Cara Kerja Kapitalis

Menarik neh artikel Cara Kerja Kapitalis Dunia memperkaya diri…

Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.

Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.

Langkah Dua : Liberisasi Pasar Modal. Stiglitz menyebutnya siklus uang panas. Dana dari luar negeri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di real estate dan mata uang. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik keluar untuk menciptakan kekacauan ekonomi.

Negara bersangkutan kemudian akan meminta bantuan dari IMF dan IMF kemudian mensyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30% sampai 80%. Ini terjadi di Indonesia, Brazil, dan juga negara-negara Asia dan Latin lainnya. Suku bunga tinggi ini menyebabkan kemiskinan bangsa, menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri dan mengeringkan tabungan nasional.

Langkah Tiga : Penentuan Harga Pasar. Harga makanan, air, dan gas dinaikkan yang menyebabkan keresahan sosial yang berujung ke kerusuhan. Ini dikenal dengan istilah “kerusuhan IMF”. Kerusuhan akan menyebabkan pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Ini menguntungkan korporasi luar negeri karena aset-aset negara tersebut sekarang bisa dibeli dengan harga amat murah.

Langkah Empat : Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap di mana korporasi internasional akan memasuki pasar Asia, Latin Amerika, dan Afrika pada saat mereka sendiri tetap mengenakan tarif masuk bagi produk agrikultur negara dunia ketiga. Mereka mengenakan harga yang sangat tinggi untuk obat bermerek dan menyebabkan tingkat kematian dan penyakit yang sangat tinggi.

Akan ada banyak orang yang kalah dalam sistem ini, dan sangat sedikit pemenang, para bankir. Sesungguhnya penjualan utilitas seperti listrik, air, telepon, dan gas adalah prasyarat untuk mendapatkan pinjaman oleh negara berkembang. Aset-aset ini diperkirakan senilai 4 trilyun dolar.

Bulan September 2001, Stiglitz diberikan hadiah Nobel bidang ekonomi.

Selengkapnya: http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/sejarah-pedagang-uang-money-changer.html

Bagaimana sikap kita agar tidak menjadi korban? Melainkan bisa menjadi pemain yang sukses riding the wave?

Monggo silakan dikomentari… 🙂

Advertisements

Pelajaran dari Business Wisdom Einstein

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Menarik neh penulisan ulang artikel “10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein” oleh mas Siwo…

Saya copas, semoga meng-inspirasi rekan-rekan semua…

===
Marketer HARUS Belajar dari Einstein
Bip… bip… bip…
Twitter di BB-ku meraung-raung.
Lalu pop-up, muncul tweet dari seorang teman nggak tahu dari belahan bumi mana: “jhagel: 10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein http://j.mp/b4SEtM. Saya coba telusur link-nya, lalu sejenak kemudian mata saya membelalak: “hebat betul pelajaran-pelajaran hidup yang diwariskan Albert Einstein untuk kita semua”. Saya harus sharing-kan ke banyak orang!

Saya tak menelan mentah-mentah 10 pelajaran itu tapi saya ambil cuma lima, biar gampang dicerna para pembaca (Ingat! Kalau Anda punya 100 item prioritas, maka sesungguhnya Anda TAK punya prioritas!!!). Penginnya tahu semua eh… malah lupa semua, karena kebanyakan. Tak hanya itu, saya coba interpretasi 5 pelajaran berharga dari `Einstein itu secara khusus dalam konteks pemasaran, khusus saya peruntukkan bagi para marketers. Berikut ke-lima pelajaran berharga tersebut.

#1 Be Passionatelly Curious
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”

KEINGINTAHUAN adalah sumber kekuatan paling dasar seorang marketer. Dari sebuah keingintahuan, seorang marketer akan bisa menciptakan breakthrough product sehebat iPad atau kopi Starbuck (hehehe… soalnya artikel ini ditulis pas di warungnya Starbuck). Dari rasa keingintahuan yang menggelora, seorang marketer akan tahu persis apa yang diperlukan oleh konsumennya. Dari rasa keingintahuan, seorang marketer akan tahu betul bagaimana harus melakukan enggagement dan menjadi “curhat center” bagi konsumennya.

