Tips agar Perusahaan menjadi Inovatif

Berikut ini tips yang sangat… sangat sederhana tentang Bagaimana agar Perusahaan Menjadi Inovatif.

Tips ini menurut saya sangat cocok untuk Starter.Kalau perlu adopsi sbg Corporate Culture anda.

Jika model di bawah bisa di adopsi, maka silakan dilanjutkan ke level yang lebih serius lagi dalam mengadopsi prinsip-prinsip yang sama yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berbasis Inovasi seperti IDEO dan Google.

Faktor-faktor tsb di bawah merupakan pengalaman Ciputra dalam menciptakan lingkungan perusahaan Inovatif.

===

Oleh: Harun Hajadi

Empat tahun yang lalu, saya sempat menulis tentang Innovation: Innovate or Die pada Edisi Ciputra News Juni 2005. Memang topik tentang inovasi tidak pernah usang. Dengan kompetisi di sekitar kita yang semakin ‘intense’, kita dipaksa untuk inovatif. Tetapi untuk kita menjadi sebuah perusahaan yang inovatif, tidak cukup kita hanya meng-‘hire’ orang-orang yang inovatif. Faktor lain yang penting adalah dengan menciptakan suasana yang mendorong orang-orang di sekitar kita menjadi inovatif.

1. Atasan yang terbuka dengan ide-ide baru bawahannya. Ini adalah faktor yang penting sekali. Atasan berani mengambil keputusan untuk ‘go’ atau ‘no go’. Jika sudah mengatakan ‘go’, dia juga harus menerima konsekuensinya kalau tidak sukses, atau sebaliknya.

2. Peers’ yang mendorong inovasi. Ini faktor yang penting sekali. Belum tentu orang yang inovatif dapat mendorong orang lain atau menciptakan suasana menjadi inovatif. Faktor yang lebih penting adalah misalnya dengan selalu menempatkan orang-orang yang antusias, orang-orang yang berpikiran positif, yang dapat bekerja sama sebagai tim (bukan individualis), aktif, selalu mau belajar hal-hal yang baru, yang tidak posesif terhadap apa yang dikerjakan, dan selalu terbuka dengan masukan-masukan.

3. Mempunyai rasa memiliki. Saya tidak pernah percaya seseorang bisa dituntut untuk inovatif jika dia tidak mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan tempat dia bekerja. Jika dia berpikir bahwa dia hanya bekerja dan setiap hari hanya masuk kerja karena kewajiban, tidak adil rasanya kita menuntut dia untuk inovatif, karena ‘gak nyampe gitu lho!’

Sebenarnya faktor-faktor di atas sudah kita ketahui semua, hanya saja memang kita tidak menyadarinya. Saya juga memperhatikan bahwa proyek-proyek yang inovatif di Ciputra Group sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor di atas tadi.

Sebenarnya kata besar dari ini semua adalah ENTREPRENEURSHIP seperti yang selalu didengung-dengungkan oleh Founder kita Bapak Dr. Ir. Ciputra. Apakah kita memiliki ‘entrepreneurship spirit’ yang tinggi, sehingga kita secara naluri inovatif, inovatif dari cara kita bekerja, cara kita mencari peluang, cara kita memecahkan masalah, cara kita berinteraksi dengan orang lain ataupun cara kita memotivasi ‘sub-ordinate’ kita atau kolega kita. Selamat berinovasi dan ber-enterpreneurship…



Zappos’s Customer Centric Culture Delivering WOW!

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Baca artikelnya pak Roni di bawah ini.

WOW! Zappos yang sangat kondang Customer Centric Culture-nya memang mumpuni dalam keunggulan layanan.

Wow!! (lagi)…

===

Suatu malam, Tony Hsieh menginap di sebuah hotel di Santa Monica, California saat menghadiri sebuah konferensi.

Setelah konferensi yang melelahkan, ia bersama temannya berkumpul di kamar hotel seorang peserta. Salah satu temannya menelpon room-service untuk memesan pizza.

