Word Of Mouth Marketing (WoM)

Word of Mouth Marketing (WoM) sangat menarik untuk dipelajari, dicermati dan di adopt dalam bisnis sehari-hari.

Dalam Buku Word of Mouth Marketing (WoM):

How Smart Companies Get People Talking
Pertama diterbitkan: November, 2006
Penulis: Andy Sernovitz
Penerbit: Kaplan
Halaman: 184

Seperti yang di review oleh Tanadi Santoso, dapat disarikan sbb:

Ada 5 elemen penting dalam Word of Mouth Marketing (WoM). 5T. Yang pertama kita harus tahu siapa „Talkers“ atau pembicara yang dapat menjadi teman atau duta dari produk kita. Siapa mereka, apa kebiasaan mereka, dan apa yang menarik dari kacamatanya. Kedua, „Topics“, atau perihal apa yang dapat mereka bicarakan tentang anda? Harga murah, service bagus, TV ditaxi anda, kemudahan Valet parking gratis? Apa yang mudah dibicarakan oleh orang lain tentang perusahaan anda. Ketiga „Tools“ atau alat apa yang dapat kita berikan. Website game yang diciptakan untuk orang2 bermain, contoh produk gratis, postcards, emails lucu, apa saja alat yang bisa membuat orang mudah membicarakan atau menularkan produk anda kepada temannya. Elemen keempat adalah „Taking Part“ atau partisipasi perusahaan. Misalkan kita memberi hadiah dalam lomba foto dengan memakai handphone merek tertentu dalam lomba foto keindahan alam. Ataupun kemauan perusahaan untuk menjawab pertanyaan di websitenya. Kita harus turut berpartisipasi dalam pembicaraan ini, karena kita bisa mengarahkannya pada hal yang lebih positip. Kelima adalah „Tracking“, atau pengawasan akan hasil Word of Mouth Marketing (WoM) kita, dan dengan melihat hasil dan penyesuaian, kita dapat membuat kegiatan ini lebih sukses lagi dimasa mendatang.

Trus untuk apa sih orang mau repot menceritakan Word of Mouth (WoM) kepada teman-temannya, menurut buku tsb alasannya adalah sbb:

Ada tiga alasan orang mau membicarakan produk atau perusahaan anda. Mereka menyukai anda atau produk anda, mereka merasa senang dan bangga dapat merekomendasikan anda, dan setelah merekomendasikannya mereka merasa menjadi satu bagian dari sebuah keluarga besar pemakai produk yang sama. Word of Mouth yang sukses harus memenuhi ketiga hal ini.

Bagaimana pendapat anda ? Monggo silakan dikomentari…

Tribes by Seth Godin

Tribe adalah sekelompok orang (crowd) yang terhubung satu sama lain, terhubung dengan pimpinan dan terhubung dengan ide. Sejak berjuta-juta tahun yang silam, manusia telah menjadi bagian dari Tribe.
Suatu kelompok hanya memerlukan dua hal untuk menjadi sebuah Tribe: minat yang sama dan sarana komunikasi.

Manusia tidak dapat mengelak bahwa menjadi bagian dari sesuatu adalah suatu kebutuhan. Salah satu mekanisme bertahan hidup yang paling efektif adalah menjadi bagian dari sebuah Tribe.
Melalui Tribe, kita menyumbangkan dan mendapatkan banyak hal dari orang-orang yang memiliki pemikiran sejalan.
Kita mengikuti seorang atau lebih pemimpin dan gagasannya.
Kita tidak dapat menolak dorongan untuk menjadi bagian dari sesuatu. Kita pun tidak mampu menolak kesenangan akan hal-hal baru.
Berada dalam Tribe tertentu menunjukkan bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Manusia ingin menjadi bagian dari banyak Tribe, tidak hanya satu saja. Tribes membuat hidup kita menjadi lebih baik.
Dan memimping sebuah Tribe adalah cara hidup terbaik.

Tribe dulunya bersifat lokal. Semula faktor geografis adalah faktor yang sangat penting. Dulu, Tribe adalah merupakan crowd dari penduduk sebuah desa, kelompok para penggemar model mobil tertentu, kelompok para pendukung partai.
Namun kini, korporasi dan organisasi pun menciptakan tribe mereka masing-masing di tempat kerja atau pada pasar mereka, tribe terdiri dari para karyawan, pelanggan atau anggota.