Dyonius Beti, merevolusi industri motor di Tanah Air salah satunya karena ia sukses meluncurkan breakthrough product sehebat Yamaha Mio. Sumbernya adalah rasa keingintahuan pak Dion mengenai apakah perempuan butuh motor yang pas dan khusus dirancang untuk mereka. Steve Jobs mampu meluncurkan produk-produk hebat sepanjang sejarah—The three “iP”: iPod, iPhone, iPad—karena Steve selalu “merasa bodoh”; nggak “keminter” kata orang Jawa; “Stay foolish,” kata Steve. Semua produk hebat itu lahir karena rasa keingintahuan Steve yang terus menggelora, tak ada matinya. Ingat satu hal ini: “The pursuit of your curiosity is the secret to your success.”

#2 Perseverance is Priceless
Kata Einstein: “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”

Bahasa gampangnya adalah TAHAN BANTING!!! PANTANG MENYERAH!!! Untuk menjadi marketer sukses Anda harus tahan banting, tak gampang menyerah, gagal satu tumbuh seribu, gagal seribu tumbuh semilyar. Kata Einstein: jadilah perangko, karena perangko itu selalu setia nempel di surat, nggak pernah lepas, sampai tujuan surat dituntaskan, yaitu sampai ke tempat tujuan. “The entire value of the postage stamp consist in its ability to stick to something until it gets there. Be like the postage stamp; finish the race that you’ve started!” ujarnya bijak.

Coba kita lihat bagaimana Putera Sampoerna melahirkan A Mild. Pak Putera memang visioner, ia tahu betul bahwa masa depan rokok di Indonesia adalah rokok mild, bukan rokok kretek yang waktu itu mendominasi. Tapi jangan salah, langkah pak Putera menyukseskan A Mild bukanlah gampang, penuh dengan onak dan duri. Hampir lima tahun gagal, merugi, setelah akhirnya meledak menyusul suksesnya kampanye “How Low Can You Go” pada tahun 1994. Pak Putera yakin betul pada intuisinya, karena itu begitu A Mild gagal, dia mencoba bangkit; begitu gagal lagi, dia bangkit lagi; sampai akhirnya dari kegagalan beruntun itu lahirlah kesuksesan. A Mild menjadi rokok mild pertama di Indonesia dan memimpin pasar. Ingat kata-kata bijak Einstein lagi: “A person who never made a mistake never tried anything new.”

#3 Imagining Is Your “Reason for Being”
Kata Einstein: “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”

Ya, pelajaran terpentingnya adalah: IMAJINASI lebih powerful ketimbang pengetahuan. Anda punya pengetahuan hebat mengenai pasar, produk, pesaing, teknologi, tapi imajinasinya tumpul, maka Anda akan menjadi marketer medioker, marketer setengah-setengah, marketer kelas teri. Imaginasi adalah KACA PEMBESAR Anda untuk melihat masa depan.

Jimmy Wells, perintis Wikipedia, mampu mewujudkan ensiklopedia paling lengkap di seluruh jagat karena daya imajinasinya yang kepalang gila yaitu dengan cara mengajak setiap orang di seluruh dunia untuk berkontribusi menuliskan ensiklopedia tersebut. Sebelumnya tak terbayangkan oleh akal sehat bagaimana mengajak jutaan orang di seluruh untuk ikutan “berjamaah” menulis isi Wikpedia. Namun berkat wiki, buah imajinasinya, akhirnya sesuatu yang tidak mungkin itu mampu diwujudkan.

Ingat! Imajinasi adalah seperti layaknya otot. Semakin sering imajinasi Anda dilatih, maka semakin tajam setajam mata pedang pula imajinasi Anda. Teruslah berimajinasi, walaupun orang menganggap Anda gila. John Lennon terus berimajinasi hingga detik-detik menjelang kematiannya, walaupun sampai detik ini imajinasinya belum kunjung terwujud: “dunia tanpa perang”.