Mereka kecewa karena mendapatkan jawaban bahwa hotel tidak lagi melayani pesanan di atas jam 11 malam.

Seorang di antara mereka secara bercanda mengusulkan agar menelpon customer service Zappos untuk memesan pizza. Zappos memang dikenal dengan layanan customer service yang mengagumkan. Tapi, mengorder pizza lewat Zappos? Alangkah isengnya.

Awalnya, customer service Zappos merasa bingung dengan pesanan aneh ini. Namun ia segera “tersadar” dan menjawab agar si penelpon menunggu sebentar. Beberapa menit kemudian ia kembali dan memberikan daftar 5 restoran pizza delivery yang masih buka saat itu.

Wow!

Tony Hsieh sendiri kaget dengan respon seperti ini dari karyawannya. Ia tak menyangka karyawannya bisa “berimprovisasi” sedemikian rupa dalam pelayanan. Mungkin ini dampak dari tidak adanya script di layanan call centernya untuk menangani pemintaan yang aneh-aneh seperti ini. Tujuannya adalah agar si karyawan bisa berimprovisasi dengan leluasa dalam melayani.

Bagaimana dengan temannya Tony yang memesan pizza itu? Setelah mendapat pelayanan seperti ini, sekarang ia menjadi pelanggan tetapnya Zappos.

Dalam cerita lain juga dikisahkan bahwa jika pesanan pelanggan tidak tersedia di Zappos, customer servicenya dengan senang hati mencarikannya di toko online milik pesaingnya.

Woow!

Source:
Roni Yuzirman
http://roniyuzirman.wordpress.com

Rahasia Sandiaga Uno Menjadi Orang Terkaya di Indonesia

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Sharing dari Pak Roni yang ngalor ngidul dengan TDA dan Tycoon Sandiaga Uno.

Saya salut dengan Pak Sandiaga Uno yang sangat dekat dengan crowd Entrepreneur/SMB di Indonesia.
Sayang untuk dilewatkan kisahnya bukan?

Selain itu silakan simak Video Bagaimana Cara Menjadi Kaya by Sandiaga Uno

===
Sosok Sandiaga Uno begitu fenomenal. Ia tercatat dalam 100 orang terkaya di Indonesia dan diperolehnya hanya dalam waktu singkat. Mungkin hanya 10 tahunan.

Namun, apa yang dilakukannya, bagaimana caranya, masih menjadi tanda tanya bagi kita, termasuk saya yang awam ini.

Ternyata ia menjalankan bisnis private equity fund (PE).

Mahluk apa itu PE?

Menurut majalah Fortune Indonesia, PE adalah perusahaan pengelola investasi yang mendapat sponsor dari berbagai pihak baik individual maupun institusi.

Tugas PE adalah mencari perusahaan-perusahaan yang bermasalah yang layak dikucurkan investasi, lalu ditingkatkan kinerjanya, dan kemudian dijual kembali.

Hmmm, saya jadi ingat bukunya Brad Sugars, Billionaire in Training tentang “buy-build-sell” perusahaan. Ini rupanya yang dimaksud.

Secara sederhana, PE adalah jembatan bagi pemilik modal dan pihak yang membutuhkan. PE akan mendapatkan fee management sebesar 2% dan 20% untuk carry interest (semacam success fee?).

Sandiaga Uno memulai bisnis PE 14 tahun lalu dengan mendirikan Recapital dan Saratoga. Perusahaan ini mengincar perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan dan nyaris ambruk.

Apa resep Recapital menyembuhkan perusahaan sakit? Mereka menempatkan orang-orang ahli manajemen, membuat sistim manajemen yang transparan dan mengaitkan sistim kompensasi pegawai dengan kinerja.

So damn interesting!

