Apa DNA yang diperlukan agar mampu menghasilkan Disruptive Innovation

“Disruptive Innovation” adalah Inovasi yang menciptakan pasar baru / value baru yang mendobrak tatanan lama dan menggusur teknologi sebelumnya.

DNA yang dibutuhkan untuk menghasilkan “Disruptive Innovation” (*) adalah 5 Skill Set sbb:
1. Associating
2. Questioning
3. Observing
4. Networking
5. Experimenting, seperti berikut ini:

(*) Menurut JEFF DYER, HALGREGERSEN dan CLAYTON M. CHRISTENSEN

Disruptive Innovation DNA

Yang menarik adalah selain Hardskill ber-Inovasi, Networking mrpkn Skill yang wajib ada agar produktif menghasilkan Inovasi yg Disruptive.

Artinya: kuatkanlah Silaturahmi, Jejaring dan berKomunitas, terutama dengan yang memiliki minat dan passion yang sama (selama ini berkompetisi? hehe). Karena dengan cara ini pertukaran ilmu akan menjadi sangat masive. Dengan berbagi pun menjadikan kita bergerak ke depan lebih cepat lagi.

Ingat, para Innovator yang Disruptive tidak selalu pencipta yang pertama, contoh: Steve Jobs (Apple) mencontek Xerox, Microsoft mencontek Apple, Facebook ada setelah Friendster, dll.

Tidak ada Inovasi yang Disruptive yang dihasilkan oleh kaum Soliter. So, buruan temukan komunitas mu yang berkualitas tinggi, baik via Online maupun Offline. Jangan jadi katak dalam tempurung, hehe 🙂

Any comment? Monggo silahkan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s