Tidak semua Tribe berkembang, banyak yang sengaja menerapkan status quo dan menyingkirkan siapa saja yang berani mempertanyakan otoritas dan melawan perintah.
Tribe semacam itu tidak menarik, nilai yang mereka ciptakan terlalu kecil dan membosankan.
Meskipun begitu, mereka adalah sekelompok orang yang sebenarnya sedang menunggu disemangati dan ditransformasi.

Sebuah gerakan adalah sangat menyenangkan. Gerakan adalah merupakan upaya dari banyak orang yang saling berrelasi.
Semuanya mencari sesuatu yang lebih baik. Internet, sebagai perangkat mengalami perkembangan pesat, semakin memudahkan kita untuk menciptakan gerakan, mewujudkannya dan menyelesaikannya.
Lihat saja pada case gerakan Barack Obama, Tribe yang juga memanfaatkan internet tsb mampu mengumpulkan dana mulai dari donatur mikro, dana sebesar $50 juta terkumpul hanya dalam waktu 28 hari saja.

Tribe sejak ada internet menjadi serba mudah…
Satu-satunya yang kurang adalah…. KEPEMIMPINAN.

Demikian Seth Godin mengajak membedah topik ‘Tribe’ (=crowd) dari sudut pandang kepemimpinan thd gerakan. Dengan memberikan banyak contoh kasus Tribes berkelas dunia beserta ilustrasi cara2nya, bagaimana bisa sukses sehingga menghasilkan perubahan-perubahan yang fenomental.

Buku tsb ditulis untuk setiap orang yang memilih untuk memimpin sebuah Tribe…

Menjadi Sukses dengan Tabungan Energi Positif, sebuah Terapan Formulasi Hukum Alam, yaitu Hukum Kekekalan Energi

by: budiwiyono.com

Kenapa ada orang yang selalu sukses? Kenapa ada orang yang walaupun ”jahat” tapi ”kaya” harta? Apakah orang yang menghalalkan segara cara untuk berhasil adalah orang yang menjadi ”pemenang”?

Ternyata salah besar!
Juga, ternyata syarat untuk meraih rizki dan menolak bala’ (bencana, red), ternyata tak terlalu sulit. Tidak percaya?

Milad TDA #3, 1 Maret 2009

Gb. Ust. Ir Jamil Azzaini MM pada Milad3 TDA

Kaidah ini saya dapatkan dari Ust. Ir Jamil Azzaini MM pada Milad3 TDA, Sabtu – Minggu, 28 Pebruari – 1 Maret 2009, yang saya hadiri karena menggantikan istri saya yang berhalangan hadir.

Luar biasa subject ini, content ilmunya merupakan ilmu hidup yang universal, tidak memandang agama, ras dan jenis kelamin.

Hidup seperti apa anda pilih? Menurut survey pak Jamil, pilihan nya adalah menjadi Sukses dan Mulia.

Bagaimana cara nya? How?

Dengan core competence, yang meliputi:
1. Expertise
2. Asset yang telah berikan
3. Energi Positif (epos)

Formulasi untuk menjadi Sukses dengan Mulia adalah: 1 x 2 x 3.
Career path para sukses umumnya adalah mereka expert dulu dalam bidang tertentu, baru kemudian menjadi generalis.

Contoh:
Expert: Michael Schumacer
Asset: Ferari
Epos: Bensin Super

Sebagai gambaran kenapa 1 x 2 x 3? Coba bagaimana menurut anda jika ”Michael Schumacer” untuk menuju Sukses Mulia sudah menggunakan kuda pacu Ferari, tetapi bensin nya bensin oplosan pinggir jalan (bukan bensin super)? Apa bisa sukses?

Demikian juga jika Michael Schumacer hanya menggunakan Asset bajay tetapi sudah menggunakan bensin super, apa bisa sukses?

Atau bagaimana jika Asset sudah Ferari dan sudah menggunakan bensin super tetapi yang menunggangi adalah orang yang belum expert?

Dalam sesi sharing tersebut, ust. Jamil memfokuskan pada aplikasi Epos, karena waktu yang terbatas.

Mari kita bahas tentang terapan Energi Positif (epos).