Source:
Roni Yuzirman
http://roniyuzirman.wordpress.com

Artikel Sejenis:

 

Pelajaran dari Business Wisdom Einstein

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Menarik neh penulisan ulang artikel “10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein” oleh mas Siwo…

Saya copas, semoga meng-inspirasi rekan-rekan semua…

===
Marketer HARUS Belajar dari Einstein
Bip… bip… bip…
Twitter di BB-ku meraung-raung.
Lalu pop-up, muncul tweet dari seorang teman nggak tahu dari belahan bumi mana: “jhagel: 10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein http://j.mp/b4SEtM. Saya coba telusur link-nya, lalu sejenak kemudian mata saya membelalak: “hebat betul pelajaran-pelajaran hidup yang diwariskan Albert Einstein untuk kita semua”. Saya harus sharing-kan ke banyak orang!

Saya tak menelan mentah-mentah 10 pelajaran itu tapi saya ambil cuma lima, biar gampang dicerna para pembaca (Ingat! Kalau Anda punya 100 item prioritas, maka sesungguhnya Anda TAK punya prioritas!!!). Penginnya tahu semua eh… malah lupa semua, karena kebanyakan. Tak hanya itu, saya coba interpretasi 5 pelajaran berharga dari `Einstein itu secara khusus dalam konteks pemasaran, khusus saya peruntukkan bagi para marketers. Berikut ke-lima pelajaran berharga tersebut.

#1 Be Passionatelly Curious
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”

KEINGINTAHUAN adalah sumber kekuatan paling dasar seorang marketer. Dari sebuah keingintahuan, seorang marketer akan bisa menciptakan breakthrough product sehebat iPad atau kopi Starbuck (hehehe… soalnya artikel ini ditulis pas di warungnya Starbuck). Dari rasa keingintahuan yang menggelora, seorang marketer akan tahu persis apa yang diperlukan oleh konsumennya. Dari rasa keingintahuan, seorang marketer akan tahu betul bagaimana harus melakukan enggagement dan menjadi “curhat center” bagi konsumennya.

Dyonius Beti, merevolusi industri motor di Tanah Air salah satunya karena ia sukses meluncurkan breakthrough product sehebat Yamaha Mio. Sumbernya adalah rasa keingintahuan pak Dion mengenai apakah perempuan butuh motor yang pas dan khusus dirancang untuk mereka. Steve Jobs mampu meluncurkan produk-produk hebat sepanjang sejarah—The three “iP”: iPod, iPhone, iPad—karena Steve selalu “merasa bodoh”; nggak “keminter” kata orang Jawa; “Stay foolish,” kata Steve. Semua produk hebat itu lahir karena rasa keingintahuan Steve yang terus menggelora, tak ada matinya. Ingat satu hal ini: “The pursuit of your curiosity is the secret to your success.”

#2 Perseverance is Priceless
Kata Einstein: “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”

Bahasa gampangnya adalah TAHAN BANTING!!! PANTANG MENYERAH!!! Untuk menjadi marketer sukses Anda harus tahan banting, tak gampang menyerah, gagal satu tumbuh seribu, gagal seribu tumbuh semilyar. Kata Einstein: jadilah perangko, karena perangko itu selalu setia nempel di surat, nggak pernah lepas, sampai tujuan surat dituntaskan, yaitu sampai ke tempat tujuan. “The entire value of the postage stamp consist in its ability to stick to something until it gets there. Be like the postage stamp; finish the race that you’ve started!” ujarnya bijak.

Coba kita lihat bagaimana Putera Sampoerna melahirkan A Mild. Pak Putera memang visioner, ia tahu betul bahwa masa depan rokok di Indonesia adalah rokok mild, bukan rokok kretek yang waktu itu mendominasi. Tapi jangan salah, langkah pak Putera menyukseskan A Mild bukanlah gampang, penuh dengan onak dan duri. Hampir lima tahun gagal, merugi, setelah akhirnya meledak menyusul suksesnya kampanye “How Low Can You Go” pada tahun 1994. Pak Putera yakin betul pada intuisinya, karena itu begitu A Mild gagal, dia mencoba bangkit; begitu gagal lagi, dia bangkit lagi; sampai akhirnya dari kegagalan beruntun itu lahirlah kesuksesan. A Mild menjadi rokok mild pertama di Indonesia dan memimpin pasar. Ingat kata-kata bijak Einstein lagi: “A person who never made a mistake never tried anything new.”