#4 Different Actions, Different Results
Kata Einstein: “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Anda tak bisa terus saja melakukan sesuatu hal yang sama, tapi mengharapkan hasil yang beda. Anda harus terus berubah, tak boleh terbius oleh kemapanan. Anda tidak boleh silau oleh kesuksesan masa lalu. Karena kesuksesan selalu ada kadaluwarsanya. Anda harus berani “merusak” resep kesuksesan lama untuk diganti dengan yang baru. Kesuksesan yang berkelanjutan sesungguhnya tergantung dari keberanian Anda “merusak” kesuksesan di masa lalu untuk diganti dengan kesuksesan baru. Ingat: timeless successes are about destructing your past success.

Nokia dulu adalah unbeatable leader, kini gerah oleh serbuan Blackberry. Honda motor di Indonesia dulu unbeatable leader, kini gerah disodok Yamaha. Metro TV dulu the only leader, kini direbut TVOne. Petuah Einstein, obat bagi ketiga merek top itu cuma satu: “Do the same things differently”.

#5 Take Action. NOW!!!
Kata Einstein: “I never think of the future – it comes soon enough.”

Kata Einstein lagi: “The only way to properly address your future is to be as present as possible “in the present.”

Blog: http://www.yuswohady.com
twitter: @yuswohady

Pro dan Kontra Ujian Akhir Nasional (UAN)

Berikut diskusi saya di FB tentang sikap Pro saya terhadap Ujian Akhir Nasional…

Disclaimer:

Untuk rekan-rekan guru, profesi guru adalah termasuk profesi yang paling mulia di dunia yang fana ini. Saya tidak bermaksud menyamaratakan semua guru, tulisan saya ini hanya pengalaman terhadap subjektifitas penilaian rapor yang subjektif oleh OKNUM guru (karena konflik kepentingan tertentu). Sampai saat ini saya sangat menghormati profesi mulai dari guru. Semoga anda diberi kekuatan untuk tetap menjadi guru teladan… Karena pekerjaan guru adalah jariyah penyebaran ilmu yang bermanfaat yang pahalanya tidak pernah putus 🙂

Perlu kita ketahui siswa yang mendapatkan penilaian kurang fair sampai kemudian dia dewasa dan sukses menjadi profesional / wirausaha, sampai detik ini masih mengingat pengalaman buruk tsb. Karena hal ini termasuk kategori “children bullying”.

Semoga tulisan ini dibaca oleh pihak yang berkepentingan terhadap Evaluasi UAN.

Bagi bro and sis yang ingin comment juga monggo silakan yah 🙂

Budi Wiyono Ada apa dengan Ujian Nasional? Koq banyak yang protes? Jamannya saya dulu UN adalah penyelamat siswa yang niat sekolah. Banyak ‘bintang kelas’ jadi-jadian yang jeblok di UN, dan digantikan juara sesungguhnya (UN jauh lebih fair dan tidak mudah dicurangi oknum guru)

Tjatur Sadono, Putri Hapsari and Arief Muhamad like this.

Sereal Kiler
Sereal Kiler
btol btol btol.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
Hayo siapa yang merasa dicurangi oknum guru Ngacuuuung…(yang dijadikan juara saat ujian lokal: anaknya, saudaranya, anak temannya, etc), tapi akhirnya bisa menjadi Juara saat UN?