Sebagai contoh kasus, aplikasi energi positif yang dicontohkan adalah kisah dr Howard Kelly. Howard Kelly adalah anak orang tidak mampu dan harus keliling berjualan untuk bisa bertahan hidup. Pada suatu hari, Howard Kelly kehausan di tengah perjalanannya berjualan keliling dan ketok pintu kesana kemari tidak ada yang mau peduli, sampai ada anak kecil juga sepertinya yang mau membuka pintu. Anak kecil tersebut karena simpati, tidak cuma diberinya air, tetapi lebih dari itu, diberinya segelas susu, dimana susu selain mengobati kehausan juga mengenyangkan.

Suatu saat setelah dewasa, anak kecil yang baik hati tersebut sakit keras dan kondisi keuangan lagi memburuk. Di salah satu RS akhirnya ada juga dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya, tapi dalam situasi bingung bagaimana membayar biaya RS karena uang sudah habis, dia mendapatkan surat yang berisi: ”Telah dibayar penuh dengan segelas air susu.” tertanda dr. Howard Kelly.

Keberuntungan bisa dipelajari dan musibah bisa dihindari.
Kenapa sebagian orang doanya sering terkabul?
Alam bekerja dgn sempurna, dengan prinsip-prinsip alam nya.

Ust. Jamil memformulasikan Energi positif sebagai Hukum Kekekalan Energi.
Apa yang anda usahakan = apa yang akan anda hasilkan.

Contoh.
Usaha rekan-rekan di TDA, misal usaha =100, ”Cuma” dapat ucapan trims, yang katakanlah valuasinya = 10. Artinya telah deposit epos=100 dan mengira telah mencairkan hasil = 10.

Apakah alam tidak adil, sehingga usaha = 100 Cuma mendapatkan hasil = 10?

Ternyata tidak, alam sangat lah adil. Hasil usaha bisa langsung dan bisa tidak langsung. Yang tidak langsung ini disebut sebagai tabungan Energi yang disimpan di alam.

Contoh tabungan Energi yang positif adalah aktifitas-aktifitas sosial menyebarkan ilmu gratis, mengurus organisasi yang bertujuan positif. Korupsi adalah contoh sempurna Tabungan Energi Negatif !

Alam tidak pernah ingkar janji. Jangan khawatir jika anda deposit epos, maka anda tidak akan mendapatkan hasil / mencarikannya secara tidak imbang. Setiap orang memiliki kode unik dan punya kode frekwensi sendiri-sendiri dan tidak mungkin tertukar.
Jika anda menabung energi negatif, maka andalah yang akan mencairkannya, dan bukan orang lain yang mencairkan energi negatif yang telah anda perbuat… anda sendirilah yang akan mencairkannya.

Dalam tubuh manusia terdapat relik/tulang katak yang merupakan blackbox hitungan penyaluran tabungan energi manusia. Dibakarpun relik tidak rusak. Termasuk dikremasi sekalipun. Bentuknya berupa butiran sebesar batu cincin.
Jika warnanya bening, maka orang tsb memiliki mayoritas Energi Positif, seperti milik Sidarta Gautama. Makin keruh makin banyak tabungan energi negatifnya.

Tabungan energi ini tidak pernah hilang. Pencairan energi negatif bisa berupa kejadian-kejadian yang ”merugi”, seperti laptop hilang (hilang laptopnya dan hilang data-data pentingnya, etc.

Sebagai contoh kasus juga ust Jamil juga.