#3 Imagining Is Your “Reason for Being”
Kata Einstein: “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. Imagination is more important than knowledge.”

Ya, pelajaran terpentingnya adalah: IMAJINASI lebih powerful ketimbang pengetahuan. Anda punya pengetahuan hebat mengenai pasar, produk, pesaing, teknologi, tapi imajinasinya tumpul, maka Anda akan menjadi marketer medioker, marketer setengah-setengah, marketer kelas teri. Imaginasi adalah KACA PEMBESAR Anda untuk melihat masa depan.

Jimmy Wells, perintis Wikipedia, mampu mewujudkan ensiklopedia paling lengkap di seluruh jagat karena daya imajinasinya yang kepalang gila yaitu dengan cara mengajak setiap orang di seluruh dunia untuk berkontribusi menuliskan ensiklopedia tersebut. Sebelumnya tak terbayangkan oleh akal sehat bagaimana mengajak jutaan orang di seluruh untuk ikutan “berjamaah” menulis isi Wikpedia. Namun berkat wiki, buah imajinasinya, akhirnya sesuatu yang tidak mungkin itu mampu diwujudkan.

Ingat! Imajinasi adalah seperti layaknya otot. Semakin sering imajinasi Anda dilatih, maka semakin tajam setajam mata pedang pula imajinasi Anda. Teruslah berimajinasi, walaupun orang menganggap Anda gila. John Lennon terus berimajinasi hingga detik-detik menjelang kematiannya, walaupun sampai detik ini imajinasinya belum kunjung terwujud: “dunia tanpa perang”.

#4 Different Actions, Different Results
Kata Einstein: “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Anda tak bisa terus saja melakukan sesuatu hal yang sama, tapi mengharapkan hasil yang beda. Anda harus terus berubah, tak boleh terbius oleh kemapanan. Anda tidak boleh silau oleh kesuksesan masa lalu. Karena kesuksesan selalu ada kadaluwarsanya. Anda harus berani “merusak” resep kesuksesan lama untuk diganti dengan yang baru. Kesuksesan yang berkelanjutan sesungguhnya tergantung dari keberanian Anda “merusak” kesuksesan di masa lalu untuk diganti dengan kesuksesan baru. Ingat: timeless successes are about destructing your past success.

Nokia dulu adalah unbeatable leader, kini gerah oleh serbuan Blackberry. Honda motor di Indonesia dulu unbeatable leader, kini gerah disodok Yamaha. Metro TV dulu the only leader, kini direbut TVOne. Petuah Einstein, obat bagi ketiga merek top itu cuma satu: “Do the same things differently”.

#5 Take Action. NOW!!!
Kata Einstein: “I never think of the future – it comes soon enough.”

Kata Einstein lagi: “The only way to properly address your future is to be as present as possible “in the present.”

Blog: http://www.yuswohady.com
twitter: @yuswohady

Negara tidak dirugikan dari Bailout Bank Century

Menurut Irwan Ariston Napitupulu:

Kerugian Negara dalam kasus bailout Bank Century adalah NOL alias tidak ada. Penyertaan uang negara Rp4T di LPS sampai saat ini masih ada. Kalau tidak suka dengan tindakan LPS, DPR bisa minta tarik uang negara Rp4T dalam bentuk penyertaan di LPS. Masalah selesai. Tidak perlu ribut2 lagi. Fokus bekerja untuk pembangunan.

