk membangun personal branding. Selain membuat blog dan mengisinya, membangun citra juga dilakukan lewat interaksi dengan sesama pengguna teknologi Web 2.0.

Di era teknologi informasi membangun personal brand bisa dilakukan dengan murah dan sederhana. Dampak dari Web 2.0 menjadikan dunia web bukan lagi sekadar penyedia informasi, tetapi juga media untuk aktif berpartisipasi.

Bagi generasi milenium, internet merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Mereka yang sering berselancar di dunia maya pernah merasakan manfaatnya. Internet bisa digunakan untuk mencari informasi, mempromosikan diri atau perusahaan bahkan memperoleh ide-ide brilian dan segar yang lolos dari pemikiran stakeholder perusahaan.

Bagi individu teknologi web tidak hanya berdampak pada pekerjaan, tetapi juga pada perluasan jaringan dan aktivitas mengelola karir. Majalah Business Week terbitan tahun lalu merilis sebanyak 82 persen pencari kerja berharap calon majikan melihat mereka secara online. Artinya para pencari kerja telah siap dengan profil dan portofolio online yang dibuat oleh dirinya maupun yang dikreasi orang lain sebagai teman dalam jaringannya. Dan mereka berpandangan, calon majikan mereka merupakan kelompok orang yang suka bergaul dengan internet.

Mesin pencari yang kerap digunakan sebagai media online generasi saat ini adalah Google. Google adalah mesin pencari terbaik yang setiap hari dibuka sekitar 200 juta kali hampir di setiap negara di dunia. Google tidak hanya digunakan untuk mencari profil seseorang atau perusahaan tetapi juga mencari kisah yang tidak pernah terungkap di dunia nyata.

Kita tidak pernah tahu, bila orang lain di belahan penjuru nusantara atau dunia pernah atau sedang meng-google profilkita. Dan bila kita tidak pernah memanfaatkan teknologi ini dengan baik informasi tentang profil kita sangat minim atau bahkan bisa buruk.
Hal itu tergantung sejauhmana kita memanfaatkannya. Apakah kita ingin menjadi bagian dari dunia digital yang tanpa batas dengan beragam tujuan, ataukah duduk diam tanpa mau tahu perkembangan yang sedang terjadi di depan mata.

Namun sebagai sebuah strategi personal brand, mau tak mau kita dipaksa untuk menggunakan
kekuatan dari fenomena tersebut. Dampak dari Google begitu jelas terlihat ketika kita hendak membangun atau mengelola personal brand. Karena hasil pencarian di mesin ini memperlihatkan siapa sebenarnya diri Anda. Semakin banyak daftar informasi tentang Anda dengan isi yang berkualitas, semakin baik citra Anda dan semakin dekat Anda dengan tujuan dan target.

Hingga saat ini Google masih menjadi referensi terbaik. Google memberi informasi yang lebih objektif ketimbang orang lain yang memberi referensi tentang diri Anda. Hasil pencarian Google bisa menjadi pertimbangan orang lain untuk menilai diri Anda. Dalam Google tidak hanya ditemukan blog atau situs pribadi tetapi juga situs lain yang mengupas atau membicarakan diri Anda.

Dalam mesin pencari ini juga bisa diperoleh informasi yang cukup dan objektif tentang calon klien. Data itu sangat bermanfaat sebelum kita melakukan meeting atau meloby calon klien.

Hasil polling terbaru yang dilakukan Harris Interactive memperlihatkan 23 persen orang mencari informasi di internet tentang teman atau partner bisnis sebelum meeting. Menurut riset ExecuNet pada 2007, sebanyak 83 persen pencari karyawan menggunakan internet guna membuka informasi seluas-luasnya tentang calon karyawannya. Para profesional di bidang sumber daya manusia memiliki penilaian tersendiri mengenai situs yang digunakan untuk mencari informasi tersebut.

Persoalan yang mungkin timbul adalah kesamaan nama atau nama yang telah menjadi umum, seperti Jhon atau Budi. Untuk itu perlu data yang lebih detail dalam menulis nama di mesin mencari untuk nama-nama umum tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, fenomena ini bisa mempengaruhi orang untuk memberikan nama yang unik kepada anak-anaknya.

Mengukur Personal Brand
Untuk mengukur sejauh mana nilai seseorang di dunia maya bisa menggunakan matrik Online ID Calculator. Dalam matrik itu ada dua sumbu utama X dan Y yang masing-masing menggambarkan relevansi (X) dan volume (Y). Didalamnya terbagi menjadi empat bidang yang masing-masing menggambarkan nilai dan potensi Anda dalam dunia maya, yakni Digitally Dissed, Digitally Disastrous, Digitally Dabbling, dan

Digitally Distict.

