6 Level Entrepreneurship

Pada saat mempelajari Hasil Test Bakat anak saya dengan Dermatoglyphics (Test Sidik Jari), saya cek di bagian Kwadran Pekerja. Saya jadi tertarik menelusuri lagi deskripsi-deskripsi sbb.

Pada bagian KWADRAN PEKERJA: Merupakan jenis karakteristik pekerja, meliputi:

  • Eksekutif : pekerjaan yang struktural organisasional, dengan aturan yang jelas, sistem kerja, job deskripsi dan jenjang karier yang berkesinambungan.
  • Self-Employee: pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan peran diri sendiri yang kurang dapat mendelegasikan tugas dan kewenangannya kepada orang lain maupun kerjasama tim.
  • Business Owner : pekerjaan yang membutuhkan keleluasaan dan kreatifitas, tidak tergantung kepada tatanan sistem dan prosedur baku dan sangat berkaitan dengan tata hubungan relasi dengan orang lain maupun kerjasama tim dan mitra kerja kerja.
  • Investor : pekerjaan mengandalkan keleluasaan dan intuisi, serta keputusan-keputusan subyektif dan tidak terikat dengan normatif dan pemikiran logis.

Klasifikasi di atas menekankan pada karakteristik pekerjaan terhadap distribusi bakat karakter bekerja.

Hasil test anak saya terdistribusi sbg: Investor: 32%, Self Employee: 27%, Eksekutif: 25%, Business Owner: 15%.

Nah agar saya bisa membantu anak saya untuk menekuni sekolahnya, FOKUS pada KEKUATAN dan terarah sesuai dengan bakat bawaan lahirnya, saya cek lagi pendefinisian apakah Self Employee, Investor, Business Owner dan Entrepreneur?

Kalau kita survey lingkungan kita, atau bahkan kita survey komunitas entrepreneur, mereka akan memberikan pendefinisian yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah Klasifikasi Entrepreneurship dari ActionCoach.

Entrepreneurship dibagi menjadi 6 Level sbb:

  1. Entrepreneur: Dengan modal orang/pihak lain. Other people money.
  2. Investor: Banyak invest size relatif besar untuk making money TAPI masih dengan menggunakan modal sendiri.
  3. Business Owner: EARN. Manajer & Karyawan anda yg making money. Bisnis berjalan tanpa anda sbg pemilik bisnis terlibat langsung di dalamnya. Perlu Sistem Bisnis.
  4. Manager: Time di convert jadi Rp. CEO di bisnis milik sendiri. Sudah punya karyawan. Tetap dipimpin sendiri bisnisnya.
  5. Self Employeed: Time di convert jadi Rp. Bekerja sendiri. Sudah bukan karyawan orang lain.
  6. Karyawan: Time di convert jadi Rp.

Urutan menjalani karier biasanya dimulai dengan step 6 (Karyawan) menuju 1 (Entrepreneur).

Istilah Investor dan Business Owner di Result Sidik Jari berbeda, di mana istilah Investor pada dunia Kewirausahaan maksudnya lebih pada membeli bisnis / investasi dengan Modal sendiri. Dan level Investor dipandang berada di atas level Business Owner.

Saya jadi ingat pengalaman Keith Cunningham yang awal karier nya dimulai sebagai karyawan tapi punya prinsip yang jelas, perusahaan tempat dia bekerja pimpinannya HARUS mau meng-coach dia dalam hal ber-bisnis. Dan akhirnya dia dapat bekerja di lingkungan Bisnis TV Cable untuk belajar praktek bisnis langsung dan di coach oleh pemiliknya.

Saat ini Keith Cunningham menjadi Entrepreneur sukses dan mempunyai Sekolah Entrepreneur, ada yang menduga dialah “Rich Dad” dari Robert T Kiyosaki.

Any comment ? 🙂

Advertisements

3 thoughts on “6 Level Entrepreneurship

  1. mas, mo tanya p.a dalam hitungan kredit itu artinya apa ya?? misalnya sy kredit 1 jt trs 1,7% p.a artinya apa tuh?? mohon penjelasannya & makasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s