Ust. Jamil tak sedang berteori apalagi berangan-angan. Dampak positif dari pesan tersebut sudah dialaminya berkali-kali. Karena, semakin banyak epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat dialaminya.
Tak berapa lama setelah bencana Tsunami terjadi, muncul keinginan kuat untuk membantu saudara-saudaranya di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Terutama, dalam mengembalikan semangat hidup di kalangan para guru. Untuk tugas kemanusiaan itu, ia merelakan kehilangan tiga kali pertemuan training yang kontraknya senilai satu sepeda motor terbaru.
Di NAD, dengan keikhlasan yang amat tinggi semata menggapai ridho Allah membangkitkan sekolah-sekolah para korban yang susah untuk tersenyum karena penderitaan yang luar biasa karena bencana tsb. Dia membuat program ”Sekolah Ceria”. Menurutnya yang gak pernah tersenyum, masa tuanya akan susah.Selain itu training mudah diterima jika disampaikan dengan ceria, gembira & menyenangkan.
Dia tak kenal lelah menemui para korban bencana Tsunami dan membimbingnya untuk bangkit. Ia tak menyangka kerjanya diamati oleh seorang direktur di sebuah bank syariah. Ujung-ujungnya, sang direktur memintanya melakukan training kepada sejumlah karyawannya di Jakarta.
Keajaiban tak hanya berhenti sampai di situ. Begitu selesai memberikan training pada para karyawan tersebut, ayah empat anak ini pun harus menandantangani kontrak untuk melakukan training di cabang bank syariah tersebut di seluruh Indonesia. ”Alhamdulillah, nilai kontraknya bisa membeli sejumlah motor baru,” candanya.
Sebaik-baik lelaki adalah yang baik dgn istrinya.
Menurut Albert Einstein, hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama.

Sedekah = Energi Positif…
Berbuat positif akan mendapat positif, berbuat negatif akan mendapatkan hasil yang negatif.

Mobil ditabrak, itu merupakan pencairan energi negatif, yang nabrak juga mendapatkan energi negatif. Jadi case ini pencairan energi negatifnya berjalan bersamaan.

Saran Ust. Jamil dalam menjalankan bisnis arus didasari dengan energi positif terus.

Contoh kasus lain lagi,
Ia menceritakan “berkah” dari perbuatan negatifnya. Saat itu, sang istri jatuh sakit dalam kondisi hamil. Dengan penyakit yang tidak diketahui apa jenis penyakitnya, sehingga tidak kunjung sembuh. Upaya medis yang dilakukan nihil. Selesai shalat, ia mengadu, ”Ya Allah ya Tuhanku, gerangan energi negatif apa yang pernah aku lakukan. Maksiat apa yang pernah aku lakukan sehingga kau uji aku dengan penyakit ini.”
Setelah berdoa, tiba-tiba ia ingat kejadian beberapa puluh tahun yang lalu saya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar pernah mencuri uang ibu Rp 125. Kok ingatnya itu. ”Jangan-jangan energi negatif ini yang menghalangi sehingga penyakit istri saya tidak ketahuan,” batinnya. Kemudian ia menelepon ibunya untuk mengingatkan “kejahatan”-nya di masa kecil. ”Ibu saya bilang, karena uang itu mama tidak bisa bayar hutang lalu mama dicaci maki di depan banyak orang. Ia bersumpah, pokoknya kualat yang mengambil uang itu.”
Gara-gara kejadian itu yang harusnya uang disimpan dibalik bantal untuk bayar hutang, akhirnya ibunya dicaci maki.
Ia mengaku dosa pada ibunya melalui telepon. Sang mama memaafkan, dan mendoakan istrinya cepat sembuh. Kejaiban pun datang lagi. Pukul 12.45 WIB di hari yang sama ia mendapat telepon yang mengabarkan sakit istrinya sudah ditemukan, yaitu infeksi pankreas. ”Dan, saya semakin yakin bahwa kalau kita menebar energi negatif maka kita akan memperolah hasil yang negatif tapi kalau kita menebar energi positif, maka hasilnya adalah positif. Makanya yang tertanam pada saya adalah epos, epos, dan epos. ”
Dalam bentuk apa epos diwujudkan? banyak caranya, menurut Jamil. Senyum salah satunya. Juga sapaan lembut sepulang kerja kepada anak dan istri. Namun, energi positif yang besar adalah ketika kita mengajarkan ilmu. ”Makanya ketika saya sedang mengisi training sangat senang karena ketika saya mengajarkan ilmu yang hadir seratus orang maka saya akan mendapat kiriman energi positif dari seratus orang.”
Tabungan energi dan kausalitas.
Hukum kekekalan energi dan kausalitas.
Contoh gajah dijahatin, sebagai balasan dari gajah yang dendam adalah jika anda pernah menjahati gajah, dia akan ingat terus dan bisa balas dendam ke anda, walaupun kejadiannya berpuluh tahun yang lalu..
Bedanya dengan Hukum Kekekalan Energi adalah balikannya deposit epos anda belum tentu dari sumber yang sama.
Contoh anda menyekolahkan anak yatim, maka pencairan epos anda tidak selalu berasal dari anak yatim tsb yang membalaskan budi nya.

