Pilih Keseimbangan Alam yang Alamiah atau Bencana/Wabah

Virus Machupo, sewaktu mewabah di San Quentin/Bolivia, ditemukan by riset: media penyebarnya adalah tikus (inang) via urin, selanjutnya menyebar lewat udara. Ternyata populasi tikus menjadi terlalu besar karena pemangsa alamiahnya yaitu kucing mati semua akibat semprotan anti malaria secara masal.

Solusi mendatangkan kucing dalam jumlah yang cukup ternyata menghentikan penyebaran Virus Machupo di San Quentin.

Moral of the Story:

Keseimbangan mata rantai alami jika rusak, bisa mendatangkan wabah dan bencana.

Jadi ingat statement Pakar Pelestarian & Konservasi Alam Bawah Laut New Zealand (NZ paling maju dalam pelestarian bawah laut):

Pengetahuan kami meningkat dari 1 menjadi 2 menjadi 4 dst. Tetapi cerita pada anak cucu kami bukanlah itu. Kami justru akan tekankan pada: betapa SEDIKITnya Pengetahuan kami.

Banyak yang bertanya kepada kami: Setelah Pelestarian ini dan itu kemudian apa sich hasilnya???

Jawaban kami: Kami TIDAK TAHU.

Yang jelas, yang kami tahu adalah kembalikan alam alamiah seperti semula, maka semua pelestarian akan sukses.

Jangan mencoba untuk mengendalikan/mengatur alam. Ide me-manage alam adalah Konyol. Yang harus dimanage adalah diri sendiri!!

Di situlah kebesaran Sang Pencipta.

Advertisements

Pantau Streaming CCTV Jalur Mudik 2010

Sebagai update artikel Pantau Streaming CCTV Jalur Mudik 2009, berikut ini link CCTV Jalur Mudik

CCTV Ditjen Perhubungan darat dan Departemen Perhubungan

Anda bisa mengakses pada URL:

kemudian pilih Jalur/Rute yang ingin anda pantau.

CCTV PT Jasa Marga

PT. Jasa Marga juga menyediakan CCTV yang bisa kita akses via internet, hanya memuat ruas tol di pulau jawa, dapat anda akses di:

kemudian pilih ruas tol mana yang ingin anda pantau.

Related Articles:

Harta Karun senilai Rp 720 Miliar berumur 1000 tahun di Perairan Cirebon

Wow, telah ditemukan harta karun senilai Rp. 720 Milyar di Perairan Cirebon. Bukti kejayaan jalur perdagangan Indonesia 1000 tahun yang lalu.

Selengkapnya artikel Kompas sbb.

==

JAKARTA, KOMPAS.com – Ribuan potong batu permata, rubi, emas, dan keramik Kerajaan Tiongkok, serta perkakas gelas Kerajaan Persia, senilai lebih kurang Rp 720 miliar, dilelang di Jakarta, Rabu (5/5/2010). Harta karun tersebut ditemukan dari bangkai kapal berusia 1.000 tahun di perairan Cirebon, Jawa Barat.

Luc Heymans, seorang pemburu harta karun bawah laut, mengatakan, itu merupakan temuan terbesar di Asia yang setara dengan temuan harta kapal jenis Galeon Spanyol Atocha yang tenggelam di perairan Florida, Amerika Serikat, tahun 1622, yang menggegerkan dunia. Demikian disebutkan kantor berita AFP, Minggu. Harta karun di perairan Cirebon itu semula ditemukan tersangkut jaring nelayan.

”Temuan ini berasal dari sekitar tahun 976 Masehi. Ketika itu, perdagangan dan pelayaran antara Jazirah Arab-India-Sumatera dan Jawa sangat ramai,” tutur Heymans.

Menurut Heymans, diduga ada pejabat tinggi Kerajaan Tiongkok yang menumpang kapal bermuatan harta karun yang ditemukan itu. Pasalnya, kapal yang belum diketahui namanya itu memuat banyak keramik khusus milik Kerajaan Tiongkok.

