Cara Cepat mengembangkan Solusi Distribusi Online Modern dengan Teknologi Open Source

Workshop ini bertujuan membahas solusi bagaimana teknologi ICT mampu memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan dengan tujuan para pelaku perusahaan pada industri Manufaktur, Distribusi, Trading dan Ritel sehingga bisa mengembangan solusi distribusi modern secara online untuk mendukung peluang-peluang baru bisnis dan efisiensi waktu serta biaya dengan memberdayakan teknologi Open Source.

Online Distribution Solution Workshop

Advertisements

Sekolah Bisnis Terbaik: Navigasi Masa Depan

Menjelang dimulainya tahun ajaran 2009/2010, BusinessWeek dan US News merilis daftar sekolah bisnis terbaik, masing-masing untuk undergraduate (S1) dan post graduate (S2).
Untuk menyusun daftar ini, BusinessWeek melakukan survei terhadap ribuan mahasiswa tingkat akhir, pihak perusahaan sebagai calon pengguna, dan karyawan baru, di samping memerhatikan skor SAT, rasio dosen-mahasiswa, hingga program magang yang ditawarkan. Sementara itu, US News menyurvei 426 program MBA untuk memilih kampus terbaik. Tahun ini, responden menilai kampus terbaik adalah mereka yang memiliki program pendampingan dan persiapan ke dunia kerja, serta memiliki jaringan alumni yang kuat. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian dunia kerja saat ini. Namun, secara umum, kampus dengan nama besar ternyata bukan jaminan untuk menjadi tempat belajar pilihan dan terbaik. “Ekspektasi mahasiswa berubah cepat,” kata Jackie Chaffin, direktur pusat bimbingan karier Seton Hall University. Kini, mahasiswa membutuhkan kampus sebagai alat navigasi untuk menjelajah samudra karier di masa depan.
Sekolah Bisnsi S1
McIntire School of Commerce
Sekolah bisnis di bawah payung University of Virginia ini ditahbiskan sebagai sekolah terbaik 2009. Tahun lalu, sekolah bisnis yang berdiri sejak 1921 ini berada di posisi runner up. Kampus yang didirikan oleh Paul Goodloe McIntire ini menawarkan program dua tahun dengan gelar B.S. in Commerce. BusinessWeek menilai kampus McIntire memiliki kelebihan di mata kuliah Strategi Perusahaan, Manajemen Keuangan, dan Metode Kuantitatif. Untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan, mahasiswa wajib mengeluarkan biaya US$9.494 per tahun. Kampus ini berlokasi di Charlottesville, Virginia, AS.

Mendoza College of Business
Kampus yang telah eksis sejak 1921 ini semula didirikan oleh Rev. John Francis O’Hara. Empat tahun sebelumnya, Notre Dame University merupakan kampus pertama di AS yang menyelenggarakan program empat tahun untuk pendidikan Perdagangan Asing. Kini, untuk dapat menuntut ilmu di Mendoza College of Business yang merupakan bagian dari University of Notre Dame ini, setiap mahasiswa harus membayar biaya kuliah US$36.847 per tahun, empat kali lipat lebih mahal ketimbang McIntire School of Commerce. Kendati demikian, dari sepuluh calon mahasiswa yang mendaftar, pihak universitas hanya menerima tiga orang. Kampus ini memiliki mata kuliah unggulan Hukum Bisnis, Kalkulus, Etika, dan Manajemen Operasional.

Wharton School
Tahun lalu, sekolah bisnis dalam naungan University of Pennsylvania ini berada di posisi puncak altsekolah bisnis terbaik di Negeri Paman Sam. Namun, tahun ini Wharton melorot ke posisi ketiga. Kampus yang memiliki mata kuliah unggulan Pemasaran, Ekonomi Mikro, Manajemen Operasional, Etika, dan Metode Kuantitatif ini telah berdiri sejak 1881. Anggota Ivy League yang berbasis di Philadelphia, Pennsylvania, AS, ini mematok biaya kuliah US$37.526 per tahun.
Sekolah Bisnis S2

Harvard University
Tak bisa dimungkiri, Harvard University merupakan sekolah bisnis terbaik untuk program MBA di AS, bahkan di seluruh dunia. Lulusan Harvard yang diserap perusahaan mencapai 87% di tahun pertama pasca-wisuda. Anggota Ivy League yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, AS, ini berdiri sejak 1636, di masa kolonial Massachusetts. Untuk bisa mengikuti kuliah di institusi pendidikan tertinggi tertua di AS ini mahasiswa wajib membayar uang kuliah US$42.800 per tahun.

Stanford University
Semula, mantan Gubernur sekaligus Senator California Leland Stanford dan sang istri, Jane Lathrop Stanford, mendirikan sebuah institusi pendidikan sebagai sebuah memoar atas meninggalnya putra mereka, Leland Stanford Jr., yang tutup usia sebelum genap berumur 16 tahun, pada 1885. Kini, kampus yang berlokasi di San Francisco ini menjadi pilihan tempat menuntut ilmu bagi sekitar 15.000 mahasiswa S1 dan S2. Untuk mengikuti program MBA, mahasiswa harus membayar US$48.921 per tahun. Adapun tingkat kemungkinan mahasiswa mendapatkan pekerjaan pasca-wisuda sebesar 82,5%.