Necky Effendy
Necky Effendy
Saya yang ga setuju pak. Tidak ada rasa keadilan bagi sekolah2 di daerah dengan di jakarta pak. Sbg contoh yg paling nyata, SD anak gw dgn lokasi cuma 3 km sm ponakan gw tapi berbeda kualitas dan tingkat pelajarannya. Kl yg ini pengalaman pribadi pak, dari sebulan yg lalu sy cuma menyuruh anak latihan dan latihan hanya 3 mata pelajaran. IPA, Matematika, dan Bhs Indonesia. Kenapa hanya fokus disitu? ya karena kelulusan dan penerimaan smp hanya dari nilai 3 itu pak. Lah…terus ngapain capek2 belajar yg lain dunks…??….peace pak boss…maaf kl ga sependapat.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Saya pro terhadap UN. Sekolah di daerah banyak yang mampu faktanya. Sekolah yang tertinggal harus mengejar ketertinggalannya (tidak melihat daerahnya, bisa saja sekolah di pusat kota tapi tertinggal). Bayangkan ketidakseragaman yang akan terjadi jika tidak ada tolok ukur yang sama. Akan hancur dan semakin mundur. Bayangkan penyelewengannya juga jika tidak ada UN. Sekolah pinggiran akan semakin tertinggal jika tidak ada UN. UN dan perbaikan mekanisme yg harus terus di sempurnakan bukannya malah di tiadakan.

Necky Effendy
Necky Effendy
Sekolah yang tertinggal justru bisa mengejar ketertinggalan dengan biaya UN yang mencapai 3 trilyun pak….kebayang ga sih pak sekolah yg di jakarta tapi ambruk (berita beberapa bulan yg lalu). Kalau mau penyeragaman…langsung saja pak ga usah hanya 3 mata pelajaran tapi semua mata pelajaran biar ga mubazir belajarnya. Kalaupun mau mutu nya ditingkatkan lihat2 lah pak…SMP atau SMA sy masih setuju.. tapi kalau tingkat SD….pendapat saya tidak fair pak. Pendapat saya justru penyelewengan 3 trilyun itu yg sangat rentan … KKN….hehehe jadi curhat deh. Kalo ada diskusi terbuka tentang ini…terus terang pak…saya akan senang hati….di sekolah anak sy yg ada pertemuan ortu murid dengan para pengajar…mereka tidak dapat memuaskan saya dengan jawaban2nya

Tony Wiharjito
Tony Wiharjito
Ehm….kenyataannya kalo gak ada UN emang jauh lebih gak transparan lagi,pk ujian masuk lokal per sekolah yg di nilai oleh sekolah masing2 rawan kolusi,dimana berkas ujian pun gak dibalikin lg. Dikombinasikan pake nilai rapor? Sama aja gak jelasnya, banyak rapor jadi2an yg jg rawan kolusi. Kalo UN,dipriksa pk komputer,lebih transparan & standardized (kl jaman kt dl pake ebtanas yg meski manual tp yg mengkoreksi jwbn guru2 sekolah lain,ttp lbh aman dr kolusi). Jd UN emang bukan metode seleksi ideal,tp s/d skrg msh yg paling aman dari praktek kolusi. Mgkn tar kl mental kolusi di Indonesia udah terkikis,br UN bs dihapus & metode seleksi kelulusan/masuk sekolah bs pk nilai raport komprehensif.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Saya sendiri nggak mau melebar ke korupsi deh ya. Lebih fokus ke UN atau Tanpa UN dulu aja pak.
Aku berpendapat begini juga karena pengalaman sekolah dulu. Aku punya teman dan adik yang dalam situasi tanpa UN seperti apa dengan UN seperti apa. Pada saat tanpa UN (kelas 1-kelas 5), mereka di ganjal, selalu jatuh ke nomor 2 paling banter. Begitu pakai UN (kelas 6), langsung ranking 1 sak sekolahan! Kita bicara ini Endonesia loh… Rawan penyimpangan, makanya jadinya seperti itu.
Kesan yang saya dapat dari pihak yang kontra UN adalah pihak tsb terkesan tidak mau/tidak berani berkempetisi.
Sungguh aneh mau meniadakan UN dengan tidak tersedia way out nya. Terkesan seperti mau melarikan diri dari kenyataan dan tantangan.
Saya juga tahu, ukuran kognitif (otak kiri thok) tidak menjadi jaminan sukses dalam karir anak sekolahan kelak, tetapi kita ini bicara dalam pembatasan “dgn kurikulum yang berlaku saat ini” IMHO, saat ini, tanpa UN, akan makin hancur. Sekolah yang tidak mampu bersaing akan makin tidak bisa mengejar. Nilai 6 di sekolah berkualitas jadi terkesan lebih jelek dari nilai 9 di sekolah abal-abal. Jadi lebih gak karuan lagi.
Hehe nice discussion! 🙂 Piss 🙂

Necky Effendy
Necky Effendy
i got it bro…i see ur point now…hehehehe, mudah2an endonesia bisa lebih maju dengan UN or without UN. peace.