Heymans dan tim menyelam sebanyak 22.000 kali untuk mengangkut harta dengan jumlah 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah, dan 2.200 batu akik merah. Selain itu, ditemukan pula vas terbesar dari Dinasti Liao (907-1125 Masehi) dan keramik Yue dari era lima dinasti (907-960) dengan warna yang khusus digunakan untuk perkakas kekaisaran. Harta karun itu diangkat dari dasar laut sejak Februari 2004 hingga Oktober 2005.

Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Sudirman Saad, yang juga Sekretaris Jenderal Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga asal Muatan Kapal Tenggelam, yang sedang berada di Ambon, Minggu, mengatakan, pelelangan untuk 271.381 keping benda berharga muatan kapal tenggelam yang diangkat dari perairan Cirebon dilakukan pada tanggal 5 Mei 2010. Pelelangan dilakukan melalui Kantor Piutang Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III dan terbuka untuk pasar internasional.

Koleksi artefak itu berasal dari era lima dinasti Tiongkok yang hanya berkuasa selama 53 tahun, meliputi Dinasti Liang (907-923), Tang (923-936), Jin (936-947), Han (947-951), dan Zhou (951-960). Selain itu, ditemukan juga artefak kerajinan gelas berasal dari Kerajaan Sasanian (Persia) dan Rock Crystal peninggalan Dinasti Fatimiyah (909-1711) yang berpusat di Mesir modern.

Hasil pelelangan benda berharga itu diharapkan mencapai 100 juta dollar AS, dibagi rata antara pemerintah dan perusahaan yang melakukan eksplorasi. Pengangkatan benda berharga muatan kapal tenggelam di Cirebon yang berlangsung sejak Februari 2004 hingga Oktober 2005 itu dilakukan oleh PT Paradigma Putra Sejahtera, bekerja sama dengan Cosmix Underwater Research Ltd, dengan izin Pemerintah Indonesia.

Museum bawah laut

Fenomena penemuan ribuan artefak bawah laut yang menggambarkan jejak kejayaan maritim Indonesia pada masa lampau sudah saatnya mendorong pemerintah untuk mendirikan museum bawah laut serta membangun museum bahari pada lokasi-lokasi eks kerajaan bahari.

Sudirman mengemukakan, sudah saatnya Indonesia memiliki museum artefak bawah laut yang menjadi bukti jejak kejayaan maritim Nusantara pada abad silam. Museum itu tidak hanya menampilkan nilai sejarah kapal beserta isinya, tetapi juga kemajuan budaya kerajaan-kerajaan di Nusantara.

”Museum itu bisa menggambarkan nilai sejarah kapal beserta peninggalannya, kerajaan Indonesia, atau negara lain yang pernah bermitra dengan kerajaan kita pada masa lampau,” ujarnya.

Kendati demikian, ujar Sudirman, keinginan itu terbentur kapasitas negara yang tidak memadai, baik sumber daya manusia maupun pembiayaan. Oleh karena itu, pemerintah perlu membuka diri terhadap Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) guna membicarakan kemungkinan pembangunan museum bawah laut, kriteria lokasi, pemeliharaan, dan pengawasannya.

Dari potensi ratusan titik benda berharga muatan kapal tenggelam di perairan Indonesia, perlu diseleksi lokasi yang paling tepat untuk museum bawah laut. Dengan demikian, benda-benda peninggalan di museum itu kelak dapat dinikmati sebagai obyek wisata bahari.

