Business Idea CROWDsourcing

Apabila perusahaan anda kekeringan dengan Ide-ide bisnis, ingin membuat produk/layanan/solusi yang kreatif… yang inovatif… cobalah menggunakan pendekatan “Idea Crowdsourcing”.

Sudah banyak contoh-contoh Idea Crowdsourcing di dunia nyata, dan it works! Fenomena Crowdsourcing sebetulnya bukan hal baru, anda pasti tahu Linux khan? Linux yang ada sekarang ini adalah hasil karya yang dibuat secara kolaboratif oleh ribuan programmer melalui internet.

Apalagi jika anda orang IT, dan sering memakai produk opensource (library, scripting platform, framework, aplikasi, etc.), pasti sudah sangat familier bahwa yang anda pakai tsb adalah hasil karya kolaboratif dari Crowdsourcing.

Balik lagi ke Idea Crowdsourcing, berikut adalah contoh-contoh Idea CrowdSourcing, antara lain sbb:

  • DELL’s “Ideastorm”. Dell menyelenggarakan collection ide-ide dari siapapun, pada daftar ide yang disubmit oleh komunitas akan mendapatkan rating. Juga akan mendapatkan status Already Offered, Implemented,In Progress, Partially Implemented, Reviewed, Under Review. Silakan lihat contoh Ide-ide yang sudah diterima dan diimplementasikan.
  • IBM InnovationJam. CEO IBM Samuel J. Palmisano waktu itu mengumumkan akan ivestasi sebesar $100 million dalam 2 tahun untuk biayai new businesses yang dihasilkan dari InnovationJam. Merupakan online brainstorming terbesar, InnovationJam tsb melibatkan lebih dari 150,000 partisipan dari 104 negara, termasuk IBM employees dan anggota keluarganya, universitas, business partner dan juga pelanggannya dari 67 perusahaan. Lebih dari 72-jam sesi, participan telah memposting lebih dari 46,000 ide terkait dengan riset tingkat lanjut teknologi yang dikonsider sesuai dengan dunia nyata dan peluang bisnis baru.
  • Goldcorp Inc. Mc Ewen, CEO perusahaan pertambangan emas kecil, Goldcorp Inc, asal Toronto mempublish data geologinya dan berkata: “Saya ingin semua dokumen geologi yang kita punya, semua data dari tahun 1948, dimasukkan kedalam satu file dan ungkapkan pada dunia,” katanya. “Lalu kita minta dunia untuk mengatakan dimana kita akan menemukan 6 juta ounce emas”. Maret 2000, “Tantangan Goldcorp” dilontarkan dengan hadiah $575.000 bagi partisipan yang berhasil memberikan metode dan estimasi terbaik. Berita tentang kontes ini menyebar cepat di Internet, ketika lebih dari 1.000 prospektor dunia maya dari 50 negara sibuk engakses data. Dalam beberapa pekan, kiriman dari seluruh penjuru dunia membanjiri markas Goldcorp. Seperti perkiraan, para geolog ikut serta. Namun, masukan datang dari sumber-sumber yang mengejutkan, termasuk mahasiswa pasca-sarjana, konsultan, matematikawan, dan anggota militer. “Saat melihat grafik dilayar komputer, saya hampir terjungkal dari kursi.” Para kontestan telah mengidentifikasi 110 target di tambang Red Lake, yang mana 50% di antaranya belum pernah teridentifikasi oleh perusahaan ini. Lebih dari 80% target anyar menghasilkan emas dalam jumlah besar. Sejak kontes dimulai, ditemukan 8 juta ounce emas. McEwen memperkirakan proses kolaborasi tsb telah memangkas waktu eksplorasi sekitar 2-3 tahun.  (source: Daus Hado)
  • Starbucks. My Startbucks Idea, pada blog tsb pelanggan boleh menyumbang ide untuk Starbucks. Kata Starbucks, “You know than anyone else what you want from Starbucks. So Tell us. What’s your Starbucks Idea?”. Starbucks cerdik mengajak pelanggan nya menjadi co-creator, kata Starbucks: “Help shape the future of Starbucks – with your Idea.” Dalam bukunya Yuswo Hadi, customer menjadi Innovators, Product Developers, dan Idea Generators.
  • Nokia. Nokia Calling All Innovators Competition. Dalam 3 bulan, Nokia menerima lebih dari 520 application dari developers yang ikut contest, mereka berasal dari 57 negara. Sama, dalam bukunya Yuswo Hadi, customer menjadi Innovators, Product Developers, dan Idea Generators.
  • P&G. P&G Open Innovation Challenge. Disebut juga sebagai P&G “Connect + Develop”. P&G yang merupakan perusahaan berbasis inovasi, menyadari bahwa tidak ada monopoli terhadap good ideas. Mereka selalu mencari dan berhubungan dengan para innovator-inovator dan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia untuk membantu dalam create products yang bisa meng-improve lives of the world’s consumers.