Digitally Dissed adalah bila nilai Anda berada dalam bidang ini berarti informasi tentang diri Anda dalam web sedikit. Tidak hanya itu, di dalam bidang ini juga terdapat informasi negatif dan inkonsistensi tentang siapa Anda sebenarnya.

Bila posisi Anda berada dalam kotak Digitally Disastrous:berarti ada cukup informasi tentang diri Anda di web. Hanya saja informasi yang relevan dengan personal brand atau informasi yang sesuai dengan tujuan Anda membangun citra sangat sedikit.

Sementara bila nilai Anda berada dalam Digitally Dabbling artinya ada cukup banyak informasi tentang Anda di dunia maya. Namun begitu volume informasi yang sesuai dengan personal brand dan tujuan Anda belum begitu banyak. Kondisi itu merupakan awal yang bagus.

Kotak Digitally Distinct merupakan surganya indentitas dunia maya. Di bidang ini ada begitu banyak informasi tentang diri Anda yang sesuai dengan personal brand Anda. Itu bisa berarti Anda terlihat berbeda dengan orang lain di dunia digital.

Online Id Calculator itu digunakan Accenture sebagai salah satu parameter menilai peringkat The World’s Top 50 Most Influential Leaders. Dengan mesin ukur ini bisa diukur sejauh mana potensi dan kapasitas seseorang di dunia digital yang juga berimbas pada dunia nyata.

Ada sejumlah cara untuk meningkatkan personal brand di dunia maya. Salah satunya dengan membuat website atau blog tentang diri Anda. Dalam blog tersebut Anda juga harus meletakkan portofolio yang sesuai dan rajin memperbaharui atau mengembangkan isinya. Jangan lupa untuk mengundang orang lain agar mau bercerita secara lengkap dan detil tentang Anda di blognya.
Anda juga harus aktif mengirim rilis dan artikel ke portal yang sesuai dengan artikel tersebut
(lihat tulisan box Enam P).

6P dalam “Horizontal” Personal Branding

Meski telah memiliki website atau blog tersendiri namun hal itu belum cukup untuk membangun dan mengembangkan personal brand. Lebih dari itu, Anda juga membutuhkan portofolio online, yang biasa disebut dengan Enam P. Keenamnya adalah Publishing, Posting, Pontificating, Pub licizing, Partnering dan Profiling. Berikut penjelasan masing-masing P tersebut.

Publishing,
dalam publishing Anda berkewajiban menulis artikel dan makalah serta menerbitkan artikel tersebut dalam blog Anda dan blog orang lain yang sesuai. Anda juga bisa memposting artikel tersebut kepada bank artikel online, sehingga bisa diakses orang lain.

Posting,
adalah kegiatan menulis resensi buku yang sesuai dengan brand personality dan memuatnya dalam portal Amazon.com atau BarnesandNouble.com. Bila memasak adalah bagian dari pekerjaan Anda sehari-hari, namun pemasaran adalah bidang Anda maka jangan menulis resensi buku masak. Itu akan membuat rancu brand personality.

Pontificating,
adalah upaya memikirkan matang-matang sebelum memposting komentar dalam blog Anda dan blog orang lain. Sekali Anda memposting tulisan yang sangat tidak bermutu dan menjengkelkan, maka sangat sulit untuk menarik kembali postingan tersebut. Jangan pula terlalu sering melakukan posting, karena orang lain akan mengira Anda tidak punya pekerjaan selain membuang-buang waktu di depan internet.

Publicizing,
adalah aktivitas menulis siaran pers dan memasukkannya dalam portal yang tepat semisal prweb.com dan prnewsire.com.

Partnering,
berhubungan dengan jaringan atau pertemanan. Dalam kehidupan sosial, pertemanan yang Anda inginkan akan terbentuk bila Anda lebih dulu memberi daripada menerima. Setelah itu minta orang lain menulis tentang Anda dalam artikel dan blog mereka serta memasukkan artikel itu dalam portal seperti Linkedin, Ecademy,Facebook, MySpace dan YouTube.

Profiling,
adalah upaya memilih dan menyeleksi portal layanan profil terbaik untuk mengkreasi profil online Anda secara mudah dan cepat berbasis pola. Sehingga profil online Anda dapat dengan mudah diperbaharui serta mudah untuk diakses.

Bila semua dilakukan Anda bisa masuk dalam bidang Digitally Distinct.

Selamat mencoba.

Source: MarkPlus&Co

Advertisements

One thought on “Personal Branding 2.0

  1. Betul pak. Saat ini bicara masalah personal branding, memang selalu ujung-ujungnya ke tekhnology 2.0. Internet, menjadi referensi bagi siapa saja untuk mencari apa saja dan siapa saja. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s