Di sisi lain, perlu dibangun museum bahari di beberapa wilayah eks kerajaan maritim Nusantara guna menyimpan koleksi artefak bawah laut yang telah diangkat. ”Dengan diangkat ke permukaan, masyarakat umum dapat mengetahui jejak peninggalan sejarah maritim,” ujarnya.(LKT/ONG)

Tokek Seberat 64 Kg Akhirnya Terjual Rp 179 Miliar

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Tokek seharga motor atau mobil itu biasa… Tokek seharga Rp 179 Miliar itu baru luar biasa 🙂
Jadi nemu harta karun tidak harus berupa emas, berlian, artifak kuno… tapi bisa juga berupa tokek raksasa, hehe 🙂

Silakan simak berita dari Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Noe…

INI BENERAN APA NGGAK YACH?

Seekor Tokek raksasa seberat 64 kilogram yang ditemukan di perbatasan Nunukan-Malaysia di Kalakbakan, akhirnya terjual dengan harga 64 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 179,2 miliar.

Tokek raksasa seberat 64 kg ini akhirnya terjual dengan harga Rp 179,2 miliar. Pembeli adalah orang Indonesia yang kemudian Tokek tersebut dibawa ke China. (sumber Tribun Kaltim)

“Tokeknya sudah dijual dengan harga RM 1 juta per kilogramnya,” (Arbin, pria yang sempat mengabadikan gambar tokek)

Menurut kabar burung, tokek katanya bisa jadi obat HIV/AIDS, tapi enggak jelas bagian organ yang mana. Ada yang bilang darahnya, dagingnya atau lidahnya.

Cara Kerja Kapitalis

Menarik neh artikel Cara Kerja Kapitalis Dunia memperkaya diri…

Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton, mengakui di publik “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.

Langkah Satu : Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawarkan 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.

Langkah Dua : Liberisasi Pasar Modal. Stiglitz menyebutnya siklus uang panas. Dana dari luar negeri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di real estate dan mata uang. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik keluar untuk menciptakan kekacauan ekonomi.

Negara bersangkutan kemudian akan meminta bantuan dari IMF dan IMF kemudian mensyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30% sampai 80%. Ini terjadi di Indonesia, Brazil, dan juga negara-negara Asia dan Latin lainnya. Suku bunga tinggi ini menyebabkan kemiskinan bangsa, menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri dan mengeringkan tabungan nasional.

Langkah Tiga : Penentuan Harga Pasar. Harga makanan, air, dan gas dinaikkan yang menyebabkan keresahan sosial yang berujung ke kerusuhan. Ini dikenal dengan istilah “kerusuhan IMF”. Kerusuhan akan menyebabkan pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Ini menguntungkan korporasi luar negeri karena aset-aset negara tersebut sekarang bisa dibeli dengan harga amat murah.

Langkah Empat : Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap di mana korporasi internasional akan memasuki pasar Asia, Latin Amerika, dan Afrika pada saat mereka sendiri tetap mengenakan tarif masuk bagi produk agrikultur negara dunia ketiga. Mereka mengenakan harga yang sangat tinggi untuk obat bermerek dan menyebabkan tingkat kematian dan penyakit yang sangat tinggi.

Akan ada banyak orang yang kalah dalam sistem ini, dan sangat sedikit pemenang, para bankir. Sesungguhnya penjualan utilitas seperti listrik, air, telepon, dan gas adalah prasyarat untuk mendapatkan pinjaman oleh negara berkembang. Aset-aset ini diperkirakan senilai 4 trilyun dolar.

Bulan September 2001, Stiglitz diberikan hadiah Nobel bidang ekonomi.

Selengkapnya: http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/sejarah-pedagang-uang-money-changer.html

Bagaimana sikap kita agar tidak menjadi korban? Melainkan bisa menjadi pemain yang sukses riding the wave?

Monggo silakan dikomentari… 🙂

Info Beasiswa “ITB Untuk Semua”

Info beasiswa untuk anak miskin di ITB:  http://itbuntuksemua.com/infopeminat

Persyaratan

Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
  2. Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
  3. Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
  4. Aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
  5. Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
  6. Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB

info beasiswa untuk anak miskin di ITB http://itbuntuksemua.com/infopeminat