Demikianlah sebagian contoh-contoh nyata yang pernah ada. Sebetulnya buanyak sekali jumlah contoh kasusnya. Saya rasa terlalu panjang daftarnya  jika kita cantumkan semua.

Umumnya, pendekatan dalam implementasi adalah ide-ide baru yang tercollect dan terseleksi dan yang terpilih kemudian akan dieksekusi oleh tim internal perusahaan.

Apabila manajemen perusahaan anda masih belum comfort dengan open crowd, takut melibatkan orang diluar perusahaan anda, terkait dengan kebijakan rahasia perusahaan, maka geserlah menjadi internal crowd. Buatlah menjadi crowd internal saja, misalkan karyawan perusahaan anda ada 3000 orang, maka crowd dengan jumlah komunitas internal sebesar 3000 member sudah cukup untuk memulai!

Beberapa keuntungan tambahan dari penerapan sistem internal crowd adalah:

  • Membudayakan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan untuk memberikan akomodasi pemikiran maksimal bagi perusahaan
  • Membudayakan pemberian apresiasi terhadap karyawan yang mau maksimal dalam memberikan ide-ide bagi perusahaan, apresiasi tidak harus berbentuk uang bukan? Bisa berupa ucapan selamat dari direksi + piagam misalnya
  • Membudayakan penghargaan terhadap HAKI, meminimalkan kebiasaan bajak membajak ide teman sendiri. Misalkan ide karyawan A dibajak oleh karyawan B. Dan diakui/diklaim sebagai idenya sendiri
  • Membentuk iklim perusahaan kreatif dan inovatif.

Akan lebih baik lagi, bagi perusahaan yang yang berkeinginan untuk memposisikan diri sebagai perusahaan yang kreatif dan inovatif, agar mempertimbangkan budaya Intrapreneurship di dalam tubuh perusahaan. Apa itu Intrapreneurship? Silakan simak wawancara dengan Ibu Betti Alisyahbana, mantan Direktur IBM Indonesia.

Jadi, bagaimana menurut anda? Monggo silakan dikomentari…

Advertisements

2 thoughts on “Business Idea CROWDsourcing

  1. very good article. interesting topic.
    Saya juga lg mikir ide baru nih. Di tempat kerja saya sekarang ini, sudah ada sistem suggestion for improvement seperti itu. Cuman masih banyak karyawan yang tidak begitu peduli dan nggak aktif nyumbang ide…

    jadi pertanyaannya: gimana cara mengkampanyekan kembali program tersebut. Bagaimana menciptakan kultur aktif berinovatif bagi karyawan dalam perusahaan. Ibarat product usang yg harus di re new lagi, cara apakah yg paling tepat untuk menyampaikan pesan kepada para karyawan untuk menjadikan mereka sadar diri ikut andil dalam menyumbangkan ide bagi perusahaan mereka??

    many thanks b4 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s