Tabungan Energi dicairkan ketika orang tsb meninggal dunia.
Dalam bentuk:
– Harta
– Tahta
– Kata
– Cinta.

Jumlah U = HUT + TE(cair).
Dalam bentuk tersebut dicontohkan “Kata”, anak menjadi bandel dan tidak nurut, bisa jadi hal tsb merupakan pencairan tabungan negatif anda dan tabungan positif anda kurang.

Contoh lain, Jika anda nginep dinas, berdoalah minta dicairkan Tabungan epos anda, dicarikan menjadi cinta, supaya istri tidak marah.

Contoh pencairan tabungan epos dalam bentuk harta adalah tiba-tiba ada yang bayar/memberikan rejeki ke anda atas kebaikan anda di masa lalu walau anda tidak meminta untuk dibayar.

Kadang-kadang pencairan epos adalah “Kata” dan “Cinta”.

Beda Tabungan Energi dan Pahala: pahala ada faktor kali / multiplier.
Sedangkan Tabungan Energi berlakunya di dunia, di alam. Pahala di akherat.

Tabungan Energi berlaku universal, untuk agama apa saja.

Disarankan tabungan epos dilakukan dalam kerangka spiritual kita baik dalam bekerja, dalam berbisnis, etc.

Tabungan Energi dapat pencairannya, dan juga dapat Pahala..

Kenapa di Indonesia banyak bencana? Karena banyak deposit tabungan negatif secara KOLEKTIF, sehingga pencairannya dalam bentuk berbagai jenis bencana.

Saran-saran Ust. Jamil:
Ingin untung, perbanyak energi positif.
Menghambat orang lain berbuat epos / deposit epos, akan menjadi deposit eneg bagi orang yang menghalangi tsb.

Perbanyak epos di tempat usaha/kerja, di rmh kel kapanpun dimanapun anda berada.

Epos banyak, eneg kurang, kok belum berhasil, yach?

Lalu ada orang yang licik kok cepet naik jabatannya orang baik dan jujur malah tersingkir. Ustadz Jamil Azzaini menerangkan Hal ini karena ada Konsep ‘Ujian’ dalam hukum Kekekalan Energi. Bentuk dari DP (Down Payment) Energi Positif.

DP Hasil Usaha Tabungan Positif: U = HUT + Tab E = 100 = 100+0.

Maka, 1 sebab = DP(TabEpos) + Akibat dan ketika seseorang diberi DP 100 TabEpos maka ia harus membayarnya dengan 100 akibat agar hasilnya tidak minus.

Itulah sebabnya mengapa orang yang tetap istiqamah dan baik mendapatkan hasil yang baik di akhir. Karena ia tidak dianugerahi DP (TabEpos) yang harus dibayar lunas. Tapi Ia selalu menabung energi Positifnya.

Hati-hati dengan ”Downpayment”, jangan sampai DP cair saat kita kita tua.

Tebarlah epos, maka Hasil Tabungan Energi akan cair sehingga anda menjadi Sukses dan Mulia.

Jadi bagi orang yang menghalalkan segala cara untuk “berhasil” berarti dia sedang menabung Energi Negatif. Yang suatu saat akan cair dalam berbagai bentuk (lihat bentuk-bentuk pencairan: Harta, Tahta, Kata, Cinta.), seperti sakit-sakitan, keluarga yang berantakan, anak yang rusak, dan macam-macam yang lainnya.

Efek karambol pun terjadi di sini. ”Misalnya yang seratus menyampaikan lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi positif dari lima ratus orang.” Keberuntungan, menurut Jamil, adalah bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan bentuk pencairan energi negatif. ”Makanya dalam Islam kalau ada orang sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. ‘Ya Allah, ini aku lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu’, begitulah.”

Menurut ust. Jamil, yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan menerima. ”Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya? Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.”

Semoga berguna dan memberikan pencerahan yang sangat penting bagi kehidupan kita semua, menjadi Sukses dan Mulia sekaligus.

Bagaimana menurut pendapat anda?
Monggo silakan dikomentari…