Ekosistem Industri Kreatif di Indonesia

Oleh: Restituta Ajeng Arjanti*

Mungkin belum banyak orang yang paham tentang industri kreatif. Mungkin juga banyak yang mengira industri kreatif sebagai sesuatu yang baru, padahal nyatanya tidak begitu. Kreatif industri sudah ada sejak jaman dahulu. Bahkan, UK Government Department of Culture pernah menyebutkan, kegiatan apapun yang dilakukan oleh seseorang, dengan mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakatnya; yang memiliki potensi ekonomi dan mampu menciptakan peluang kerja bagi banyak orang, dapat dikatakan sebagai industri kreatif.

Inggris kehilangan industri manufakturnya karena outsourcing dan offshoring. Tenaga kerja murah menggantikan produksi di negara-negara maju menjadi tidak feasible. Industri kreatif sebagai industri terbesar kedua di Inggris setelah finansial ternyata mampu memberikan kontribusi value added yang luar biasa.

Menurut definisi Inggris, industri kreatif dapat dikelompokkan menjadi beberapa subsektor—periklanan, arsitektur, ketrampilan dan desain furnitur, fashion clothing, produksi film dan video, desain grafis, aplikasi komputer dan games, musik live maupun rekaman, hiburan dan seni panggung, televisi, radio, dan internet broadcasting; seni visual dan barang antik, serta industri surat kabar dan penerbitan.


Sesuai dengan definisinya, kreatif industri sangat mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakat seseorang. Artinya, sumber daya manusia menjadi hal terpenting untuk menciptakannya. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk yang sangat besar, bisa dikatakan industri kreatif sangat cocok untuk dikembangkan di negeri kita ini.

Advertisements

4 thoughts on “Ekosistem Industri Kreatif di Indonesia

  1. Jawabannya luas, yach…
    Scope nya luas mulai dari advertising, graphic design, animasi, software industry incl. mobile apps, etc…
    Banyak mas 😀
    Yang animasi saja, masak kita kalah sama Malaysia sih, spt Upin Ipin yang laris manis di Indonesia…
    Atau cuplikan dari artikel teman saya:
    “Ethan ini merancang aplikasi game di iPhone bernama iShoot. Dari aplikasi ini dia berhasil menyabet uang sebanyak 5,5 milyar rupiah dalam waktu satu bulan saja.”
    “Kostas Eleftheriou, usia lebih muda dari mas Ethan yaitu 25 tahun. Kostas ini membuat aplikasi di iPhone juga dengan nama iSteam. Mulanya dia gratiskan aplikasi ini, kemudian dijual dengan harga sekitar Rp 8,000.- saja, karena aplikasi ini telah didownload sebanyak lebih dari 4juta kali yang menghasilkan sekitar Rp 1,2 milyar”.

  2. iya mas, di indonesia upin ipin terkenal banget yah. padahal indonesia banyak tuh pencipta kreatif yang berpotensi, buktinya aja di batam ada perusahaan besar framework yang udah menelurkan karya-karya sampai ke luar negeri, tapi sayangnya gak didukung sama pemerintah kita, hasilnya industri kreatif indonesia jadi mati suri. banyak juga calon-calon kreatif yang baru lulus kuliah aja milih kerja di luar negeri

    banyak yg berpendapat, ngapain gua cape-cape kerja di indo, toh jadi designer aja gak dihargai di indo, semua bisa ngaku designer, bisa beli software bajakan, belajar photoshop sebentar aja dah ngaku2 designer graphis

    prihatin saya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s