Emanuel Setio Dewo
Emanuel Setio Dewo
Daku juga Pro UAN. Karena selain menjadi evaluasi akhir belajar siswa, UAN juga menjadi ajang penggemblengan mental.

Edward Simond Koto
Edward Simond Koto
gw juga pro UAN, tapi harus fair juga dalam menghukum, jika banyak siswa yang gagal UAN, siswa kan uah otomatis terhukum dengan kegagalannya. HArusnya gurunya juga dihukum. misalnya setiap 10 orang siswa yang gak lulus, gurunya turun gaji 10%. Jadi Guru juga ada semanggat memperbaiki kualitas masing masing.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Dewo Setuju juga
@Edward Setuju banget, hehe. Jadi bener-bener jadi sarana benchmark.
Dan satu lagi, peran ORTU sangat sangat diperlukan. Hidup di Endonesia harus pinter-pinter jaga anak-anak & daya saing anak kita.

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Dewo Setuju juga
@Edward Setuju banget, hehe. Jadi bener-bener jadi sarana benchmark.
Dan satu lagi, peran ORTU sangat sangat diperlukan. Hidup di Indonesia harus pinter-pinter jaga anak-anak daya saing anak kita.

Necky Effendy
Necky Effendy
Hahahahahah…Edo…harusnya adil juga dunks, kalo setiap 10 siswa yg ga lulus kena punishment. Kalo berhasil lulus semua kudu dapat reward dunks…baru ini fair ada punishment aja juga reward….khan jadi balance

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Pak, Reward bagus untuk memacu semangat, yang lulus semua sih gak perlu reward bos, khan ini yang jadi standard. Yang perlu dikasih reward lulus semua PLUS rating yang membanggakan, nah ini perlu di hadiahin reward 🙂

Necky Effendy
Necky Effendy
itu pak…maksudnya…biar guru2nya memacu peningkatan mutu sekolahnya dengan ok…hehhehe

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Necky Tul pak 🙂

Rein? Rein
Rein? Rein
wah wah rasanya kalau mau ngomongin UN bisa panjang ceritanya … saya tidak setuju sama UN karena menilai siswa hanya dari 1x tes saja dan tidak komprehensif. Kalau nilai UN jadi salah satu unsur bobot yg cukup besar (mis.50%) utk kelulusan saya setuju, dgn mempertimbangkan nilai di kelas 1,2,3 dengan bobot tertentu.
Masalah kalau tidak ada UN akan dicurangi oknum guru, ya kontrolnya yg diperketat – mis.tempatkan pengawas independen misalnya. Jgn lantas mengadakan UN yang tidak komprehensif jadi senjata.
ujung2nya sih.. mendiknas niat gak serius mikirin ginian dgn mempertimbangkan +/- nya…
okelah kalau begitu

Budi Wiyono
Budi Wiyono
@Rein Yang diragukan adalah sistem rating di Rapor-nya yg lokal. Alasan: 1) Tidak standard derajat ukurnya antar wilayah 2) Soal lokal itu selalu lebih mudah bocor 3) Nilai rapor sepenuhnya wewenang guru, nah ini yg paling rawan dimanfaatkan oleh oknum. 4) etc.
Intinya rapor itu kurang dipercaya dan tidak standar pengukurannya.
Anda lulus di sekolah A di kota X, susah dibandingkan dengan Fulan lulus di sekolah B di kota Y.
IMHO, lebih baik UN sekali tapi bisa lebih dipercaya ketimbang tidak ada UN sama sekali.
Anak sekolah memang harus well prepared dalam menghadapi UN. Toch yang nilainya bagus dalam UN hampir selalu anak yang “bagus” juga. Maksudnya hampir tidak mungkin anak yg gak pernah belajar bisa dapat nilai bagus dalam UN (buktinya banyak yang gak lulus toch, hehe…).
Intinya jangan meniadakan UN selama tidak ada solusi pengganti yg *Lebih Baik*.
Just my 2 cent…