Kellogg School of Management
Dari sepuluh mahasiswa Kellogg School of Management, yang bernaung di bawah Northwestern University, sembilan di antaranya mendapatkan pekerjaan yang sesuai di tahun pertama kelulusan. Jika dibandingkan dengan penyedia program MBA lainnya, Kellogg memiliki persentase terbesar. Kampus yang memiliki home base di Sheridan Road Evanston, Illinois, AS, ini telah berdiri sejak 1908. Untuk dapat mengikuti program MBA, mahasiswa Kellogg harus bersedia membayar uang kuliah US$46.791 per tahun. Hingga kini, Kellogg memiliki lebih dari 50.000 alumnus. Di antaranya, Edwin G. Booz dan James L. Allen, pendiri lembaga konsultan Booz Allen Hamilton, serta Arthur Andersen, pendiri firma auditor sesuai namanya.

Source: Warta Ekonomi

Apakah Anda Pemberani dan Berbakat Sukses? Periksa Jari Manis Anda

Menarik juga tulisan rekan Roni berikut ini.

Lain lagi jika jari manis sama panjang dengan jari telunjuk, kebanyakan homoseksual lho!
Kasian yah, sudah tidak pemberani, gay pula ?
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/22/1350581/Mengenali.Pria.Gay.dari.Jari.Tangannya

Bagimana pendapat anda? Apakah jari manis anda lebih panjang dari jari telunjuk? 😀

===

“Pak, gimana caranya supaya berani memulai bisnis?”, tanya seorang peserta seminar kewirausahaan yang diadakan oleh Seksi Kerohanian Islam Fakultas Hukum Universitas Trisakti beberapa waktu lalu.

Dipancing oleh pertanyaan itu, saya langsung teringat dengan “ilmu” yang baru saya dapatkan beberapa waktu lalu.

“Coba, adik-adik semua lihat jari tangan masing-masing”, pinta saya. “Perhatikan, apakah jari manis anda lebih panjang atau lebih pendek daripada jari telunjuk. Kalau lebih panjang, anda bakal sukses. Jari manis yang lebih panjang menandakan keberanian pemiliknya untuk bertindak dan mengambil risiko.”

Kontan pernyataan saya ini menimbulkan kehebohan di ruangan seminar, sampai-sampai 2 pembicara lain dan moderator juga ikut-ikutan.

“Bagi anda yang jari manisnya lebih pendek, jangan kecewa. Bertemanlah dengan yang jari manisnya lebih panjang”, lanjut saya.

Pembicara di samping saya yang juga seorang ustadz menambahkan, “Buat yang akhwat (perempuan), kalau mau cari calon suami, periksa dulu jari manisnya.”

Sebelumnya saya sempat dites yang sama oleh Pak Nukman<http://sudutpandang.com/&gt;. “Ini jari TDA (pengusaha)”, katanya mengomentari jari manis saya dan juga Pak Iim <http://iimrusyamsi.com/&gt; dan Pak Agus <http://agusali.blogspot.com/&gt;. Ia tidak menjelaskan apa alasannya. Silakan buka blog ini<http://rajahjari.blogspot.com/2009/04/prakata.html>untuk mengetahui penjelasannya. Blog itu menampilkan foto-foto orang sukses dari berbagai bidang seperti bisnis, politik, atlit, artis yang semuanya berjari manis lebih panjang daripada jari telunjuk.Namun bagi saya penjelasan itu masih membingungkan dan kurang ilmiah.

Tanpa sengaja saya menonton tayangan BBC Knowledge yang menjelaskan fenomena ini secara ilmiah. Ternyata, panjangnya jari manis dipengaruhi oleh hormon testosteron <http://id.wikipedia.org/wiki/Testosteron&gt;. Orang yang jari manisnya lebih panjang daripada jari telunjuk menandakan hormon testosteronnya berlimpah yang mengakibatkan ia lebih berenergi, lebih berani, lebih agresif. Jantung dan paru-paru mereka juga berfungsi lebih baik dan lebih efisien. Secara alami, laki-laki lebih banyak hormon testosteronnya daripada perempuan (artinya, laki-laki lebih banyak yang sukses dibandingkan perempuan?).

Di dalam film dokumenter itu, seorang peneliti mempertaruhkan teorinya dengan memilih pemenang lomba lari sebelum mereka bertanding. Ia hanya memilih calon pemenang dengan mengukur selisih panjang jari manis terhadap jari telunjuk. Ia memilih yang selisihnya paling besar. Dan benar, pilihannya tepat. Pelari yang dipilihnya menang. Menarik ya….

Dalam kesempatan lain, seorang perempuan tomboy yang juga atlit lari ingin menjadi laki-laki sepenuhnya. Ia meminta dokter menyuntikkan hormon testosteron ke dalam tubuhnya sampai 10 kali lipat yang dimilikinya saat itu. Akibatnya, perlahan tubuhnya semakin tegap, mulai tumbuh bulu-bulu dan kecepatan larinya pun meningkat drastis.

Aha, saya telah menemukan penjelasan ilmiah dari teori jari manis ini. Jadi, tidak ada hubungannya dengan klenik sama sekali.

Sekarang, kalau saya ditanya lagi bagaimana caranya supaya sukses, bagaimana caranya supaya berani, akan saya meminta penanya itu untuk mengecek jari manisnya. Tapi sekali lagi, kalau jari manis anda tidak panjang, carilah teman yang memiliki itu. Seorang penakut berkawan dengan orang berani akan ketularan beraninya. Tentunya, ada faktor lingkungan juga yang mempengaruhi, seperti kata Malcolm Gladwell di buku The Outliers. Kalau mau lebih berani lagi, ya suntikkan aja hormon testosteron banyak-banyak. Saya sendiri tidak tahu apakah hal ini diperbolehkan atau tidak oleh agama.

(Source: Badroni Yuzirman)