dan

Uang setara dengan kas di LPS saat ini lebih dari Rp10T. Diambil 4T, yaitu uang penyertaan negara pada pembentukan LPS, aktiva setara kas di LPS masih lebih dari 6T.
Jadi, ngga perlulah ribut2 dan bilang negara rugi 6.7T, padahal negara tidak ada kerugian sama sekali. Wong uang LPS itu banyakan uangnya perbankan koq, bukan uang negara. Uang negara… See More yang hanya 4T di LPS bisa ditarik kapanpun kalau mau.
Kalau gara2 4T, bikin repot pembangunan negara, mending diambil saja deh biar anggota pansus bisa dibubarkan saja dan disuruh kerja bikin Undang-Undang yang benar.

juga

@Rafina: bailout bank century merugikan rakyat dari sisi mananya? Dan harus diingat, proses pansus ini kaitannya dengan masalah uang negara yang katanya negara dirugikan. Faktanya, negara sama sekali tidak dirugikan karena uang negara yang 4T itu masih ada di LPS yang saat ini punya aset setara dengan kas lebih dari 10T. Kalau mau ditarik uang … See Morenegara yang ada di LPS, silahkan saja kalau gara2 itu jadi bikin susah dunia bisnis.
Sisa duit di LPS itu, sebagian besar adalah uang premi dari perbankan. Jadi, bukan uang negara atau rakyat dalam konteks yang Ito Rafina maksudkan.
Moga2 informasi dari saya ini jelas, sehingga kita semua bisa dicerahkan karena selama ini kita sudah salah diberikan informasi seolah2 negara dirugikan 6.7T atas bailout Bank Century. Padahal itu pembohongan publik dengan motif buruk. Yang benar, uang LPS. Uang LPS didapat dari premi/setoran perbankan nasional yang ikut program LPS.

juga

@Mula: Sebenarnya kerja pansus century ini gampang saja koq. Cari tahu apakah ada keputusan yang dibuat yang melanggar UU. Kalau tidak ada, ya sudah, jangan dicari2 atau diada2in.
Kalau dirasa kurangnya UU yang mengatur untuk situasi2 tertentu yang sifatnya khusus seperti krisis, adalah tugas DPR untuk menyusun UU nya agar kelak digunakan sebagai rambu2 dalam pengambilan kebijakan penting.
Kalau sebelumnya tidak ada diatur, ya jangan salahkan dong kalau kebijakan diambil berdasarkan penilaian tertentu…. See More
Begitu saja toh sebenarnya gampang kerjanya pansus. Jadi, tidak seperti sekarang, beberapa anggota pansus seperti sengaja cari2 masalah, cari2 celah. Terlihat dengan tidak memberi kesempatan saksi menjawab lengkap kalau dilihat dan dirasa jawaban saksi itu bisa menguntungkan pihak saksi. Tapi pas giliran jawaban saksi agak sedikit beda, langsung minta dicatat ke ketua pansus. Ini sangat terlihat waktu Faisal Akbar dari Partai Hanura melontarkan pertanyaan2. Kalau jawaban saksi bagus, tidak diminta dicatat ke ketua pansus….. wakakakakakk 🙂

Juga

@Dennis: harusnya anggota pansus DPR ini sebelum melakukan tanya jawab, harus di tentir dulu oleh para ahli bidang perbankan, ekonomi, serta hukum. Tujuannya agar mereka lelbih paham soal permasalahan yang akan mereka tanyakan.
Jangan seperti sekarang, terlihat sekali jomplangnya antara pengetahuan yang bertanya dengan saksi yang ditanyakan. Aku … See Moresaja yang sebagai rakyat biasa, sangat kesal dengan pertanyaan2 yang diajukan oleh beberapa anggota dewan. Kesal karena mendengar pertanyaan2 konyol dan sok tahu, mana pakai nada2 mengancam pulak, macam koboi kesiangan. Cuma repotnya, mau ganti channel, nanti aku terlewat mendengarkan poin2 penting dari penjelasan Sri Mulyani 🙂

Bagaimana pendapat anda?