Rein? Rein
Rein? Rein
Kalau dibuat per kanwil seperti sistem target sales perusahaan gimana ya . jadi target lulusnya dimanage oleh kanwil tsb (bukannya emang kudu gt ya? jgn2 sdh jalan bgt?) kanwil ini kan biasa paling tahu kondisi daerah dibawahnya jd bisa mengadjust targetnya sekalian controllingnya …seperti di perusahaan saja, target sales kanwil jakarta ga akan sama dengan target di kanwil NTT misalnya (kalau ada). Kalau saya memandang kisruh UN adalah kesalahan pemerintah yg tidak mampu mengkontrol proses penilaian jadinya menggunakan tools yg terlalu memaksa.. jaman skr sudah jaman horizontal dan tidak cocok melakukan “command & control” yg memaksa, harus perhatikan aspirasi dari bawah

Edward Simond Koto
Edward Simond Koto
@Necky : heheh iya ya, lupa gw ngomongin rewardnya, Abis gw kelamaan kerja dikantor gw yang dulu, yang gak kenal masalah pemberian reward, apalagi kalo rakyat kecil yang berjasa hehehhe. tapi kalo berdosa dikit pasti dapet punsiment…nasib nasib.

Pesan Lumpia asli Semarang lewat tele order, kirim pagi dari Semarang sampai Jakarta Siang-Sore nya.

Weekend minggu ke 2 Maret ini saya cuti dan pulang ke Semarang, ada acara keluarga akikah putri pertama adik saya. Alhamdulillah, juga sempat silaturahmi dengan keluarga tercinta + sempat reuni dengan teman TK juga…
Menjelang berangkat ke Semarang saya dititipin beli Lumpia asli Semarang oleh teman kantor yang ternyata adalah penggemar Lumpia asli Semarang. Teman saya ini tahu ajib-nya lumpia asli Semarang juuga yach 😉

Setelah acara di Semarang selesai, seperti biasa saya belanja ke toko oleh-oleh khas Semarang di bilangan jalan Pandanaran. Istri saya belanja, saya cek lumpia. Akhirnya saya nemu yang berlabel tahan 12 jam untuk lumpia basah dan tahan 24 jam untuk lumpia kering. Tetapi jadwal berangkat saya ke Jakarta adalah pagi hari, dan tidak memungkinkan jika saya order paginya, selain toko oleh-oleh belum buka juga terlalu mepet dengan aktifitas persiapan pulang.

SPONSORED:

Kremes - Buy 10 get 1 Free

Kalau order malamnya, besok baru berangkat ke Jakarta, maka Lumpia baru sampai kantor 12 jam + 24 jam kemudian, wah alamat barang sampai kantor sudah dalam keadaan gak segar nih 😦

Kemudian di dalam toko saya pun tengok ke kanan ke kiri, voila! hebad nih toko, ada unit tele ordering plus solusi antar via paket one day service! Kirim pagi dari Semarang sampai Jakarta siang-sore nya. Top bgt!
Akhirnya selesai istri saya belanja oleh-oleh yang tahan lama seperti kripik, saya pun order untuk pengiriman via paket. Saya minta kirim pagi dari Semarang dan sampai rumah saya siang-sore hari! Dengan penambahan biaya kirim hanya rp.8500 saja per kg nya. Saya minta dikirimkan hari Minggu depan.

Wow! Asyik banget bisa order antar kota via phone/sms makanan yang tidak tahan lama pun sekarang BISA! Kebayang nih kedepannya bagaimana jika service titipan kilat sudah menarik begini. Kita dengan mudah bisa memesan produk-produk luar kota yang khas punya!

Tele & Online Order Lumpia Asli Semarang

Kangen makanan enak daerah?

Yang sudah saya temukan bisa tele order + paket one day service: Lumpia + Bandeng Presto khas Semarang lengkap dengan Info Ordering Contact: SMS/WA: 0813-1681-7079.

Tips: Untuk kondisi jalanan yang rawan macet seperti di Jakarta yang serba macet, kita wajib berjaga-jaga. Untuk pemesanan yang di atas tersebut, agar dikirimkan ke alamat yang ada penerimanya untuk jaga-jaga jika paket baru sampai malam hari nya. Jika dikirimkan di alamat kantor anda, maka ada harus siap menunggu sampai malam, untuk berjaga, jika kondisi jalan tidak bersahabat.

Seperti testimoni rekan saya:

huhuhu akhirnya lumpia pesananku dtg jg jam 9 mlm. deg2an jg baru pertama pesan

Kita juga bisa pesan dari penyedia yang lain seperti:

  • Tahu petis asli Semarang, tahu pong asli Semarang.
  • Soto Semarang, Nasi Ayam Semarang, Nasi Pindang khas Kudus, Soto Kerbau khas Kudus dalam kemasan box yang microwave ready.
  • Tahu gimbal khas Semarang.
  • Babat Gongso, Nasi Goreng Babat
  • Dan lain-lain, pesan langsung dari daerah asalnya, dijamin rasanya lezat orisinil punya!

Anda mau? Monggo silakan dikomentari 🙂

Fakta bisnis dan profile bisnis iklan surat kabar di USA

Menurut Google economist, Hal Varian, beberapa statistik dari presentasi Varian:

  • About 40% of internet users say read news on the Web every day.
  • Time spent on online news sites is only about 70 seconds per day, compared to 25 minutes spent reading a print edition.
  • Online news readers tend to read at work, not for leisure, so they don’t have much time to stick around and are thus worth less to advertisers.
  • Overall, less than 5 percent of newspaper ad revenues come from the online editions.
  • Search engines account for 35 to 40 percent of “traffic to major U.S. news sites,” according to comScore.
  • The cost of printing and distributing print editions, makes up about half the cost, while editorial operations only make up 15 percent.

Varian menyimpulkan: “Surat kabar dapat menyelamatkan banyak uang jika sarana akses berita diutamakan dialihkan melalui internet.” Terlihat dia setuju dengan pendiri Netscape dan investor Marc Andreessen, yang merekomendasikan bahwa surat kabar agar  “membakar perahu” yang membawanya sekarat pada perjalanan bisnis cetak mereka.

“Fakta dari masalah ini adalah bahwa surat kabar tidak pernah menghasilkan banyak uang dari berita,” kata Varian. Melainkan mereka mendapatkan uang dari bagian minat khusus seperti topik Otomotif, Perjalanan, Home & Garden, Food & Drink dan seterusnya. Masalahnya adalah bahwa di Web, situs ceruk lain yang memenuhi kategori tersebut adalah dengan sekali klik, maka pembaca meninggalkan surat kabar dengan bagian-bagian yang lebih sulit untuk menjual iklan untuk melawan pada bagian olahraga, berita, dan lokal.

Jadi apa yang seharusnya mereka lakukan? Varian tidak benar-benar memiliki jawaban yang firm, tetapi tentunya janganlah mengabaikan realitas, bahwa saat in i sudah terjadi pergeseran behavior konsumen dalam membaca berita dan konsumsi.

Selengkapnya silakan akses dan monggo di komentari 😀

Seleksi Tenant Inkubator Inovasi Telematik Bandung Angkatan II I2TB dan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI

Ini ada iklan yang mungkin ada yang membutuhkan…

==

PENERIMAAN TENANT PROGRAM INKUBATOR INOVASI TELEMATIKA BANDUNG (I2TB) ANGKATAN II
PENGUMUMAN

Dalam rangka menunjang keberhasilan UMKM Industri Kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Program Inkubator Inovasi Telematika Bandung (I2TB) bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Direktorat Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten, Program Insentif Pusat Inovasi UMKM, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Sarana Jabar Ventura dan Tunas Indonesia Kreatif membuka kembali kesempatan bagi UMKM berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berlokasi di Kota Bandung dan sekitarnya untuk bergabung dalam PROGRAM I2TB ANGKATAN II.
Fasilitas yang akan diberikan :

  • Tempat workshop
  • Fasilitas kantor
  • Konsultasi bisnis
  • Akses pasar dan pendanaan
  • Pelatihan
  • Dana bergulir
  • Showroom

Pesyaratan :

  • UMKM berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
  • Usaha telah berjalan selama min. 2 tahun
  • Berbadan hukum CV, PT
  • Menyerahkan bisnis plan * bisa diunduh http://www.i2tb.web.id

Untuk informasi pendaftaran bisa mengunjungi website Program Inkubator Inovasi Telematika Bandung di alamat http://www.i2tb.web.id
Inkubator Inovasi Telematika Bandung (I2TB)
Surapati Core Blok K-11
Jl. PHH. Mustofa 39, Bandung
Telp (022) 87241402

Facebook for your phone

Sekarang aplikasi “Facebook for your phone” sudah tidak didominasi oleh Blackberry seorang diri.
Seperti kita ketahui sales Blackberry di Indonesia 2009, secara mengejutkan banyak disumbang oleh akomodasi aplikasi Facebook for Blackberry, dimana saat itu aplikasi sejenis untuk diinstall di HP jenis lain belumlah tersedia.

Dimana pada aplikasi tsb, setiap orang yang selesai meng-install aplikasi Facebook for BlackBerry di HP-nya, kemudian aplikasi tsb akan meng-update Wall bahwa si X telah meng-install aplikasi “Research in Motion’s Facebook for BlackBerry” (viral). Fitur yang didapatkan adalah Update Status, Add Friend, Camera img upload + tag, Wall update dan Kirim Message.

Bahkan ada juga orang yang penasaran bagaimana sih aplikasi Facebook yang diinstall di HP seperti yang ada pada Wall update orang lain, sehingga selanjutnya sampai rela membeli Blackberry untuk bisa tahu lebih lanjut, atau hanya agar bisa terpampang di Wall-nya bahwa dia juga telah install aplikasi Facebook for Blackberry 😉 Persis-nya text wall update tsb adalah sbb:

XXXX installed the Facebook for BlackBerry application to his phone.

Untuk alasan di atas itulah yang sangat match dengan banyak riset behavior konsumen di Indonesia yang menyukai atribut “bergengsi”. Gambar di atas itulah yang banyak men-drive orang yang belum beli Blackberry untuk ikutan mencoba Blackberry dengan membelinya. Apalagi setelah itu bisa ikutan nampang di Wall nya bahwa dia telah memiliki Blackberry juga 🙂 seperti gambar di atas.

Juga di drive oleh wall update yang dilakukan dari Blackberry seperti berikut ini:

November 19, 2009 at 2:29pm via Facebook for BlackBerry Friends and Networks · Comment · Like

Gambar screen capture nya sbb:

Seperti inilah penyebaran Viral melalui Facebook yang men-drive kenaikan sales Blackberry di Indonesia tahun 2009-an, sampai Nokia pun kepayahan bersaing di segmen yang sama. Jelas sekali provokasi Viral membuat ‘panas’ temannya yang belum punya Blackberry.

Bagiamana pengaruhnya jika aplikasi sejenis tersedia juga pada Handset merk lain seperti gambar berikut ini?

Apakah saat ini masyarakat masih menganggap Blackberry adalah gadget bergengsi, setelah Blackberry juga masuk ke segmen smartphone murah (gemini)? Adakah barang bergengsi lain yang akan memakai modus yang sama?

Monggo silakan dikomentari 😀 Bagi yang beli Blackberry karena alasan yang sama dengan tulisan artikel ini silakan comment juga ya 😀